Hari ini di sekolah diadakan festival pentas seni , setiap perwakilan kelas wajib untuk ikut serta dalam festival pentas seni dan yang tidak ikut berpartisipasi maka nilai SBK terancam
semua teman - temanku ngedumel karena hal ini , tau sendirilah kelas ku termasuk kelas yang di cap orang - orang sebagai kelas kumpulan anak bandel dan sering jadi langganan BK
sebenarnya festival pentas seni diadakan untuk memperingati hari jadi ulang tahun sekolah
Oh iya sampai lupa
Kenali nama aku Mentari , sekarang sudah kelas 12 SMK jurusan Bisnis Digital dan Pemasaran (BDP)
•••
Suasana di kantin sekolah cukup ramai, sebenarnya jam istirahat masih lama tapi karena guru pada rapat dan guru hanya memberi tahukan untuk tetap di kelas sampai jam istirahat, seperti biasa itu hanya di anggap angin lewat oleh sebagian siswa karena ketika guru sudah pergi dari kelas siswa dan siswi ikut keluar setelah memastikan guru sudah hilang dari pandangan, walaupun ada siswa yang tetap tinggal di kelas karena malas keluar atau main game di bangku belakang atau tidur melanjutkan mimpi yang sempat tertunda
"Tari ayo ke kantin." ucap Aina teman sebangku ku
Aku pun menoleh ke Aina dengan muka malas
"Mager ai." kataku menanggapinya sambil menggelengkan kepala artinya aku tidak mau
"ayolah tar emangnya kamu gak lapar apa."
"lapar si tapi males."
"kasian cacing di perut minta jatah."
"lu kira cacing gue apaan gak bakalan udah gue kasih minuman penunda lapar."
"gak menjamin ya ." ucap Aira sambil menarik tanganku
"ayolah , ya , ya , pliss." ucap Aira memohon sambil menyatukan tangannya dan menunjukan ekspresi yang minta aku tabok karena gak ada gemes gemes gemesnya sama sekali
aku pun dengan sangat terpaksa harus mengiyakan keinginan teman terbaikku ini , sebab males mendengarkan rengekan dia buat kuping ku sakit saja mendengarnya
kita pun berjalan menuju kantin, sambil mendengarkan curhatan Aira tentang Drakor yang dia nonton semalam , aku sebagai pendengar yang baik hanya mengiyakan saja apa yang dia bicarakan
sesampainya di kantin aku dan Aira memesan makanan dan minuman, setelah perut terisi penuh aku tak langsung ke kelas aku dan Aira duduk sambil mengibaskan teh botol yang terperangkap dalam kotak sambil menikmati suasana kantin yang mulai ramai ,tak lama kemudian teman sekolahku menghampiri meja kami
"Tari meja sampai lo ada yang kosong nih boleh gak nih ikut makan di sini ."ucap Danu
"iya silahkan aja , gak ada yang larang."
"makasih mentariku yang cantik." ucap Danu dengan nada yang menggoda
"idih najis ."ucap menanggapi dengan muka galak
"hehehe selow selow bercanda." ucapnya cengengesan sambil mengangkat dua jarinya
"udahlah jangan berantem terus, nanti jodoh gimana." ucap Zidan meneggahin perdebatan kami
walaupun gue tau ada unsur ledekan di perkataannya , mentari dan Danu memalingkan muka dan mengutuk kepala dan meja tanda amit amit kalau sampai mereka berjodoh
"btw festival sekolah besok menurut kalian kelas kita bawaan pentas apa ?" tanya Zidan l
"Kasidah aja sholawat gitu biar pada tobat ."ucap Danu
"gak mau ." ucap Mentari dan Aira
" terus mau kalian apa" ucap Danu dengan muka kesal
"nyanyi kek." ucap Mentari
"nah kalau gitu lo aja yang naik sendiri pas festival nanti, nanti kita bantu doa aja ."
" gak mau enak aja." sangkal mentari
"gak mau tau dan bodoh amat." ucap Danu dengan muka meledek
mentari yang melihat itu pun berdiri dari tempatnya dan ingin memukul Danu dengan sedok bekas makanan dia tadi ,tapi belum sempat itu terjadi Danu sudah menghindar duluan dan berdiri dari tempat duduknya juga
"pokoknya ya tar , gue umumkan di grup kelas bahwa lu yang bakal jadi perwakilan kelas Kita untuk festival nanti minta voting mereka di grup." ucap Danu sambil berlari sebelum mentari sempat protes
melihat temannya pergi duluan Zidan pun ikut pamit dan menyusul Zidan
•••
festival tinggal 2 hari lagi tapi mentari benar-benar tidak ada persiapan untuk pentas seni yang akan dia bawakan nanti
Dan lebih kesalnya lagi tentang kejadian di kantin si Danu yang gak ada akhlak berkoar -koar di gc bahwa mentari yang akan jadi perwakilan kelas dan semua teman Gue menyetujui itu, iyalah menyetujui semua semua beban di limpahan ke gue
Karena gue akan menampilkan pentas yaitu bernyanyi aku pun melangkahkan kaki ku menuju ruang sagar seni untuk latihan setidaknya sudah ada usaha pikir mentari.
Sesampainya di ruang latihan mentari pun menyetel instrumen dari lagu Mahalini- Sisa Rasa yang sedang populer akhir akhir ini
Selama latihan mentari tidak menyadari dari tadi ada yang memperhatikannya dari luar ruangan
•••
Selesai rapat Araska keluar dari kantor guru menuju ke kantin untuk membeli beberapa roti dan air mineral tapi saat dia melewati ruang sagar seni Araska berhenti sebentar untuk lebih jelas mendengar suara yang membuatnya penasaran, karena di dorong oleh rasa penasaran yang tinggi aksara pun mengintip di celah-celah - cela pintu yang tidak tertutup sempurna
Saat melihat dari celah-celah pintu dia melihat salah satu siswa yang mungkin sudah menjadi siswa dia suka atau mungkin dia cintai saat dia kelas 11 Saat dia jadi guru baru dan dia mentari siswa yang ketahuan menyontek saat ulangan dan memberikan alasan yang membuatnya seketika jadi salah tingkah
kalian pasti akan terkejut kalau dia mengatakan
~
"Pak jangan hukum saya pak nanti jodoh bapak semakin jauh dari jangkauan bapak." ucapnya dengan nada memohon
Araska yang melihatnya memohon seperti itu tersenyum tipis sangat tipis
'imuat' batin Araska
"khem" dehem Araska untuk menormalkan detak jantungnya
"Emangnya kamu tau siapa jodoh saya." Tanya Araska
"Saya tau pak."ucap Mentari meyakinkan
"siapa."
"Mentari pak , dan itu saya sendiri." ucap Mentari dengan penuh percaya diri
Dan itu membuat hati aksara menhangat mendengarnya dan membuatnya salah tingkah
~
setelah memikirkan kembali kejadian hari itu membuat aksara senyum senyum sendiri
Araska kembali memperhatikan mentari dari celah pintu , dia memperhatikan tingkah lakunya, ekspresi dia semua hal yang dia lakukan membuat dia menjadi gemas sendiri
cukup lama dia berdiri di depan sana , tak lama guru yang lain melihatnya berdiri di depan pintu tanpa berniat masuk
" Pak Aksa , bapak sedang apa berdiri di sini ." tanya pak Supardi
" Eh pak Supandi , gak apa-apa pak cuma berhenti sebentar karena ada yang menelfon."
"oh , gitu pak , kirain kenapa."
•••
Karena mendengar suara orang yang sedang berbincang di depan sana mentari pun segera menghentikan latihannya dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa
Saat menbuka pintu lebar-lebar ternyata Pak Araska dan pak Supardi
"Halo Pak Guru." sapa mentari
Kedua guru itu pun menolehkan kepalanya ke mentari
"iya halo nak mentari." ucap pak Supardi
"Ada yang bisa saya bantu pak."tanya mentari
"Tidak ada nak mentari kalau begitu saya permisi."pamit pak Araska
Tinggallah Mentari dan Araska, mentari pun mengadakan kepalanya ke atas untuk melihat pak Araska karena tinggi pak Araska jelas sangat jauh berbeda dengan dia yang tinggi 164 cm dan pak Araska 182 cm , mentari pun menatap pak aksara dengan penuh tanda tanya
'kenapa dia gak ikutan pergi 'batin mentari
"Bisa bicara sebentar" tanya Araska
"Bisa pak " ucap Mentari
"Kalau begitu ikut ke ruangan saya." ucap Araska berjalan duluan menuju ruangannya
ruangan pak Aksara itu punya ruangan khusus karena dia adalah wakil kepala sekolah sekaligus guru
"Silahkan masuk mentari."
"makasih pak , permisi."
Aku pun duduk di kursi di depan meja pak Araska. setelah berdiam cukup lama pak Araska pun mengatakan hal yang cukup mengejutkan, bukan hanya mengejutkan tapi impossible
"Mentari saya mau mulai hari ini kamu jadi pacar saya ." Ucap pak Araska dengan tegas
ini terdengar seperti perintah bukan permintaan tapi bagiamana gue harus menjawabnya, gue sendiri bingung dengan perasaan gue sendiri
Kalau mau dia akui Pak Araska adalah sosok idaman para cewek siapa si yang gak mau tapi dia belum yakin dengan semua ini
"Bapak barusan bercanda ya."
"Saya tidak bercanda Mentari."
"Kalau saya menolak bagaimana."
"Saya tidak menerima penolakan, kalau pun kamu menolak kamu tau sendiri apa yang akan saya lakukan."
mendengar hal itu mentari pun mulai gelisah menerima sama Menolak sama-sama tidak ada baiknya
"Yaudah kalau bapak memaksa sama mau jadi pacar bapak." ucap Mentari
sebelum aksara mengatakan sesuatu mentari dengan cepat memotong perkataan Araska
"Tapi ini dirahasiakan ya pak saya gak mau orang- orang sampai tau kejadian ini ."ucap Mentari
"Tidak ada masalah selama kamu menjadi pacar saya dan mematuhi perintah saya ."ucap Araska dengan tersenyum
Mulai hari ini Mentari dan Araska resmi berpacaran dan entahlah bagaimana hari -- hari mereka dalam menjalani kisah cinta mereka yang pastinya gak mudah
•••
TAMAT