Hari ini hati ku sedang berbunga-bunga, aku sangat senang Karena hari ini adalah hari Anniversary ke 9 Ku dengan pacar ku, hubungan pacaran kami sangat lama, aku berencana untuk memberi kejutan nanti malam pada saat Bian pacarku pulang bekerja, aku membeli kue yg bertulis Happy Anniversary ke 9 Bian dan Lina" pada sore hari aku berangkat ke Rumah Bian Karena rumah ku dengan nya lumayan jauh jadi nanti aku sampai pada malam hari.
.....................
Aku akhir nya sampai di rumah Bian tampa aba2 aku langsung saja ke dalam rumah karena pasti Bian sudah ada di rumah, aku berencana untuk membuat kejutan untuk nya" Tapi tampa di duga aku mendengar suara desahan seperti suara orang yang sedang berhubungan intim, hati ku berdetak tidak karuan pikiran Ku sudah Negative, pasalnya ortu nya Bian sudah meninggal dunia, aku berjalan menelusuri arah dimana ada suara itu berasal dan akhir nya aku sampai di asal suara itu, hati Ku tambah berdetak tidak karuan pikiran Ku sudah negative tubuh Ku bergetar dengan hebat kaki Ku saranya lemas tanganku sudah bergetar seakan tidak mampu memegang kotak kue yg Ku bawa, aku mengela nafas panjang aku mencoba menenangkan diriku sendiri yg dari tadi merasa gelisah" aku membuka pintu secara perlahan dan
PRAKKKK
ku jatuh kan kotak kue, Hati ku menghebu2 air mata Ku sudah memetes dengan deras sunghuh hati ini sangat sakit melihat orang yang Ku cintai yaitu Bian sedang berhubungan badan dengan seorang wanita yang notabe nya adalah sahabat ku" hati ku seperti tertusuk2 oleh pisau seluruh tubuh ku sangat lemas.
mereka kaget karena aku melihat mereka berdua sedang berhubungan badan dengan mersa, aku melihat Bian sangat gairah dan zee wanita yg notabe nya sahabat ku yg meknikmati setiap permainan itu.
"BIAN"
"ZEE"
aku beriak untuk menggambarkan perasaan ku saat ini sungguh aku sangat marah.
"Lina, ini bukan seperti apa yg sedang kamu lihat"
ucap mereka glagaban dan mereka langsung berdiri mengambil baju2 mereka dengan glagapan.
"APA YANG INGIN KALIAN JELASKAN HAA?!!!"
"AKU MELIHAT KALIAN DENGAN JELAS DI SINI DENGAN MATA KU SENDIRI, SUNGGUH BIAN, ZEE AKU KECEWA KEPADA KALIAN, KECEWA AKU SANGAT KECEWA"
aku mengucapkan sesuatu yg ingin aku ucapkan dengan susah payah, kemudian aku berlari dari rumah Bian, aku membanting setiap pintu yg menghalangi jalanku.
aku berlari tampa arah dengan perasaan ku yg kacau dengan di temani hujan dan petir, tubuh ku basah kuyub, aku berlari terus berlari tampa tujuan
DAN
WUSSS
BRAKKK
aku ditabrak mobil hingga terpental, tubuhku mengeluarkan banyak darah aku hanya menangis meratapi nasib Ku yg naas ini, aku melihat dengan samar2 banyak orang yg menolongku dan ada juga yg melihat ku, hingga semua pandanganku menjadi gelap.
.
.
.
aku terbangun dan aku melihat ruangan sekitar ku lalu aku melamun mengingat ke jadian yg Ku alami ini, aku tidak menyangka bahwa kekasih Ku Bian yg selalu ada bersama ku dalam suka maupun duka dan menerima semua kekurangan ku dia telah menghianati ku, aku mengingat sahabatku Zee yg selalu ada bersama ku disaat aku di bully, yg selalu ada bersama ku di saat aku susah, senang telah menikung ku, " ya aku memang dulu merasa janggal dangan Bian dan zee tetapi aku mencoba menampis kabar buruk yg biasanya sering ada orang membicara kan mereka di depan ku, aku mendengar kabar itu, aku menganggap kabar itu hanya kabar burung dan ternyata kabar burung itu bukan saja kabar burung, hubungan mereka ternyata memang benar ada nya aku melihat hubunga mereka bukan saja hubungan, hubungan mereka sangat dalam.
aku kecewa sungguh kecewa, aku merasa mereka sudah mendorong ku dalam jurang penghianatan yg sangat dalam.
5th telah berlalu, 5th aku melewati hidupku yg penuh rintangan itu, hati ku seperti mati rasa cintaku, kesetiaan ku, membuat Ku mati rasa, aku menajadi orang yg berbeda, aku sekarang tidak mempunyai siapa2 aku sebatang kara, sering zee dan Bian mencari Ku hanya untuk meminta maaf" mereka bilang mereka menyesal" dan aku juga sering melihat mereka berdua bersama, hati ku sudah mati rasa, aku ingin tertawa dengan nasib Ku yg naas ini.
suatu hari aku berjalan keluar rumah untuk mencari udara segar, aku melihat Bian dan Zee sedang berjalan dengan seorang bayi yg ada di gendongan Bian, aku melihat mereka tertawa bersama, hatiku mati rasa tetapi entah kenapa Air mata berhasil lolos dari mata ku, aku cepat2 menghabus air mata ku, luka yg dulu ku coba kubur dalam2 di hati ku telah terbuka kembali rasa Sakit telah terbuka kembali setelah melihat masa lulu yg kelam dalam hibup ku, masa lalu yg membuat ku jatuh di dalam jurang pengianatan, kekecewaan, kebencian segala nya, yg membuat ku berada dalam jurang penghianatan sampai sekarang yg membuat ku terbayang2 oleh mereka berdua, yg membauat ku tersiksa secara mental dan fisik, yg kucoba menjauh dari masa lalu yg kelam, kini masa lalu Ku malah menghampiri ku dengan sendirinya.
aku menepuk dadaku yg sesak melihat masa lalu Ku, aku menghapus setiap tetesan air mata yg berhasil lolos dari mata ku.
aku terpuruk dalam kesedihan, aku sering mencoba bangkit dari keterpurukan ku, aku mencoba pergi dari dalam jurang penghianatan, tetapi setiap aku pergi dari masa lalu ku, bayang2 Bian dan Zee seakan muncul kembali.
aku meliat mereka berjalan di Sebra kos, dan Sebuah truk melaju dengan cepat kearah mereka, tetapi tampa di duga kaki ku berlari kearah mereka dengan sendiri nya, aku mendorong mereka untuk menyelamatkan mereka tetapi naas nya aku sendiri malah menjadi korban, aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri aku terpental Jauh dan tergeletak di jalan dengan darah yg menghiasi seluruh tubuh ku.
semua orang berteriak histris dengan melihat kejadian yg membuat hati berdetak kencang, Bian dan Zee berlari ke arah ku dan zee menompang kepala Ku di pangkuan nya mereka menangis tersendu2 dan meminta maaf dengan menyebut nama ku oleh mulut mereka berdua, aku melihat bayi yg sedang di gendong Bian menangis.
"hahaha aku bodoh, kenapa aku berlari menyelamatkan kalian berdua? dan membahayakan nyawa Ku sendiri??nasib Ku sungguh naas iya kan zee?!!"
"nasib mu sungguh bagus Zee, kau merebut pacar Ku dan kau juga mendapat seorang bayi dari pacar Ku dan kau hibup bahagia, dan sedangkan aku? aku yg menjadi korban di sini dan takdir Ku sunghuh naas!!"
"Lina jangan bicara begitu, aku minta maaf kepada mu, aku menyesal Lin, aku menyesal"
zee menangis tersendu2 dan Bian ia juga menangis tersendu2
"Lin, aku masih mencintai mu Lin, aku sangat mencintai mu"
"bian jika kau masih mencintai Ku kenapa kau menghianati Ku dan malah berhubungan dengan seorang wanita yg notabe nya adalah sahabat Ku Zee? kenapa bian kenapa?"
Air mata Ku kembali lolos dari mata Ku
"Lin aku minta maaf aku menyesal"
ucap bian menangis tersendu2
"apakah ini bayi Kalina berdua? siapa namamya?"
"nama nya Lina" >ucap zee
"aku tidak mau nama Ku di pakekan untuk nama anak kalian itu!! aku jijik dengan kalian!!aku benci kalian" < ucap lina
"lina maaf lina maaf"< ucap mereka berdua
"lina kenapa kau menolong kami?!"
ucap zee menangis tersendu2, kemudian ambulan datang dan ingin membawa Ku ke RS, aku menahan nya aku tidak mau di bawa karena aku merasa hidup Ku sekarang di ujung tanduk, pandangan Ku mulai buram hati ku sesak.
mereka menangis tersendu2