Di sebuah tempat terdapatlah Rumah yang begitu sederhana. Rumah tersebut di penghuni oleh seorang gadis berusia 19 tahun. Sore harinya, dia sedang memasak untuk makan malam nanti.
"Hmm...aduh garamnya habis gimana ini...hmm yasudah gue beli dulu aja. " Gadis itu langsung pergi membeli garam di warung.
Gadis itu naik dengan sepeda kesayangannya. Gadis itu bernyanyi sambil mengendarai sepeda sampai semua orang menoleh dirinya.
"Eh itu orang kalau nyanyi bagus ya. " tanya warga desa di situ.
"Iya bagus apalagi suaranya merdu banget. "
Dan masih banyak lagi tanggapan orang-orang disitu. Sampailah warung yang selalu dia kunjungin setiap hari.
"Mas ujang beli. " Gadis itu menunggu dengan keadaan berdiri tegap tak lama seorang pria berusia 29 tahunan menghampiri gadis tersebut.
"Eh mbak Vania mau beli apa mbak?" tanya ujang.
Iya nama gadis itu adalah Vania Lucifer Alasdea, biasa di panggil Vania. Vania adalah anak yatim piatu meski begitu Vania tetap menjadi gadis yang paling ceria.
"Asyiap tunggu ya mbak Vania cantik. " goda mas ujang.
Vania terkekeh geli tak lama menunggu mas ujang memberikan sekantong garam. Vania menerima tak lupa Vania memberi selembar uang.
"Makasih mas yasudah saya pulang dulu. " pamit Vania.
"Iya mbak sama-sama dan hati-hati di jalan. " ujar mas ujang.
"Iya, bye bye. " Vania pergi dari situ.
*****
Sampailah Rumah Vania, Vania berjalan ke pintu Rumahnya lalu membuka pintu tersebut. Di dapur Vania melanjutkan memasak lagi. Malam harinya, Vania menata makanan di meja dengan rapi. Vania duduk makan malam.
"Best lah masakan gue. " ucap Vania bangga terhadap makanan yang hasil dia masak tadi.
"Sudah habis mending gue tidur aja lagipula ini sudah malam. " Vania beranjak dari kursi tersebut menuju kamarnya.
Sampailah kamar tidur Vania, Vania masuk mengganti bajunya dengan baju piyama naik kasurnya. Saat ingin ke dunia mimpi ada suara misterius Vania jadi terusik dia turun dari kasur mencari asal suara tersebut dia mengintip dari jendela ternyata suara itu berasal dari Rumah yang tak Berpenghuni.
"Lah... Rumah itu sudah lama enggak ada orangnya! Apa ada seseorang menepatinya?" kata Vania heran.
"Hey apa ada orang di situ!?" tanya Vania setengah berteriak.
Pyar sebuah benda yang mudah pecah itu jatuh membuat Vania kaget. Vania menghadap belakang tidak ada siapapun di situ hanya ada dirinya.
"Kok bisa gelas gue pecah?" Vania membereskan gelas yang tadi pecah dia memungut satu persatu memasukan sekantong plastik hitam entah darimana dia dapat.
"Ada-ada aja. " kata Vania menggelengkan kepalanya pelan.
Selesai semua dia membawa kantong plastik itu membuangnya di tempat sampah.
"Nah gini kan rapi. " Vania menuju kasurnya naik kasur.
Tak Tak Tak
Sebuah langkah kaki seseorang membuat Vania tidak bisa tidur. Vania langsung duduk sempurna.
"Siapa sih itu orang!?" kesal Vania.
Tak Tak Tak
Semakin lama suara langkah itu semakin keras, Vania yang dari tadi duduk Vania mengintip dari jendela. Ternyata ada seorang cowok berjubah.
"Hey mas jangan berisik gue lagi tidur nih!!" ucap Vania tidak ada tanggapan dari orang itu malah dia langsung pergi.
"Aneh itu orang kok malah enggak jawab. "
"Yasudah gue tidur aja. " Vania langsung tidur di kasur empuknya.
*****
Keesokan pagi harinya, ayam berkokok di pagi hari Vania membuka matanya secara perlahan lalu merenggangkan otot, Vania pergi mandi. Vania memakai pakaiannya setelahnya Vania memasak untuk sarapan.
"Masak apa ya. "
"Aha gue goreng telur aja simpel daripada ribet males gue masak sup. " Ucap Vania mengambil sebutir telur ayam lalu menggoreng di wajan.
Aroma sedap di hidung Vania hampir aja air liur menetes Vania tidak sabar untuk memakannya. Sudah matang Vania menaruh piring mengambil nasi membawa di meja makan dan memakannya sampai habis.
"Enak banget saatnya kerja. " ucap Vania langsung berangkat dengan mengendarai sepeda.
*****
Sampailah sebuah kantoran tempat kerja Vania, Vania kerja di kantoran jadi OB. Vania mempakirkan sepeda di tempat parkir dan masuk ke dalam.
"Eh Vania akhirnya lo datang juga nih seragamnya. " kata karyawan memberikan seragam pada Vania.
"Oke makasih ya kak. " kata Vania berterima kasih tulus karyawan tersebut hanya tersenyum berlalu pergi melanjutkan pekerjaan.
"Saatnya gue ganti. " setelah mengucapkan Vania berlalu menuju kamar mandi cewek untuk menggantikan pakaiannya menjadi seragam OB.
Setelah selesai Vania mulai bekerja tak lupa dia berdoa sebelum bekerja. Dia mulai membersihkan kaca jendela, membersihkan lantai, mengepel lantai dan lain-lain tak sadar waktunya istirahat.
"Hey Nia ayo kantin. " ajak teman kerja Vania.
"Iya La. "
Mereka di kantin untuk makan siang mereka berdua makan sambil bercanda. Hingga waktu istirahat sudah habis.
"Gue kerja dulu ya bye Lala. " Vania pergi bekerja lagi.
"Iya bye...eh gue lupa kalau gue mau nginap rumah lo. " ucap Lala namun sayangnya Vania sudah menjauh dan tak dapat mendengarkan ucapan Lala.
"Mungkin enggak dengar yasudah lah mungkin lain hari aja. "
Sore harinya, Vania ke tempat parkiran untuk mengambil sepeda berlalu pulang mengendarai sepeda. Vania sampailah Rumah di malam hari tiba-tiba suara misterius datang lagi.
Tak Tak Tak
Suara langkah tersebut semakin keras dari kemarin malam. Vania jadi penasaran dia mencari asal suara tersebut dan ternyata di Rumah kosong lagi.
"Apa sudah di penghuni orang ya?"
"Mungkin iya berarti gue punya tetangga dong yasudah gue masak aja untuk mereka karena bakal jadi tetangga gue."
Viana langsung pergi karena bulu kuduk nya tiba-tiba merinding tapi Vania berfikir Positif mungkin cuma kedinginan. Vania mandi dan memakai baju lalu memasak.
"Hmm... Masak apa ya? Karena nanti makanannya buat tetangga sebelah. "
"Yasudah masak seperlunya aja toh masakan gue enak malah melebihi chef hahaha. " ucap Vania bangga terhadap diri sendiri.
Vania memasak mulai dari sayuran di cuci, memotong kecil-kecil, memasukkan sayuran tersebut ke panci. Saatnya matang Vania sesegera mungkin mematikan kompor. Vania membuka tutup panci dan muncullah aroma sedap.
"Tuh kan dari aromanya aja enak apalagi kalau dimakan hmm pasti lebih enak. " Vania mengambil sebuah bekal lalu menuangkan sup wortel di bekal.
"Selesai waktunya kita berangkat. " kata Vania tidak sabar.
*****
Tok Tok Tok
Vania mengetok pintu Rumah tersebut pintu terbuka sendiri. Vania kaget dan bertanya-tanya dalam hati kok bisa buka sendiri?. Vania masuk kedalam pertama dia lihat sebuah ruangan begitu rusak sangat tidak bisa di tinggal karena rusak parah.
"Kok enggak ada orang?"
"Hey apakah ada orang di sini gue bawain sup buat lo!?. " kata Vania setengah teriak.
"Kok enggak ada yang jawab? mungkin orangnya pergi keluar tapi mana mungkin orang keluar tanpa mengunci Rumah yasudah lah gue taruh aja supnya di meja. "
Vania menaruh bekal tersebut di meja berlalu ke pintu saat membuka pintu, pintu terkunci.
"Loh kok enggak bisa di buka!?" Vania mencoba membuka hasilnya nihil.
"Gimana ini aduh!?" cemas.
Tak Tak Tak
Terdengar langkah kaki lagi Vania menoleh secara perlahan tiba-tiba saja lampu langsung mati membuat Vania ketakutan.
Tak Tak Tak
Suara langkah kaki seseorang semakin mendekat tubuh Vania gemetar hebat. Sampailah sosok tersebut berhadapan di Vania. Lampu menyala lagi Vania terkejut melihat sesosok aneh tersebut. Tubuhnya di penuhi darah, wajah hancur, mata satu, rambut berantakan Vania berteriak.
"AAAAAAAAAAKH." Vania berteriak kencang.
"Tolong siapapun tolongin gue hiks... Hiks... " Vania menangis tersedu-sedu ketakutan.
"He enggak ada siapapun di sini bersiaplah untuk mati hihihihi. " ucap sesosok aneh yang jahat.
"Hiks... Hiks... Hiks gue salah apa s-sama lo!?"
"Enggak ada aku lapar hihihi. " sosok tersebut mendekat lagi dia mencekik Vania, Vania kesulitan bernafas.
"Uhuk... Uhuk l-lepasin gue. "
Sosok tersebut acuh terus mencekiknya lebih kencang Vania tidak kuat lagi. Vania akhirnya menutup mata selamanya. Keesokan harinya, Lala mencari temannya di mana-mana tapi hasilnya tetap tidak ada. Ada satu tempat dia belum cari akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk Rumah kosong Lala membuka pintu Lala benar-benar terkejut apa yang dia lihat Vania tewas. Dan tempat tersebut sekarang tidak boleh di masukkin.
Tamat....