Kisah dulu saat baru selesai ujian dan masa-masa penantian kabar kelulusan.Aktifitas belajar di sekolah pun sudah tidak aktif alias bebas.
Sudah pasti bagi seorang pelajar seperti diriku masa-masa seperti ini senang begadang karena tidak perlu lagi merasa khawatir mengantuk di kelas.
Aku ini pecinta genre horor dan thriller.Sudah pasti tontonan yang dipilih sesuai seleraku tidak peduli malam atau siang ketika ingin menonton yah pasti ku tonton.
Setiap hari,kedua orang tuaku sibuk dagang masakan dan pulang sampai larut malam.Aku selalu ditinggal berdua dengan adikku yang jarak usianya terpaut tiga tahun.Rumahku minimalis hanya memiliki dua kamar tidur,aku sekeluarga tidur di kamar depan.
Kamar belakang sangat jarang ditempati untuk tidur.Semua pintu kamar menghadap ruang tengah yang biasa di pake buat menonton TV.
Suatu malam,aku menonton TV di ruang tengah.Film yang ku tonton yah pasti film horor.Aku duduk dekat pintu kamar belakang,asyik menikmati film di TV.
Saat itu aku ingat betul,ada orang yang lewat lalu menutup pintu kamar belakang.Aku pikir pasti adikku.Suara pintu agak terdengar kencang karena memang pintu kamar belakang agak seret kalau ditutup agak menggesek lantai dan pasti menimbulkan bunyi.
Setelah lama,aku menonton.Aku merasa tumben sekali adikku betah di kamar belakang tidak keluar-keluar.Aku masih tidak peduli sampai tak sengaja mata mengarah ke pintu kamar depan yang terbuka terlihat adikku sedang tidur dengan pulas di kasur.
"Lha tadi siapa yang masuk ke kamar belakang?" Pikirku lalu untuk membuktikan mana yang benar. Aku mencoba memanggil adikku dan mengetuk pintu kamar belakang,"Ni...ni..." nama adikku Ani dan adikku tidak menyahut.
Lalu ku coba buka,ternyata memang adikku tidak ada di kamar belakang dan dia emang bener sedang tidur di kamar depan.
Aku yakin tidak mungkin pintu kamar belakang tertiup angin.Mana ada angin sekencang itu menutup pintu yang agak seret.
"Lalu ulah siapa itu?"
Langsung aku matikan TV dan masuk ke kamar ikut tidur bareng adikku.Sambil menunggu orang tuaku pulang dagang aku tidak beranjak dan tetap di kamar depan.
*************END*************