"Saya terima nikah dan kawinnya, Diva Anastasia binti Wisnu yaguar dengan maskawin tersebut. tunai ...."
Janji suci itu terdengar dari mulut Abian Ramatha, lelaki paruh baya berusia 38 tahun, terlintas di telinga para tamu undangan.
"bagaimana syah?" pertanyaan dari pak penghulu yang menjabat tangan Abi, disaut hikmat oleh para tamu undangan, dengan kata kata yang sering kita dengar yaitu "Syah!".
Semua jelas terdengar di telinga Diva, di momen penting yang seharusnya menjadi kenangan terindah sepanjang masa. Dan dinanti-nantikan oleh banyak wanita pasa umumnya, namun acara ini malah membuat wanita itu sangat tertekan.
Hatinya hancur, menerima kenyataan bahwa dirinya harus menikah dengan lelaki pilihan orang tua nya, yang ternyata lelaki itu adalah saudara sepupu nya sendiri.
***
Pada hari itu, semua para tamu undangan sangat antusias menghadiri acaranya. meskipun di masa pandemi covid- 19, mereka harus membatasi para tamu yang diundang, agar tidak menimbulkan keramaian.
Akan tetapi keluarga, sahabat, dan orang orang terdekat. Bahkan orang yang sangat sangat Diva cintai. Menyempatkan untuk hadir, dan menyaksikan acara akad pernikahan tersebut.
Ia merasa benar benar tidak kuat lagi, menahan air mata yang sedari tadi ingin meluncur dengan deras. Terlebih Diva merasa tidak kuat melihat raut wajah Adnan, mata nya berkaca-kaca, Seakan-akan menahan air mata.
Diva berusaha menahan keinginannya, untuk menyudahi acara akad yang sedang berlangsung, dan hendak berlari ke arah Adnan untuk memeluknya erat-erat. Wanita itu yakin bahwa hati Adnan saat ini benar-benar hancur, sama seperti hatinya. Karena harus melihat kekasih yang telah membersamainya selama tiga tahun, menikah dengan lelaki lain.
***
"Div..." Suara lelaki yang berada tepat di samping nya, memecahkan lamunan yang sedari tadi berkelut dipikirkan. Ia memikirkan nasib dan juga hubungannya bersama Adnan yang sudah kandas.
Lelaki yang memanggil itu adalah suara Abi, suaranya pelan menyeruat di telinga Diva. Membuat hatinya semakin terbakar amarah. Diva sangat membenci Abi, laki-laki yang saat ini telah resmi menjadi suaminya.
Abi menyodorkan tangannya ke depan wajah Diva yang di penuh riasan pengantin. ia menginginkan wanitanya menggapai dan menciumnya tangannya di depan pak penghulu, dan juga ayah Wisnu sebagai saksi dari pernikahan mereka.
Lalu, dengan terpakasa Diva berusaha menggapai tangan Abi namun caranya kasar, lalu ia mencium tangan Abi.
Diva terpaksa melakukan semua itu Karena ia tahu jika ia menolak untuk bersalaman, ayah dan penghulu di depannya pasti akan curiga.
Selepas mencium tangannya, Diva mendekatkan bibirnya yang mungil, berpoleskan lipstik Berwarna merah bold kearah telinga Abi, lalu berbisik dengan penuh rasa dengki.
"Aku tak suka dengan pernikahan ini, aku tidak suka dengan perjodohan ini. Dan aku membenci kamu Abang. Kamulah yang menyebabkan rencanaku gagal untuk menikah dengan lelaki pilihanku sendiri." Dengan ketusnya ia ucapkan itu semua. Supaya Abi mengetahui isi hatinya.
Namun Abi tidak menggubris omongannya. Dengan mendengar omongan Diva, membuat Abi ternyata semakin tertantang untuk untuk semakin mencintai Diva.
Setelah Diva mengungkapkan semua tentang perasaannya ke Abi. Diva pun melempar senyumnya ke ayah, untuk meredam amarahnya.
Setelah mendengar kemarahan dari wanitanya, Abi membalas bisikan itu
"Biarlah, mau seperti apapun kamu membenci saya. Dan kamu belum bisa menerima pernikahan ini. Saya tetap mencintai kamu, saya janji saya akan membuat kamu pun nanti nya jatuh cinta kepada saya, pegang janji saya ini Diva".
Abi mengatakan semua itu Di dalam bisikannya, dengan percaya diri Abi berusaha meyakinkan Diva akan cintanya yang begitu besar. Dan ia akan membuat Diva pun jatuh cinta kepada nya.
Hari ini seakan waktu sangatlah panjang untuk Diva. Karena ia belum bisa menerima pernikahannya. Jadi ia merasa acara pernikahan ini begitu membosankan.
Untunglah ada sahabat-sahabat yang datang menemaninya. Diva sengaja meminta mereka untuk naik ke atas panggung. untuk berfoto, termasuk dengan Adnan sang mantan kekasih yang juga ikut naik.
Namun tak disangka Adnan melangkah mencoba mendekati Abi dan memeluknya. Adnan mengungkapkan bahwa dirinya ikhlas melepas . Asal Abi mampu mencintai Diva dengan tulus.
"Aku titipkan dia, lanjutkan perjuanganku untuknya. Bahagiakan dia, kau sayangi dia, sepertiku menyayanginya". Kata kata yang seperti lirik lagu ini, dia coba lontarkan ke telinga Abi.
"Aku tak pernah berjanji untuk sebuah perasaan, tapi aku berusaha berjanji untuk sebuah kesetiaan". Abi membalas ucapan Adnan dengan salah satu kutipan yang pernah diucapkan oleh seorang profesor ternama. yang memiliki kisah nyata tentang cinta sejatinya bersama seorang istri bernama Ainun. Dia adalah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.
Kutipan yang disebut oleh Abi membuat Adnan yakin, bahwa cintanya kepada Diva itu memang benar tulus. Bukan karena paksaan atau karena perjodohan semata.
Lalu setelah puas berbincang dengan Abi, Adnan datang menghampiri Diva. Semula Diva merasa penasaran, saat melihat Abi dan Adnan berpelukan. Ia sangat ingin tahu obrolan apa yang diobrolkan, di antara mereka berdua.
Namun disaat Adnan mendekatinya. kini rasa penasaran berganti menjadi sbuah dram yang seakan bertabuh kencang, matanya memerah, riasanya yang saat tadi ditambah oleh perias karena tersapu dengan air mata, ketika memeluk sang ayah. Kini kembali tumpah dan menggerus kembali riasannya tersebut.
Tangan Diva melambai. mencoba untuk menggapai tubuh Adnan dan memeluk nya erat-erat. Namun tidak disangka pelukan nya membuat semua mata yang memandang menjadi ter heran - heran, dan membuat mereka bertanya-tanya apakah yang sedang terjadi.
"Ehhh.. kenapa itu ko pengantin wanitanya malah pelukan dengan pria lain" pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari tamu undangan seakan menyerbu dan menusuk dalam telinga Abi, Diva dan yang lainnya, yang ada di atas panggung.
" iyaa ya..Jangan jangan itu mantannya bu.."
" wahh iyaa bu, kayanya mereka menikah karena dijodohkan deh bu, soalnya pengantin wanitanya kelihatan kaya sedih banget deh bu"
" iya tuh bu, saya juga melihat. Dari tadi pengantin perempuannya menangis terus."
Tamu undangan yang berdominan ibu ibu. Mereka saling menggibah mengomentari sikap Diva yang bisa dibilang tidak pantas, karena berpelukan dengan pria lain di acara pernikahan nya.
Namun Diva menghiraukan nya, dan tetap memeluk Adnan sembari mengungkapkan sesuatu dengan pelan-pelan namun terdengar jelas di telinga Abi.
"Maafkan aku Sayang, jujur aku masih sayang sama kamu".
Namun mendengar apa yang diucapkan oleh Diva, tidak berhasil membuat Adnan menjadi iba. "Maaf kan aku Diva, semenjak pada hari ini aku tidak lagi mencintaimu. Cintai dia, sebagai suamimu. semoga kamu bahagia dengannya, lupakan lah aku Diva, karena aku sudah bukan siapa siapa lagi untukmu." ucap Adnan kepada Diva.
Diva dikejutkan dengan sikap Adnan yang berusaha mendorong tubuh Diva untuk melepaskan pelukan tersebut dan dengan tega mengucapkan sesuatu kepada Diva.
Seperti tersambar petir, Diva mendengar nya, ia sangat - sangat sedih dan tidak dapat menerima ini semua. Pasalnya Adnan tidak pernah me ngatakan dan memoerlakukan Diva seperti itu, sebelumnya.
Diva berusaha kembali menggapai tubuh Adnan untuk memastikan bahwa semua yang Adnan katakan itu tidak benar. Diva yakin bahwa Adnan masih sangat mencintainya.
Ia ingin semua nya kembali normal seperti dulu lagi. Ia masih tidak rela kalau cinta nya harus kandas di tengah jalan.
Diva terus menangis, air yang sedari tadi ia tahan terus mengalir deras. Tangan nya masih berusaha untuk menggapai kembali tubuh Adnan. Diva berniat ingin memeluk Adnan kembali. Namun, badannya tiba - tiba saja terasa lemas, tubuhnya tidak berdaya dan penglihatan nya terlihat sangat gelap dan suara - suara yang semula bising. Tidak lagi dapat ia dengar.
Namun terdengar bunyi "bruggg... " yang sangat kencang, membuat Abi dan para Tamu undangan, semuanya terkejut dan Keadaan jadi runyam, tak karuan. Suasana yang semula aman dan damai kini menjadi berantakan sunyi dan sepi.