Nama ku Lila ( Nama samaran) , kisah ini berasal dari apa yang kualami , Kisah ini dimulai saat..
"Lila Tolong matiin kompornya, nanti gosong " teriak ibuku dari toko
pekerjaan ibuku adalah ibu rumah tangga, sedangkan ayah ku adalah wirausaha kami berjualan sembako,
jika ayah ku pergi berbelanja barang untuk toko maka ibuku lah yang menjaga toko, sedang kan aku?, aku berada di bagian dapur
Saat itu hujan sangat Deras di sore hari, rumah ku sepi karna toko ku tutup, rumah ky berada di pinggir jalan tapi tah mengapa sore itu terasa sangat sepi, kebetulan ibu dan ayah ku pergi ke rumah sakit bersama adek ku, tadinya aku berniat ikut tapi aku malas ...
Aku menelfon ibuku menanyakan jam berapa mereka pulang
"Halo bu? " tanyaku di telfon
"Iya? kenapa nak ku? " Tanya ibuku seperti biasa
"Ibu, jam berapa pulang? " tanya ku lagi
"Kayak nya masih lama, Lila takut? " Tanya ibuku
aku tahu ibuku khawatir, namun aku tak ingin karna diriku mereka malah buru-buru pulang
"Enggak kok, nanti waktu ibu pulang aku mau jus " jawab ku agar tak membuat Ia khawatir
"Jus? rasa apa? " tanya ibuku
"Rasa Buah Naga aja, udah dulu ya bu soalnya hujannya deras " ucap ku menyudahi percakapan kami
12menit setelah menelfon aku memutuskan untuk memasak Mie instan, karna aku punya toko jadi aku tinggal ambil saja wkwkw.. sebenarnya harus minta izin dulu sih.. cuma karna aku males menelfon lagi dan juga ada kilat
Aku bersenandung sambil memasak, aku juga punya peliharaan Dua ekor Anjing , eehh.. aku kurang tahu jenis nya anjing ku biasanya ditempatkan di halaman belakang supaya orang yang membeli ditoko kami tidak takut, karna di sekitaran rumah ku banyak anjing yang dilepaskan itu membuat resah beberapa orang yang berkendara
Setelah selesai makan Aku memutuskan untuk melanjutkan Pr ku, Dari sini aku mulai merasa ada yang aneh dari satu pintu, yaitu pintu yang memisahkan ruang tamu dan dapur, aku merasa ada 2gadis kecil yang berdiri disana
gadis pertama berdiri dengan pakaian warna putih dan rambut yang panjang , namun rambut bagian depanya hanya sampai di hidungnya , aku melihatnya tersenyum seketika aku langsung berdiri
Gadis kedua juga berdiri di samping gadis pertama itu, namun beda nya adalah, bajunya yang seperti habis bermain lumpur (Baju putih tapi bercampur warna tanah liat ) , di lehernya juga ada kalung dengan hiasan Tulang-tulang, aku kurang tahu tulang apa itu dia juga tersenyum kepadaku dan seperti ingin memberikan sesuatu, dia memang memegang sebuah kotak yang terbuat dari kayu (Kotak perhiasan Zaman dulu yang dari kayu)
Aku mulai menangis ketakutan , saat aku hendak keluar dari pintu samping rumah ku, tiba-tiba tubuh ku tidak ingin bergerak aku mulai panik dan memanggil Kedua Anjing ku
"Kaneky, Blacky " Panggil ku.. aku merasa aneh karna aku sudah berteriak sekuat tenaga ku kenapa suara yang ku keluarkan kecil?
Tak lama Anjing ku datang dan mengongong.. ya aku memang sengaja membuka jendela ku (Jendela tanpa besi ) supaya aku bisa bermain dengan Anjing ku
Anjing ku yang berwarna Coklat (Kaneky) mengongong sedangan anjing berwana hitam mendekati ku dan juga mengongong kearah ku
Jujur aku terkejut saat ia mengongong kearah ku
"Hei.. aku Empunya mu.. kenapa mengongong kearah ku? "
Awalnya aku bingung namun entah merasa seperti ada yang memegang bahuku dan semakin lama semakin kuat.. aku mulai menangis... tapi suara tangisan ku kalah dari hujan dan juga petir
Ku beranikan diri untuk menoleh Dan bener saja ada Kunti di belakang ku.. rasanya aku benar-benar lelah, aku pasrah aku bingung rasanya benar-benar seperti mati rasa
Aku teringat akan kata-kata Guru ku saat kelas KBA (Kelas Belajar Alkitab) berdoa
aku pun mulai berdoa, aku tak peduli berapa kali aku sudah mengulang doa ku yang ku tahu aku ingin kelas dari mereka.. aku terus menutup mataku dan berdoa
Saat aku merasa pusing aku memutuskan untuk membuka mataku, si kunti sudah pergi tersisa 2gadis tersebut mereka yang tadinya tersenyum kini seperti menangis dan melambai ke arah ku..
setelah kejadian itu aku mulai menghidupkan TV ku setelah hujan mulai reda, aku menghidupkan nya agar suasananya tidak lagi sepi
Setelah ibu, ayah dan juga adek ku pulang, aku memutuskan untuk tidak mengatakan apa yang aku alami, karna mungkin saja itu halusinasi ku, tapi
"Tadi lila main tanah ya? " tanya ayah ku menujuk tanah liat yang aku sendiri tidak tahu dari mana
Namun demi menutupi itu aku berbohong
"Iya, tadi lila main tanah soalnya bosan "
"Nanti bersihin ayok, sini kita makan dulu " ajak ibu ku
1-2 bulan berlalu, aku mulai merasa kan perasaan yang sama lagi seperti kejadian saat itu, takut, gelisah , sedih dan benar saja saat aku menatap kearah lemari ku, kunti itu duduk diatas nya dan hanya menatap ku, seketika aku berlari
"Kenapa kok lari? " Tanyak nenek ku yang sedang duduk memakan sirih
"Gak papa kok nek.." Ucap ku
"Jangan boong " ucap nenek ku dengan wajah mengintimidasi ku
Akhirnya aku menceritakan semua yang aku alami dan nenek ku terlihat begitu khawatir
" Kamu kenal mereka siapa?" Tanya nenek ku
tentu saja aku jawab tidak
"Enggak kenal nek " ucap ku
Saat aku menoleh kearah kamar ku, akum alah melihat kunti itu berdiri diantara anak kecil (±6 anak kecil seperti anak Tk atau SD kelas 1)
........ Sejak saat itu aku tidak pernah tidur di kamar aku tidur di ruang tamu
Memang banyak yang mengatakan bahwa rumah ku itu rame
salah satunya
"Lila, rumah mu banyak banget anak kecilnya "
"Lila kamu gak takut "
jujur sebenarnya aku juga ingin pindah dari rumah ini tapi entah mengapa ada rasa enggan pergi dari sini seolah olah aku sudah melekat dirumah ini
sekian cerita saya LiLa (Nama samaran)