Kekasih...
Jangan lagi engkau tanya bagaimana rasanya hati memilih rindu tersebab lidahku begitu kelu untuk bercerita. Tiap bait yang terselip di antara kita
Nikmati saja lah...
Seperti bibir manis yang menyesap tanpa sisa atas nikmat kopi di waktu senja pahit yang bercampur dengan rasa manis bukan? Membuat gairah kembali terlecut punah
Kekasih...
Teruskan saja tarian erotis lidahmu pada tepian cangkir retak yang tergeletak pasrah di meja usang membawa angan angan melepas ingin dalam rapuh nya dada berkanvas noda musnahkan semua asa mengoyak waktu yang tak bersahabat
Lalu...
Secangkir kopi kembali membawaku pada cerita yang sama yaitu setiap bersemayam di pelupuk pelupuk sunyi tanpa nada
"Jadilah hidupmu seperti peminum kopi. Nikmatilah meskipun dalam kegelapan dan kepahitan"
*𝐀𝐒*