Weekend adalah jadwalmu kerja parttime, dan hari ini adalah hari minggu. Ketika masuk cafe, kamu mendapati hanya supervisormu yang ada di cafe. Bola mata mengeksplorasi ke seluruh ruangan dan tidak menemukan crew lainnya.
"Hari ini hanya kamu dan aku. Patnermu ijin tidak masuk karena sakit". (memahami kebingungan yang tersirat diwajahmu)
"Ahh, pantas saja terasa berbeda..." (sambil memakai apron dan memasuki counter)
"Hari ini aku membuatnya berbeda..." (berkata lirih sambil menatapmu diam)
"Maaf..., ada apa Reynand?"(seperti mendengar sesuatu)
"Apa? tidak ada apa-apa kok..." (berbohong)
Di saat hanya kalian berdua yang berkerja, kebetulan cafe begitu ramai pengunjung. Ketika kamu punya jeda untuk bernafas, pemandangan matamu tertuju pada Reynand yang sedang giat melayani pelanggan.
°°°Diora POV°°°
Ahh, kenapa pemandangan ini begitu indah sekali ya? Aku salut melihat pria muda begitu rajin berkerja seperti Reynand. Wah, sungguh idaman... ❤️
"Kenapa?!?" (Tiba-tiba di depan counter kasir membuyarkan lamunanmu)
"Ahh, tidak tidak..." (blushing)
"Daripada melamun, tolong ambilkan cangkir untuk art latte, kamu harus belajar membuat art latte."
"Ah, iya..."
Tumpukan cangkir yang dimaksud ternyata ada dirak bagian atas, yang kamu lumayan sulit untuk menjangkaunya. Tapi itu bukan kamu kalau tidak berusaha terlebih dulu. Kamu coba menggapainya berjinjit-jinjit. Disaat akan kesulitan, kamu merasakan kehadiran seorang di belakangmu. Aroma tubuhnya begitu manis, membuat hatimu berdebar, terutama ketika tubuh tingginya seakan menaungimu kemudian tangannya menjangkau cangkir yang akan kamu ambil. Untuk sepersekian detik kulit lengannya bersentuhan dengan lenganmu.
(cangkir di tangannya, kini ia menunduk menatapmu lekat) "kamu bukannya takut minta tolong padaku kan?"
"Mmm.., bukan begitu.. kupikir aku bisa menggapainya.."
Reynand lalu menaruh telapak tangannya di atas kepalamu. Lalu menarik kembali tangannya sejajar, setara dengan dadanya.
"Diora, setidaknya perlu setinggi aku untuk menjangkau setinggi itu tadi, kamu hanya setinggi dadaku saja."
"Hyaaa... Reynand... Jangan mengejekku..." (Mengerutkan mukamu)
"Oke... Oke... Berhentilah membuat wajah seperti itu, aku tidak sanggup melihatnya."
**Art Latte Class**
Pembuatan art latte yang dicontohkan Reynand sudah kamu perhatikan baik-baik, namun kamu selalu gagal, sudah tiga kali mencobanya.kini kamu akan mencoba untuk yang ke-empat kalinya.
Deg
Deg
Nafasmu lumayan tercekat dan jantungmu berdegup kencang, karena tiba-tiba Reynand berdiri di belakangmu. Kedua tangannya memegang tanganmu, menuntunmu membuat latte yang tepat. Hal itu justru membuatmu tidak fokus pada latte.
"Kali ini kamu terus salah membuatnya, bisa tidak tidur berhari-hari karena menghabiskan kopi-kopi ini."
"Eoh, Mmm... I-ya, m-maaf.." (gugup)
Setelah mencoba membuat latte untuk yang ke-lima baru kamu bisa membuat coffe latte art yang bagus.