Tepat di malam Jumat Kliwon, ada sebuah acara pengajian yang diselenggarakan oleh salah satu tetangga rumah mamahku. Usiaku terbilang masih dibawah umur, kira-kira sekitar antara lima atau enam tahun.
Padahal mamahku selalu memberi tahu jangan main lari-larian, disini aja ikut ngaji sama mamah. Setelah itu aku diam disana temenin mamah ngaji juga, eh karena aku tetap diajak temanku bermain, akhirnya aku ikuti saja mereka.
Singkat cerita, aku diberitahu oleh temanku kalau ada pocong diatas pohon Waru, dengan penasaran aku memfokuskan penglihatan.
"Eh lihat deh ada pocong tuh" ujar Danu.
"Mana? nggak ada ah, salah lihat kali" jawabku.
"Itu-itu ada diatas pohon, ada banyak" ujar Danu sekali lagi.
Setelah Danu mempertegas ucapan dengan cara melayangkan jari telunjuk kearah penglihatan, aku baru mengetahuinya. Padahal barusan aku nggak melihat pocong tersebut, tapi kali ini berbeda.
"Wah iya ada" jawabku.
Perasaan panik membuatku ingin beranjak pergi dan segera menghampiri mamah yang tengah mengaji.
"Mah barusan Fitri lihat ada pocong tau diatas pohon Waru" ucapku.
"Pocong? astaghfirullah nah kan mamah udah bilang dari tadi, jangan main lari-larian udah malam begini, nggak takut apa sekarang kan malam Jumat Kliwon" ucap mamah.
"Iya mah Fitri takut nih, nanti kira-kira dia ikut sampai rumah nggak ya?" tanyaku.
"Kalau Fitri mau nurut sama mamah, nanti pocongnya nggak bakalan ikut" jawab mamah.
"Iya mah Fitri mau nurut sama mamah" sahutku.
Akhirnya acara mengaji pun telah usai, ibu-ibu saling bersalaman dan membaur keluar rumah yang punya acara.
Aku masih mengumpat diantara baju muslim mamah dan sesekali menengok kebelakang untuk melihat keadaan, apakah pocong itu benar-benar tetap tinggal atau bahkan mengikuti aku sampai rumah?
Sampai dirumah, aku menceritakan kejadian aneh yang kulihat barusan pada papah dirumah.
"Assalamualaikum pah tadi Fitri lihat pocong tau" ucapku.
"Waalaikumsalam yang benar Fit? lihat dimana?" tanya papah sembari tertawa.
"Iya beneran pah, Fitri lihat ada pocong diatas pohon Waru. Pocongnya ada banyak banget, ada yang bawa senjata dan pokoknya macam-macam deh pah, semuanya lagi lihatin orang-orang yang selesai ngaji. Duh Fitri jadi takut nih" jawabku.
"Udah gapapa jangan dipikirkan. Jangan takut sama setan, takutlah pada Allah SWT yang menciptakan seluruh alam semesta ini. Itu tandanya Fitri orang baik, jadi nggak bakalan mau dekati Fitri. Buktinya nggak ikut sampai rumah kan?" sahut papah sembari tersenyum.
"Jadi gitu ya pah? iya sih bener pocongnya nggak ikut sampai rumah, makasih ya pah. Sekarang Fitri udah lega deh" jawabku.
🍁🍁🍁🍁
Itu salah satu cerita pengalaman horor di hidupku, sebenarnya ada banyak. hehe