Pada 2000 tahun yang lalu, Queyork dipimpin oleh seorang manusia bermata biru gelap yang menyalang cerah. Beliau mempunyai seorang putra dan putri yang sangat tampan dan cantik. Namun, sang pangeran dan sang putri tidak memiliki hubungan yang akur. Mereka berdua selalu membuat kekacauan di istana Lemuria, pada akhirnya beliau menyuruh kedua anaknya itu untuk pergi ke suatu tempat untuk mengalahkan para monster. Mereka pun menyetujui perintah ayahandanya lalu pergi sesuai tugasnya masing-masing.
Sang pangeran pergi kearah hutan selatan, lalu sang putri pergi kearah utara pegunungan bersalju.
Dengan kekuatan alam yang diberkati oleh dewa, mereka membersihkan monster-monster di berbagai tempat. Angin, air, tanah, dan api. Kekuatan spesial yang hanya diturunkan pada kaum Queyork. Memiliki seluruh kekuatan alam sangatlah langka, hanya manusia keturunan langsung dari beliau.
Ditengah-tengah pembersihan para monster, sang pangeran bertemu seorang gadis berambut putih yang panjang serta membawa busurnya. "Siapa namamu?" Tanya sang pangeran. Gadis itu menjawab, "Yomi." Kedua mata saling memandang, dan pada akhirnya mereka pun jatuh cinta.
Sepulang dari bertugasnya, pangeran itu membawa si gadis ke kastilnya. Memperkenalkan kepada ayahanda dan ibundanya. "Vera ada dimana?" Tanya sang pangeran pada ayahandanya. "Dia belum pulang," jawab sang kaisar. Pangeran pun kembali ke ruangannya dengan sedih, karena hanya adik kembarnya yang belum mendapatkan berita pernikahannya yang akan dilaksanakan bulan depan.
"Erre... aku takut," ucap Yomi dengan gelisah. Pangeran Erre memeluk Yomi dengan hangat, mencoba menghilangkan rasa gelisah Yomi. "Apa yang kau takut kan, Hm?" Tanya pangeran Erre. Yomi hanya diam tak mau mengatakan yang sebenarnya.
Pernikahan pun berlangsung, pada saat itu pun putri Vera pulang ke kastil. Pangeran, dan kaisar pun sangat senang dan menyambut kepulangannya dengan pesta pernikahan Erre. "Selamat yah kak, maaf pulang terlambat." Ucap putri Vera sambil memeluk kakaknya. "Tidak masalah Vera... aku senang kau bisa pulang dengan selamat," jawab pangeran dengan lega.
Pernikahan pun berlangsung dengan damai dan bahagia.
Selang beberapa tahun, Yomi pun akhirnya mengandung. Disaat itu pun kastil Lemuria di datangi oleh sekelompok iblis yang menyerang istana. Kaisar, sang Ratu, pangeran serta sang putri ikut berperang melawan kerajaan iblis yang ingin menjajah istana milik mereka. Dan tanpa diduga, sang Ratu mendapatkan kutukan dari raja iblis. Kaisar pun marah, ia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk mengalahkan raja iblis yang sombong itu. Api biru muncul di seluruh tubuh sang kaisar. Raja iblis itu pun mati ditangan sang kaisar. Dan tidak lama kemudian, sang Ratu meninggalkan dunia untuk selamanya.
Kerajaan Lemuria pun dipimpin oleh pangeran Erre.
Dan beberapa bulan kemudian, Yomi akan melahirkan. Yomi mengatakan kepada Erre dengan gelisah, "Erre... sebenarnya aku mempunyai kekuatan monster." Erre pun terkejut sekaligus menenangkan Yomi yang mulai menangis. "Namaku yang sebenarnya adalah Yomi Apocalypse," Erre terkejut setengah mati. Ia pernah diceritakan tentang suku Apocalypse yang kini hanya sebuah legenda semata. Namun, yang ada didepannya adalah istrinya sekaligus suku Apocalypse yang kekuatannya seperti kutukan dari dewa.
Erre hanya tersenyum, "Kalau begitu aku akan melindungimu." Yomi menjerit kegilaan, seakan roh jahat merasukinya. Lalu beberapa jam kemudian pangeran kembar baru Acteilier De Clark dan Toffilance De Seer lahir. Saat itu pun kekuatan Apocalypse sudah tidak bisa dikendalikan. Erre meminta bantuan Vera untuk membawa pergi dari kastil, beliau menggunakan kekuatan teleportasi untuk memindahkan dunianya dari dunia luar agar tidak ada korban lain.
Dan itulah awal dari peradaban baru adanya portal di kota Queyork.
Tahun demi tahun pun berlalu. Vera membesarkan dua pangeran itu di kediaman klan Omniscient, ia tidak sengaja bertemu mereka dan mereka mencoba menolong Vera yang berpenampilan sangat berantakan.
5 tahun telah berjalan, beberapa prajurit menemukan lokasi pangeran kembar, mereka memaksa untuk membawa dua pangeran kembar atas perintah kaisar baru dari kastil Lemuria. Kaisar itu datang bersama para pasukan dan mengatakan jika klan Omniscient memberi pangeran kembar itu mereka akan masuk kedalam wilayah kekaisaran Lemuria dengan bermandikan emas.
Klan Omniscient pun menyetujuinya dan membawa pangeran kembar.
Vera tidak dikenali oleh mereka sama sekali. Untung saja, akan tetapi ia tidak akan diam saja jika anak dari kakaknya yaitu Erre dibawa pergi oleh orang yang tak dikenali. Apalagi seorang kaisar baru dari istananya, apa yang selama ini terjadi? Bukan kah iblis itu sudah mati dibunuh ayahnya? Vera pun mengikuti perjalanan para pasukan yang membawa pangeran kembar.
"Akhirnya, aku bertemu dengan anakku lagi—!" Ucap sang kaisar baru.
Kepala Vera rasanya ingin meledak. Ia sangat mengenalinya, karena kaisar itu adalah Yomi istri dari Erre. Vera berteriak pada kaisar itu, "Yomi! Apa yang terjadi?! Dimana Erre?!"
Kaisar itu menjawab, "Siapa kau? Lagi pula, kaisar bodoh mana yang mempertaruhkan nyawanya demi manusia."
Vera diam mematung, ia tidak tau harus bagaimana. Perasaannya pecah dan remuk begitu saja. Ia menatap tajam pada kaisar baru dan berkata, "Terkutuklah engkau! Aku akan membalaskan dendamku atas apa yang kau perbuat pada Erre!!"
Setelah Vera mengatakannya, bertahun-tahun ia menggagalkan rencana Yomi De Apocalypse yang ingin hidup abadi. Sesekali menjenguk kedua ponakannya yang telah menjadi korban percobaan atas penyuntikkan kekuatan dari 2 klan, diantaranya adalah klan Omniscient dan klan iblis. Vera hanya mengawasi kehidupan si pangeran kembar yang semakin bertumbuh juga dengan 4 kekuatannya. Vera mengetahuinya sejak awal, kalau jika kekuatan Apocalypse diturunkan dari ibundanya maka kekuatan Necromancer diturunkan dari ayahandanya, Erre. Namun, jika Erre memiliki kekuatan kegelapan seperti itu, tetapi kenapa ia tidak? Vera hanya memiliki kekuatan 4 alam, begitu juga dengan Erre. Tapi, Erre memiliki kekuatan Necromancer kenapa ia tidak punya?
Apa yang sebenarnya terjadi pada Erre.
Kenapa dia mempunyai kekuatan yang entah darimana asalnya.
Dan yang paling penting adalah...
Kaisar itu bukan Yomi lagi. Dia adalah kaum Apocalypse.
Monster yang bisa menghancurkan peradaban manusia. Rencana hidup mereka hanyalah meratakan semua umat manusia.
Dan saat itulah terjadi, dua pangeran kembar itu berselisih dan menghilang. Semua petinggi klan mencari mereka sampai saling membunuh, dan pada akhirnya kekaisaran Lemuria hancur terbakar. Begitu pula dengan Yomi, dia mati terhunus penghianatan. Portal pun hancur. Vera kembali dengan kesedihan, menatap sayu kerajaan yang dibangun oleh ayahandanya hancur lebur tak bersisa.
Tujuan akhir Vera adalah mencari keberadaan dua pangeran kembar.
Memotong rambutnya serta mewarnai rambut pendeknya agar menghindari dari mara bahaya. Seakan ia menyembunyikan identitas aslinya. Ia pun menyamar menjadi penjual parfum yang sebenarnya adalah ramuan sihir yang ia pelajari di perpustakaan kota Queyork. Menjelajah dan terus menjelajah sebagai penjual parfum, sembari meneliti kekuatan dari 3 Ras yaitu Apocalypse, Necromancer, dan Omniscient.
Banyak desas-desus yang terdengar, kalau Ras Necromancer yang terdahulu benar-benar nyata. Salah satunya adalah ayahanda, kaisar pertama di kekaisaran Lemuria. Kekuatan itu akan muncul ketika perasaan keputusasaan menggerogoti hatinya. Sakit hati akan kepergian orang yang tercinta.
Vera pun masih menjelajah demi menemukan kekuatan aslinya. Ia memasuki sebuah pedesaan yang tidak memiliki nama. Semua penghuni desa itu hanyalah pedagang asing. "Desa apa ini?" Tanya Vera pada pedagang buah. Pedagang buah tersebut menggeleng. Mereka pun tidak mengetahui nama desa ini, karena mereka hanyalah orang asing. Suasana tenang dan asri, terdapat air mancur dengan gemericik suara yang sangat indah. Rasa sedih keluar kembali di benak Vera. "Ingin aku lupakan tetapi itu adalah kenangan terakhirku dengan mereka..." Vera pun akhirnya meninggalkan desa tersebut.
"Desa apa ini?" Tanya seseorang pada Vera. "Nama desa ini adalah Yomiere," ucap Vera dengan senyum simpulnya.
Vera pun kembali pada desa itu lalu membuka sebuah kedai parfum.
Sudah 6 bulan Vera membuka toko parfum, sampai ia akhirnya bertemu seorang pelanggan yang tak asing di ingatannya. "Lance."
Rambut hitam dengan tato diwajahnya serta burung hantu yang selalu bertengger di bahunya, "Tante Vera?! Anda masih hidup?!" Vera seketika terkejut dan menangis, "Aku masih hidup! Aku selalu menunggumu! Kemana saja kamu?!"
Lance hanya diam, "Sudah 500 tahun berlalu... akhirnya kita bertemu kembali."
Jantung Vera seakan berhenti tiba-tiba, "500 tahun..." Ketakutan muncul di benak Vera. Ia tidak menyadari jika ia telah hidup 500 tahun, akhirnya dia menyadari satu hal.
"Aku... abadi?"
Pintu toko terbuka, tampak seorang lelaki berambut abu-abu dengan kacamatanya memanggil sang guru, "Guru... jadi ini yang anda rindukan menghidupkan manusia. Seperti apa yang guru lakukan pada saya," ucap murid Vera dengan nada serius.
Vera hanya menatap Lance dengan senyuman, "Perkenalkan... nama saya Vera Nair, sang peracik parfum."
Bersambung.