Pukul 20.00 di kota Vu, aku bersiap-siap untuk berangkat ke Kota Co untuk melanjutkan pendidikan ku di Universitas yang terkenal dan terbaik di kota Co.
Mengemasi semua barang-barang sendirian, ya sendirian karena ayah ku telah lama meninggal saat umur ku 10 tahun, semenjak ayah ku meninggal ibu ku sibuk kerja keluar kota demi memenuhi biaya kehidupan kami sehari-hari dan biaya pendidikan ku. Ibu ku yang jarang sekali pulang kerumah, akupun harus membiasakan mengurus apapun sendiri tanpa bantuan ibuku ataupun orang lain.
~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~
Perjalanan menuju stasiun Kereta Api tidak butuh waktu lama, karena jarak stasiun dan rumah ku tidak terlalu jauh sekitar 20 menit akupun tiba di stasiun.
"terima kasih ya pak! ini uangnya" ucapku buru-buru pada supir taxi online
Akupun bergegas menuju pintu masuk stasiun, tapi tiba-tiba...
Drettt Drettt Drettt📞
Sebuah panggilan masuk entah dari siapa, akupun tidak memperduliakan panggilan tersebut dan sampai tidak tahu nama pemanggil dari telpon ku, karena saat ini aku sudah terlambat sekali naik kereta karena tadi keasikan ngobrol sama ibu ku sebelum berangkat ke stasiun.
'aduh siapa sih ini yang telepon, apa mungkin ibu y... ah nanti sajalah angkatnya, sudah terlambat ini naik keretanya keburu jalan nanti...' ucapku didalam hati sambil berlari menuju gerbong kereta
(didalam kereta)
"huuhhh, untung saja tidak ketinggalan kereta" ucapku sambil menata barang-barang ku
Drett Drett Drett📞
"siapa sih dari tadi telepon terus!" gerutuku pelan karena ada panggilan masuk berkali-kali dan entah dari siapa itu, akupun menjawab panggilan tersebut
"nomor tidak dikenal!" aku sedikit kaget karena tulisan yang ada dilayar hp ku. 'ahh udah lah angkat saja mungkin nomor penting' gumanku didalam hati
"Hallo, Assalamualaikum..."
aku menunggu jawaban lama sekali dari panggilan tersebut, akupun bingung harus bicara apa karena nomor tidak dikenal itu, dan lama tidak ada jawaban dari sebrang telepon, tiba tiba...
Tut Tut Tut Tut
panggilan terputus tiba-tiba, aku pun heran apa ada yang salah, sinyalnya cukup kuat, tapi kenapa tidak ada sautan ya tadi, aku sudah salam tapi tidak dijawab... aneh, emmm mungkin salah sambung
Tak berselang lama ada sms masuk, sms dari nomor yang tidak dikenal tadi, karena penasaran isi pesannya akupun langsung membuka sms tersebut dan membaca pesannya. 'Turun dari kereta sekarang!!' akupun bingung setelah membaca isi pesan ini, apa maksud dari pesan ini, kenapa aku harus turun dari kereta, toh bagaimana aku turun dari kereta, kan kereta ini dalam keadaan berjalan, masa aku harus melompat dari kereta.
"aneh banget sih, apa ini orang iseng ya... ahh lupakan saja Zara" ucapku sedikit kesal setelah menerima sms dari nomor yang tidak dikenal tersebut
Drett Drett Drett📞
Kembali terdengar lagi panggilan masuk dari nomor yang meneror ku tadi, aku pun yang kesal lalu menjawab telpon itu, karena berulang kali aku menolak panggilan dari nomor tak dikenal itu karena selalu menelepon ku terus, kemudian aku mengangkat dan menjawab dengan kesal...
"siapa sih ini, ganggu terus, maaf y saya gak kenal anda, salah sambung..." ucapku sedikit menyentak karena diujung telepon si penelepon tak kunjung bicara
ketika aku hendak menutup telepon tiba-tiba aku mendengar si penelepon tersebut bicara, dengan samar-samar aku mendengar suaranya, aku mendekatkan kembali hp ke telinga ku, alangkah kagetnya aku mendengar suaranya...
"Turun dari kereta Zaraaa..." suara si penelepon yang berteriak membuat ku takut, bukan takut karena teriakannya tapi suaranya yang aneh dan... menyeramkan. hiiii
Akupun sepontan langsung menjauhkan hp ku dari telingaku dan membuang hp ku ke bangku didepan ku
"suara apa itu tadi, menyeramkan sekali, suaranya serak, berat dan... mendengar suaranya saja membuatku merinding..." ucapku sambil menggosokkan tangan ku ke lengan.
'apa gerbong ini berhantu y, ah masak ada hantu sih' guman q didalam hati sambil melirik ke arah samping, depan dan belakang.
suasana malam ini memang sangat dingin sekali, memang penumpang KA tujuan kota Co didak terlalu banyak malam ini, itu juga yang menambah suasana semakin seram, apalagi tidak ada interaksi antar penumpang, semua sibuk dengan gawai nya.
Aku mengambil hp ku kembali dan sedikit takut kalo si penelepon misterius itu menelpon kembali, disisi lain aku juga kepikiran dengan ucapan si penelepon tersebut 'Turun dari kereta Zaraaa'... kata-kata itu selalu terbayang dipikiran ku
'apa aku harus turun ya, tapi untuk apa aku turun kan tujuan ku ke kota Co belum sampai masih 2 jam lagi... atau aku turun distasiun berikutnya saja ya, sebelum smpai di kota Co... tapi kalo aku turun di stasiun berikutnya aku harus menginap semalam di kota Je, karena ini pemberangkatan kereta terakhir menuju kota Co...' gumanku dalam hati, tanpa aku sadari kereta telah sampai di stasiun kota Je
"turun, tidak, turun, tidak... ah kenapa aku bingung sekali" ucapku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal "turun saja ah, daripada ditelepon terus sama suara yang menyeramkan itu..."
akupun bergegas turun dari gerbong kereta, waktu sudah menunjukkan pukul 22.50 suasana masih cukup ramai di stasiun kota Je, aku yang lelah duduk sebentar dikursi penunggu dan ingin mengabari ibuku jika aku turun dipemberhentian stasiun kota Je karena alasan tertentu, aku yang masih penasaran melihat nomor tidak dikenal tadi...
aku mencoba menghubungi kembali nomor itu dan anehnya nomor tersebut tidak bisa dihubungi
"aneh sekali nomor ini bisa menghubungi, tapi aku coba menghubungi balik malah gak bisa" guman ku pelan
ketika aku hendak meninggalkan stasiun untuk mencari kost-kost an terdekat untuk menginap semalam di kota Je, aku sangat terkejut sekali karena melihat berita di tv stasiun, berita tersebut tentang kereta api jurusan kota Co mengalami kecelakaan dimana tidak ada penumpang yang selamat dari kecelakaan tersebut.
aku sangat syok sekali karena belum ada 20 menit saat aku turun dari kereta, kereta itu mengalami kecelakaan
aku berpikir sejenak 'apa mungkin panggilan rahasia tadi ingin memberi tahuku kalau keteta yang akau naiki tadi akan mengalami kecelakaan' pikir ku masih tidak percaya dengan kejadian yang aku alami hari ini, "tapi siapa penelepon misterius itu? kenapa dia tahu kalau kereta tadi akan mengalami kecelakaan! lalu kenapa hanya aku yang mendapat panggilan itu?"guman ku dengan ekspresi bingung
'tapi berkat adanya telepon itu aku tidak terlibat dalam kecelakaan kereta api yang aku naiki tadi, jika saja aku tidak memutuskan turun entah apa apa yang terjadi pada ku' ada sedikit kelegaan karena tadi aku memilih turun dari kereta jurusan kota Co dan memilih keberangkatan esok pagi.
tanpa sengaja aku melihat bayangan sosok wanita, samar-samar aku melihatnya karena banyaknya orang yang berlalu-lalang di stasiun, entah kenapa aku sepeeti mengenal wanita tersebut, dan benar saja aku mulai jelas melihatnya, dan teenyata...
"kakak..." guman ku sambil trus menatap wanita tersebut dari kejauhan, aku masih tidak percaya 'ah tidak mungkin itu kakak, dia kan sudah...' batinku terus mengelak karena mungkin aku salah melihat
ya aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat karena kakak ku, Zera saudara kembarku yang telah lama meninggal karena sakit 2 tahun lalu, apa mungkin dia yang menelepon ku melalui panggilan rahasia tadi agar aku tidak dalam bahaya, entahlah tapi bagaimana itu mungkin
aku melihat kearah sosok wanita tadi, wanita tersebut tersenyum dan kemudian hilang dari pandangan ku, tanpa aku sadari air mata menetes di pipi ku, melihat wanita terzebut hilang dari pandangan ku
"jika wanita itu benar-benar kakak ku Zera dan jika dialah yang menelepon ku melalui panggilan rahasia agar aku terhindar dari kecelakaan tadi... aku hanya ingin mengucapkan 'Terimakasih' " ucapku sambil mengusap air mata, dan beranjak pergi meninggalkan stasiun.
~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~
#panggilan
Terimakasih telah membaca Cerpen pertama ku😊...
Mohon maaf apabila ada penulisan kata yang salah, kesamaan nama ataupun tempat...
Jangan lupa kasih ❤ untuk dukung author y & follow @IfahKhan_13
See you di cerpen berikutnya