Cerpen
Tema : Saudari kembar ku adalah kekasih ku.
Izumaki Daisuke dan Izumaki Kyosuke adalah saudara kembar dari keluarga Izumaki, Mereka dari kecil terbiasa melakukan segala hal secara bersama.
Meski mereka adalah saudara kembar, Namun Kyosuke dan Daisuke memiliki kepribadian yang berbeda, Daisuke adalah anak yang memiliki sifat yang posesif, ramah dan baik, dia lebih cenderung ke sifat yang perhatian, sedangkan Kyosuke adalah anak yang dingin, sedikit kasar, dia lebih cenderung ke sifat cuek ,Namun sangat sayang dengan Daisuke adiknya.
Hari ini adalah ulan tahun mereka yang ke 17 tahun, Daisuke dan Kyosuke merayakan nya dengan keluarga mereka.
"Daisuke, Kyosuke" panggil ayah pada kedua anak nya.
"Iya Yah" sahut Daisuke dengan senyum nya.
"Karna hari ini adalah ulan tahun kalian, maka katakan saja apa yang kalian inginkan?? Ayah akan memberikan nya pada kalian" kata Ayah menawarkan.
"Ayah, bisakah kita pergi belanja ke mall" ajak Daisuke.
"Tidak!!! Untuk apa kita pergi mall??" sahut Kyosuke dengan nada datar nya.
"Hah?? Lagi pula apa salah nya jika aku ingin pergi ke mall"
"E-ehh, sudah sudahh... Ayah akan bawa kemana pun kalian ingin kan, kalau begitu Daisuke, kau ingin membeli apa di mall nanti??" tanya Ayah.
Daisuke berfikir sebentar lalu mulai mengajukan keinginan nya "Apakah aku bisa membeli beberapa Komik dan Novel, Ayah??" tanya Daisuke.
"Tentu sa-"
"Tidak!! Kau ini sudah besar untuk apa membeli Komik dan Novel!!" sela Kyosuke sembari melipat tangan nya di dada.
"Aku bertanya pada Ayah, mengapa kau selalu menjawab nya?? Aku tak butuh persetujuan dari mu!" geram Daisuke.
"Kyosuke sudahlah, lagi pula ini adalah keinginan adik mu, mengapa kau tidak mendukung nya"
Kyosuke mendecih tak suka "Ckh, aku sudah besar, dan tak membutuhkan apa itu Komik!! Dasar bocah" cibir Kyosuke sembari berjalan pergi.
"Suke....Kau itu menyebalkan!!!!" teriak Daisuke pelampiasan amarah nya.
"Sudahlah Daisuke tak perlu di khawatirkan, kaka mu memang seperti itu, kalau begitu kamu bersiaplah aku membawa mu dan Kyosuke pergi ke mall malam ini" kata ayah mengubah suasana hati Daisuke.
"Saya mengerti ayah" sahut Daisuke sembari mengangguk pelan, lalu pergi.
Sang Ayah hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua anak laki laki nya, karna sejak kematian istri nya, kedua anak kembar nya ini menjadi kekurangan kasih sayang dari seorang ibu.
Sang Ayah sewaktu dulu, berniat untuk menikah lagi, Namun pernikahan nya di batalkan karna mantan istri nya memukul kepala Daisuke hingga, Daisuke tak sadarkan diri, itu lah mengapa sang Ayah berniat merawat kedua anak nya dengan diri nya sendiri.
Malam pun tiba, Kyosuke dan Daisuke sudah siap dengan penampilan nya, sang Ayah hanya bisa tersenyum melihat penampilan kedua anak nya yang sangat tampan.
"Ayah, kita akan pergi menggunakan apa?" tanya Daisuke.
"Supir pribadi ayah akan mengantarkan kalian, malam ini Ayah ada meeting di kantor, jadi Ayah minta maaf karna tidak bisa menemani kalian"
"Tidak apa Ayah, tak perlu khawatir, kami bisa pergi sendiri ke Mall, Ayah juga jangan terlalu memaksakan diri mu" sahut Daisuke.
"Baiklah kalau begitu, Kyosuke...Tolong temani Daisuke di toko buku ya..setelah membeli nya ayah akan transfer uang ke rekening kalian" kata Ayah.
"Tidak perlu, aku akan mengunakan uang ku" jawab Kyosuke sembari mengangkat ponsel nya.
"Baiklah kalau begitu, jika saldo mu habis katakan saja kauu ingin brapa maka akan ayah transfer uang nya"
"Tidak perlu ayah, sebaiknya ayah simpan saja uang nya" sahut Kyosuke menolak pemberian ayah nya.
"Kau berfikir sangat dewasa ya" puji Ayah saat mendengar ucapan Kyosuke.
Daisuke yang mendengar Ayah memuji Kyosuke membuat Daisuke melirik ke arah Kyosuke dengan tatapan sinis nya 'Dewasa??? Pacar saja tidak punya' gumam Daisuke.
"Berhenti menatap ku dengan tatapan menjijikan mu itu" seru Kyosuke dengan nada pelan nya agar sang Ayah tidak mendengar nya.
"Bodoh" hina Daisuke memukul bahu Kyosuke.
PLAKKKK!!
Kyosuke yang bahu nya terpukul keras oleh Daisuke, membuat diri nya mengelus tangan nya sendiri "Apa kau ini bodoh?! Kau memukul ku dengan sangat keras!! Itu menyakitkan" bentak Kyosuke.
"Ehhh- sudahlah, mau sampai kapan kalian akan terus bertengkar seperti itu" tanya Ayah sembari menggelengkan pelan kepala nya.
"Suke duluan Yah" kata Daisuke menyalahkan Kyosuke.
"Apa kata mu?? Aku??!!"
"Baiklah selamat bersenang senang anak ku, ingat pesan Ayah, kalian tidak bisa bertengkar seperti itu di tempat umum" ujar Ayah memperingati kedua anak nya sembari berjalan pergi menuju ke mobil lain nya.
Kyosuke dan Daisuke menghentikan perdebatan nya dan mulai memasuki mobil pribadi yang telah di siapkan oleh ayah nya.
Setelah sampai di Mall Kyosuke dan Daisuke keluar dari mobil, dan di sambut begitu banyak mata yang melirik ke arah Daisuke dan Kyosuke yang berpakaian seperti orang kantoran.
Tanpa membuang buang waktu, Daisuke dan Kyosuke mulai berjalan menelusuri ke seluruh Mall, mencari toko buku yang di inginkan Daisuke.
Namun di tengah perjalanan, Daisuke menghentikan langkah nya karna melihat seorang gadis yang tak asing untuk nya sedang berbicara dengan lelaki di sebelah nya.
'Gadis itu tidak asing untuk ku, Apakah aku mengenal nya?' batin Daisuke bertanya tanya.
"Oii, Apa yang sedang kau lihat?? Cepatlah!!! Dan berhenti membuang buang waktu" seru Kyosuke saat melihat Daisuke terdiam dan melihat ke arah lain.
"...." Karna terlalu fokus, Daisuke sampai tak mendengar Kyosuke dengan berbicara pada nya.
'Gadis itu mirip sekali dengan Miko [ kekasih Daisuke ]' pikir Daisuke dalam diam nya.
"...." Kyosuke hanya bisa melihat kembaran nya yang begitu aneh, walau tanpa sadar mata nya ikut melirik ke arah dimana Daisuke menatap nya tanpa kedip.
'Gadis?? Pria?? Siapa yang sedang ia lihat??' Kyosuke ikut penasaran.
"O-oii Suke, Apa yang sedang kau lamun-"
Kyosuke yang belum selesai dengan pertanyaan nya, Daisuke sudah berjalan meninggalkan nya dan pergi menuju ke Gadis dan Pria yang ia lihat.
"Miko" panggil Daisuke sembari berjalan mendekati gadis dan pria di sebelah nya.
Gadis yang merasa nama nya terpanggil itu mulaii menolehkan kepala nya, dan terkejut saat melihat Daisuke berjalan ke arah nya "Da-Daisuke??"
"Miko??"
"Suke, de-dengerin penjelasan ku dulu" sahut Miko dengan nada terbata bata nya.
"Miko,Siapa lelaki ini??" tanya pria di sebelah Miko.
"Aku?? Aku pacar nya, kami telah pacaran selama 3 tahun!! Sekarang, siapa kamu? Mengapa kau berdua dengan Miko?" Daisuke menjelaskan sembari bertanya balik pada pria itu.
"Aku Riko, pacar nya Miko, kami telah pacaran selama 1 tahun" jelas Riko.
"...." Miko hanya terdiam mendengarkan kedua pacar nya saling mengakui bahwa Miko adalah pacar nya.
Daisuke yang mendengar penjelasan Riko membuat nya tersentak tak percaya "Ka-kalian pacaran??" tanya Daisuke yang tidak percaya dengan apa yang di jelaskan oleh Riko.
"Kalau begitu, Hubungan mu dengan adik ku selesai, Miko" ujar Kyosuke yang baru saja datang sembari menarik tangan Daisuke kembaran nya.
"Tu-tunggu, Daisuke, biarkan aku menjelaskan sesuatu pada mu" seru Miko dengan nada sedikit teriak.
"Maaf, saudari kembar ku tidak memiliki banyak waktu untuk seorang gadis yang tak cukup 1 pria seperti diri mu" cibir Kyosuke tanpa menghentikan langkah nya sembari terus mengajak Daisuke pergi bersama nya.
Kyosuke membawa Daisuke pergi ke toko buku, Namun saat di depan toko buku Daisuke menghentikan langkah kaki nya.
"Apa lagi??" tanya Kyosuke
"Tinggalkan aku sendiri!!" pinta Daisuke sembari mengepalkan tangan nya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?? Wanita itu??" tanya Kyosuke dengan nada tegas nya.
"...." Daisuke hanya terdiam, ia tak menjawab pertanyaan Kyosuke yang mengkhawatirkan nya.
"Ahgg- Ayolah Sukee, berhenti bersikap seperti anak kecil, lagi pula wanita itu memang tak pantas untuk mu" seru Kyosuke sembari menahan amarah nya.
"Aku tahu itu"
"Kalau begitu, Lupakan dia!!! Jika ayah tahu kau menjadi seperti ini hanya karna kehilangan seorang wanita murahan seperti dia!!"
Daisuke yang mendengar lontaran kata itu sepontan membuat nya menoleh ke arah Kyosuke dengan tatapan tajam nya "Perbaiki cara bicara mu, Suke!!"
"...." Kyosuke menghembuskan nafas nya lalu mengangguk pelan, ia mengalah karna tak ingin pertengkaran ini terjadi di tempat umum.
"Kalau bagitu cepatlah pergi ke toko buku, aku akan menunggu ku disini" kata Kyosuke sembari membalikan arah tubuh nya memblakangi Daisuke.
"Tidak perlu, kau bisa langsung kembali ke mobil jika tidak ada lagi yang ingin kau beli" sahut Daisuke.
"Tidak!!, Ayah memperingati ku untuk menjaga mu"
"Aku bukan anak kecil" seru Daisuke sembari berjalan masuk ke dalam toko buku.
Daisuke pergi membeli buku yang ia ingin kan di Gramedia (toko buku), sedangkan Kyosuke menunggu nya di luar sembari memainkan ponsel di tangan nya.
Tak lama setelah itu, Daisuke keluar dari Gramedia dengan paperback berwarna hitam.
"Apa yang kau beli?" tanya Kyosuke saat melihat Paperback hitam kecil yang di pegang oleh Daisuke.
"Buku lah!! Mana mungkin aku membeli baju di Gramedia" sahut Daisuke sembari mempererat ia memegang tas paperback nya.
"Buku apa yang kau beli??" tanya Kyosuke sembari memasukan ponsel nya ke dalam saku celana nya.
"Untuk apa kau bertanya??" sahut Daisuke sembari membalikan arah tubuh nya.
"Aku hanya bertanya, Mengapa kau jadi begitu pelit??"
"Kau itu selalu saja ingin tahu apa yang ku beli, kau boleh mengetahui semua apa yang ku beli tapi tidak jika aku membeli nya dari toko buku!!" seru Daisuke sembari berjalan pergi.
"..." Kyosuke hanya terdiam sembari memperhatikan Paperback milik Daisuke lalu mengikuti nya dari belakang.
Kyosuke dan Daisuke kembali ke mobil nya dan kembali ke rumah nya, Sesampai nya di rumah, Daisuke langsung pergi ke lantai atas dan pergi ke kamar untuk menaruh buku yang ia beli tadi di kamar nya.
Kyosuke yang melihat Daisuke berlari menuju kamar nya, membuat Kyosuke bergeleng pelan melihat tingkah nya.
Beberapa saat kemudian Daisuke keluar dari kamar nya, dia telah mengganti pakaian juga, Kyosuke hanya memperhatikan Daisuke dari kejauhan..
"Perhatikan langkah mu, jika tidak kau bisa terjatuh" kata Kyosuke sembari menyalahkan ponsel nya.
Daisuke melirik ke arah Kyosuke yang tiba tiba bersikap aneh pada nya "Apakah kau kehilangan obat mu?" tanya Daisuke sembari menghentikan langkah nya di tengah tengah tangga.
"Aku tidak butuh obat!! Apa kau pikir aku ini tidak sehat??"
"Kurasa begitu" sahut Daisuke sembari melompat dari 5 anak tangga ke bawah.
"JANGAN LOMPAT SUKEEE" teriak Kyosuke sembari menghampiri Daisuke yang hendak akan melompat.
*BRUKKK*
Kyosuke menangkap Daisuke, Namun diri nya malah terdorong jatuh ke lantai, para pelayan di rumah nya yang mendengar suara, langsung di hampiri dengan segera.
"Tu-tuan, ada apa?? Apakah tuan baik baik saja??" tanya si pelayan sembari membantu Kyosuke dan Daisuke berdiri.
"Ti-tidak apa apa" sahut Kyosuke sembari memegang punggung nya yang sakit karna terbentur dinding.
Daisuke hanya bisa tertunduk, ia merasa bersalah karna melihat kembaran nya terluka karena diri nya.
"E-eee, Suke, apa punggung mu masih sakit??" tanya Daisuke yang mengkhawatirkan Kyosuke.
"Sudah ku katakan pada mu!! Jangan lakukan itu ketika di tangga, kau bisa saja lumpuh jika aku tidak menolong mu!!" seru Kyosuke memarahi Daisuke.
"..." Daisuke yang tahu bahwa diri nya salah, ia hanya bisa diam dan tidak menjawab kaka nya.
"Ee..Kyosuke-sama, maaf, mau saya ambilkan obat untuk mu??" tanya si pelayan dengan sopan.
"Tidak perlu, kau kembali saja ke pekerjaan mu" kata Kyosuke memberi perintah.
"..." Si pelayan mengangguk pelan lalu berjalan kembali ke dapur tuk melanjutkan tugas nya.
Sedangkan Kyosuke kembali ke sofa di ruang tv nya, di ikuti dengan Daisuke yang masih gemeter pelan.
"Tidak bisakah kau mengubah raut wajah mu itu??"
"Maafkan aku, suke" kata Daisuke merasa bersalah.
"Sudah tidak apa, lupakan saja"
"Apakah punggung mu masih sakit??"
"Sudah jauh lebih baik"
"Apa kau ingin aku memijat punggung mu??" tanya Daisuke menawarkan diri pada Kyosuke.
"Tidak perlu, tangan mu bisa sakit jika memijat punggung ku"
"Ayolah Sukeeee, biarkan aku menebus dosa ku pada mu" Daisuke memohon pada Kyosuke agar diri nya bisa memijat punggung Kyosuke yang sakit.
"Berhenti bersikap manja bodoh!!"
"Apa salah nya?? Kita ini saudara kembar, hal seperti itu adalah hal yang wajar bukan??" sahut Daisuke sembari duduk di sebelah Kyosuke.
"Ya terserah saja"
"Baiklah kalau begitu, Sukeeee..Balikan tubuh mu, Aku akan memijat punggung mu" kata Daisuke meminta Kyosuke untuk membaringkan tubuh nya dalam posisi terbalik/tengkurap.
Setelah Kyosuke sudah dalam posisi nya, Daisuke dengan perlahan mulai memegang punggung Kyosuke dan memijat nya dengan perlahan.
"Ahggg-" rintih Kyosuke saat Daisuke menyentuh bagian punggung nya yang sakit.
Daisuke sedikit terkejut saat mendengar Kyosuke merintih kesakitan "Ma-maafkan aku Suke, apakah itu sakit??"
"Apakah hal seperti ini kau masih perlu bertanya pada ku??"
"Ti-tidak"
"Jika kau tidak bisa memijat punggung ku, maka biarkan saja" kata Kyosuke meminta Daisuke berhenti memijat punggung nya.
"Tidak bisakah kau sedikit lebih tenang?? Aku jadi kesulitan memijat punggung mu!!" keluh Daisuke.
"Bagaimana bisa aku tenang jika punggung ku menjadi tambah sakit jika kau pijat"
Daisuke dan Kyosuke terlahir kembar, Seisi rumah juga tidak akan heran jika mendengar suara pertengkaran mereka yang bergema mengisi seisi rumah nya.
Hari, bulan, dan tahun kini berganti dengan cepat, saat ini Daisuke dan Kyosuke menginjak usia 23 tahun, semakin bertambah nya umur, tinggi Kyosuke semakin meningkat menjadi 193cm sedangkan Daisuke 185cm.
Suatu hari Kyosuke timbul rasa penasaran di hati nya karna semakin lama, Daisuke semakin merahasiakan isi kamar nya dari semua orang.
Hari ini Daisuke sedang pergi ke Gramedia di Mall biasa ia membeli buku-buku nya, dan di sana lah ide licik melintas di kepala Kyosuke.
Kyosuke, pergi ke kamar Daisuke, saat pintu kamar Daisuke telah terbuka, mata Kyosuke buat pesona kagum melihat ribuan buku tersusun di dalam rak buku yang besar di dalam kamar Daisuke.
"Sejak kapan dia memiliki buku sebanyak ini??" tanya Kyosuke sembari menghampiri rak buku nya.
Namun...Kyosuke kembali di kejutkan saat mengambil salah satu buku di dalam rak nya, Kyosuke di buat tak berkedip saat melihat judul buku komik di tangan nya.
'Bo-Boy loves??' Kyosuke bertanya pada diri nya sendiri dengan gagu.
"Dia gay?? Dengan siapa ia memiliki hubungan ini??"
Pertanyaan-pertanyaan aneh mulai muncul di kepala Kyosuke, Namun pikiran nya terputus saat ia mendengar kenalpot mobil milik Daisuke, itu tanda nya Daisuke telah kembali ke rumah nya.
Dengan cepat Kyosuke keluar dari kamar Daisuke lalu pergi ke kamar nya dengan membawa salah satu buku Novel yang ia pilih di rak buku tadi.
Malam pun tiba, saat jam menunjukan pukul 23:00 malam, Daisuke datang ke kamar kembaran nya kyosuke.
*Tokk...Tok...*
Daisuke mengetuk pintu kamar Kyosuke dengan pelan, Kyosuke yang belum tidur, dan mendengar pintu terketuk membuat diri nya menoleh ke arah pintu.
"Masuklahh" seru Kyosuke dari dalam kamar nya.
"Suke, apakah kau sudah tidur??" tanya Daisuke sembari masuk ke dalam kamar Kyosuke.
"Belum, aku masih harus menyelesaikan tugas kantor" kata Kyosuke sembari mengetik laporan di laptop nya.
"Apakah aku mengganggu mu??" tanya Daisuke sembari duduk di atas kasur Kyosuke.
"Tidak!! Apa yang membuat mu datang kemari??" tanya Kyosuke sembari menoleh ke arah Daisuke yang tengah duduk di atas kasur nya.
"Aku baru saja putus dengan pacar ku" sahut Daisuke sembari menundukan kepala nya.
Kyosuke yang terkejut saat mendengar ucapan Daisuke itu seketika membuat Kyosuke mematikan laptop nya dan memutar kursi nya ke arah Daisuke.
"A-apa?? Putus? Dengan siapa kau menjalin hubungan??" tanya Kyosuke dengan cemas.
"Yutta"
"Yutta?? Dia seorang wanita?? Atau pria??"
"Jangan bertanya hal yang bodoh Sukeee, Yutta itu seorang gadis di tempat kerja ku"
"Huhhh" Kyosuke menghembuskan nafas lega saat mengetahui Yutta adalah seorang gadis dan bukan pria.
"Ada apa dengan mu?" tanya Daisuke yang kebingungan dengan tingkah Kyosuke.
"Kau habis pergi ke barr??" tanya Kyosuke sembari bangun dari kursi nya.
"Iya, Aku melepaskan pikiran ku disana"
"Kau minum berapa gelas??"
"4"
"Apakah sekarang masih mabuk??" tanya Kyosuke yang kini berdiri tepat di depan Daisuke.
"Sedikit" jawab Daisuke sembari memegang kepala nya yang mulai terasa pusing akibat efek dari alkohol.
"Oh begitu ya..." kata Kyosuke yang mendorong pelan kedua bahu Daisuke dan membuat nya merebahkan tubuh nya di kasur, lalu satu lutut Kyosuke berada di antara kaki Kanan dan kaki kiri Daisuke.
"Su-sukee?? Apa yang ingin kau lakukan??" tanya Daisuke dengan tubuh yang mulai gemetar pelan.
"Tidak ada" Kyosuke mulai masuk ke dalam baju dan meraba pelan perut hingga ke dada bidang milik Daisuke.
"Ahh....Su..Ke...." Daisuke mendesah pelan saat Kyosuke merasa perutnya dengan pelan.
"Jika wanita di luar sana hanya bisa menyakiti mu, biarkan aku membahagiakan mu dengan cara ku, Suke" kata Kyosuke sembari mengecup singkat bibir lembut milik Daisuke.
"Ahhhh-.." Daisuke mendesah pelan saat Kyosuke melepaskan kecupan nya.
"Ke-kenapa kau tiba-tiba seperti ini, Sukee" tanya Daisuke sembari menyeka bibir nya dengan tangan nya.
"Karna aku sudah lama menunggu mu, Sukee" bisik Kyosuke di telinga Daisuke, dan membuat warna pipi Daisuke memerah.
"A-Apa maksud mu, Suke?? Kita ini saudara kembar"
"Tapi aku mencintaimu" kata Kyosuke yang terus menatap Daisuke dengan tatapan lembut nya.
"...." Tanpa menjawab, Daisuke mengalungkan tangan nya di leher Kyosuke yang berad di atas nya.
Kyosuke terkekeh saat Daisuke menggantung tangan nya di leher nya "Daisuke??"
"Lakukan sesuka mu, Sukee, Aku menyayangi mu lebih dari aku menyayangi orang lain" kata Daisuke sembari mengecup pelan pipi kanan Kyosuke.
"Jangan salahkan aku ya, ini semua kemauan mu!!" ucap Kyosuke memperingati Daisuke.
"Aku tidak masalah jika kau menikmati nya"
Sungguh malam yang paling di penuhi dengan kegairahan, sejak saat itu Kyosuke dan Daisuke memiliki hubungan terlarang, selain saudara kembar mereka juga memiliki hubungan lebih dari itu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
∆ Mau kelanjutan nya gk??
∆ Jangan lupa like dan komen ya beri dukungan buat cerpen ini..
∆ Jangan lupa buat mampir ke Novel-Novel ku ya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yang udah Like karya ini, terima kasih ya..
Arigatoo minna 🐱