Ini kisah ku, Yang santika putri anak yang tumbuh dan besar dikeluaga yang sederhana, hidup dikampung. Saat sedari kecil hidup dikeluaga yang sederhana dan ayah yang seorang pedagang. Aku terbiasa hidup sebagai anak yang mandiri, disetiap pagi aku, saudara² ku dan ibuku harus pergi keladang untuk menanam dan memanen tanaman yang akan dijual oleh ayahku di pasar. Yah ayahku menjual sayuran dan buah‐buhan yang kami tanam dikebun milik ayah peninggalan dari kakek ku, Ibu, aku dan saudara² ku yang lain akan ke ladang dibagi buta untuk memanen daun singkong, bayam, kangkung, dan sayuran lainnya untuk dijual kepasar oleh ayah agar sayuran yg dijual tetap segar dan dapat menarik pembeli.
Setelah memanen sayuran aku yang saat itu berusia 10 tahun akan segera pulang kerumah dan bersiap kesekolah. Aku memiliki teman yg lebih tua dariku ya kami satu sekolah di salah satu SD dikampung kami aku kelas 5 dan dia kelas 6 sd. Disaat itu dia telah berpacaran ya pacaran anak sd yang sangat lucu bagi ku. dan karna melihat teman sdku yang pacaran itulah aku memantapkan hati dan berjanji tak kan pernah pacaran, karna dia putus dengan pacarnya hanya karena masalah sepele. ya hanya masalah rambut yang dimana dimasa sd ku lagi viral yg namanya rebonding (meluruskan rambut) dan pacarnya tidak mau lagi pacaran dengannya hanya karena rambut temanku yang keriting dan belum direbonding... Disaat itu temanku menangis hingga suaranya hilang dan karena dia kelas 6 banyak mata pelajaran yang hampir gagal dikarenakan dia yang sedang patah hati.. Disaat Kami duduk di sekolah menengah pertama dia mengubah penampilan dan meluruskan rambut keritingnya katanya untuk membalas sakit hatinya kepada sang mantan. Dan dia kelas 2 SMP dia memiliki pacar yang lebih muda darinya lelaki itu 1 angkatan dengan ku dengan kelas berbeda kelas 1 SMP, tak lama pacaran sekitar 3 bulan dia putus kembali dan banyak curhat kepada ku dan itu secara tidak langsung menambah rasa trauma dengan namanya pacaran.. Dan di smp itu aku melihat semakin banyak orang yg berpacaran dan ada beberapa diantaranya sering menangis dikelas karena ada yg putus, melihat pacarnya jalan dengan perempuan lain, dan ada yang bertengkar karena masalah yang tidak diketahui..
Disaat aku menduduki kelas 3 SMP ada lelaki yang mendekati ku dan itu sungguh membuatku risiko karena kami sekelas jadi aku tak dapat menjauhi ya secara terang-terangan.
dan sampai dihari perpisahan dia mengatakan cintanya pada ku, dia bernyanyi dipanggung acara perpisahan dan memberikan bunga kepada ku dihadapan para guru dan teman² yang lainnya itu membuatku sangat malu dan semakin membenci yang namanya pacaran ataupun sejenisnya.. Ya dan aku langsung menolak dan pergi karena malu.
Di masa SMA ku aku mencari suasana lingkungan baru, aku semakin memanjangkan hijabku agar lelaki yang ingin mendekatiku berfikir 1000 kali. Namun ternyata aku salah semakin banyak lelaki yang mendekati karena menganggap aku wanita yang hebat dimana Disaat teman wanita muslimah yng lain berlomba membuka hijabnya dan menggunakan rok mini span aku malah menggunakan hijab yang menutupi dadaku..
Sampai pada puncaknya disaat aku di kelas 2 SMA yang mana aku mengambil jurusan Ipa. Ya walau aku menjaga jarak dengan lelaki tetapi aku masih menjaga rasa pertemanan dan saat di koperasi sekolah aku bertemu dengann ketua osis yang mana dia seangkatan dengan ku dan dia merupakan salah satu lelaki terpopuler di sekolah ku karena selain ganteng, pintar dia juga memiliki sikap yang mudah bergaul.
Dan aku salah satu wanita yang dekat dengannya dikarenakan aku pernah menjadi ketua dalam acara yang diadakan disekolah dan itu di bawah pengawasan Osis.
selain itu dia adalah lelaki yang banyak tebar pesona kepada wanita dan seorang PHP kepada wanita.. dan sikapnya itu yg membuatku tak suka padanya tetapi dia selalu mengganggu ku dengan selalu mengeluarkan gombalannya dan disaat dikoprasi aku menanggapi gombalannya dengan gombalan pula..
Dan disi mulanya diriku di labrak oleh adik kelas dari kelas 2 IPS dia tiba tiba datang kekelasku dan saat itu sedang jam istirahat ke 2 dan aku sudah ada dikelas dan memakan jajan yg ku beli dikoprasi. Dia datang dengan segerombolan temannya dan memukul meja yang ada didepanku dan itu membuat aku dan teman-temanku terkejut bukan main. Karena dia adik kelas yang berani masuk kedalam kelas kakak kelasnya dengan itikat yang tidak baik. Dia langsung marah-marah nggak jelas.. dengan mengatakan:
" Hei dasar perempuan gak tau malu jilbab aja yg dipanjang kan sikap seperti perempuan malam yang menjajakan diri dipinggir jalan gak tau diri mau sok dekat dekat sama pacar gue, dasar perempuan sialan "
aku tak tau apa maksudnya dan aku masih mencoba untuk menjawab dengan sebaik mungkin dan tidak terbawa emosi " apasih maksud mu, aku tak tau maksudmu"
"jauh kak Angga dia itu pacar ku, kau malah mau menggoda ny" katanya sambil menarik hijab ku dan itu membuatku marah dan mendorongnya " eh dek aku gak ada hubungan apapun sama angga kami hanya sekedar menyapa sebagai tanda kami kenal gak lebih oke sekarang kamu lebih baik pergi." kata ku. Dan teman-teman ku yg dikelas ikut mengusir mereka.
Dan itu pertama kalinya aku dilabrak orang dan lebih parahnya dia adik kelasku. keesokan harinya berita aku dilabrak adik kelas sudah menyebar ke seluruh sekolah.. Dan si ketua osis itu mendatangi ku dan mengatakan maafnya pada ku dia gak tua siapa perempuan yg menabrak ku dan mengatakan perempuan itu bukan pacarnya.
Nah dari kejadian itu aku tak semakin tertutup untuk dekat dengan lelaki aku sebisa mungkin menjauh dari para lelaki apalagi lelaki yang menjadi idola sekolah. Trauma ku dengan lelaki hari kehari semakin bertambah setelah kejadian itu.
Dan aku sebisa mungkin menjauh dari sang ketua osis karena tak mau kejadian yg lalu terulang kembali.
Dan sampai saat ini aku masuk ke dunia perkuliahan aku menjadi sosok yang pendiam dan tertutup.. karena trauma yang mungkin sepele di mata orang-orang karena melihat teman-teman yang mengalami putus dalam pacaran aku merasa trauma untuk memulai kisah cinta ku dan disaat aku mencintai seseorang aku hanga berani menyimpan nya didalam hati dan diam.
Dan inilah akhir cerita ku, terimakasih 🙏🏻💕