Kenangan itu masih terukir di ingatannya. Jelas - jelas sudah berlalu tapi masih begitu membekas di hatinya. Luka yang diberikan sang pacar bukan hanya sekedar bertahan pada perselingkuhan tapi juga pengorbanan perasaan. Tetesan air mata terkadang masih mengalir ketika teringat akan masa lalu itu. Ya sang Kuasa hanya mengujinya agar tetap tegar menghadapi hidup. Karna kenyataan yg sebenarnya terkadang lebih pahit dari angan - angan.
Saat itu tahun 2018 saat pertama kali dia mengerti arti dari sebuah rasa sayang tapi ternyata hanya tempat pelampiasan saja.
Siapa yang saat itu tidak kenal dengan Arfan anak orang kaya yang punya pergaulan baik di masanya. Dan siapa yg tidak mau jadi pacar dari Arfan. Termasuk Armi anak remaja yang baru pertama mengenal arti pacaran.
Saat itu Armi masih dibangku sekolah. Dia mengenal Arfan dari sahabatnya Onsa. Onsa adalah teman deket Armi dari 2 tahun yg lalu. Belum lama tapi mereka sudah sejalan pemikiran jadi begitu cepat dekat.
Dan perkenalan Armi dan Arfan terjadi begitu singkat. Karna Arfan tiba tiba menyatakan cinta pada Armi disaat ulang tahun Arfan. Armi kebingungan saat itu. Dia berfikir belum lama kenal kenapa Arfan begitu cepat menyatakan perasaannya. Dan memaksa Armi memberi keputusan dalam waktu 2 hari ini.
Akhirnya Armi menerima pernyataan cinta itu. Dia berfikir jalani saja dulu.
Namun kebahagian itu tidak berlangsung lama. Armi diberi tahu sahabatnya Onsa bahwa Arfan punya pacar lain dan ternyata sudah perpacaran lebih dulu daripada sama Armi.
Armi syok saat itu. Tapi beruntungnya Armi belum terlalu cinta pada Arfan.
Suatu waktu saat Armi dan Arfan bertemu.Armi berusaha menanyakan soal omongan Onsa kemarin. Dan jawaban Arfan membuat Armi tak habis pikir. Apa jawaban Arfan pada Armi. " Ya aku memang punya pacar selain kamu. Kita kan juga belum tentu berjodoh. Untuk apa kita fokus hanya punya satu pacar saja."
Mendengar itu sontak Armi bagaikan tersambar petir disiang bolong. Tapi Armi dalam hati bersyukur karna belum terlanjur cinta seutuhnya pada Arfan. Armi pun tersenyum sembari berkata "Benar belum tentu kita berjodoh. Jalani selagi kita mampu. Jika sudah tak sanggup kita akhiri saja."
Arfan menggelengkan kepala mendengar ucapan Armi.
Waktu berganti. Tahun mulai berlalu. Armi dan Arfan masih bertahan pada hubungan itu. Dan ternyata pacar Arfan yang memilih untuk memutuskan Arfan. Karna mengetahui latar belakang kehidupan percintaan Arfan yang belum Armi ketahui.
Suatu ketika Armi sedang asyik ngobrol dengan teman lamanya Isna. Sedang asyiknya ngobrol tiba tiba tak jauh dari tempat duduk mereka terlihat Arfan menggandeng wanita lain dan terlihat mesra. Isna seketika marah marah dan hampir menghampiri mereka. Namun dicegat oleh Armi. " Sudahlah. Biarkan saja." Armi sebenarnya tidak tahan oleh perlakuan Arfan. Armi mengira setelah setahun berlalu kelakuan Arfan akan berubah ternyata tidak.
Sesampai dirumah Armi kembali memikirkan kejadian tadi. Tak disadari air mata Armi mengalir dipipinya. Dalam lamunannya dia tak menyadari ada orang datang menyeka air matanya. "Radit." Armi menangis lagi sambil memeluk begitu saja Radit yang baru datang. Radit adalah orang yang paling dekat dengan Armi. Sahabat sekaligus teman terbaik Armi. Dimasa kecil Armi dan Radit selalu bersama. Tak ada rasa cinta diantara mereka berdua. Radit pun juga sudah memiliki pacar. Dan Armi dan pacar Radit pun sudah saling mengenal baik.
Pagi harinya Arfan datang kerumah Armi. Armi berpura pura tidak terjadi masalah padahal hatinya terluka. Arfan mengajak Armi menemui seseorang yang dari dulu sebenarnya ingin dia temukan ada Armi. Pada awalnya Armi menolak. Namun karna penasaran Armi pun mau.
Mereka pergi tak lama setelah mengobrol. Dan sampailah disalah satu rumah didekat taman. Arfan pun mengajak Armi masuk rumah. Dan tak lama keluarlah seorang wanita dan betapa terkejutnya Armi ternyata wanita itu adalah wanita yg diajak Arfan waktu itu.
"Hallo kak. Saya Sekar. Teman Arfan sekaligus adik." Arfan pun nyaut "Adik darimana." Armi tersenyum sambil ikut basa basi. Sementara hatinya ingin menangis melihat mereka yang begitu akrab.
Waktu pun berlalu sore. Arfan dan Armi berpamitan. Sekar pun dengan senyum sumringah mengantar mereka pulang.
Dijalan Arfan berkata "Dia adalah orang yang aku sayangi. Aku cintai. Dan bisa dibilang wanita pujaanku." Armi sontak kaget bukan kepalang. Hatinya hancur sudah berkeping keping namun mencoba untuk kuat. " Lalu apa maksud kamu mempertemukan aku dan dia. Apa kamu masih punya hati. "
Arfan pun menjawab " Lebih baik aku jujur kepadamu daripada aku selalu bohong padamu.
Aku memang suka, sayang dia. Tapi dia enggak merespon aku." Arfan pun menangis "Aku sampai saat ini masih setengah hati padamu."
Armi berfikir mungkin inilah penyebab Kak Stea memutuskan Arfan.
Ya memang benar. Stea mengetahui kedekatan Sekar dan Arfan dan tidak dapat menahan akhirnya mereka berakhir.
Arfan "Jika kamu mampu membuatku melupakan Sekar. Aku akan sepenuhnya menyanyangimu. Jika tidak kita akan akhiri hubungan ini."
Armi menatap Arfan sembari berkata "Berapa lama."
Dengan santainya Arfan berkata "Selama aku bisa melupakannya. Jika tidak ya aku minta maaf. Selamanya tetep ada dia dihatiku."
Sambil menyeka air matanya Armi tertawa seperti meledek ucapan Arfan. Begitu mudahnya cinta dipermainkan. Armi yang mencoba berjuang walaupun akhirnya menyakitkan. Tapi Armi sedikit lega karna Arfan akhirnya jujur padanya.
Kini tinggal Armi memutuskan bertahan atau mengakhirinya.