Sosok lelaki yang berpakaian serba hitam itu seperti biasa melakukan pertunjukan di sebuah wahana permainan di pusat kota. Hari itu orang-orang hanya sedikit yang menonton segala aksi dan pertunjukan yang dia gelar.
Pria yang sangat pintar memainkan sulap itu begitu piawai membuat orang terperangah dan bertepuk tangan riang gembira. Segala aksi dan pertunjukan yang menguji adrenalin terutama benda-benda asing yang keluar dari balik jubah dan tangannya. Hujan yang semakin deras membuat mereka satu-persatu meninggalkan tempat. Sampai tidak ada lagi yang menonton pertunjukannya.
Pesulap itu memutuskan untuk berpindah tempat ke wilayah lain. Saat di perjalanan, dia melihat sebuah pasar yang ramai di dekat wilayah perbatasan kota.
“Para hadirin, silahkan lihat aksi pertunjukan ku ini!” seru si pesulap sambil tersenyum lebar.
Hari semakin sore, langit sudah tertutup awa hitam akibar mendung. Si pesulap itu masih tetap melakukan pertunjukannya. Tanpa dia sadari dia telah masuk ke wilayah perkampungan hantu yang tak di ketahui penontonnya.
-END-