Kulihat wanita yang tengah mencari kayu bakar Diujung sana.
Wanita tangguh yang tak kusangka hadir Dikehidupanku,, tidak, karenanya lah aku hadir ke Dunia.wanita dengan beribu jas yang tak mampu Kubalas dengan berapun nilai harganya.
Sayu kulihat tubuh rempa itu, wanita yang kini tak Lagi muda denagm rambut putih yang mulai Mengganti rambut hitam nan cantik kala ia muda, Garis keriput mulai tergores di wajah yang tak Secantik dulu.
Beginilah kehidupanku, pagi menjelang ibu sudah Berangkat ke hutan mencari kayu bakar demi Sesuap nasi untuk ditelan.
Keringat, lelah, dan goresan luka yang ia bawa Pulang.
Sebagai bukti bertarungnya ia dengan kehidupan.
" Bu, kenapa kita tak seperti mereka ya, memilki banyak uang, jadi Ibu tak perlu lagi lah Bekerja ?" ..ucap gadis kecil berusia 7 tahun yang Tengah tidur dipangkuan ibunnya.
Bella adalah nama gadis itu, salah satu sumber Dari senyum dan kekuatan seorang ibu apalagi jika Bukan kebahagian anaknya.
Ibu terdiam tak menanggapi ucapan Anaknya ,begitulah kehidupan sedikit kita harus Membanting tulang denagan keringat yang Bercucuran agar tau apa itu yang dinamakan Kehidupan.
Suasana redup yang hanya ditemani oleh satu Buah lampu minyak sebagai penerangan digelapnnya malam.
Gubuk reot itu menjadi tempat bella dan ibunnya Tinggal .
Mungkin sudah tak layak untuk dihuni karena Keadaan gubuk yang sudah rapuk dengan kayu Penyangganya yang mulai dimakan oleh laron Terbang.
Tempat yang kadang dipandang sebelah mata oleh Orang yang tak tau bagaimana sakitnya berjalan Tanpa alas kaki ditengah kerikil yang menancap Kaki . tapi mau dimana lagi mereka tinggal jika tak Di gubuk peninggalan nenek nya, tempat itulah Satu- satunya peneduh mereka dari guyuran air Hujan serat gelap dan dinginnya angin malam yang Menyentuh kulit.
Pagi menjelang ibu sudah lebih dulu bangun lalu Memasak ubi rebus hanya sekedar untuk menahan Perut mereka yang belum terisi oleh nasi selama Beberapa hari..
Walau seberapa sulit hidup kami tak pernah Kudengar ibu mengeluh
"Bersyukur " itu yang selalu dikatakan ibu ,tuhan Itu maha adil ,ibu berkata padaku..kehidupan itu Seperti roda yang berputar , ada kala kita diatas Yang pasti akan melewati bagian bawah "
Seusai sarapan ibu melangkahkan kakinya Dengan mantap menuju hutan yang tak jauh dari Tempat gubuk mereka berada.
Menopang beberapa kayu dipunggunnya tak luput Tangannya yang menggending beberapa kayu Bakar lainnya.
Ibu tak pernah mengeluh walau tubuhnya tak Mampu menopang badannya lagi .
Kini wanita yang kuliaht tak pernah mengenal kata Lelah dihidupnya apapun ia lakukan demi anak Tercinta,
Kini wanita itu terbaring lemah dengan mata yang Tak Kunjung dibuka.
Benar kata ibu tak selamanya kita berada Dibawah akan ada saat nya kita naik .
Bella gadis yang cantik dan pintar, denagan Prestasinnya. bella tumbuh menjadi wanita sopan Dengan didikan sang ibu yang pernag diajarkan Kepadannya .
Kini bella menjadi sarjana diuniversitas Bergengsi ,disana ia menerpa ilmu, berusaha Mengubah nasib ,,dan berhasil. Yap ..keberhasilannya tak luput dari doa ibu yang Senantiasa menemaninnya,
Air mata ,keringat, dan goresan luka itu kini Terganti dengan kehidupan yang jauh lebih layak.
"Nak, ibu kamu sudah berapa hari toh seperti ini " Tanya wanita paruh baya yang akan menjadi ibu Mertuaku.
" Ibu sudah dua minggu seperti ini ma. " jawab Wanita denagn rambut panjang hitam nan lebat. Bibir yang merah alami dan hitung yang kcil namun Mancung.
Tangan bella membelai halus rambut ibu yang Mulai terdominasi dengan warna putih itu.
" Kamu tak ingin membawa ibumu kerumah sakit ." Kali ini pria yang berdiri tak jauh dari bella yang Sedang duduk di pinggir ranjang ibunnya.
" Sudah " jawabnya.
"Lalu ? ." tanya wanita yang memakai pakaian yang Tentunya tak murah yang tentunya juga berasal Dari kalangan atas,,tapi penampilan nya tak Semenor pakaiannya,wanita paruh baya yang Memilki hati selembut sutra.
Bella menghela nafas dengan kasar mencoba Menahan derai air mata nya yang ingin dikeluarkan.
"Dokter berkata jika ibu memilki penyakit yang Berbahaya , dan —." bella tak sanggup Menuntaskan kalimatnya ,ia menggntungkan Ucapannya,tak kuasa menahan air mata yang kini Telah terjun bebas dipipinnya.
Dengan sayang mama memeluk calon Menantunya masuk kedekapannya. begitu juga Calon suaminnya yang tampak khawatir.
" Ibu tak memiliki umur yang panjang lagi ." ucap Bella didalam pelukan mama dengan suara yang Tersengal -sengal karena isakan tangis.
" Tenang nak,, usia , umur dan kematian sudah Ditakdirkan, sesungguhnya yang hidup itu akan Mati ."
*
*
Ketika Allah telah berkehendak tak ada yang tak Mungkin baginya .
Bella hanya bisa berdoa ,ingin menangis pun Percuma karena tak dapat membuat ibunya Kembali padanya.
Terima kasih bu,,kau wanita yang paling Tangguh ,budi mu tak dapat kubalas . Bella hanya Bisa mendoakan mu dari sini.
Kini tiada lagi yang menemani Bella di gelapnya Malam dan dingin yang menusuk sampai tulang.
Kini aku rindu senyummu yang meneduhkan Hatiku.
Tawamu yang membuatku merasa terjaga.
IBU, sedihku terobati jika sekali saja aku melihat Senyum mu dan dinginku akan menjadi hangat bila Belaian mu menyentuh rambutku.
kini tak ada lagi....
Hanya doa yang dapat kupanjatkan untumu ,
Semoga engkau tenang dialam sana.
IBU....
Kau matahari yang menghangatkan hariku dengan Semua kasih sayang mu .
Ucapanmu yang selalu kuingat, saran yang ku Patuhi dan larangan yang kujauhi.
Kau selalu berdoa untukku.
Karena ridho Allah adalah ridhomu ,
Tak pernah kudengar keluh kesah mu .
Kau sembunyikan rasa lelah itu dibalik
Senyummu.
Dengan lamgkahmu kau berjalan dibawah teriknya Matahari denagn keringat yang bercucuran Membasahi keningmu.
Kau langkahkan kaki itu tanpa als yang Melindunginya dari bebatuan kerikil yang menusuk.
Cacian yang selalu kau dengar
Hinaaan yang kau terima,
Kau sabar dengan itu.
Bolehkah aku mencontoh kesabaran mu??
Doamu yang meminta kesuksesan untuk anakmu
Bukan uang yang kau minta...
Bukan emas yang membuat mu senang..
Bukan berlian yang kau jadikan alasan untuk senyummu.
Tetapi kebahagian anakmu lah yang kaunjadikan Alasan dari senyum yang terukir itu.
" Kamu tidak tidur " tanya seseorang lelaki seraya Memeluk tubuh bella dari belakang ,meletakkan Kepalanya ditekuk leher istrinnya
Bella melihat pemandangan malam yang dipenuhi Lampu .
Dilihatnya dari gedung tertinggi milik suaminnya.
Lucu dan terlalu jauh melangkah memang,,
Kala ia yang ketakutan karena malam dan sunnyi Nya hutan.
Tapi kini tak lagi, kesunyian itu terganti dengan Keramain,, hutan itu terganti dengan kota. jalanan Yang dipenuhi pengendara dan lampu yang Berserakan disana.
" Kamu tidur saja " jawab bella tanpa menolehkan Pandangan mya ke suaminnya ,tatapannya terus Tertuju pada pemandangan indah dari balik jendela Besar itu.
" Kenapa?." tanya radit yang sudah sah menjadi Suami bella dari beberapa jam lalu
" Aku masih ingun melihat pemandangan ini "
" Kamu mau kesana? " tanya radit menunjuk Menara yang menulang tinggi
Menara Eiffel yang terlihat sangat indah digelapnya Langit malam.
Bella menyungingkan senyum menatap manik Mata suaminnya
..SANGAT TAMPAN ..
Panjang sejarahnya bisa mendapatkan hati seorang Radit.
Dari tatapannya radit dapat mengetahui jika Istrinya itu masih sedih kerena ditinggal oleh Ibunnya.
Walau sudah 2 bulan berlangsung ,tetapi siapa Yang tak sedih jika ditinggalkan orang yang Disayanngi..
Radit memeluk bella dengan hangat..
Kini wanita itu sudah menjadi milik nya.
Bella kecil yang menangis dipekukan ibunya.
Tapi tidak dengan sekarang,, ia sudah menikah Yang pastinya suami akan menjadi teman Hidupnya.
" Aku menyayangi mu nak sampai kita tak dapat Bertemu lagi dikemudian hari ,tapi kau gadis Baik ,pasti akan adayang menggantikan ku Nantinnya. aku juga yakin ia akan mencintai dan Menyayangi gadis baik seperti mu dia akan Memberikan kasih sayang nya padamu "
" Doa ku untukmu, keringatku kuberikan Padamu ,senyum ini ku hadirkan ketika menatap Senyum mu " .
*
""Kutitip gadis yang kini telah dewasa padamu ,
Jangan kau sakiti dia "" ucapnya sebelum nafas Terakhir dihembuskan
Radit mengangguk mencium kening ibu bella.
Aku berjanji ..
Akan kubahagiakan anak mu itu,gadis kecil yang.
Kala itu kau manja,
Wanita yang kini kau serahakan padaku .
Akan ku jaga dan kucintai ia "
YA, aku menjaga, mencintai dan melindunginnya seumur hidupku.
Dia wanita yang unik hingga mendapatkan hatiku.
Dan dengan mudahnya aku mencintainnya .
Aku mencintainnya disetiap detik ku, menit dan hari ku
Hanya dia...
Dia pemenang hatiku..
Aku terima kasih pada ibunya karena telah mengadirkan dia kedunia, ke hidupanku.
Bella wanita yang kuat ternyata seperti ibunya yang tangguh.
" Aku mencintaimu " ucapnya tak melepaskan Pelukan mereka.
Bella tersenyum kembali menatap pemandangan didepannya .