Hari adalah hari ririn menerima ijajah sma, ririn sangat bahagia karena nilai nya sangat baik dan ingin melanjutkan pendidikanya ke perguruan tinggi.
Tapi niat ya itu harus dia kubur dalam-dalam, karena ketidak mampuan ibunya membiyayai uang kuliah nya.
Karena ibunya ririn harus membiyayai pendidikan adek nya yang masih kelas dua smp.
Ririn, tinggal bersama ibunya,dan seorang adek laki-laki.ayah nya ririn sudah tiada di saat ririn masih berada di kelas tiga sma.
Karena ingin membantu ibunya, ririn memutuskan untuk merantau ke Malaysia. Dia berniat agar bisa bantu ibunya membiyayai peundidikan adek nya.
Keinginan nya itu sempat tidak direstui ibunya karena ibunya takut kalau dia kenapa-napa di negeri orang. Tapi ririn mampu membujuk ibunya agar dia bisa pergi mencari uang di negeri orang.
" Ibu aku pergi dulu bu, ibu jaga diri ibu dan juga adek. Bu doain ya semoga anak ibu yang tak berguna ini bisa buat ibu bangga, aku akan kerja keras disana, agar hidup kita bisa lebih baik"ucap ririn sembari memeluk ibunya degan berlinang air mata.
" Kamu jaga diri kamu di sana ya nak, Jagan terlalu pikir kan kami yang ada disini, ibu selalu doain kamu sayang" sahut ibunya ririn sembari mencium kening putrinya.
Setelah selesai berpamitan,ririn pun masuk kedalam taksi yang akan mengantar nya ke bandara, ririn tak berhenti nangis karena ini pertama kalinya dia jauh dari ibunya.
Lima jam perjalanan sudah berlalu, kini ririn sudah berada di bandara menuggu pesawat, tak berapa lama jam terbang ririn sudah tiba kini dia sedang dekk dekk kan,karena ini pertama kalinya dia naik pesawat.
Dan di saat pesawat hendak lepas landas, ririn terus membaca surah dalam hatinya.
Satu jam penerbangan sudah berlalu, kini dia sudah berada di bandara kualalumpur, karena dia bekerja di kilang, jadi sudah ada orang yang menjemput nya dari bandara.
" Maaf apa you yang bernama ririn?" Tanya seseorang paruh baya, dia orang cina yang di Suruh menjemput ririn dari bandara menuju kilang tempat dia bekerja.
" Ya saya ririn, apa bapak yang akan menjemput saya?" Tanya ririn sedikit gugup karena dia sendiri di Malaysia.
" Ya I, di Suruh mister jemput you. Ayok you cepat masuk dalam kereta ni, nanti I akan bawa you kekilang tempat you bekerja.
"Baik pak" ririn segera masuk kedalam mobil tersebut, Tiga jam perjalanan pun sudah berlalu
Kini ririn tengah berdiri di depan kilang panpan triplek yang sangat besar.
Ririn melangkah masuk kedalam kilang tersebut, dan sepam yang menjaga kilang itu segera mengantar ririn ke tempat tinggal untuk perempuan.
" Kamu orang Indônèsia?" Tanya sapam tersebut saat berjalan, " ya saya orang Indônèsia pak" sahut ririn.
Tak berapa lama kini ririn sudah sampai di tempat tinggal ya kita sebut saja asarama perempuan, karena hanya perempuan yang boleh tinggal di situ.
Sampai di situ, pengurus asrama itu mengantar ririn ke kamar nya, dalam satu kamar ada empat orang yang tinggal didalam nya. Ibuk asrama itu meyuruh ririn untuk beristirahat sebelum dia di antar keliling kilang untuk melihat pekerjaan apa yang harus dia lakukan di situ.
Kini ririn sudah ada dalam kilang panpan triplek, mandor yang ada di situ segera mengantar ririn ketempat mesin yang harus dia Pelajari, karena itu adalah mesin untuk ririn kerja.
" You orang baru kan, jadi you duduk kat sini. Ini adalah mesin yang harus you kerja kan, nanti ada seseorang yang akan mengajari you kerja di sini" jelas mandor orang Cina tersebut. Bahasa yang dia pakai terkadang ririn tak Paham jadi dia menganguk saja.
Setelah mandor itu pergi, tampak seorang laki-laki dari kejauhan berjalan mendekat ke arah ririn, " hai saya diyan, saya yang akan mengajari kamu di sini" ucap laki-laki yang bernama diyan tersebut.
" Saya ririn pak," ucap ririn sedikit gugup.
" Kamu tidak perlu takut, saya juga orang Indônèsia sama seperti kamu" jelas dian pada ririn.
" Baik pak" ucap ririn.
Seperti itulah pertemuan ririn dengan diyan, hari berlalu bulan menjadi tahun, dan kini sudah genap ririn satu tahun bekerja di kilang tersebut.
Tampak ririn dan diyan sudah menjalin kisah asmara hingga mereka berdua berniat untuk menikah.
Pernikahan diyan dan ririn tampak sederhana, karena mereka berniat akan mengadakan repsesi pernikahan setelah mereka pulang dari Malaysia.
Tiga bulan mereka sudah menikah, kini ririn telah mengandung anak diyan, karena kondisi ririn yang sangat lemah, maka ririn terpaksa pulang ke Indonesia sendirian.
" Kamu jaga diri di sana ya rin, aku akan meyusul pulang setelah kontrak kerja ku di sini selesai" ucap diyan sembari memeluk istrinya.
" Iya mas diyan, ririn akan menuggu kepulangan mas diyan," ucap ririn sembari memeluk dan mencium suaminya.
" Ayok, nanti kamu terlambat " ucap diyan sembari mengantar istrinya kebandara.
Sikat cerita, kini ririn sudah sampai kekampung halamannya, ibunya ririn begitu bahagia melihat kepulangan anak nya.
Waktu begitu cepat berlalu diyan seperti biasa setiap pagi dan malam selalu menelpon istrinya, tampak begitu bahagia hidup ririn saat itu. Dan rasa bahagia itu hilang saat ririn sudah melahirkan Bayi laki-laki nya.
Awal nya hanya pagi-pagi saja tidak memberi kabar, tapi setelah satu minggu bahkan tidak ada kabar kalau tidak di telepon.
" Halôoo mas diyan, kenapa mas diyan tidak angkat telepon dari ku tadi siang?" Tanya ririn yang ingin kasih kabar kalau anak mereka sedang sakit.
" Aku sibuk, sudah lah nanti lagi kita bicara aku lagi banyak kerja" ucap diyan nenatikan henpon ya.
" Tapi mas, halooo, kenapa mas diyan berubah hikss hikss" ririn menangis memeluk banyiya. Ibunya ririn hanya bisa menegarkan anak nya.
Dua hari telah berlalu, tapi tidak ada satupun telepon dari diyan, di saat ririn hendak menelpon suaminya betapa terkejut nya dia melihat poto wanita lain menjadi propil wa suaminya.
Di saat, ririn bertanya diyan hanya membentak nya tanpa nemberi jawabban.
Rasa sakit yang di rasakan ririn bertambah besar di saat dia melihat poto suaminya dan wanita itu di posting suaminya dalam intagram suaminya.
Tapi ririn tetap bertahan dan meyakinkan dirinya kalau suaminya hanya sedang marah saja, dia tetap meyakinkan hatinya tapi dia tidak bisa membuat hati kecil nya percaya degan semua yang di lihat saat ini.
" Ini semua pasti tidak benar hikss, tidak mungkin mas diyan tega menghianati aku, di saat Bayi kami baru lahir. Hikss hikss apa yang harus aku lakukan, kenapa mas diyan" suara telepon membuyarkan tangisan ririn.
" Halôoo rin, kamu degar aku. Aku bisa jelasin semua ya sayang" ucap diyan meyakinkan ririn.
" Kamu mau bilang apa mas, semua nya sudah aku lihat,kamu mau bohong apa lagiiiiii" teriak ririn dalam henpon nya.
" Ya aku akui aku selingkuh, tapi aku sudah tidak bersama wanita itu lagi, aku sudah meniggal kan nya sayang, aku mohon padamu beri aku kesempaatan satu kali ini saja aku mohon padamu ririn demi anak kita" diyan memohon pada ririn, hingga membuat ririn tersentuh akan perkataan dari diyan.
" Jika aku memberimu satu kesempaatan, kau pasti akan mengulanginya lagi, aku selalu bilang pada didiriku sendiri kalau kau bukan orang seperti itu tapi apa" emosi yang ada dalam hati ririn begitu meluap. Bukan tanpa alasan, dia begitu terluka karena suaminya menghianati ya pada saat dia baru melahirkan.
" Aku akan pulang bulan depan rin, kau akan menjadi saksi perubahan ku" ucap diyan.
" Baik mas, demi anak kita aku kasih kau satu kesempaatan. Tapi jika kamu mengulanginya aku tidak akan memaaf kan mu lagi." Setelah mengadakan itu ririn mematikan henpon nya.
*****
Satu bulan yang di tunggu ririn untuk kepulangan suaminya akhir nya tiba, dia sudah tidak sabar akan menanti kepulangan diyan.
Tapi yang diharap kan ririn kembali hancur, bukan kabar kepulangan diyan yang dia terima, tapi kabar kalau diyan sudah menikah lagi saat dia sudah pulang ke Indônèsia.
Bagai tersambar hati ririn, dia terjatuh dan duduk dilantai. Kepercayaan yang dia beri hancur dalam sekejab mata.
" Halôoo rin apa kamu masih ada di sana" ucap teman ririn yang memberi tahu pernikahan suaminya ririn. Tapi ririn hanya terdiam, degan air mata terus mengalir dari matanya.
Tiga bulan setelah kejadian itu, kini ririn sudah bisa menerima nasib nya, dia bahagia bersama anak nya yang bernama rahmat dan ibunya serta adek nya.
***
Di sisi lain, diyan kini telah bercerai degan istrinya, dia memiliki anak perempuan dari pernikahan kedua ya. Istri nya diyan meniggal kanya setelah diyan tidak memiliki apapun lagi, dan anak nya dia serahkan pada orang lain.
Satu hal yang dapat kita pelajari, karma itu berlaku jika kita meyakiti maka kita pun akan di Sakiti.