Suatu ketika di sebuah Negeri Belanda ada sebuah kota yang bernama Westland. Kota itu termasuk salah satu kota besar di Negeri Belanda. Di kota Westland itu juga tinggallah seorang janda cantik bernama Dellarisa dan putrinya yang bernama Angelina.
Dellarisa tinggal di kota itu sudah sejak lama mulai dari generasi kakek buyutnya hingga ke Angelina oleh sebab itu mereka sangat dikenal oleh tetangga sekitar. Selain karena keramahannya mereka juga dikenal karena kekayaan nya, Dellarisa mewarisi seluruh kekayaan orang tuanya dan juga harta peninggalan suaminya.
Di rumah itu mereka ditemani oleh seorang pelayan pria tua yang setia dan baik yang bernama Johan, Johan juga sudah lama bekerja dengan Dellarisa bahkan sejak sebelum Angelina lahir.
Putrinya Angelina sangat dimanja oleh mama nya apapun permintaan nya selalu dituruti.
"Angelina sayang, ini sepatu yang kamu minta kemarin.!" mama datang membawa kotak yang berisi sepatu.
"wahh,,,!" Angelina membuka
"yah ko begini, aku kan mau nya warna pink mah, bukan warna biru kaya gini. aku suka sepatunya tapi gak suka warna nya,!" jawab Angelina cemberut
"oke sayang, nanti mama ganti ya,!" jawab mama lalu pergi
Beberapa tahun kemudian...
Tak terasa tahun demi tahun berlalu dengan begitu cepat, begitu juga dengan Angelina yang kini sudah tumbuh dewasa dan menjelma menjadi wanita yang cantik dan juga cerdas.
Mama masuk membawakan camilan lalu keluar lagi karena tak ingin mengganggu Angelina yang sedang asik dan serius di ruang belajar nya.
"Johan lihat sekarang putri ku sudah dewasa dan cantik.!" kata Dellarisa
"iya Nyonya, nona Angelina kini sangat cantik dan juga cerdas.!" jawab Johan
"sepertinya sudah waktunya aku mencarikan dia calon suami, suami yang baik, yang sayang sama dia, dan juga sama cerdasnya dengan Angelina, agar Angelina bahagia selamanya.!" kata Dellarisa lagi
"amin,, semoga segera ada pemuda seperti itu.!" jawab Johan
Keesokan harinya...
"Angelina sayang,, boleh mama bicara?" tanya mama
"iya mah, boleh ko. mama mau bicara apa.?" tanya Angelina
"begini sayang, mama mau kenalin kamu dengan anaknya temen mama, siapa tau kalian cocok.!" ucap mama
"iya mah, boleh ko.!" jawab Angelina
"oke sayang, mama telepon teman mama itu ya, mama suruh dia datang ketemu kamu, nanti kalian bisa ngobrol." kata mama lalu keluar
Tak lama kemudian...
Ting Tong (suara bel pintu)
"cari siapa ya,?" tanya Johan begitu pintu terbuka.
"saya Ronald, saya diundang kesini sama Tante Dellarisa untuk bertemu dengan Angelina pak,!" jawab Ronald
"oh, baik silahkan masuk." Johan mempersilahkan masuk dan mengantar dimana Angelina dan mama nya sedang duduk santai.
"eh Ronald kamu sudah datang, mari sini silahkan duduk, kalian ngobrol santai dulu ya, Tante tinggal.!" kata mama
Mereka asik ngobrol dengan seru bahkan bisa dibilang nyambung.
"nah ini minumannya silahkan dinikmati.!" ucap mama yang kembali datang membawa minuman.
"terimakasih Tante,!"
"terimakasih mah,!"
"jadi begini Angelina, Ronald, mama dan mamamu Ronald berencana menjodohkan kalian. apakah kalian setuju.?!" tanya mama
"iya mah aku mau,?" jawab Angelina
"iya Tante, saya bersedia.!" jawab Ronald
"Baiklah kalau kalian sudah setuju, mama akan mempersiapkan segala sesuatunya." ucap mama
"baiklah Tante, saya permisi pulang memberitahu kabar ini ke mama." balas Ronald.
Sepeninggalan Ronald, hati Dellarisa senang dia segera ke kamar nya mencari suatu benda yang akan di pakai oleh Angelina saat menikah.
Dia membongkar isi lemari nya hinga beberapa pakaian keluar dari dalam lemari, pelayan nya datang dan kaget "astaga nyonya, apa yang sedang anda cari kenapa sampai berantakan begini?"
"oh,, aku sedang mencari sesuatu Johan, tapi dimana ya... ah ini dia akhirnya ku temukan." jawab Dellarisa sambil mengambil benda kotak berwarna ungu berbahan bludru lalu meniup debu yang ada diatas kotak itu dan membawa nya ke hadapan Johan.
"apa itu nyonya?"
Dellarisa membuka kotak itu dan "Wow Nyonya itu sangat cantik." ucap Johan terpesona.
"ini adalah Kalung Zamrud yang diberikan oleh ibuku pada saat aku menikah pada waktu itu, dan aku ingin memberikan ini kepada Angelina." ucap Dellarisa.
"aku yakin dia akan sangat menyukai nya." jawab Johan.
Tak lama Angelina datang...
"ibu,, aku sedang mencari kuas ku, dimana ya..? eh kotak apa itu? kenapa bentuk nya sangat jelek sekali,?" ucap Angelina mengejek.
"nona Angelina jangan lah seperti itu!" punya Johan
"ooohh sayang,,, kalau menurutmu warna ini jelek, warna apa yang kamu inginkan sayang?" tanya mama nya.
"aku ingin warna merah mama,, warna merah maroon yang tegas tapi tetap terlihat anggun." jawab Angelina lalu pergi.
"aaahh!!! untung saja aku langsung menutup kotak ini sebelum dia melihat nya." ucap Dellarisa
"kalau soal warna saja itu masalah mudah Johan, aku minta tolong padamu pergilah ke toko perhiasan. belilah kotak beludru berbentuk hati berwarna merah maroon seperti yang di minta Angelina. apakah kamu bersedia?"
"iya nyonya, saya akan mengganti kotak itu." jawab Johan lalu pergi.
Beberapa jam kemudian..
"nyonya maaf, kotak itu baru bisa diambil besok karena kotak berbentuk hati di toko perhiasan itu sedang habis." ucap Johan
"tak apa Johan, yang penting kotak itu bisa kita dapatkan."
"besok saya akan kembali ke toko perhiasan untuk mengambil kotaknya." Johan pun pamit pergi.
Keesokan harinya...
Johan sudah kembali kehadapan Nyonya Dellarisa dengan membawa kotak berbentuk hati berwarna merah.
"wow,, ini sungguh sangat cantik sekali, terimakasih Johan." ucap Dellarisa.
"sama-sama Nyonya."
Waktu terus berlalu, sampai dimana hari pernikahan itu akhirnya tiba. Dellarisa berada di ruang rias pengantin bersama putrinya Angelina membantunya bersiap-siap.
"Ooohh,, gadis kecilku, kau terlihat sangat cantik sayang." ucap mama nya.
"terimakasih mama,"
Pernikahan pun diadakan dengan suka cita dengan kedua mempelai terlihat gagah dan cantik seperti pangeran dan putri dari negeri dongeng. Tamu undangan pun banyak berdatangan memberikan doa dan selamat kepada kedua mempelai. Setelah dua jam pesta berlangsung dan akhirnya selesai.
Angelina dan suaminya Ronald datang ke kamar mama Dellarisa untuk berpamitan, karena Angelina akan ikut bersama suami nya.
"mama, kami mohon pamit. aku pasti akan selalu merindukan mama!" ucap Angelina
"sayang ku, ketahuilah kamu adalah hadiah terbesar dan terindah yang pernah Tuhan berikan kepada mama Nak." ucap mama nya
"Angelina putriku, mama mempunyai hadiah untuk mu. ini adalah benda yang dijaga oleh keluarga ku, ketika aku menikah benda ini di turunkan kepada mama, dan sekarang mama akan memberikannya kepadamu." kata mama lagi.
"kotak ini, kotak yang cantik. ini benda penting aku akan berusaha menjaga nya dan aku akan sangat merindukan mu mama." jawab Angelina.
Kemudian Angelina dan Ronald pun pergi meninggalkan rumah diiringi hujan yang mulai turun dengan deras ditambah angin kencang, akan sangat berbahaya jika tetap melanjutkan perjalanan.
"sayang, kita mampir ke restoran dulu ya sampai hujan reda, gak pa pa kan?" tanya Ronald
"iya sayang, gak pa pa."
Ronald memesan menu makan malam untuk mereka, Ronald pamit ke toilet sementara Angelina duduk di kursi sambil menunggu makanan datang dengan memandang kotak yang tadi diberikan mama nya. Dengan rasa penasaran dia membuka kotak itu.
"Ooohh Astaga ini indah sekali dan mama juga menaruh namaku di kalung ini." ucap Angelina bahagia.
Angelina memeluk kalung itu dengan erat, bayangan nya kembali saat ia bersama mama nya, mama yang selalu membuatnya bahagia, mama yang selalu memberikan apa pun yang dia inginkan. Angelina memikirkan semua cinta yang sudah mama nya berikan kepadanya.
Tiba-tiba dia mendengar isak tangis, dia menoleh kebelakang dua wanita yang duduk dibelakang nya.
"kamu tidak harus menangis, kamu sudah menikah dengan Jimmy. Apakah kamu tidak mencintainya?" tanya wanita lain kepada wanita bergaun pengantin didepannya.
"kenapa wanita bergaun pengantin itu begitu tidak bahagia dihari pernikahan nya?" gumam Angelina pelan.
"aku mencintai nya, tapi dia baru saja kehilangan pekerjaan nya, sedangkan aku juga tidak punya uang. Bagaimana kita bisa menjalani kehidupan setelah ini hikss,,hikss,," jawab wanita bergaun pengantin sambil menangis.
Angelina yang mendengar cerita itu merasa sedih, dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan selama hidupnya, dan wanita itu tidak punya apa-apa, Angelina merasa kasian pada nya.
"sayang seperti nya hujan sudah berhenti, apakah kamu mau melanjutkan perjalanan kita.?" tanya Ronald yang baru datang dari toilet.
Angelina mengangguk..
Ronald pun pergi untuk membayar makanan mereka. Kemudian Angelina memanggil pelayan restoran itu dan memberikan kotak pemberian mama nya untuk diberikan kepada wanita yang sedang menangis. Angelina pun pergi bersama Ronald, begitu sampai di pintu dia berbalik melihat kearah wanita yang tadi menangis kini dia terlihat senang dan Angelina pun tersenyum lalu dia dan suaminya keluar restoran untuk melanjutkan perjalanan.
Angelina dan Ronald memulai hidup baru mereka dengan bahagia, hingga waktu terus berlalu hari berganti hari bulan berganti bulan, kini Angelina telah memiliki seorang bayi buah cinta pernikahan mereka. Bayi laki-laki yang begitu tampan yang diberi nama Sam. Kehidupan mereka lengkap dengan adanya Sam, mereka hidup rukun selama bertahun-tahun.
Sampai pada suatu hari ketika usia anak mereka menginjak 4 tahun, terjadi gempa bumi di kota mereka. Gempa bumi yang dahsyat meruntuhkan rumah-rumah dan jalanan rusak akibatnya. Semua warga kota panik ketakutan mereka berlarian keluar mencari tempat berlindung menjauh dari rumah mereka masing-masing.
"sayang ayo cepat, kita harus meninggalkan kota ini. Sam sudah aku gendong, ayo percepat lagi langkah mu sayang." teriak Ronald sambil tangan nya menggendong Sam.
Angelina berlari dibelakang Ronald mengikuti kerumunan warga lain yang juga berlari, hingga tak terasa Angelina terpisah dari suami dan anaknya. Angelina mulai ketakutan "Ronald... Sam..!!" teriaknya memanggil.
Angelina tidak ada waktu menunggu suami dan anaknya dia pun mengikuti warga lain yang juga sedang berlari sampai akhirnya mereka semua termasuk Angelina sampai di kota yang bernama Lesania. Di kota itu mereka saling membantu apapun yang mereka bisa lakukan, mereka bersatu karena sama-sama menjadi korban gempa.
Angelina mulai lelah dia pun duduk di trotoar pinggir jalan dengan sedih dan lesu. Tiba-tiba datanglah wanita tua menghampiri nya.
"sayang ku,, kamu terlihat menyedihkan, kamu pasti lapar kan, tidak jauh dari sini berjalan lah lurus kau akan menemukan rumah Desmon, dia sedang membagikan makanan kepada warga yang kelaparan." ucap wanita tua.
"terimakasih banyak." jawab Angelina
Angelina pun berdiri berjalan kerumah Desmon, begitu dia sampai disana dia heran melihat begitu banyak orang yang sedang berjuang meminta makanan.
"bagaimana aku bisa mendapatkan makanan jikan banyak sekali orang yang meminta juga?" batin Angelina
Ketika dia menengok dia melihat seorang pria tua kurus bersama anak kecil yang di tuntut nya.
"bapak ini, pasti lebih membutuhkan makanan dari pada aku." batin Angelina
Angelina maju berdesakan bersama para orang yang berbaris meminta makanan, dia berjuang agar bisa mendapatkan semangkuk bubur. Ketika tiba gilirannya dia menerima semangkuk bubur itu, dan berjalan perlahan menghampiri bapak tua tadi dan memberikan bubur itu kepada nya.
"pak ini buat bapak," ucap nya
"terimakasih banyak nak."
Angelina menjauh dan melihat ke sekeliling banyak sekali wanita tua dan pria tua yang dengan susah payah meminta makanan hingga tak bisa mendapatkan karena tak mampu berdesakan hingga sakit.
"kasian sekali mereka. aku memang lapar tapi mereka lebih membutuhkan nya dari pada aku." pikir Angelina
Angelina lagi-lagi ikut mengantri mengambil makanan dan diberikan kepada wanita tua, dia menjadi satu-satunya orang yang mengantri mendapatkan makanan dan diberikan kepada wanita atau pria tua yang kesusahan mendapatkan makanan, Dia bolak balik seperti itu sampai para lansia itu menerima makanan, giliran dia maju untuk meminta makanan untuk dirinya sendiri.
"makanan sudah habis, datang lah kemari besok" ucap pelayan yang menyendok makanan.
Dengan hati sedih Angelina hanya bisa menunduk. Tapi tiba-tiba pelayan itu bertanya "aku baru melihat mu, kamu yang tadi mengambil makanan dan memberikan kepada lansia kan? siapa kamu apa kamu pelayan baru yang dipekerjakan tuan Desmon?" tanyanya.
"tidak aku belum pernah bekerja, aku datang kesini sama seperti mereka meminta makanan, tapi begitu aku melihat para lansia yang sudah mendapatkan makanan aku jadi kasian dan membantu mereka." jawab Angelina
"perbuatan mu sangat terpuji, kau tidak egois dan malah mementingkan orang lain. Tuan Desmon akan menghargai tindakan mu!" balas pelayan
"oiya Tuan Desmon adalah pria yang sangat kaya raya, dia sedang membutuhkan tenaga seperti mu untuk merawat putranya yang berusia 5 tahun apakah kau tertarik?"
"iya aku bersedia!" jawab Angelina cepat
Pelayan itu pun membawa Angelina menemui tuan Desmon, dia menceritakan apa yang sudah dilakukan Angelina tindakan tanpa pamrih nya membuat tuan Desmon terpesona dan langsung menerima nya bekerja.
"aku menerima mu bekerja disini, kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan disini. asalkan satu hal yang tidak boleh kau lakukan yaitu kau tidak boleh pergi keruangan yang terletak di ujung kiri di lorong yang terjauh bangunan ini. Itu adalah kamar istriku dia sedang tidak sehat dan tidak boleh diganggu. Jika kau ditemukan berada disana kau akan segera dipecat." ucap tuan Desmon
"oh iya tuan aku mengerti." jawab Angelina
Angelina mulai bekerja menjaga anak tuan Desmon, dia senang menjaga anak itu tapi anak itu sangat manja dan juga keras kepala sama seperti dirinya waktu dulu.
Suatu hari ketika mereka sedang bermain di taman, bocah laki-laki itu menendang bola dengan cukup keras hingga bola itu meluncur memasuki sebuah ruangan.
"aaahhh,,, aku ingin bola ku. kau pergi dan ambillah" pinta nya pada Angelina.
"tapi itu adalah kamar ibu mu, aku tidak diijinkan kesana!" jawab Angelina
Bocah itu seketika menangis dan terus menangis, dia tidak peduli dia hanya ingin bola nya. Akhirnya Angelina menyerah dia pun terpaksa pergi ke ruangan itu. Ketika dia sampai didalam ruangan dengan segera dia mencari bola itu, menatap sekeliling tapi dia malah menemukan Kalung Zamrud tergeletak diatas meja.
Angelina menghampiri meja itu hingga dia semakin dekat dengan kalung itu, dia mengambil dan melihat dengan jelas.
"kenapa...kenapa kalung ini begitu sama persis dengan yang dulu diberikan padaku?" gumamnya
Angelina melihat kalung itu dan kaget begitu melihat hati terukir diatasnya, dengan perasaan sedih dia mulai menangis mengenang memori kalung zamrud itu. Tiba-tiba dia merasakan ada sebuah tangan memegang pundaknya, dengan kaget dia menoleh.
"ehemm permisi kau siapa ya?" tanya suara wanita dibelakang Angelina.
Angelina berbalik dan melihat Nyonya Desmon berdiri kesal menatap nya.
"maaf kan aku Nyonya, bola putra mu masuk kesini dan aku datang untuk mengambilnya." ucap Angelina
"Ya tapi kenapa kau menangis?"
Angelina menjelaskan tentang kalung yang diberikan mama nya pada hari pernikahannya, lalu dia juga menceritakan tentang kalung pemberian mama nya yang ia berikan kepada seorang wanita yang menangis di sebuah restoran pada waktu hujan deras beberapa tahun yang lalu.
"ya kau benar, kebaikan mu lah yang telah menyelamatkan ku. untuk itu aku sangat berterima kasih padamu, kalung itu sangat membantuku ketika kami sangat miskin. Aku menggadaikan kalung itu untuk sejumlah uang yang kami pakai untuk usaha dan ketika kami memiliki uang lagi kami menebus nya kembali." ucap Nyonya Desmon
Angelina seperti tak percaya dengan apa yang dia dengar, dia menatap lama wanita itu dan akhirnya dia ingat kalau itu benar wanita yang waktu itu menangis, Angelina pun tersenyum hangat.
"aku berjanji akan membantu mu menemukan keluarga mu, dan aku akan memberikan sebagian harta kami untuk mu dan keluarga mu, karena kalau bukan karena mu kami tidak akan bisa hidup seperti sekarang." ucap Nyonya Desmon.
"ooh,, terimakasih." jawab Angelina
Tuan Desmon mengirim beberapa orang segera untuk mencari suami dan anak Angelina, mereka mencari dari beberapa informasi tentang kota yang terkena gempa sampai akhirnya orang suruhan Tuan Desmon menemukan suami dan anak Angelina sedang berada di tenda pengungsian.
"pak,, saya orang suruhan Tuan Desmon meminta anda dan anak anda menemui nya, karena istri anda yang bernama Angelina menunggu disana." ucap orang suruhan Tuan Desmon.
"apa istri ku Angelina masih hidup, Ya Tuhan terimakasih. antar aku kesana!" jawab Ronald
Mereka pun pergi kerumah tuan Desmon, seketika mereka berpelukan bahagia setelah akhirnya bertemu lagi. Tuan Desmon memberikan merak tanah disebelah rumah nya untuk menjadi tempat tinggal Angelina dan keluarga nya.
Mereka dua keluarga kita hidup berdampingan bersama, saling membantu dan hubungan mereka pun semakin dekat. Angelina pun menjadi pencerita bagi anak-anak kecil di kota itu, dia selalu menceritakan tentang kalung zamrud nya. Dan tak lupa memberikan pesan kepada anak-anak untuk selalu menjaga barang pemberian orang lain, dan yang paling penting untuk selalu berbuat kebaikan karena kebaikan lah yang akan menyelamatkan kita disaat kita kesusahan.
Tamat...