~"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." surah Maryam ayat 96~
Dira yang baru pertama kali mengenal yang namanya cinta kini berusaha untuk melupakan lelaki tersebut.
Dia merasa bersalah karena sudah menaruh perasaan kepada orang yang bahkan tidak memiliki perasaan
"Ya Allah, kok bisa sih aku suka sama tu cowok, lagian tu cowok juga bukan tipe hambaa, dah dua kali hamba diginiin. kebal juga ni lama lama hati" ucapnya sambil melihat air hujan yang berjatuhan
Dira yang tenggelam dalam lamunannya dengan posisi duduk di atas sofa sambil menghangatkan dirinya pun mendengar getaran dari ponselnya yang terletak tak jauh darinya
Drrtt
Drrtt
Nada dering ponsel Dira cukup membuyarkan lamunan Dira barusan, ia segera beranjak dari sofa dan mengambil ponselnya untuk segera menjawab telpon dari seseorang tersebut.
"Assalamualaikum Nan?" sapanya kepada temannya itu
Dira kembali duduk di atas sofa sambil menyeruput segelas teh diatas nakas meja
"Wa'alaikumussalam, kebiasaan nih lama banget ngangkatnya, eh Dir, ntar malem sibuk gak?" tanya Nanda
"Keknya sih enggak, emang kenapa?"
"Bantu cariin referensi buat buku penerbit ini dong" ujar nya sambil cengengesan
"Yaelah kirain apaan, yaudah in sya Allah tapi ya"
"Iyaa, eh btw kamu masih suka sama si Arga? tanya Nanda mengalihkan topik
"Kalo gada lagi yang penting aku tutup ya," Dira mematikan ponselnya
Ia kembali menaruh ponselnya diatas nakas meja dan kembali menyeruput teh hangat.
"Pls ya Nanda, ngelupain seseorang itu gak mudah" geram Dira
**
Esoknya, Dira mengajak Nanda untuk pergi ke kafe yang biasa mereka singgahi
Tak berselang lama, datang seorang pelayan kafe yang akan mencatat pesanan mereka berdua
"Es mocca latte sama moccacino masing masing satu ya mas, makasih" ucap Nanda
Dira menunggu pelayan tersebut agak menjauh dari meja yang mereka singgah, untuk segera membuka cerita
"Nan, keknya doa jodoh gua kuat banget deh" Dira membuka pembicaraan
"Ha maksudnya?" tanya Nanda penasaran, "lo kalo ngomong jangan setengah setengah dong" sambungnya lagi
"Ya makanya jangan di potong dulu, gini ya, setiap gue memulai percintaan, gak pernah tu sekali aja ada yang ngebales, apalagi kalo bukan jodoh gua yang minta sama Allah. ya gak?" jelas nya sambil memasang wajah meyakinkan
"Bisa jadii, lu tu-" ucapan Nanda terpotong saat menyadari bahwa ada pelayan yang datang sambil membawa dua pesanan mereka
"Makasih ya mas"
Hening sesaat disaat mereka berdua menunggu pesanan mereka ditaruh diatas meja tersebut.
"Oke gue lanjut, Allah bisa jadi cuma ngasih lu rasa cinta buat mastiin lu taat apa kaga sama cinta yang Allah kasih, bisa jadi kan lu oleng terus pacaran" ujar Nanda sambil menarik gelas berisi kopi tersebut
"Emm tapi bukan itu juga sih, orang yang gue cintai kagak pernah masuk di kriteria pria idaman menurut gue, aneh gak sih, ya walaupun misalkan ada yang ngebales rasa gue juga gak gue terima" Dira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan balutan hijab tersebut.
"Aneh banget sih lo, lagian lo kagak cocok sama mereka berdua, tuh tu, lo cocok sama mas mas yang nganterin minuman tadi, kalo diliat liat, tu mas mas liatin kita mulu dah" jelas Nanda sambil melirik ke arah mas mas yang ia maksud
Dira menoleh kebelakang tempat dimana Nanda melihat mas mas itu.
Pria yang sedang memperhatikan kedua nya berinteraksi sambil tersenyum pun sadar bahwa dirinya sedang di bahas, ia pergi berlalu untuk menggantikan posisi temannya yang sedang bekerja
"Mau gua kenalin gak, dia temen gua tau, katanya sih dia cuma iseng kerja paruh waktu disini"
Dira kembali menatap kearah nanda
"Iseng?, berarti dia kerja gak cuma disini dong?" Dira menatap Nanda bertanya tanya
"Cieee pengen tauu yaa" goda Nanda sambil menepis tangan Dira
**
Malamnya, seperti biasa Dira merebahkan tubuhnya selepas shalat isya.
dan seperti biasa terdengar lagi suara nada dering ponsel Dira, ia menggeser tombol ikon warna hijau untuk mengangkat telpon dari Nanda tersebut
"Assalamualaikum calon istri orang" ucap Nanda
"Wa'alaikumussalam calon pekerja keras, apaan?"
"Kabar gembira ni, temen gue yang gue bilang siang tadi mau ajak lo kenalan"
"Yaelah gua kira apaan nan, kita kenalan lewat lo aja gimana, ntar kalo kebablasan kan dosa" ujar Dira malas
"Ohh ceritanya ta'aruf ni?, ta'aruf buat temenan atau buat calon suami?" tanya Nanda cengengesan
Dira menggedik aneh mendengar kata 'calon suami' yang keluar dari mulut Nanda
"Paan sih lo Nan, ga jelas banget"
"Kan sapa tau dia jodoh lu dir, aminin aja napa sih aelah, gua capek dengerin keluh kesah lo tentang your crush yang gak akan pernah peka" jelas Nanda
"Jujur banget sih lo, yaudah ntar kenalin aja udah gua sama tu temen lo, walaupun gua pasti bakalan susah buat ngasih rasa kasih sayang apalagi sama cowok" ucap Dira lesu,
Pasalnya ia sudah malas untuk menerima lelaki didalam hidupnya, ia sudah nyaman dengan statusnya sebagai gadis single
"Kan rasa sayang tumbuh karna adanya rasa cinta Dir, masa gak tau, lo harusnya makasih sama jodoh lo, karna udah doain lo biar gak kemana mana selain stay sama yang udah ditentuin."
jelas Nanda sambil terkekeh dengan ucapannya barusan
"Ohh sekarang lo jadi puitis ya nan, yaudah lah, makasih loh nasihat malamnya, gue mo tidur, assalamualaikum" tutup Dira dengan mematikan ponselnya
Dira mematikan ponselnya dan termenung memikirkan ucapan temannya itu
"Kalo emang jodoh yang minta sama Allah buat jaga aku dari cowo cowo selain dia, tolong jaga hati kami masing masing ya Allah" ucapnya memikirkan perkataan sahabatnya itu.
***
#selamat berusaha ya diraa