Nama ku Nadia usiaku 20 tahun,aku anak tunggal
mama dan papa ku orang kaya, keseharian ku kuliah
aku di rumah bersama bibi asisten rumah tangga,
Setiap hari nya aku merasa kesepian,
aku tidak bole pacaran sama mama dan papa ku,
dan aku pun tidak mempunyai teman dekat seperti layak nya.
Jika aku keluar rumah mama ku selalu mengirim bodyguard untuk menjaga ku,
Kadang aku merasa hidup ini tidak adil, teman-teman kuliah ku sangat lah bebas bahkan gunta ganti pacar pun mereka sering di lakukan.
Setiap ke kampus aku selalu di antar jemput sama mang Babur,dia supir kepercayaan mama.
Bahkan hanya dia yang asik jika aku ajak ngobrol.
Aku ingin bebas seperti teman ku,tapi aku takut ke pada mama papa ku, aku hanya bisa menuruti kemauan orang tua ku.
Pada suatu hari mang Babur sakit,
Aku ke kampus di antar papa,pulang nya di jemput mama, Sebulan berlalu mang Babur meningalkan dunia aku sangat sedih teman yang bisa di ajak bicara sudah tidak ada lagi.
Dua Minggu kemudian,mama memberi tau kalo besok aku sudah dapat supir lagi, Aku tidak senang karna waktu bersama orang tua ku berkurang.
Pagi itu tiba, aku di kejutkan dengan supir baru ku yang sangat tampan, aku kira itu pegawai mama.
ternyata benar dia adalah Pandu supir baru ku.
Dia mengenal kan diri nya ke pada ku,
Dia adalah anak mang Babur yang sudah meninggal.
Pandu sangat menjaga jarak dari diriku,aku tidak tau kenapa dia sangat dingin ke padaku,
kadang aku pikir aku kurang apa,aku cantik tubuh ku juga bagus tapi dia tidak tertarik kepada ku.
2 bulan berlalu kami mulai dekat bahkan aku duduk di depan di dalam mobil, awal nya pandu menolak tapi ahir nya luluh.
Aku sangat menyukainya dia sangat menyenangkan
bahkan orang nya humoris, aku sangat bahagia,
Setiap libur kuliah,aku hanya berdiam diri,aku benci hari libur karna aku tidak bisa bertemu dengan nya.
Pada suatu hari perusahaan cabang papa ada masalah, papa harus ke luar kota, bersama mama,
Aku seperti biasa dititipkan sama bibi asisten ku,
ketika jam kuliah selesai aku buru-buru pulang aku suka menhan pandu agar lama di rumah tapi dia menolak.
Pagi itu aku mendengar bibi memberi tau ke pandu agar jarak jauh dengan ku,aku Mulai kesal sama bibi,iya aku tau itu perintah mama dan papa ku.
Aku marah aku kecewa, dari situ pandu mulai jaga jarak, dia tidak mau dekat dengan ku,
Aku sedih, aku Mulai bertekad aku harus miliki pandu gimana pun cara nya.
Hujan pun turun sangat lah lebat,aku masuk ke rumah, sedangkan pandu hanya diam di luar menuggu hujan reda.
Biasa nya kalo tidak hujan dia langsung pulang mengunakan sepeda motor nya.
Karna hari itu hujan aku memutuskan untuk keluar memanggil pandu untuk masuk.
Pandu menolak tapi aku paksa dia,ahir nya dia mau aku kasih teh hangat untuk nya,
Aku ke dapur melihat bibi di kamar nya sedang tiduran, lalu aku menghampiri pandu,
aku mencium bibir nya,pandu awal nya menolak aku memaksa nya,
pandu dengan sopan menolak ajakan ku untuk lebih jauh.
Akhir nya pandu pulang' ke rumah nya hujan-hujanan.
Besok nya pandu semakin dingin ke pada ku,
dalam 4hari pandu tidak bicara ke pada ku,aku pun kesal sama pandu, aku membuka artikel untuk membuat pandu menginginkan tampa aku yang minta, dan aku pun membeli obat tidur untuk bibi.
Hari itu tiba, Dimana cuaca sangatlah mendukung,
Aku pura-pura cuek ke pada pandu,hujan berserta petir sangat lah lebat.
Aku menyuruh bibi memberikan teh hangat untuk pandu, dan aku juga memberikan bibi obat tidur.
Aku melihat nya dari jendela pandu meminum nya smpe habis, dan bibi pun mulai mengantuk dan masuk ke kamar nya.
Sore sudah berganti malam,hujan tidak reda pula,semakin bagus untuk diriku.
Aku meminta tolong sama pandu untuk membuang cicak di kamar ku yang sudah mati,
aku memberikan alasan agar dia mau masuk ke kamar ku.
Dan rencana ku berhasil pandu mau masuk ke kamar ku, aku melihat pandu mulai kepanasan, aku pikir obat itu sudah bereaksi.
Lalu aku pergi ke kamar mandi Menganti pakaian ku dengan handuk kimono.
Pandu melihat ku penuh dengan gaira,aku sangat menantikan pandu mencium ku lebh dulu.
Dan itu benar pandu mencium bibir ku.
Malam itu aku sangat bahagia.....
Terjadilah apa yang aku harapkan pandu benar-benar luar biasa,sentuhan nya begitu membuat ku menikmatinya.
Bahkan kami melakukan nya beberapa Ronde,
pandu begitu lembut melakukan nya.kami sama-sama kelelahan ahir nya tertidur.
matahari mulai menyinari kamar ku,cahaya matahari masuk menembus gorden kamar ku.
Aku terbangun dan meraba tempat tidur nya,
aku kaget pandu sudah tidak ada di kamar ku.
aku mau turun dari tempat tidur,tubuh ku merasa remuk,tubuh bagian bawah ku pada sakit, aku lihat ada bercak darah,aku mengingat kejadian semalam,aku mengambil handuk kimono,aku mencoba melangkah pelan-pelan keluar.
Aku memanggil bibi, namun tidak ada jawaban,aku melihat jam pukul 7 pagi.
Aku masuk ke kamar dan membersihkan tubuh ku,
lalu aku ganti seprei tempat tidur ku.
Aku ke dapur hanya ada bibi,aku menanyakan keberadaan pandu sama bibi,namu jawaban bibi yang membuat aku sedih.
pandu memundurkan dirinya dari kerjaan nya,
aku lari ke kamar aku menangis dan terus menangis.
Aku tidak menyesal,tapi aku tidak mau kalo pandu pergi. aku mengambil ponsel mencoba menelpon mama,aku meminta no pandu, ke mama,namun mama bilang aku dapat supir baru lagi.lalu mama tutup telpon nya.
hatiku sangat hancur, aku teriak memanggil nama pandu.
Seminggu kemudian mama mengirimkan supir baru untuk ku, nama nya elang.
keseharian ku ke kampus dan pulang ke rumah, aku tidak terlalu dekat dengan supir baru ku itu,yang di ingatan ku hanya ada pandu.
Sebulan berlalu tubuh ku berubah dan aku telat datang bulan,aku pikir itu biasa,selera makan ku bertambah banyak, bahkan bibi slalu bilang ke padaku aku terlihat gemukan.
Bulan ke dua tubuh ku mulai tidak enak, aku suka mual dan panas dingin, mama hanya minta bibi yang mengurus ku.
Aku dikash obat sm bibi malah perut ku sakit,lalu aku muntah, Aku minta bibi belikan rujak, bibi pun membelikan untuk ku,bibi bertanya ke padaku kenapa akhir-akhir ini aku suka makanan pedes sebelumnya tidak,aku pun tidak tau kenapa.
Berat badan ku naek derastis, aku ke kampus ada yang bilang kalo aku seperti sedang hamil, aku kepikiran soal itu,lalu pulang nya aku mampir ke apotik membeli tespek.
Pagi hari ini aku coba tespek dan garis nya dua itu tanda nya aku hamil.
Aku memangil bibi memastikan apa itu benar aku hamil,dan bibi bilang iya nona hamil, aku sangat bersyukur setidak nya aku memiliki anak.
Namun tidak untuk mama papa ku, aku di kurung dan tidak bole kuliah dulu,
7 Bulan berlalu aku melahirkan anak, aku mendengar anak itu menangis ketika suster Memberikan anak itu ke padaku aku sangat bahagia.
Aku pulang di jemput bibi sama supir,
aku merawat nya dengan baik, satu minggu kemudian anak ku hilang berserta bibi ku.
Aku sangat menderita, aku benar-benar hancur anak dan pengasuh ku dulu, pergi meninggal kan aku sendiri.
1 Tahun kemudian aku mulai melanjutkan kuliah, di kampus ku ada kegiatan keluar kota, aku ikut acara tersebut, Mama dan papa ku awal nya tidak mengijinkan namun aku berusaha berontak.
Aku pergi ke sebuah desa, aku disana banyak belajar dan melihat kehidupan Orang sekelilingnya, sangat berbeda dengan kehidupan ku,aku melihat semua yang di desa begitu sangat behagia bisa berkumpul dengan keluarga walopun hidup mereka sederhana,sangat beda dengan kehidupan ku.
Kehidupan ku sangat mewah, tapi aku kesepian,
Aku seminggu berlalu aku harus pergi ke kota, dan malam terakhir ku di desa tersebut aku kedatangan pak lurah, dan tubuh ku mulai gemetar.
Aku menghambur memeluk pak lurah, pak lurah adalah pandu, teman-teman kampus ku hanya melihat saja mereka tidak tau aku sama pandu ada hubungan, mereka hanya tau aku dan pandu hanya nona dan supir,aku sangat bahgia ketika dipeluknya.
Aku tidak ikut teman ku pulang ke ibu kota,
aku ikut ke rumah pandu dan keluarga nya, aku di sambut sangat baik oleh keluarga nya,
Pandu memiliki adik perempuan dan seorang ibu,
aku ingin tau kenapa pandu meningalkan aku gituh saja,namun pandu tidak menjawab nya,
Aku pasrah jika pandu tidak memberi tau,lalu aku memberi tau kalo aku memiliki anak dengan nya, pandu memelukku dan mengatakan terimakasih sudah mau mengandung anak nya.
Tapi kebahagiaan nya hilang ketika aku memberi tau kalo anak ku di bawa sama bibi,
Malam hari nya aku tidur di kamar pandu, dan pandu di ruang tamu, aku hanya bisa melihat pandu tertidur pulas,lalu aku menghampiri pandu.
Ingin rasa nya aku cium dia namun aku urungkan,aku takut dia pergi lagi,aku berusaha nahan,aku pergi ke kamar lalu aku tidur.
Pagi nya aku bangun, pandu sudah rapi dengan pakaian lurah nya, kami sarapan bersama,lalu pandu pergi ke desa,
malam berikutnya hujan,aku teringat dengan pandu,
pandu pulang kerumah pukul 7 malam aku menunggu nya, ibu sudah di kamarnya bersama adik nya,
Aku menawarkan kopi untuk nya, namun dia tidak meminumnya, perlahan aku mendekati nya, aku Membisikkan sesuatu ke telinga nya, aku mengatakan kalo aku sangat mencintai nya dan sangat merindukan nya.
Mata kita bertemu, pandu mulai mendekatkan muka nya ke padaku, pandu mencium ku terlebih dulu, aku sangat menikmatinya.
Aku senang dia terlebih dulu mencium ku,dengan ke adaan sadar,aku yakin kalo dia pun sama, mencintai ku, perlahan aku menarik tangan nya untuk ke kamar namun dengan sopan dia menolak ku.
Aku kecewa sama dia, aku balik ke kamar lalu tidur
pagi hari nya aku kaget, diruang tamu ku ada mama papa ku, mereka menjemput ku untuk pulang aku menolaknya, bodyguard mama membawa ku pergi ke mobil.
Mama ku berkata kalo aku menemuinya lagi pandu akan mati, aku nangis di dalam mobil, ketika sampe di rumah aku dikurung di kamar, malam hari nya aku di bawa sama mama dan pakaian ku di koper sudah siap,aku di bawa terbang ke luar negeri memakai zet peribadi keluarga.
Di pesawat aku mendengar kalo mama dan papa ku menyuruh seseorang untuk membunuh pandu,aku memohon ke mama papa ku agar mereka tidak membunuhnya asal aku menuruti kemauan mereka.
Dan aku pun menurutinya, aku pura-pura tidur dipesawat lalu aku mendengar mama dan papa bicara kalo mama yang suruh bibi untuk bawa jauh anak ku dari diriku.
Hati ku terasa sakit, ingin rasa nya aku mati saja.
Sesampai nya di Belanda aku keluar dari bandara ,aku ijin sama mama ku ke toilet, dari situ aku melarikan diri, aku sudah tidak kuat di kekang sama mereka, dan aku putuskan untuk pergi jauh dari cinta ku anak ku dan orang tua ku........
Tamat
terimakasih 🙏