"ikuti kata hatimu jadilah diri sendiri...."itulah kata kata terakhir Aurel kepadaku sebelum kepergiannya.Kala itu diriku menangis tanpa henti tak ikhlas menghadapinya.
Sudah 2 tahun itu berlalu.Sekarang aku telah menjalani kehidupan yang normal.Lika liku kehidupan mewarnai perjalanan hidupku.Aku mengikuti apa yang dikatakan Aurel.Aku selalu mengikuti apa yang benar pada hatiku dan menjadi diriku sendiri.
Hari ini aku berniat mengunjungi Aurel.Mungkin Aurel telah lama menungguku.Gerimis mulai mengawali pagiku.Sama seperti waktu itu.
Waktu itu aku bergegas pergi ke sebuah kafe dengan berlarian di sepanjang jalan penuh genagan air.Ketika aku sampai aku segera mencari meja yang telah ditentukan oleh orang yang menelponku tadi.Kulihat dari belakang seorang wanita tengah duduk dikursi dengan gaya yang elegan.Nampak wajak yang telah lama kurindukan melihat ke arah jendela.Dengan suara gemetaran karena bahagia bercampur haru,kupanggil namanya"Aurel...".Wanita yang kupanggil namanya langsung menoleh kearahku sambil tersenyum dan berkata"Hei Aurora...gimana kabarmu?"Aku yang mendengar suaranya langsung memeluknyasambil menangis"ini bukan mimpikan...ini nyatakan!?"tanyaku yang masih didalam pelukannya.Aurora hanya mengangguk sambil membalas pelukanku"ini nyata ra....kalaupun mimpi aku pun ingin ini abadi"ujarnya menyakinkan.
Ini adalah pertemuan pertama diriku dangannya setelah 5 tahun tidak bertemu.Reuni yang bahagia sekalifus haru adalah awal dari perpisahan.Kami berbincang bincang santai dan bercanda,pergi ke taman dan berbelanja sampai matahari terbenam ke ufuk barat barulah kami berpisah.Aku tidak tahu kalau itu adalah awal dari rencana Sang Pencipta.
Kembali ke awal.Pagi ini aku pergi mengunjungi Aurel.Dengan payung ditangan,kulewati genangan air dengan langkah yang mantap.Tak lupa aku singgah ke toko bunga membeli buket bunga.Setelah 15 menit aku telah sampai di tempat Aurel berada.Aku hanya diam memandanginya,lama aku terdiam aku mulai membuka suara dengan menyapanya"Hai Aurel apa kabar?...langit hari ini agak mendung ya?"ujarku yang telah menitikan air mata.Tidak ada jawaban yang kudengar,aku melanjutkan kata kataku"kamu pasti udah tenang kan?gak tertekan lagi,gak sakit lagi...iyakan?"kataku tapi tak ada balasan darinya."kau tahu aku ke sini ingin ngasih tau kalau hidup aku udah gak tertekan dan gak terkekang lagi.....ya...kadang kadang pekerjaan bikin aku muak dan terbebani sih.tapi itu bisa aku atasi dengan mudah."ucapku menyombongkan."Oh ya hampir lupa.....ini aku ada bawakan bunga favorit kamu.kamu pasti suka!"Diriku mengambil bunga yang tadi kubeli di tengah perjalanan kesini dan memperlihatkan kepada Aurel."ini bunga lily kesukaanmu....Selamat Ulang Tahun Aurel Leticia"ujarku menitikan air mata.kuletakan bunga tersebut di depan makamnya."Semoga kamu tenang disana."ujarku sebelum pergi.