IBUKU YANG PEMARAH
Namaku arya, aku lahir dijakarta tinggal di jakarta, sekolah di SMA 6 jakarta. Aku tinggal bersama ayah, ibu, dan adik. Aku memiliki keluarga yang tidak harmonis. Terutama ayahku dia setiap hari kerja diluar kota tetapi dia sempat pulang kerumah lalu pergi lagi. Bahkan adik ku laki laki yang sudah 3 tahun selalu manja, apapun yang dia inginkan ketika ada tukang mainan yang lewat didepan rumahku. Sehingga membuat ibuku menjadi marah terhadap tukang mainan yang setiap hari lewat dirumahku. Dan aku hanya diam melihat ibu marah. Bahkan jika aku pulang sekolah terlalu malam, ibuku memarahiku dan menanyakan hal yang tidak ingin aku dengarkan dan menjawabnya. Aku begitu sangat sabar mendengar ocehan ibuku yang suka memarahi anaknya sendiri.
Suara bel sekolah masukpun berbunyi, dan aku memasuki kelasku. Aku duduk dibangku yang paling belakang. Pelajaran hari ini adalah pelajaran matematika semua murid yang ada diruangan itu hening sehingga guru datang dan langsung memulai pelajarannya. Setelah 3 jam pelajaran matematika, bel istirahat berbunyi. Aku pergi kekantin lalu mengambil beberapa makanan yang aku sukai. Dan tiba tiba “doooorrr” aku terkejut dan ternyata kevin. Aku dan kevin duduk disebuah kantin dipojok dan sambil memakan makanannya.
“ada apa kau mengangetiku?” Dengan nada malas.
“ oh ya arya aku ingin tanya sama kau, apakah kau sudah punya rencana untuk merayakan hari ibu?, kau tidak lupakan?” Kata kevin “ hari ibu?” kataku sambil mengingat.
“ sudah ku duga kau pasti lupa, bulan ini bulan desember arya hari ibu itu tanggal 22 desember dan apa yang akan kau rencanakan?” kata kevin sambil menatapku.
“ aku tidak tahu, belum kepikiran saat ini, memangnya kau sudah punya rencana untuk merayakan hari ibu nanti?” kataku tanya balik.
“ sudah dong, sudahku persiapkan untuk ibuku yng tercinta” Kata kevin. “ oh ya, ibumu apakah masih memarahimu?, setiap kau pulang sekolah malam karnakan kau bekerja tanpa memberitahu ibumu?” kata kevin dengan penasaran.
“ aku belum memberitahukannya” Kata ku.
“ menurutku sebaiknya kau memberitahu secepatnya agar ibumu tidak kecewa kepada kau” Kata kevin memberi saran.
“ hmm mungkin di hari ibu aku memberitahunya” Kataku masih memikirkan.
“ semangatlah arya jangan menyerah aku yakin ibu kau tidak akan memarahinya, atau sepulang sekolah kau langsung memberitahukannya” Kata kevin sambil mengunyah makanannya.
“ iyakan semoga aku bisa memberitahukannya sekarang” Kataku. Beberapa saat bel masuk kelas berbunyi, aku dan kevin bergegas masuk ke kelas masing – masing. Setelah beberapa pelajaran dan istirahat kedua dan belajar lagi, bel pulang sekolah berbunyi.
Aku langsung pulang kerumah karena hari ini aku sudah sangat lelah bekerja. Aku memutuskan untuk berjalan kaki, lagipula sekolahku dengan rumahku tidak terlalu jauh. Aku melewati perumahan dan melihat beberapa rumah yang terlihat bagus dengan adanya patung air mancur dibeberapa komplek perumahan tersebut. Aku melihat sekelilingku, taman yang begitu banyak bunga bunga mawar dan tanaman yang baru saja tumbuh, dan anjing yang bergongong di beberapa rumah yang aku lewati. Sesampai dirumah aku mendengar suara keributan didaerah rumahku, ternyata itu ibuku sedang berkelahi dengan tetangga sebelah rumahku. Aku segera memisahkan ibuku dengan tetangga itu. Dan menarik ibuku masuk kerumah sampai ibuku memarahiku.
“kamu kenapa narik ibu ke dalam rumah!?, kamu tahu arya tadi tetangga kita katain keluarga kita seolah olah dia tuh mau menjelekkan keluarga kita” melepaskan tangannya dari genggamanku.
“ bu kenapa sih Cuma tetangga yang katain kita sampai berantam?, ya mungkin dia bosan sama keluarganya sendiri, ibu tahukan dia juga sendiri suami dia jarang keliatan kalau keluar, udahlah bu tidak usah dipermasalahin” Kataku dan tiba tiba “ PLAK” tamparan yang sangat keras membuat diriku menahan rasa sakitnya. Entah apa yang ada dipikiran ibu sampai menamparku.
“ kenapa ibu menamparku?” Kataku kesal.
“ kamu bilang kenapa?, kamu tahu setiap hari senin dan jumat kamu itu kemana saja? pulang sekolah tiap malam apakah kamu memiliki kegiatan lain disekolah arya?” Kata ibuku.
Aku diam sejenak, aku hanya menatap ibuku, ibuku terlihat sedih. Aku mau bicara soal pekerjaanku, apakah ibu akan marah lebih besar jika tahu anaknya bekerja.
“ kenapa kamu diam arya? JAWAB ARYA?” kata ibuku dengan amarahnya.
“ maafkan aku bu, tapi mungkin ibu harus dengar lebih baik kalau aku bicara, ibu jangan marah, kalau aku sebenarnyaa... kerja shif malam bu” Kataku dengan nada pelan.
“ kamu kerja?, kenapa kamu kerja, alasan kenapa kamu kerja arya?”kata ibuku sambil menenangkan dirinya.
“ aku minta maaf bu aku salah seharusnya aku memberitahu ibu masalah ini, tapi aku takut ibu akan membenci ku dan alasan kenapa aku bekerja shif malam karna aku tidak mau ibu capek ngeluarin uang buat aku bu, walaupun ayah kerja diluar kota dan menggirim uang buat kita tapi itu aja tidak cukupkan bu, ibu juga harus kerja dan aku hanya ingin membantu ibu bair ibu gak kelelahan” kata ku sambil memegang bahu ibu.
Ibuku perlahan mengeluarkan air matanya dan lama lama ibu menjadi menangis karna mendengar ceritaku.
“ maafkan ibu arya, ibu seharusnya melarangmu bekerja biar kamu fokus kesekolahmu saja, lagipula ayah selalu menggirim uang buat kita sudah cukup, cuman hanya saja ibu bekerja baut sampingan saja”kata ibu sambil memelukku.
“ aku minta maaf bu, atas ketidakjujuranku” kataku.
“ tidak masalah nak harusnya ibu lebih memperhatikan kamu dan adikmu juga, bukan memarahi kalian dengan kasar membandingkan kamu dengan anak orang, maafkan ibu sekali lagi arya” sambil menguapkan tangisannya.
“ tapi ibu mau kan jangan marah marah lagi sama aku dan budi dan juga sama tetangga apalagi tadi berantam?”
“ tentu saja nak ibu takkan marah lagi sama kamu dan budi juga dengan orang lain” kata ibu sambil tersenyum.
Aku membalas senyuman ibu dan suara pintu terbuka”trek” dan kami saling menatap pintu. Ternyata itu ayahku baru pulang dari bandung. Ayahku menatap kami berdua dan binggung apa yang telah terjadi.
“ apa yang telah terjadi?” kata ayahku dengan penasaran.
“ tidak apa apa hanya bercandaan” kata ku mencoba meyakinkan. Tetapi ayahku tidak percaya.
“ kalian berdua ini kenapa, mah?” kata ayahku masih tidak percaya.
“ cuman hanya bercanda pah, kita tadi lagi drama pah drama anak sama emak yang disinetron anak durhaka di indosiar” kata ibuku mencoba mengalihkan.
“ oh kirain papah kalian lagi berantam, eh tunggu pipimu kenapa arya kok merah?”
“ oh ini pah, tadi mama gak sengaja menampar pipinya karna ada nyamuk di pipi arya ( berusaha mengusapkan pipi arya agar tidak sakit)”
Ibuku sambil membisikan ke telingaku. “ kamu jangan beritahu ayah ya nak, kok tahu sendirikan ayahmu kalau udah marah kek gorilla”. Ibuku tersenyum
“ ahh iya mah”. Kataku
Ibuku membuat kan teh dan mengambilkan makanan buat ayah yang sedang duduk disofa sambil menonton bola.
“ tumben kamu pulangnya secepat ini biasanya kan 2 bulan baru pulang terus berangkat lagi besoknya, apakh besok kau berangkat lagi?” kata ibuku.
“ tidak, aku ingin meluangkan waktu buat keluarga kita dan aku juga kangen sama kamu udah lama tidak bermesraan” kata ayahku sambil memeluk ibuku lalu mencium pipi dan jidat dan hidung dan menuju ke bibir tetapi ibuku menolak untuk dicium bagian itu.
“ kau ini tidak tahu malu diliatin sama anakmu sendiri” kata ibuku dengan pipi yang merah.
Ayahku menatapku dan memberi syarat agar aku pergi dari ruang tamu. Aku hanya mengangguk ketika ayahku menyuruh maklum lah kalau nikah terlalu muda dan apalagi dikarunia anak pasti merasa bahwa mereka masih terlalu muda.
Pada akhirnya aku dan temanku kevin merayakan hari ibu bersama pada tanggal 22 desember. Aku memberikan hadiah yang spesial untuk ibuku. Dan dia terlihat sangat senang ketika melihat hadiah yang ku berikan. selesai