"Megan, I ❤️ U"
Beberapa siswa bersorak karena hal "so sweet" yang dilakukan seorang anak laki-laki menyatakan cintanya.
"Terima! Terima! Terima!" sorak para siswa.
Namun Megan seketika langsung berbalik, dan kembali ke kelasnya.
"Apaan sih, basi!" Megan dengan nada angkuhnya.
Tidak lama kemudian anak laki-laki tersebut berlari mengejar ke kelas Megan dan membawa bunga hingga Megan sampai di bangkunya.
"Megan... aku minta maaf kalau lancang. Tapi gue cinta banget sama kamu..."
"Hadeh.... Keanu, udah deh! Udah berapa kali sih aku bilang kalau aku gak suka sama kamu!" Megan berdiri dan mendorong Keanu lalu berjalan keluar kelas.
Megan sudah bosan dengan hari-harinya yang membosankan. Menerima surat cinta, Surat kaleng, surat mading, sampai menerima pernyataan cinta.
Siapa yang tak kenal Megan. Gadis kelas sebelas IPS yang terkenal dengan kecantikannya di seluruh SMA Pertiwi. Megan memiliki bentuk tubuh yang sempurna, dan setiap gaya rambut maupun gaya berpakaian Megan selalu akan menjadi trend di kalangan sekolahnya.
"Brakk!"
Megan tidak sengaja menabrak seorang anak laki-laki berkacamata yang sedang membawa buku. Dan saat ini buku yang dibawa anak tersebut berserakan.
"Haduh... gimana sih..."
Megan terpaksa harus membantu anak tersebut memungut buku-buku yang berserakan tersebut.
"Oke, nih..." Megan menyerahkan buku yang dia pungut sambil menatap wajah anak laki-laki tersebut. Ternyata tatapan itu dibalas dengan pandangan yang juga sangat mendalam dari anak laki-laki yang bernama Raditya itu.
Dari sinilah cerita mereka dimulai.
***
Raditya bisa dibilang sebagai anak yang tidak se-terkenal Megan. Dia mulai banyak dikenal karena prestasinya di olimpiade matematika dan fisika tingkat Nasional tahun ini.
Siapa yang akan menyangka jika akhirnya setelah Raditya bertemu langsung dengan Megan, dia pun jatuh cinta. Begitu juga dengan Megan yang selama ini tidak pernah dekat dengan kalangan anak-anak pintar, dia sangat terkesan dengan Raditya.
Hanya dalam waktu satu bulan, kabar tentang hubungan Megan dan Raditya mulai menyebar di seluruh sekolah. Baik teman Megan maupun Raditya sangat tidak menyangka dengan kabar bahwa mereka benar-benar pacaran. Megan yang populer di kalangan anak IPS, Raditya yang dijunjung di kalangan anak IPA.
Bisa ditebak, bahwa ada banyak rintangan dan ujian yang mereka hadapi selama pacaran. Namun ternyata hubungan mereka bertahan sampai mereka naik ke kelas dua belas. Bahkan sampai mereka lulus SMA.
Setelah lulus SMA, mereka harus berpisah. Lagi-lagi hubungan mereka diuji. Kedua orang tua Raditya menginginkan Raditya mengikuti pendidikan sebagi Pilot. Sedangkan Megan harus sekolah ke Paris demi meneruskan bisnis kedua orang tuanya dalam bidang fashion.
Raditya harus mendapatkan pendidikan karantina selama satu tahun, sehingga ia tak bisa bertemu dengan Megan. Long distance relationship yang mereka jalani ternyata tak membuat perasaan mereka semakin memudar.
Setelah satu tahun Raditya lulus pendidikan karantina, ia pun mengunjungi Megan ke Paris saat liburan. Dan di sanalah mereka meluapkan rasa rindu yang terbendung selama satu tahun tidak saling menatap dan menyentuh.
Energi muda yang menggebu di dalam tubuh mereka semakin deras mengalirkan esensi birahi ke dalam setiap anomali darah, hingga detakan jantung setiap detiknya terasa berat dan menyesakkan.
Cinta dua anak manusia yang telah terseret arus cinta yang sejenak menghilangkan akal sehat mereka.
***
Saat mereka kembali tersadar, Megan dan Raditya tidak menyesal. Mereka justru semakin mengeratkan janji untuk semakin menjaga cinta mereka, janji untuk setia, janji untuk saling berbagi suka dan duka, serta janji untuk bersatu setelah mereka masing-masing menyelesaikan studinya.
Namun perjuangan tidak sampai di situ. Setelah tiga tahun menempuh pendidikan dan menjadi pilot muda, ternyata Raditya akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Tentu saja Raditya menolak. Karena ia sudah memiliki Megan sebagai kekasihnya. Tapi kedua orang tua Raditya menilai hubungan Raditya dan Megan hanya sebatas cinta penjajakan nak muda. Tidak perlu sampai menikah.
Orang tua Raditya menilai Megan tidak cocok bagi adat keluarganya. Megan adalah anak darah campuran, ayah Megan berasal dari Jerman sedangkan ibunya Megan sendiri adalah Jawa blasteran Turki. Jadi meskipun Megan memiliki paras yang luar biasa cantik, keluarganya pengusaha kaya dan sukses. Keluarga Raditya tetap tidak bisa menerima Megan sebagai menantu bagi mereka.
Dari sinilah konflik dimulai.
Raditya terus berusaha keras menentang perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tuanya. Namun jika Raditya menentang, maka orang tuanya akan mencabut segala tunjangan yang mereka berikan selama ini pada Raditya.
Raditya tak bergeming, hingga akhirnya ia pergi ke Paris untuk mengajak Megan kawin lari. Tentu saja Megan menolak karena ia harus menyelesaikan studinya.
Raditya yang tidak ingin menyerah pada Megan, tidak punya pilihan lain selain memaksa Megan. Karena ia tak ingin menikah dengan orang lain selain Megan.
Hingga akhirnya Raditya terpaksa membuat Megan hamil.
***
Satu bulan kemudian, dua minggu sebelum hari pernikahan, Raditya sengaja tidak menghubungi Megan.
Tentu saja Megan frustasi tidak bisa menghubungi Raditya. Dia pun bertanya pada semua teman-temannya tentang keberadaan Raditya. Hingga akhirnya Megan langsung pulang ke Indonesia saat itu juga dan ingin bertemu dengan Raditya. Namun betapa sulitnya bagi Megan karena keluarga Raditya terus menghalangi Megan.
Megan akhirnya mengakui bahwa dia saat ini mengandung anak Raditya. Keluarga besar Raditya sangat syok, tidak ada pilihan lain bagi mereka saat ini. Kecuali menikahkan Megan dan Raditya.
***
Megan dan Raditya memang akhirnya menikah. Namun kedua keluarga mereka tidak pernah saling akur.
Keluarga Raditya yang sangat menjunjung tinggi adat dengan berbagai alasan tradisi selalu berpikir kejawen yang membuat keluarga Megan yang modern dan simple, merasa ribet mengikuti pola pikir keluarga Raditya.
Beberapa bulan kemudian Megan melahirkan dua anak kembar laki-laki dan perempuan. Bahkan untuk pemberian nama kedua anak Raditya dan Megan, kedua keluarga harus bersitegang dulu sebelum mencapai kesepakatan yang mufakat.
Akhirnya diputuskan pemberian nama bagi kedua bayi Megan dan Raditya, yaitu Mardiono dan Mardiana. Tapi keluarga Megan lebih memilih memberi nama Dion dan Diana.
Dua bulan setelah melahirkan, Megan mulai bersiap kembali ke Singapore melanjutkan studinya yang tertunda dengan membawa kedua anaknya. Tentu saja itu tidak disetujui oleh orang tua Raditya. Mereka tetap ingin kedua cucu pertama mereka berada di Solo bersama mereka. Megan pastinya tidak ingin berpisah dengan kedua anaknya yang masih asi eksklusif.
Raditya berusaha mencari jalan tengah untuk mereka. Orang tua Raditya akhirnya harus mengalah demi si kembar yang masih menyusu ibunya. Begitupun Raditya yang harus setiap sebulan sekali mengunjungi Megan dan anak-anaknya di Singapore.
Setahun kemudian, Megan telah menyelesaikan studinya. Dia kembali ke Indonesia, dan tinggal di Jakarta untuk bekerja untuk membantu mengurus perusahaan orang tuanya. Karena Megan saat ini adalah satu-satunya anak yang bisa mengurus usaha bisnis keluarganya sebab Megan adalah anak tunggal.
Orang tua Raditya menilai Megan tidak perlu bekerja sebagai wanita yang harus mengurus suami dan anak-anaknya seperti seyogyanya hakikat seorang wanita. Jika Megan masih bekerja, maka Dion-Diana akan diasuh oleh mereka di Solo. Dan tentu saja orang tua Megan tidak setuju. Sekalipun mereka pengusaha, mereka bukan workaholic. Mereka juga ingin mengurus Dion-Diana. Karena Dion-Diana adalah bakal calon successor perusahaan mereka.
Semua konflik antar keluarga ternnyata tidak mudah dilalui oleh Megan dan Raditya.
Sampai akhirnya Megan mengalami depresi, Raditya tak bisa berbuat banyak. Ia juga tak bisa meluangkan banyak waktu untuk Megan karena ia memiliki jadwal terbang yang lebih dari 18 jam setiap harinya. Hingga Raditya pun merasa jenuh setiap kali bertemu dengan Megan. Yang ada hanyalah pertengkaran.
Hingga akhirnya mereka memilih untuk bercerai.
Hubungan yang dibangun atas dasar cinta selama bertahun-tahun harus kandas bukan karena orang ketiga, namun karena keluarga mereka sendiri.
***
Pernikahan itu tidak hanya mengikat dua orang anak manusia. Tapi juga menyatukan dua arus keluarga dan akar budayanya.
***