"aku baik-baik saja."
hujan sedang mengguyur deras tanah kelahiranku. hari sudah berganti malam. hanya lampu jalanan yang menghiasi kota ini. klakson mobil bersautan bahkan gemericik air pun sedang bersalam hangat padaku.
"sungguh?" dia masih berdiri tegap di depanku.
aku tersenyum menatapnya. tak dapat kupungkiri jika air mataku mengalir sedari tadi namun tersamarkan oleh deras air hujan. dadaku sesak entah kenapa. gemuruh petir masih memekakkan telinga.
"ya, aku tak apa. cepatlah.. jangan buat dia menunggumu." aku mengusir dia dengan cepat untuk menyemangati dia.
"kalau begitu aku pergi menyusul dia, ya. jangan sakiti dirimu sendiri. sekarang musim hujan, oke!" dia hendak melangkahkan kakinya meninggalkanku tapi terlihat ada rasa tak tega menyelimutinya.
"heii! aku bukan anak kecil lagi.." kataku sambil tersenyum. kulihat dia membalas senyumku lalu melambaikan tangan.
dia berlari menjauh dariku. semakin jauh hingga tak tergapai lagi oleh pandanganku. aku masih berdiri di tempat asal. percikan air masih setia menemani malam ini bersamaku. air hujan mulai mengaliri wajahku berdampingan dengan eluh air mata ini.
sakit.
tak apa.
asalkan melihatnya tersenyum, aku sudah sangat bersyukur.
**
pagi ini mentari sudah menyapaku hangat. aku bangun sambil merenggangkan otot-otot kramku. meski kemarin adalah hari yang berat tapi hari ini aku ujian, aku harus kembali bersemangat!
aku bangkit untuk menyelesaikan rutinitas pagiku. ya.. kau tau lah apa itu "rutinitas pagi"
aku mulai bergerak ke sana kemari dengan cepat. aku tidak mau menghiasi hari pertama ujian dengan predikat "telat"
aku sudah memakai sepatuku dan mulai menghentak-hentakan bumi. "sipp! nyaman!"
aku hendak berlari ke luar rumah namun aku berhenti sejenak untuk berkaca pada sebuah cermin. kulihat mataku yang sembab karena kejadian kemarin. tak apa. lupakanlah.
itu kemarin. yang penting aku harus mulai tersenyum kembali, bukan? aku mengukir senyum terindahku dan memandangnya dari pantulan cermin. yakk! sekarang aku sudah siap memulai berperang dengan soal!
aku berteriak pamit pada mama dan langsung berlari keluar rumah.
"dasar anak ini!! jangan biasakan hal buruk!!"
hihi.. mama marah seperti ini tiap pagi tapi beliau tidak benar-benar marah mengatakan hal itu. aku pernah melihat beliau tersenyum sambil mengehela napas panjang. jadi... aku tidak salah, kan?
pagi ini embun mendominasi kota besarku. semalam adalah hujan yang sangat lebat bahkan beberapa jalan masih digenangi oleh sejumlah air.
aku mulai memperlambat larianku saat melewati rumah Sou. rumah mewah dengan gerbang silver yang menjulang tinggi. Sou sangat kaya. jika dibandingkan dengan rumahku, mungkin luas rumahku hanya mencangkup seperempat dari halamannya.
terdengar suara derit gerbang silver yang mulai terbuka, "pagi, Myu."
seorang lelaki berambut peach datang dan mulai menyamakan langkahnya denganku. aku tersenyum melihatnya. ya, itu dia, Sheyan Xieso sahabatku dari kecil.
"PAGI SOU!!" ucapku dengan lantang sambil mengangkat tangan ke udara.
sifatku yang kekanak-kanakan ini sudah kupelihara sejak dulu. karna sifatku yang ceria, banyak tingkah dan humoris ini membuat banyak orang tertawa melihatku.
kami mulai berjalan beriringan dan membahas banyak hal untuk basa basi. kakiku tidak henti-hentinya melompat-lompat di sepanjang jalan. bahkan saat melewati trotoar.
"bagaimana tadi malam? kamu pulang dengan selamat, kan?" tanya Sou.
aku melihatnya. dia sangat fokus pada layar tipis itu. dia tidak melihatku.
"tentu saja! sudah kubilang aku bukan anak kecil lagi!" aku sedikit membentak namun aku kembali tersenyum.
dia tersenyum melirikku sekilas lalu berkutik dengan ponselnya lagi. aku memandangnya. lelaki yang tingginya 20cm melebihiku itu benar-benar sudah berubah. dia tidak lagi banyak menemaniku. dia lebih memperhatikan kekasihnya.
"oh, ya. bagaimana dengan Yoora? kamu sedang berbalas pesan dengannya sekarang?"
dia memandangku sekilas lagi, "ohh.. hm.m. dia sakit sekarang karena hujan semalam." dia bergerak menutup ponselnya lalu meletakkannya pada saku.
"tuh.. apa kubilang! dia lebih mengkhawatirkan daripada aku!" aku meletakkan tanganku di belakang kepala sambil memperhatikan sekitar.
"irinya.. aku ingin juga mempunyai tunangan!" lanjutku.
Sou memperhatikanku. "mana mungkin, aku.. juga tidak akan bertunangan jika itu bukan kemauan papa. kau sendiri tau kan dia seperti apa." dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
tersirat raut muka yang sama sekali tidak ada keinginan menentang ayahnya. dia menerima takdirnya begitu saja. dia terlihat..
bahagia.
aku sedikit sakit melihat ekspresi yang dia tunjukan. sakit. lebih baik jika aku terluka secara fisik karna akan lebih cepat memudar daripada luka ini. ya, kau tau?
aku menyukainya.
sayangnya aku bukan apa-apa selain teman masa kecilnya.
"jangan iri begitu. kamu harusnya cari pacar jangan bilang tidak ada orang yang kamu sukai." dia tersenyum.
aku membencinya. lebih tepatnya aku benci kenyataan jika dia tidak menyadari perasaanku. atau memang lebih baik tetap seperti ini?
"ten..tentu saja aku punya! aku punya orang yang aku sukai, kok!"
meski sakit. aku ingin tetap tersenyum dihadapannya. aku masih ingin bersamanya lebih lama. apa aku akan terlihat egois jika meminta dia hanya untukku?
"oh ya? siapa dia? aku penasaran siapa cowok yang kamu suka ini. tapi yang pasti masih tampan aku kan!" dia tersenyum lebar sambil menunjuk dirinya sendiri.
aku berusaha tersenyum lalu menepuk punggungnya dengan cukup keras, "percaya tinggi banget!"
"aaduh! sakit!"
**
detik dan menit telah berlalu. bahkan jam tetap berputar pada porosnya. sudah berlalu dua jam dan sebentar lagi ujian pertama akan selesai tapi setelah ini masih ada ujian kedua. aku rasa badanku mulai gemetar suhu badanku juga meninggi. mataku mulai berkunang-kunang.
lalu aku terjatuh dari bangkuku. aku mendengar suara Sou yang memanggilku. ada apa? aku ingin bertanya seperti itu padanya. tapi aku tidak bisa. bibirku terlalu kelu untuk mengatakannya.
lalu semua pandanganku semakin kabur lalu gelap.
**
[ POV : Sou ]
aku sudah mengerjakan soal-soal ini. hanya tinggal beberapa soal sulit. aku mulai menekan-nekan pipiku menggunakan pensil berpikir jawaban selanjutnya. aku melirik tempat Myu berada. biasanya dia yang paling tidak bisa diam dalam hal mengerjakan ujian.
menggigit pensil, memutar kepala, terus-terusan menjatuhkan penghapusnya ke lantai dengan sengaja. dia selalu berhasil membuatku tersenyum di antara tegangnya ujian.
tapi sayangnya hari ini bukan termasuk waktu "biasanya"
dia tidak sedang mengetuk meja atau memainkan penggaris layaknya pesawat. dia hanya duduk diam di tempatnya. tidak berkutik. ada apa dengannya?
kulihat Myu tiba-tiba hilang keseimbangan lalu terjatuh dari tempat duduknya. Myu yang biasanya ceria itu.. PINGSAN??!!
aku langsung berlari ke tempat dia berada. memanggilnya berulang kali sambil tetap menepuk - nepuk pipinya. dia tidak meresponku!
aku mencoba mengetes suhunya di bagian dahi. ternyata sangat panas. dengan segera aku mengangkat tubuhnya dan membawanya ke UKS.
"pak, saya izin ke UKS!"
aku berlari secepat yang aku bisa lalu membaringkannya pada ranjang di bagian kesehatan. petugas kesehatan yang melihatku membawa pasien langsung membantuku dengan sigap.
aku menghembuskan napas lega dan duduk disalah satu bangku ketika para petugas itu memeriksanya.
"semoga tidak terlalu parah" -batinku.
padahal tadi pagi dia masih sehat. tapi siapa tau dia sekarang sudah tak sadarkan diri. sepertinya karena hujan semalam!
petugas itu mengeluarkan ponsel Myu dari saku seragamnya lalu memberikannya padaku, "aku titipkan ponselnya padamu. ponsel yang terlalu lama di dekap bisa menyebabkan aliran panas ponsel berpindah pada tubuh bisa menyebabkan suhunya lebih tinggi lagi."
aku hanya terdiam dan mengangguk pelan mendengar penuturannya. aku bukan orang jenius, oke. aku memandang ponselnya yang ternyata membuka dengan sendirinya. seperti biasa, dia sangat ceroboh untuk pengamanan ponselnya. bagaimana jika seseorang membuka tanpa dia tau?
awalnya aku ingin menutupnya kembali namun aku terbelalak melihat wallpaper yang dia pasang untuk ponselnya. itu adalah fotoku bersama tunanganku, Yoora. kenapa dia memakai foto itu untuk wallpaper?
akhirnya aku mengotak atiknya tanpa sadar. di dalam galerinya penuh dengan fotoku! aku tersenyum karena ternyata dia sangat menghargai persahabatan kami bahkan catatan digitalnya penuh dengan foto masa kecil dan kata-kata dariku.
hingga aku menemukan satu kalimat di akhir catatan yang membuatku tak bisa berkata-kata.
"kau jangan bodoh, Myu. kamu boleh menyukainya tapi Sou menyukai orang lain. dia sudah bahagia dengan tunangannya. jangan egois!! jangan merusak kebahagiaan mereka!!"
aku tersentak. sakit. itu yang kurasakan. seberapa dalam dia memperhatikanku? apa dia..
jatuh cinta padaku?
banyak pertanyaan yang menghantuiku. mencekikku dari dalam. bukankah tadi pagi dia bilang ada orang yang dia suka?
sebuah notif datang dari ponselku mengenyahkan semua pikiranku.
"honey. kamu ada dimana? kau tau? aku sudah sehat! aku akan menjemputmu nanti dari sekolah okey. aku menyayangimu."
ya, itu dari Yoora. aku membalas pesannya secara singkat, "cari aku di UKS saja."
**
[ POV : Myu ]
aku terbangun dan mendapati diriku sudah ada di atas ranjang UKS. dan lebih terkejutnya lagi. saat ini kudapati jika Sou sedang memperhatikanku dalam diam.
"kau baik-baik saja, Myu? perlu kuambilkan air?" tanyanya cemas.
aku menggeleng. dan menepuk dadaku dengan lumayan keras, "jangan khawatir! sahabatmu ini orang yang kuat!" kataku dengan bangga sambil tersenyum lebar.
"wow. makasih sudah menjagaku. sudah jam berapa sekarang?" kataku sambil merogoh saku. aku terdiam. ponselku hilang!
tiba-tiba saja Sou memberikan sebuah ponsel padaku. ternyata dia yang membawa ponselku, "sudah jam 12 siang. setengah jam dari bel pulang." ujarnya dengan ekspresi dingin. ada apa dengannya?
"o..ohh..oke. kalau begitu kita harus pulang sekarang. maaf merepotkanmu." kataku tersendat.
"sepertinya aku harus ujian susulan" --batinku.
aku mulai menyibak selimut UKS dan berdiri meraih tasku yang berada disebelah Sou. dia menahan langkahku, "apa boleh aku tau siapa yang kamu sukai itu?"
(maaf teman-teman ini sepertinya bukan cerpen 💧💧
masih ada kelanjutannya! yang tertarik membacanya bisa lihat "all gonna be okay 2" terima kasih <3)