Pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan Rubah Merah yang sangat terkenal bernama Kerajaan Terabithia. Kehidupan yang sangat damai dan tentram di kota Terabithia sangat terkenal juga sampai ke telinga kerajaan tetangga. Setelah beberapa tahun akhirnya, Sang raja dan ratu rubah dianugerahi anak laki-laki yang sangat tampan yang bernama Pangeran Louie dan adik laki-lakinya yang bernama Pangeran Pierre. Kehidupan di dalam kota Terabithia semakin hangat karena Raja dan Ratu sudah mempunyai 2 pangeran rubah yang tampan dan gagah.
Beberapa tahun kemudian, para pangeran rubah sudah beranjak remaja. Pangeran Louie berumur 24 tahun dan Pangeran Pierre berumur 19 tahun, waktu cepat berlalu bagai angin lalu. Para pangeran rubah sangat disukai oleh para kaum wanita di kota Terabithia, karena mereka sangat tampan dan begitu gagah. Namun, berbeda dengan kelinci desa yang sangat cantik, ia sangat tidak menyukai para pangeran rubah karena menurut nya mereka sangatlah menyebalkan. Kelinci cantik ini bernama Tessa, dia adalah seorang gadis desa yang berusia 17 tahun yang tinggal di kota Terabithia sedikit jauh dari Kerajaan. Tessa mempunyai teman bernama Goodie. Goodie adalah sahabat terdekat Tessa.
"Hari ini ada pesta dansa ulang tahun pangeran Louie!! kau harus membeli gaun Tessa!!" sahut Goodie.
"Diamlah, aku sedang menanam wortel ini. Biarkan aku berkonsentrasi" jawab Tessa sambil mengerutkan dahi.
" Otak mu hanya wortel saja! Bisakah kau memikirkan hal lain selain wortel?" sahut nya sambil mengambil wortel.
" Goodie, jika aku tidak menanam ini dengan benar, aku tidak akan bisa menjualnya nanti." sahut Tessa sambil menanam wortel.
" Baiklah, Tessa. Aku pulang dulu ya, aku mau membeli gaun untuk nanti malam." sahut Goodie sambil berjalan pergi meninggalkan Tessa.
Tessa hanya terdiam dan menatap kepergian Goodie berjalan menjauh.
"Lagipula aku tidak punya uang untuk itu".
Siang hari pun tiba, Tessa sampai di kota Terabithia. Ia sedang menuju ke arah toko yang menjadi pelanggan nya untuk membeli wortel segar darinya.
"Halo Paman Pastuzo, ini dia pesanan wortel mu" sahut Tessa dengan semangat
"Hahaha kau semangat sekali hari ini,Tessa" jawab beruang separuh baya itu
" Ya begitulah, hari ini sangat cerah ya sepertinya musim hujan telah berhenti" sambil bersender ke tiang kayu
" Hahaha Sang surya memberkati ulang tahun pangeran rubah kita, Tessa. Ia menunjukkan cahayanya." jawab paman Pastuzo sambil memberikan sekantong penuh berisi uang.
"Ahh.. ba-baiklah terimakasih Paman Pastuzo" Tessa pergi sambil melambaikan tangan nya dan memakai penutup mulut lagi.
" Hati-hati Tessa! aduh anak itu tidak prrnah membiarkan orang lain melihat kecantikan nya hahaha" sahut Paman Pastuzo yang menatap kepergian Tessa yang sedang bersemangat.
Saat dia berjalan dengan semangat, tiba-tiba ada kerumunan rakyat yang semakin ramai berdiri berjejer dan mengosongkan tengah jalan.
"Ada apa ini? kenapa sangat ramai" sahut Tessa sambil memeluk keranjang wortelnya. Ia sangat kesal karena mereka berteriak dan saling mendorong.
"Astaga, hanya seorang pangeran yang masih sangat jauh bahkan belum menyentuh jalanan yang ini". Tessa dengan kesal berjalan ke arah depan dan berjalan di tengah jalanan yang kosong untuk dilewati pangeran rubah.
"Hei kau kelinci kecil! jangan berjalan disana! pangeran Pierre akan lewat!" teriak salah satu warga yang kesal.
"Kalian lihat? bahkan pangeran saja masih di depan sana! kenapa kalian sangat repot memberi jalan dan mengganggu para pedagang?" teriak Tessa dengan kesal.
Semua warga mulai berteriak ke arah Tessa namun, ia menghiraukan nya dan tetap berjalan di tengah sambil memeluk keranjang wortelnya. Teriakan para warga semakin banyak sehingga pengawal kerajaan mendengarnya. Tessa sudah semakin dekat dengan pasukan kerajaan yang tepat di depannya. Pengawal Pangeran yang bernama Harko turun dengan wajah kesal dan mengeluarkan pedang.
"Jangan lewat sini, kelinci kecil" sambil menodongkan pedang.
"Hahaha... aku tidak takut padamu walaupun kau adalah harimau kesayangan pangeran yang duduk di atas kuda itu dengan tenang" menunjuk dengan wortelnya ke arah Pangeran Pierre.
"Kau...!?!" Harko sangat kesal dan semakin mendekatkan pedangnya ke arah kepala Tessa.
"Kalian lihat? hanya seorang pengecut yang berani melawan gadis kecil yang tidak membawa senjata apapun?" sambil berjalan-jalan menjauhi Harko.
"Aku tidak ingin mengganggu karena hal ini sangat membuang waktuku, jika kalian ingin pulang ke istana indah itu, silahkan lewat saja. Tetapi, kau sebagai Pangeran Rubah yang sangat dikagumi seharusnya tidak membiarkan para pedagang kesulitan karena tingkah kalian yang harus mengosongkan tengah jalan yang sangat luas ini" teriak Tessa yang mendekati kuda yang dinaiki Pangeran Pierre.
Ia menunjuk Pangeran dengan setengah wortel yang ia makan. Pangeran menatapnya dan tersenyum tipis.
"Hei! kau jangan begitu tidak sopan dengan Tuan Pangeran! aku akan membunuhmu!" teriak Harko sangat kesal.
"Jangan Harko, biarkan dia lewat" jawab Pangeran Pierre dengan santai
"Terimakasih, Rubah Merah" sahut Tessa menyeleneh dan pergi menjauh ke arah yang berlawanan.
Semua warga menyaksikan hal yang dilakukan Tessa. Semua sangat kesal kecuali Pangeran Pierre. Ia terus tersenyum dan mengingat hal yang Tessa lakukan terhadap nya.
"Harko, aku ingin ada seseorang yang mengikutinya, aku ingin melihatnya di pesta dansa" sahut Pangeran Pierre
"T-tapi Tuan Pangeran..?!"
"Lakukan sesuai perintahku" sahut Pangeran Pierre dengan wajah serius
"Baiklah Tuan Pangeran sesuai perintah mu" sahut Harko dengan cepat
Sore hari telah tiba, Tessa sang kelinci yang ceria itu kembali pulang ke rumahnya dengan cepat. Ia bahagia karena wortelnya habis terjual dan membuahkan hasil yang memuaskan.
"Akhirnya, bisa beristirahat juga fiuhh" sahut Tessa sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu
TOK... TOK.... TOK....
"Aduh aku baru saja beristirahat, kenapa alam tidak membiarkanku untuk tidur dengan nyenyak? huh" gerutu Tessa sambil menutup telinga panjangnya.
Kemudian, ia berjalan menuju ke ke depan dan membukakan pintu nya. Ada beberapa prajurit kerajaan Terabithia yang menunggu dan menyerahkan 3 kotak yang sangat indah.
"Nona kelinci kecil, anda diundang ke dalam pesta dansa. Ini adalah undangan ekskusif dari kerajaan" sahut prajurit sambil menyerahkan undangan dan 3 kotak hadiah yang berisi gaun, perhiasan dan sepatu kaca. Tessa terlihat bingung dan sangat kaget.
"Ma-ma-maksud m-mu?! Tu-tunggu sebentar! jelaskan ini perintah dari sang raja?" jawab Tessa.
Para prajurit itu tidak menjawab pertanyaan Tessa dan segera memaksa masuk ke dalam rumahnya dan menaruh kotak dan undangan nya langsung ke dalam rumahnya. Tessa menarik-narik dan bertanya tetapi tidak di jawab oleh salah satu prajurit sama sekali. Ia sangat kesal karena hal itu. Tetapi, ia sangat penasaran dengan isi dari undangan itu dan ia membacanya. Wajahnya menunjukkan ekspresi sangat kaget dan kesal.
"Apa-apaan keluarga kerajaan itu!?!? kalau aku tidak ikut pesta dansa kebun wortelku akan di hancurkan?!" sambil memlemparkan undangan tersebut ke lantai.
Ia terus berfikir dan menyetujuinya.
Sesampainya di kerajaan Terabithia, acara yang sangat mewah dan begitu ramai dengan keluarga kerajaan yang datang dari berbagai negara membuat pesta dansa memperingati ulang tahun Pangeran Louie semakin terlihat seperti festival. Acara dimulai dan para rakyat Terabithia dan para keluarga kerajaan dipisahkan tempat nya untuk keamanan para Raja-raja yang datang. Tetapi, lain hal dengan Tessa ia hanyalah seekor kelinci petani di perkebunan wortel dan mendapatkan undangan kerajaan dan duduk diantara para bangsawan.
Hal itu membuatnya semakin gugup. Pangeran Pierre meliriknya dan tersenyum padanya tetapi Tessa mengacuhkan nya.
"Apa-apaan senyum itu?! kau merasa dirimu tampan? tidak bagiku" sahut Tessa terlihat tersipu malu. Telinga panjangnya menunduk karena terlalu malu.
Akhirnya, pesta dansa telah dimulai dan para keluarga kerajaan bertukar pasangan dansa selama ada musik. Tiba-tiba Tessa dan Pangeran Pierre menjadi pasangan dansa
"Kau terlihat cantik, kelinci kecil"
"Kau?! aku tidak suka dengan gaun ini, tidak nyaman"
"Aku ingin memberitahumu sesuatu" sahut Pangeran Pierre
"Beritahu saja, Rubah merah"
"Hanya kau yang berani tidak memanggilku Pangeran, apa tujuanmu?" sambil menarik dagu Tessa
"Rubah merah jangan mencoba menggodaku"
Sebelum Pangeran Pierre mendapatkan jawaban dari Tessa ternyata sudah waktunya berganti pasangan. Pangeran Rubah itu menatap dan memperhatikan Tessa secara terus menerus walaupun ia sedang berdansa dengan yang lain. Pangeran Pierre jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Tessa sang kelinci pemberani itu.
Setelah pesta dansa itu, Pangeran Pierre terus mencoba mendekati Tessa dan mencoba membuat Tessa luluh dengan kegigihan sang Pangeran yang terus berusaha untuk mendapatkan hati kelinci cantik bernama Tessa tersebut. Sang Pangeran terus berkali-kali melakukan sesuatu agar Tessa menyukainya. Walaupun, ia adalah seorang Pangeran tetapi ia tidak begitu sombong dan angkuh kepada rakyatnya begitupun dengan pujaan hatinya yang hanyalah seorang petani di kebun wortel. Tessa melihat ada yang spesial dari diri Sang Pangeran Rubah tersebut.
Akhirnya, perjuangan Pangeran Pierre yang begitu banyak untuk mendapatkan hati Tessa membuahkan hasil dan mereka menjadi sepasang kekasih. Walaupun mereka melewati banyak rintangan dan begitu banyak penghalang karena tidak disetujui oleh Sang Raja Terabithia, mereka akhirnya mengukir sejarah baru dan menikah dengan penuh cinta.
(Berikan like dan jika kalian suka dengan cerita ini komentar sebanyak-banyak nya agar author menjadikan cerpen ini novel/chatstory ❤️🦊🐰❤️)