Hari sudah malam, aku sedang berjalan ke arah rumah, tapi entah mengapa perasaanku tidak enak, lalu ada seseorang yang menghampiriku, dia berlari ke arah ku dengan sangat cepat, lalu dia memukulku hingga kepalaku terluka dan mengeluarkan darah, lalu saat aku bangkit lagi dia menendang perutku dengan sangat keras sehingga aku mengeluarkan darah dari mulutku, tubuhku mulai tidak seimbang dan ingin jatuh, pandangan ku mulai kabur, hingga akhirnya aku terjatuh dan pingsan.
saat aku sadar aku berada di rumah sakit, para dokter ingin mendengarkan ceritaku mengapa aku bisa begini, akan tetapi ingatanku kabur, aku tidak bisa mengingat apapun tentang kejadian tadi malam, dan juga walaupun aku mengingatnya, mungkin aku hanya akan bilang ini sebuah kecelakaan, karena mungkin mereka tidak akan percaya bahwa aku di serang oleh seorang iblis, ya hanya itulah yang kutahu, aku hanya ingat saat aku diserang, dan itu juga hanya sekilas, dan saat di serang aku melihat kearah tangan itu, tangan yang terlihat berbulu dan menyeramkan, dan juga entah mengapa aku hanya ingat saat di memukul mukaku, apa ini efek dari iblis itu?, dan juga mengapa dia menyerangku?.
setelah perawatan selama seminggu di rumah sakit, akhirnya hari ini aku sekolah, aku bukanlah anak populer di sekolah maupun kelasku, akan tetapi aku adalah wakil ketua murid, sebenarnya aku tidak tahu mengapa Mirai (ketua kelas) memilihku, tapi aku tidak keberatan akan hal itu. saat aku datang ke kelas, semua teman kelasku melihat ke arahku, lalu Mirai datang ke arahku dengan perlahan dan berbisik padaku “Takeza, kau terluka sangat parah, sepertinya kau di serang seseorang”, lalu aku sedikit kebingungan dan bertanya-tanya dalam kepalaku, mengapa dia bisa tahu tentang ini?, lalu aku berbisik padanya “saat pulang nanti, kau tunggu di sini”, dia pun mengangguk mengiyakan, lalu di saat kami saling berbicara dengan pelan guru kami datang, aku pun duduk di bangku ku seperti tidak terjadi apa-apa.
sekolah sudah usai, aku dan Mirai diam dikelas hingga semua orang keluar dari kelas ini, dan disaat semua orang telah keluar kami memulai pembicaraannya, “kau di serang kan?, ini aneh sekali, padahal kau tidak terlalu populer di kalangan kami, tapi kau di serang” ucapnya, “ya aku juga tidak tahu akan hal ini, akan tetapi sepertinya orang yang menyerangku adalah orang yang telah mengincarku dari lama, dan telah mengawasi ku juga” ucapku, “bagaimana ciri-cirinya?, beritahu aku, aku akan membantumu mencari orang itu” ucapnya, lalu aku mencoba mengingat hal itu tapi sepertinya percuma, karena.... “kalau tidak salah dia menggunakan jas hujan yang sangat besar, dan juga matanya bercahaya merah, dan tangan kirinya menurutku itu adalah tangan monyet suruga atau iblis” jawabku, “begitu ya, semua itu percuma, kalau begitu..., kita hanya harus tahu siapa orang yang dendam padamu, baiklah mungkin akan ku cari” ucapnya, “ah.. kalau begitu terimakasih, baiklah sampai sini saja hari ini, kita lanjut besok atau lain kali saja” ucapku, “ya kau benar” balasnya.
Saat aku pulang dari sekolah, tiba-tiba ada yang berlari dengan cepat ke arah ku, dan dia memanggilku, “Kak Takeza....., tunggu!”, ternyata dia adalah adik kelas ku, lalu aku menghentikan langkahku, akan tetapi walau aku tak menghentikan langkahku mungkin dia tetap bisa mengejar ku, dia berhenti di hadapan ku, “kak, kalau tidak salah kau dekat dengan Mirai kan?” tanya nya, “ya, begitulah, karena aku wakil ketua kelas jadinya aku cukup mengenalnya” jawab ku, “oh begitu ya, padahal dia adalah orang yang sangat tertutup, dan bahkan saat sekolah menengah pertama dia hanya memiliki beberapa teman” ucapnya, lalu aku melihat kearah tangan kirinya yang di perban, lalu aku bertanya padanya “ada apa dengan tangan kirimu?”, lalu setelah aku menanyakan hal itu dia agak sedikit terkejut, “tidak, tidak apa-apa, mungkin akan ku ceritakan besok, karena besok adalah hari Sabtu sekolah akan libur, oleh karena itu, bila kau ingin tahu tentang tangan ini besok siang datanglah kerumah ku” jawabnya, lalu aku dengan ragu menjawab padanya, “ya baiklah, tapi...” sebelum aku menyelesaikan kata-kata ku, dia sudah berlari dengan cepat meninggalkanku, entah mengapa kecepatan larinya sangatlah tidak masuk akal. sesampainya di rumah aku menelepon Mirai, lalu aku menceritakan kejadian tadi sore, lalu Mirai berkata padaku bahwa orang yang tadi aku temui adalah Shin, dia adalah seorang atlet basket, dan juga mereka berdua adalah tim, hanya saja sejak Mirai mengalami suatu masalah, ia menjadi orang yang sangat tertutup. lalu setelah aku menutup telepon itu aku melihat ke arah jendela ku, disana terlihat sebuah noda, dan bila diamati noda itu adalah noda tangan yang menempel pada jendela, walau sebenarnya aku ketakutan, tapi aku tetap mendekati noda itu, lalu aku menyadari sesuatu bahwa noda ini adalah lumpur atau tanah yang menempel di tanah, lalu tangan yang telah terkena noda itu menempel di jendela ini, lalu aku berpikir sesuatu yang aneh yaitu, mungkin selama ini aku telah diawasi.
matahari telah terbit dari arah timur, aku membawa sepedaku dengan cepat ke rumah Mirai, karena mungkin aku bisa membawa beberapa saran saat di rumah Shin nanti, akan tetapi aku menyadari suatu hal, aku lupa menanyakan alamatnya, tapi sepertinya aku hanya perlu menanyakan alamatnya pada Mirai, karena mungkin dia tau. sesampainya aku di rumah Mirai, aku mulai bercerita tentang noda tangan itu, dan juga tentang Shin, akan tetapi di saat pembicaraan ku Mirai memotong kata-kata ku, “hentikan!” dengan nada keras, “aku tidak mau mendengar kata Shin lagi dalam pembicaraan ini, aku merasa bahwa aku telah menyakitinya saat waktu di sekolah menengah dulu, aku tidak mau mendengar namanya, aku selalu merasa bersalah” lanjutnya, lalu aku pun mengerti akan hal itu, aku pun menanyakan alamat rumah Shin padanya, “ini alamatnya, tapi..., bila kau butuh bantuan ku, panggil aku, jangan sungkan-sungkan” ucapnya, lalu aku tersenyum “baiklah, kutunggu” jawabku, aku pun pergi menuju rumah Shin, aku ingin tahu apakah dia orang yang telah menyerangku waktu itu.
Aku mengetuk pintu gerbang rumahnya, lalu beberapa detik kemudian dia keluar dari pintu itu, “oh, kak Keza, selamat datang, masuklah” perintahnya, aku pun masuk kedalam, aku melewati halaman yang cukup luas, lalu aku masuk kedalam rumah yang cukup nyaman, aku diajaknya ke kamar miliknya. saat kami di kamar dia menutup pintu, lalu dia menanyakan sesuatu padaku “ kak Keza, kau pernah di serang seseorang kan?”, lalu aku sedikit terkejut, aku pun menjawab pertanyaannya itu “iya, aku diserang seseorang”, lalu Shin mengatakan hal yang mengejutkan lainnya “akulah orang itu, dibalik tangan perban ini, terdapat tangan yang mengerikan”, lalu dia membuka perban di tangannya itu, “lihat lah ini (sambil membuka perban dengan perlahan), kau tau ini tangan apa?” terusnya, lalu aku sangat terkejut dengan hal itu, aku melihat tangan berbulu yang saat itu menyerangku, “ini kaki monyet suruga kan?” tanyaku, “bukan, ini sepertinya adalah tangan iblis” jawabnya, “lalu mengapa bisa seperti ini?” tanyaku, lalu dia terlihat sedih dan mulai bercerita padaku “ceritahya sangat panjang, ini dimulai saat sejak aku berada di sekolah menengah pertama kelas satu, pada saat itu aku mengikuti kegiatan klub basket, lalu aku melihat seseorang yang sangat hebat, dia adalah Mirai, aku sangat ingin menjadi sepertinya, dia seperti malaikat yang datang, dia menjadikan tim ku ini menjadi tim hebat, akan tetapi aku adalah ketua dari timku, aku tidak ingin tertinggal. lalu pada suatu hari saat aku berjalan ke arah rumahku, aku melihat seorang kakek yang sedang memegang sebuah kotak, lalu dia membuang kotak itu, aku pun mengambil kotak itu, lalu saat ku buka kotak itu berisi sebuah sarung tangan yang menyeramkan, aku pun mencoba memakainya, lalu beberapa hari kemudian entah mengapa lari ku terasa menjadi cukup cepat, dan juga aku menyadari satu hal, yaitu lemparan bola ku menjadi sangat bagus, aku pun melepas tangan itu, akan tetapi kecepatan lariku masih cepat, lalu aku berpikir bahwa tangan ini memberi ku kekuatan, akan tetapi karena suatu kejadian aku merasa aneh saat menggunakan tangan itu. pada suatu hari tim ku akan melawan tim dari sekolah tetangga, akan tetapi tim itu disebut-sebut sebagai tim yang sangat kompak dan kehebatan ketuanya sudah terakui semua orang di sekolah itu, aku yang ketakutan pun membuka kotak itu lagi, akan tetapi aku sedikit menyadari bahwa tangan itu sedikit memanjang dan agak berbulu dari sebelumnya, tapi aku sudah tidak peduli apapun lagi, aku pun tidur sambil memakai tangan itu dengan berharap mendapat sedikit kekuatan untuk mengalahkan tim itu. akan tetapi keesokan harinya dikabarkan bahwa kapten dari tim basket itu terluka parah dan koma, jadi pertandingan itu dibatalkan, lalu saat itu kami diberikan rekaman cctv dari rumahnya, disana terlihat orang dengan berjas hujan bermata merah cerah dan bertangan iblis masuk kekamar anak itu dan ingin melenyapkannya, lalu aku sadar sesuatu, tadi malam aku bermimpi seperti itu juga, lalu aku berpikir jangan-jangan aku lah yang melakukan semua ini, akan tetapi karena tangan akan kulepas aku sudah tidak khawatir lagi. akan tetapi terjadi sebelum aku melepas tangan itu, aku mandi di dan berendam, akan tetapi saat aku mengangkat tangan ku tangan iblis ku tiba-tiba merambat sampai ke sikut dan berbulu lebat, dan juga aku tidak bisa melepas tangan itu sampai dimana aku tidak bisa bermain basket lagi, itu karena tangan itu, walau sudah kututup dengan perban, tapi rasa saat aku memegang bola seperti tidak terasa, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari klub basket, hingga saat aku SMA, di sana aku terus berlatih basket hingga aku cukup terbiasa, akan tetapi entah mengapa Mirai tak terlihat di klub basket, dan saat aku menyapanya dia selalu memalingkan wajahnya, aku tidak tahu apa yang terjadi, akan tetapi dia seperti terkena masalah, akan tetapi aku masih ingin berteman dengan, aku terus mencoba usahaku, sampai dimana aku melihatmu dengan Mirai cukup akrab, sepertinya dalam hatiku aku merasa kesal dan cemburu, hingga dimana aku bermimpi menyerang mu, tapi anehnya kau tidak koma ataupun mati, aku benar-benar kebingungan akan hal itu. dan juga aku ingin bertanya padamu, apa kau mau membantuku akrab lagi dengan Mirai?” ucapnya, lalu aku menjawabnya “maaf, tapi dia tidak mau mendengar namamu lagi, karena dia merasa bersalah padamu”, lalu dia kebingungan “bersalah?, entahlah tapi kau harus lari nanti malam, sepertinya tangan ku ini akan mengamuk lagi, kau harus lari”, aku pun menelan ludahku dan berkata “kalau begitu aku akan melawan mu, tapi apa tidak ada cara lain?”, “ada hanya saja..., cara satu-satunya adalah memotong tangan ini, dan yang harus memotongnya adalah orang yang akan tangan ini bunuh” jawabnya, aku berkata padanya “kalau begitu lawanlah aku hingga kau puas”, “tapi menurutku lebih baik kau memotong ini” dia mengucapkan itu sambil mengeluarkan air mata, “tidak, aku tidak akan melakukan itu, mungkin bila tangan itu berhasil ku kalahkan mungkin kau akan kembali normal” ucapku.
malam pun tiba, aku pergi ke rumah Mirai untuk meminta bantuan, lalu saat dijalan aku melihat iblis itu, dia seperti terlihat sangat marah padaku, lalu ternyata dia berkata padaku “hmm masih hidup ya”, saat aku mendengar suara itu, suara itu bukanlah suara Shin sama sekali, itu adalah suara roh dari tangan itu, sebelumnya aku telah membaca sebuah artikel di sebuah blog, artikel itu bertuliskan sebuah informasi tentang legenda tangan iblis, dan penjelasan didalamnya adalah bahwa tangan iblis adalah tangan kutukan yang di dalamnya terdapat roh-roh jahat, dan itu bisa menguasai tubuh penggunanya dalam beberapa bulan atau tahun tergantung dari kekuatan hati si pengguna. dia lari ke arah ku dengan cepat dan memukul kepalaku hingga aku terpental, aku mencoba untuk berdiri akan tetapi dia menendang perutku, walau itu bukanlah pukulan dari tangan itu tapi kekuatannya sama saja, aku mulai merasakan sakit di sekujur tubuhku, aku pun terjatuh, tapi aku mengangkat tubuhku lagi dan berkata padanya “apa hanya segitu?, itu semua tidak bisa membunuhku” lalu dia terlihat sangat marah padaku, lalu dia meluncur ke arahku dan memukul perutku hingga aku mengeluarkan darah dari mulutku, kepalaku mulai mengeluarkan darah, aku juga sudah merasakan tubuhku tak stabil, lalu dia meluncur ke arahku sembari mengatakan matilah!, akan tetapi tiba-tiba Mirai berada di depan ku, dan juga tiba-tiba saja iblis itu terhenti, “Mi...Mirai...., akhirnya kau datang” ucapku, “maaf bila telat, tapi semoga kau baik-baik saja” ucapnya, lalu iblis itu membuka penutup kepalanya dan matanya kembali seperti Shin, “kak.. Mirai...” ucap Shin sembari menangis, “maafkan aku Shin, aku menjauhi mu bukan karena aku memusuhi atau apapun, aku menjauhi mu karena aku merasa aku bersalah, saat itu kau tiba-tiba saja keluar dari klub, kukira kau benar-benar marah padaku karena aku merebut kepopuleran mu, tapi setelah aku membaca cerita yang dikirim Takeza, aku menyadari hal itu”, lalu Shin benar-benar menangis dia memeluk Mirai dan juga... tangan itu terlepas. aku tahu semua ini karena aku melihat sebuah artikel di website, aku melihat cara-cara melepaskan tangan ini, ternyata terdapat cara yang mudah, kita hanya perlu terluka parah agar dan memancing seluruh kemarahan yang ada pada tangan iblis itu, dan juga di saat semua itu ada harus ada salah satu orang yang dicintai korban datang, ya itulah yang kupikirkan, Mirai adalah seorang yang baik, dia pastinya memiliki banyak teman, mungkin saja ini semua sudah benar, dan juga yang penting aku tidak kehilangan nyawaku.
character : Takeza (male)
Mirai (female)
Shin (female)