Apa yang kini menjadi keputusan brian sudah tak ada lagi yang tersisa dihati brian tentang meta.
Brian hanya fokus pada lembaran baru yang ia buka bersama liana. ya .....hanya liana masa depannya.
............................
Sepulang kerja liana langsung membersihkan diri.liana belum mengambil cuti , setelah pernikahan kemaren pun liana hanya izin satu hari. karna liana berencana cuti mendekati resepsi pernikahannya nanti.
" kok sepi apa kak brian belum pulang ya" guman liana mencari sosok sang suami.
Keduanya memang tinggal di rumah brian yang baru dibeli satu bulan yang lalu sebelum menikahi liana.
" apa belum pulang biasanya jam segini sudah pulang" bathin liana lalu menuju dapur.
Sambil menunggu brian pulang liana menyiapkan makan malam untuk sang suami. ya suami yang
sangat ia cintai orang yang kini menjadi imam masa depannya.setelah menghapus jejak teddy.
mhem.....sebuah tangan kekar memeluk tubuh
mungil liana.
" ka bri baru pulang " kata liana yang tahu betul
pemilik tangan itu.
" iya, wangi.. sudah mandi " kata brian yang meletakkan kepalanya dicaruk leher liana dan mencium pipinya.
" iya lia pikir kak bri pulang duluan tadi" kata liana seraya mematikan kompor.
" tadi macett dijalan jadi agak lambat." kata brian
melepaskan pelukannya ketika liana ingin menaruh sayur yang sudah matang.
" kak bri mau makan dulu atau mandi dulu?" tanya liana menatap sang suami.
" kaka mandi dulu saja, ok.....tunggu ya " kata brian
lalu menuju kamar untuk membersiihkan diri.
Setelah 15 menit menunggu brian pun muncul
dan liana pun langsung mengambil nasi untuk sang suami yang sudah ditunggu nya sedari tadi.
.............................
" belum tidur " kata brian ketika naik keatas ranjang
melihat sang istri masih memegang ponselnya.
" belum apa kaka sudah selesai " kata liana balik bertanya.
" cuma mengirim dan mengecek gambar calon clien" kata brian lalu merebahkan tubuhnya disebelah liana.
Liana pun meletakkan ponselnya diatas nakas .dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan brian.
" mhem.......boleh aq meminta hakku malam ini"
kata brian memeluk tubuh liana.
liana pun menatap pria yang sudah menikahinya itu lalu mengangguk kan kepalanya.
brian pun tersenyum , lalu mulai beraksi setelah tiga hari bersabar. karna tak ingin memaksa.
Apa yang terjadi terjadilah.......
karna itu sudah menjadi hak brian juga nafkah untuk liana. yang kini sudah menjadi istrinya.
Semuanya berjalan dan mengalir apa adanya.
menjalani hidup yang hanya untuk persinggahan sebelum menuju sang khaliq.
............................
" brian tunggu......aq mau bicara...." kata meta
ketika melihat brian di kantor sang suami ketika
meta mampir.
" ada apa met, kurasa tak ada yang perlu lagi bicarakan " kata bian yang menghentikan langkahnya.
" apa kau sungguh sungguh......tak mencintaiku lagi
kenapa......kenapa bri" kata meta lirih.
" kau sudah menikah, begitu juga denganku. tak ada lagi cinta diantara kita" jawab brian gusar.
" bri....tapi aq......
" ada apa ini,.........
Deg..........
" Devan.......
" kuharap kau jaga sikapmu met, ini kantor kau istriku dan brian hanya mantanmu" tegas devan menatap meta.
" aq permisi selesaikan masalah kalian" kata brian yang berlalu pergi.meninggalkan sepasang suami
istri itu.
" aq hanya....
" kau lupa met, aq sudah mengingatkanmu jangan sampai mami dan papi tahu masalah ini" kata devan tajam
" ayo...." kata devan yang menarik tangan meta ke ruangannya.
" aq tahu kau masih mencintai brian tapi kita sudah menikah apa kau tak bisa menghargaiku" geram devan tajam menatap meta.
" maaf......
" apa kata maaf mu bisa menyelesaikan masalah, kau sendiri sudah berjanji untuk melupakannya dan menerima perjodohan kita.. brian rekan kerjaku
apa kata karyawanku sampai tahu istri atasannya mengejar gejar lelaki lain" kata devan marah.
" bahkan dikantorku" kata devan menatap tajam.
" maaf dev, tapi aq......
" aq memberimu waktu untuk berpikir ulang, tapi bila ini terulang dan menjadi masalah yang didengar papi dan mami aq tak mau ikut campur" kata devan lalu meninggalkan meta sendiri.
" brak......
Bantingan pintu yang kasar membuat meta terkejut
dan membuatnya menangis...
" maaf dev, aq belum bisa melupakannya" isak meta.
Entah mengapa ia masih berharap pada brian yang sudah jelas devan adalah suaminya yang sah.sampai saat itu devan pun belum menyentuhnya setelah 3 bulan penikahan keduanya.
........................
Brian langsung merebahkan tubuhnya yang bekeringat disamping liana setelah pelepasan berkali kali, lalu mencium pucuk rambut sang istri dengan kasih sayang
" tidurlah pasti kau lelah" kata brian menarik selimut yang menutupi tubuh polos liana lalu mengecup keningnya.
" mhem....." jawab liana.
liana pun menyusupkan kepalanya didada sang suami mencari kehangatan. brian pun memeluk
tubuh liana lalu memejjamkan mata.
.............................
pagi liana sudah sibuk mengecek pasien yang ditangani nya.
" pagi lia tumben sudah datang biasanya jam delapan" kata dokter naza.
" jadwal pengecekan karna siang takut bertambah pasien" kata liana.
" ehm........
" kenapa " kata liana menatap naza heran.
" habis bercinta tadi malam ya" kata naza medekati liana berbisik.
"hah ........
Liana pun mengecek....astaga ...dia lupa bekas
kerjaan tadi malam banyak terlihat dilehernya.
lalu liana melepas ikatan rambunya dan menutupi
bekas merah yang terlihat.
' berapa ronde" kata naza mengangkat kedua alisnya.
" emang harus tahu? kata liana balik bertanya.
" ish....kalo suamiku ngak gitu buas li, beda sama suamimu yang diam diam ganas rupamya" bisik
naza.
" sudah kerja sana pasienmu menunggu " kata liana malu.
" iya...... dokter lia moga cepat buncit toh perut
" kata naza berlalu.
Liana hanya mengeleng" kalaupun buncit ngak masalah karna punya suami" bathin liana.
..............................
Sebuah tangan menepuk pundak pria yang sedang melamun seorang diri di loby hotel.
" ada masalah lagi." kata brian menatap nanar pria itu.
" aq ngak tahu bri, apa aq harus menyerah" kata devan menatap sahabat sma nya itu.
" bukannya masih banyak jalan lain." kata brian.
" coba dulu dengan obat peransang " kata brian.
" bri. ....tapi,...
" dia tak kan berani ....kau punya hak ada dirinya
takan ada suami yang dilaporkan suami mengauli istri kecuali kau menyiksanya" kata brian.
" huh.......apa itu jalan terbaik....
" mungkin......." jawab brian lalu pergi berlalu meninggalkan devan sendiri.
..............................
Meta baru saja turun dari mobil ketika melihat brian keluar....
" nanti pulang kujemput, jangan lupa minum vitamin " kata brian lalu melambaikan tangannya.
" ya hati hati.......
Dada meta bergemuruh hebat ketika melihat pemandangan didepannya. lalu mengikuti kemana
wanita yang bicara dengan brian melangkah.
" ada apa dia ke dokter kandungan." guman meta.
lalu menunggu ,setelah liana masuk keruangan
dokter sila.sesaar setelah itu liana keluar. lagi.
Setelah wanita itu pergi meta pun mendatangi dokter sila dokter spesialis kandungan.
brak......
" astaga met, apa ngak bisa ketuk pintu" kata sila yang melihat meta masuk.
" ngapain dia kesini" tanya meta.
" dia siapa maksudmu"....kata dokter sila heran.
" wanita itu barusan" kata meta penuh selidik.
" O....dokterr liana....,dia ngecek kandungannya." kata sila santai.
" dia hamil ...." kata meta terkejut.
" ya iyalah emang gue dokter apa, dia hamil dua bulan tadi kesini minta resep vitamin" kata sila cuek.
" kenapa kok ...tunggu ...jangan bilang suaminya brian mantanmu" tebak sila menatap meta.
" iya benar " jawab meta lirih.
" astaga.....maaf met tapi bukankah kalian sudah sama sama menikahkan" kata sila menatap meta bingung.
" sudahlah .....kata meta yang berlalu pergi meninggalkan ruangan sila dengan mata berkaca kaca.
..............................
meta membuka mata ketika mendapati seluruh tubuhnya sakit semua....
" astaga ...apa yang terjadi..." guman meta yang bangun dengan tubuh polosnya dibawah selimut.
" ini ...kenapa"...kata meta tak ingat apa yang terjadi tadi malam yang hanya diingatnya ia ngobrol dengan devan.
Clek ...pintu terbuka.
" sudah bangun " kara tevan yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.
"Deg .......
" apa yang terjadi tadi malam" kata meta menatap devan nanar.
" hanya hubungan suami istri, kenapa bukahkah itu biasa" jawab devan enteng tampa merasa bersalah
" kau.......
" ada apa denganku" tatap devan pada meta yang masih dibawah selimut.
" mau nambah ...." kata devan cuek.
Meta hanya terdiam merasakan sekujur tubuhnya sakit apalagi didaerah bagian bawah.
..............................
Dua bulan berlalu sudah tak terasa liana yang sedang asyik memeriksa laporan data pasien.
" bisa kita bicara " kata meta ketika masuk keruangan liana tampa mengetuk pintu.
" astaga .....ada pelu apa dokter kesini" kata liana sppan.
" langsung saja kapan kau menikah dengan brian
" kata meta sinis.
" kami menikah setelah kenal 2 minggu " jawab liana santai lalu" dia melamarku dan menikah" kata liana lagi
" kau menjebaknya..." kata meta lagi.
" apa maksud dokter meta, menjebak apa.?"tanya
liana heran.
" kau mengenalnya dua minggu lalu dia melamarmu dan langsung menikah apa itu....
bukan menjebak....kau tidur dengannya biar bisa...
Plak.........
" kau......brani skali" kata meta tajam dan hendak menampar liana.
Namun liana menangkap tangan meta dengan cepat.
" jaga bicara anda dokter meta, saya memang jenior disini bukan berarti anda seenaknya menghina saya" kata liana menatap meta tajam.
" tapi itu benar kan, " kata meta emosi.karna dapat tamparan dari liana atas ucapanya yang kasar.
"kami menikah secara sah,melakukannya dalam penikahan . atas dasar apa dokter menuduhku
menjebak suami saya" kata liana kesal.
" pergi dari ruangan ku, apa kau datang kesini untuk menghinaku atau kau menyukai suami saya dokter meta " kata liana menatap tajam.
Meta pun diam lalu menatap liana sebentar lalu pergi dari ruangan itu.
Ketika hendak masuk keruangannya tiba tiba.
" meta.....
Brian yang melihatnya pun langsung menangkap tubuh meta yang limbung hampir jatuh.
" mas taruh dibrankar mas " kata seorang perawat yang melihat brian menolong meta.lalu dua perawat lain datang untuk membantu.
" ya sus tolong diperiksa biar saya telp suaminya.
" kata brian yang menghubungi devan.
.......................
" slamat ya dev, meta hamil 8 minggu lihat bayinya
sehat." kata sila mempelihatkan gambar biji kecambah .
" alhamdulilah " kata devan yang melihat meta
yang terpaku diam.
" a...a....aq hamil sil...." kata meta tergagap.
" iya slamat ya kamu mau jadi ibu.
Jedarr.............
serasa disambar petir meta mendengar.matanya berkaca kaca dan hatinya kacau. kini semuanya sudah tak bersisa. .ya....meta hamil anak devan
kejadian malam itu membuahkan hasil.
Devan hanya diam menatap wajah meta
kini babak baru sudah di mulai....
buah dari kesabaran nya nyata. semua sudah selesai meta tidak akan lagi mengejar brian
karna brianpun sudah punya tangung jawab lain.
Brian yang berdiri dibelakang pintu pun melangkah
pergi. ...menjauhi ruangan itu. hatinya serasa perih namun juga sedikit lega....kini semua sudah selesai
meta dengan kehidupannya . dan ia pun dengan kehidupannya dengan liana....
" kak bri...." kata liana terkejut ketika brian membuka pintu ruangannya.
" ayo makan siang" kata brian tersenyum.
" aq pikir tadi kaka lupa karna ini sudah jam satu." kata liana yang memang belum makan.
" masa kaka lupa dengan bumil ini" kata brian
mencium pucuk rambut liana.
" ayo kasihan dede bayinya lapar" kata brian menunggu liana merapikan meja.
" iya sbentar ini ta bereskan dulu" kata liana.
Lalu mereka pun pergi untuk makan siang bersama seperti biasa.senyum merekah terlihat diwajah liana. sedang brian menatap liana nanar
namun ia pun akhirnya ikut tersenyum bahagia.
" kaka mencintaimu" kata brian mengengam tangan liana.
" lia juga " kata liana.
Lalu kedua pun keluar dengan bergandengan tangan sambil melewati taman rumah sakit
mereka saling tersenyum untuk menyambut lembaran hidup baru. dan menghapus jejak masa lalu.
Tamat.
.