Andaikan masa itu kembali lagi pasti aku akan mendengarkan Fahmi sahabatku karena kini ku sadari dia yang ku cinta tak setulus dirinya , dia yang ku pilih tega mengorbankan cintaku hanya untuk sebuah taruhan .
Oh Tuhan hati ini sangat hancur saat ku terima kenyataan yang menyakitkan ini.
Bantu aku untuk bangkit dari sakit ini , bantu aku keluar dari penyesalan ini.
Ya, itu adalah kebodohanku yang selamanya tak akan ku pernah memaafkan diriku atas kesalahan ini.
Namaku Fira semua ini berawal saat aku masih duduk di bangku sekolah tingkat akhir
Dimana aku bertemu dengan seorang pria bermulut buaya , semua kata katanya sangat manis hingga membuatku luluh. Dia adalah Roy.
Dia sudah bekerja di sebuah perusahaan yang dekat dengan sekolahku hingga kami sering bertemu . Dia sering kali memandangiku dari kejauhan.
Hari itu sangat hujan lebat saat aku akan pulang sekolah tiba tiba ada mobil yang menghampiriku saat aku berteduh di sebuah halte bus , ya dia adalah Roy .
"Kamu berteduh sendirian, rumah kamu mana? Aku anterin ya?" Tanyanya dari dalam mobil
"Gak deh bang makasih" jawabku
"Ini hujannya deras banget Lo akan lama redanya mending kamu saya anterin gpp kok, dari pada kamu sendirian di sini" kata Roy menyakinkan
"Udah ayok naik" tambahnya lagi
Karna memang waktu itu hujannya sangat lebat dan aku hanya berteduh sendirian aku putuskan mau untuk ikut bareng Roy
"Nama kamu siapa?tanyanya saat aku sudah berada di mobilnya
"Fira bang" jawabku singkat
"Oh iya aku roy , aku juga alumni dari skolah kamu loh fir" kata Roy dengan nada ramah
"Oh ya? Alumni tahun berpa?" Tanyaku pda Roy
"Baru 3tahun yang lalu, oh ya kita mampir makan dulu ya pasti jalanan macet dari pada kita kelaparan di jalan, ggpp kan?" Pinta Roy padaku
"Iya deh aku nurut aja kan aku nebeng" kataku
Setelah makan Roy mengantarku pulang dan tak lupa dia pun meminta nomor whatsapp ku. Ternyata rumah kita satu arah, jadi setiap hari aku di barengi oleh Roy
Satu bulan berlalu seperti biasa aku bareng Roy pulang kerumah. Saat di tengah perjalanan Roy memberiku sebuah kotak hadiah.
"Loh ini apa?"tanyaku penasaran
"Udah buka di rumah aja" jawabny yang semakin buatku penasaran
Saat sampai di rumah aku langsung membuka kotak itu. Dan ternyata itu adalah cincin dan ada surat yang tulisannya
"Fir entah kamu sadari atau tidak setiap hari aku slalu memandangimu dari jauh , kamu begitu cantik hingga membuat hatiku terpikat, fir mungkin kedekatan kita baru sebentar tapi aku merasa aku yakin memilihmu untuk kekasihku , fir kamu mau kan jadi kekasihku?"
Hatiku langsung berdegup kencang setelah membaca surat dari Roy ,
Tiba" ada panggilan masuk .dan itu Roy.
"Fir kamu udah buka kotaknya? Kamu juga udah baca suratnya" tanya Roy yang membuatku gugup
"Iya bang udah" jawabku gugup
"Gimana fir kamu mau kan jadi pacar aku?"
Tanya Roy yang buat hatiku semakin gak karuan
"Iya Roy aku mau" kataku sambil terbata bata dan setelah itu kami resmi jadian..
Kabar ini terdengar oleh Fahmi , orang yang selama ini aku anggap sebagai sahabat yang tidak pernah aku sangka dia mencintaiku dalam diam selama ini. Dia tidak pernah mengutarakannya karna dia takut persahabatan kami akan hancur seperti yang terjadi sekarang ini , Fahmi adalah pria yang baik. Dia juga tampan tapi tidak setampan Roy , kita bersahabat sejak kecil ,dia sangat perhatian terhadapku. Dia seperti kakak.ku yang selalu ada untuk.ku
Waktu itu aku berangkat sekolah yang di antar Roy , sesampainya di depan gerbang ada Fahmi yang telah menungguku di sana
"Hay Fa, kamu nungguin aku ya?" Sapaku ke Fahmi
"Kamu pacaran ya sama Roy?" Tanya Fahmi
"Loh kamu udah tau , kan aku belum cerita" jawabku sambil tersenyum
"Putusin dia sekarang" pinta Roy dengan nada kasar
"Kamu apaan sih Roy , maksud kamu apa?" Tanyaku dengan kasar
"Aku minta kamu putusin dia sekarang juga, dia bukan cowo baik baik fir , percaya sama aku, tolong kamu putusin dia sekarang atau aku yang minta dia buat putusin kamu" ucap Roy dengan marah
"Kamu apa-apaan sih fa , hak kamu apa nyuruh aku putusin dia, dia baik kok sama aku,aku tau kamu gak suka aku Deket sama Roy tapi gak gini juga fa" kataku pada Roy dengan marah
Fahmi memegang tanganku dan bilang
" Fir Lo tau gak , selama ini aku tu suka sama kamu , aku sayang sama kamu, dan aku gak ingin kamu terluka , aku mohon kamu putusin Roy karna dia bukan cowo baik fir" ucap Roy dengan tatapan mata yang serius
"Tunggu, kmu selama ini suka sma aku , kamu bilang syng sama aku, kamu minta aku putusin Roy kamu bilang dia bukan orang baik , lalu gimana dengan kamu? Apa kamu orang yang baik buat aku? Kataku dengan marah
"Fir dia jadiin kamu pacar itu ada maksud lain , selama ini aku gak pernah bilang suka sama kamu karna aku gak ingin persabatan kita rusak fir, tapi skrg aku gak bisa sembunyikan ini lagi dari kamu" ucapnya dengan mata yang sayu
"Cukup , aku udah gak mau dengar lagi perkataan kamu yang ngaco itu , dan sekarang kamu udah ngrusakin persahabatan kita.. aku benci sama kamu fa, aku gak mau lagi ketemu kamu. Dan jauhi aku mulai sekarang" jawabku pada Fahmi dan langsung meninggalkan Fahmi di depan gerbang . Sambil triak ku dengar Fahmi berkata "dia nembak kamu hanya ingin memenangkan taruhan fir. Dengar itu"..
Tapi aku tidak hiraukan perkataannya aku terus melangkah dengan menangis . Tak ku sangka Fahmi , sahabatku menginginkan hubunganku kandas dengan pacarku dia ingin merusak hubunganku,,
Setelah kejadian itu aku tidak lagi melihat Fahmi , tapi aku tidak menghiraukannya karna aku membencinya karna ingin merusak hubungan ku dengan Roy
Tapi,, belakangan ini Roy mulai berubah, dia yang biasanya selalu mengantar dan menjemputku sekolah kini semakin jarang dan bahkan dia pernah tidak menghubungiku .
Waktu pulang sekolah Roy berada di depan gerbang sekolahku tapi dia bersama teman temannya dia bilang tidak bisa mengantarku pulang karna dia ada acara dengan temannya dan bilang bahwa besok dia ada proyek di luar kota seminggu.
Tapi setelah 2 Minggu dia tidak ada kabar darinya bahkan ponselnya tidak bisa di hubungi sama sekali , aku cemas aku mulai terfikirkan kata kata Fahmi waktu itu,
"Apa iya Roy hanya mempermainkanku?" Gumamku dalam hati
Saat itu sekolah ada acara jadi para murid pulang cepat ,saat aku berjalan pulang Diana menyapaku "eh fir gimana keadaan Fahmi udah sembuh belum?" Tanyanya padaku
"Hah sembuh? Emang Fahmi sakit?" Tanyaku kebingungan
"Loh kamu gimana sih fir, 2mingguan yang lalu Fahmi kan kecelakaan, itu yang habis ngobrol sama kamu di depan gerbang makanya dia tidak pernah masuk sekolah, dia di rawat, memangnya kamu gak tau?" Ucapnya dengan heran
"Di rumah sakit mana?" Tnyaku dengan cemas
"Itu yang dekat stasiun" jawab Diana
Aku langsung lari menuju rumah sakit, tapi saat di tengah jalan aku melihat ada Roy bersama seorang wanita keluar dari mobil , dia bersama wanita itu masuk di sebuah cafe. Aku mengikuti nya dari belakang karna aku ingin menanyakan dimana saja dia selama ini, ternyata di dalam cafe itu sudah ada teman Roy yang menunggu di sana , saat aku mau memanggil Roy aku dengar temannya berkata
"langgeng aja ni lu Roy sama Ani , gimana liburanmu 2minggu ini seru dong pastinya , ya kan secara liburan gratis" ..katanya sambil tertawa
"Ya Untung aja gue menang taruhan itu, iya kan sayang?" Ucapnya sambil menatap wanita itu dan mereka tertawa
Seketika itu hatiku hancur , ternyata yang di katakan Fahmi itu benar, Roy bukan orang yang baik , bahkan dia sudah punya pacar saat mempermainkan taruhan itu ,, aku langsung lari sambil menangis . Aku tidak percaya ini , kenapa Roy tega menyakiti aku, selama ini aku tulus dengan Roy tapi Roy hanya mempermainkan aku,,
Setibanya di rumah sakit aku langsng mencari kamar Fahmi di rawat
Oh Tuhan ternyata Fahmi kritis . Dia koma selama ini , sahabat macam apa aku ini, yang tidak tau bahwa sahabatnya kecelakaan dan telah koma , aku melihatnya dari kaca di balik pintu ,, aku menangis menyesali semuanya , lalu mama Fahmi menghampiriku
"Fira kamu datang nak?, Fahmi menunggumu waktu itu, dia terus memanggil namamu dan ngasih surat ini ke Tante , Tante ingin hubungi kamu tapi di larang Fahmi, sekarang fahmi koma?" Ucap mama Fahmi dan langsng memeluk.ku , kita menangis dalam pelukan itu
Ternyata sebelum kecelakaan Fahmi menuliskan surat padaku karna aku telah berkata tidak ingin melihat wajahnya lagi dalam surat itu tertulis
"Fir, maafkan aku jika kamu telah menganggap ku merusak hubunganmu. Tapi perlu kamu tau fir dia bukan orang yang baik, dia memacarimu hanya untuk menang taruhan, dia bahkan sudah memiliki kekasih, karna aku tak sengaja mendengar ucapannya dengan teman temannya waktu aku ada di cafe , saat itu aku ingin menjelaskan padamu tapi kamu pergi ninggalin aku ,
Fir,, andai kamu tau aku syang sama kamu, selama ini aku memendam rasa padamu, hanya saja aku tidak ingin persabatan kita berakhir, tapi sekarang kamu tidak ingin melihatku lagi fir , tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada itu, bahkan jika kamu aku rela pergi meninggalkan bumi ini ,,, Fahmi"
Air mataku terus mengalir membasahi kertas itu , sebodoh ini aku menyakiti sahabatku sendiri, kenapa aku lebih percaya orang lain di banding sahabatku sendiri,
Lalu aku meminta izin untuk masuk melihat Fahmi .
Di sana ku pandangi wajah Fahmi. Ku pegang erat tangannya ku bisikkan di telinganya "Hay Fa, aku datang ,aku di sini ,maafin aku , cepat sadar fa, aku butuh kamu, bukankah kamu akan slalu ad jika aku butuh , ayo buka matamu fa" kataku dengan air mata yang terus mengalir , ku peluk Fahmi hingga airmataku membasahi pipinya tiba tiba tangannya bergerak , aku langsung lari memanggil dokter
Lalu dokter memeriksa Fahmi , ku bisikan di telinga Fahmi "Fahmi aku disini , aku udah gak marah lagi sama kamu , ayo buka mata kamu" dan fahmipun sadar , diaa senyum kepadaku , aku langsung memeluknya ,,
Tapi tiba-tiba dia kejang dan tidak sadarkan diri , dokter menyuruh aku menunggu di luar, ,, dan beberapa saat dokter keluar dan memberitahukan bahwa Fahmi telah meninggal , tangisanku pecah seketika itu. Aku menangis histeris dan lari menemui Fahmi. Ku panggil panggil namanya ku goyang goyangkan tubuhnya tapi dia tetap terlelap . Dan akupun tidak sadarkan diri
Di saat aku sadar aku teringat Fahmi dan aku langsng menangis memanggil Fahmi..di sana ada mama yang udah ada di sampingku , mama peluk aku dan bilang "Fahmi udah pergi syng, kamu iklasin Fahmi ya, Fahmi udah tenang di sana" kata mami menenangkan aku
"Aku ingin lihat fahmi ma" kataku yang masih terus menangis
"Fahmi sudah di makamkan syng, kita nanti pergi ke makamnya ya" ucap mama dengan memeluk.ku
Ku terus menangis di pelukan mama dengan menyesali semua perbuatan ku
Fahmi kini telah pergi untuk selama lamanya meninggalkan aku. Andaikan saat itu aku percaya dengan Fahmi, andaikan waktu itu aku mendengarkan kata Fahmi, tapi semua ini sudah terjadi . Aku hanya bisa meratapi penyesalanku ini.
Maafkan aku sahabatku,,