Kring..
Kring..
"Ada telepon tuh diangkat, jangan cuma nyimak doang" Ujarnya.
"Mager ah, lagi luluran soalnya" Sahut Kia.
"Jangan nyebelin deh, coba kakak tanya itu ponsel siapa?" Tanya Kak Naya.
"Ponsel aku, tapi kan sekarang baru mulai maskeran ih. Tanganku juga udah bersih, nanti kalau maskernya retak gimana?" Gerutu Kia.
"Angkat nggak?" Sahutnya sembari melemparkan bantal leher kearah Kia berada.
Plak..
"Duh! Retak kan jadinya! Ngeselin Kaka mah" Gerutu Kia.
Akhirnya Kia pun bergegas mengangkat panggilan telepon dari ponsel pintarnya tersebut.
📲 "Halo apaan sih nelpon malam-malam begini? Ganggu orang lagi maskeran aja" Tanya Kia.
"Siapa yang nelpon?" Tanya Kak Naya penasaran.
📲 "Halo?" Ucap Kia sekali lagi.
Ponsel pintarnya tak bergeming. Kia segera menutup teleponnya, sebab Kia merasa ada hal aneh dibalik panggilan tengah malam yang menghubunginya.
"Nggak tahu. Udahlah biarin aja, nggak penting juga" Jawab Kia sambil meletakkan ponsel pintarnya diatas sofa yang tak jauh darinya.
Drett..
Tak berlangsung lama, ponsel pintarnya pun bergetar dan memantulkan cahaya hanya sekejap mata memandang.
"Tumben ada pesan SMS masuk. Biasanya pesan WhatsApp" Ujar Kia sambil memeriksa ponsel pintarnya.
🍁🍁🍁🍁
📲💌
Menyembunyikan rasa tak bertepi
Tersirat kata penuh arti
Meratapi diri yang menjiwai
Semua tak terkikis oleh hari
Tertulis sajak ini
Hanya untuk sandaran hati
Yang selalu dinanti
🍁🍁🍁🍁
Pertanyaan-pertanyaan itu bergumul di dalam benak Kia. Ketakutan pun menghantui. Maka Kia menarik napas panjang, menata kata didalam kepalanya, lalu mulai mengungkapkan perasaannya.
"Siapa ya kira-kira?" Tanya Kia penasaran.