Semua melihat ke arah ku. Setiap ku berjalan orang orang terus memerhatikan ku disekolah. Sampai dikelas aku dibuli abis abisan, karena badanku gemuk
Itulah kehidupanku yang menyedihkan. Meski ada beberapa orang yang sering buli aku tetapi aku memiliki 3 teman perempuan dan 1 cowo laki-laki yang baik kpdku. Meskipun begitu aku tetap dibuli karena aku jelek dan gemuk
"Eh lan,kau dah siap apa PR mtk nya? "
Seorang cewe menoleh kebelakang menghadap ku
"Ya, meski aku benci mtk tapi aku tetap kerjain asal asalan yang penting gk kena omel guru lah"
"Ih nyontek donk"
"Ck kebiasaan la kau ni sit"
"Mana mana bukunya"
Ku keluarkan buku mtk dari tasku dan ku pinjamkan kepada siti teman ku. Ya jujur aku g mau kasih tapi hanya dia yg baik kpd ku dikelas ini. Mau tak mau kukasih aja biar kmi makin dekat
Dulu aku sangat gendut sehingga sulit untuk memakai baju yang cantik namun beberapa hari diet ya bisa dibilang masih mending.meski bagitu kebanyakan orang selalu mempermainkanku..
Saat siti lagi menyontek buku ku dan ku temani tiba-tiba ada segerombolan cewe merebut buku dari tangan siti
"Hay balikkan woi"\siti
" wis siti gk tau malu kerjain PR disekolah"\kayla
"Wah wah wulan baik banget tau diri klo orang rendahan kayak dia harus nurut"\gintang
" haha satunya dower dan satunya lgi gendut haha Cocok banget sampahnya haha"\amel
Siti temanku yg juga sering dibuli hanya karena mulutnya dower meski begitu bagiku siti itu cantik dan memiliki tubuh yang bagus. Sedangkan aku lebih buruk dari dia.Aku merunung kesal terhadap mereka. Sedangkan siti mencoba mengambil kembali buku ku. Namun. ..
Kryaaak!
Buku ku disobek sama mereka. Aku pergi berlari menjauh dari mereka dan terpaksa meninggalkan siti. Aku berlari menangis tak tahan dengan sikap mereka yang tidak menghargai ku. Sampai di atap sekolah, tempat yang kusuka untuk menenangkan diri. Aku bersandar di dinding sambil membersihan air mata diwajahku.
"Kenapa, kenapa aku selalu tidak dihargai. Aku hanya ingin berteman seperti orang normal lainnya. Hiks hiks.. Hanya karena aku gemuk jadi aku dibedain.. AKU BENCI DIRIKU!!! " teriakku dengan kuat
"Klo kau benci dirimu knp kau tidak mati saja"
Takku menyadari, ternyata ada orang lain selain aku ditempat ini. Aku melihat seorang cowo yang lagi berbaring seakan mau tidur terus terganggu karena ku. Dia bangun dari tidur nya lalu melihat ke arahku
"Eeeeh hiks hiks"
Aku makin menangis rasa perih dihatiku makin kuat
"Eh... "
Dia sontak terdiam karena membuat ku makin sedih
"Hais aku bukan bermaksud membuat mu makin sedih"cowo tersebut berjalan mendekati ku
" kau seharusnya bersyukur, ada orang yang lebih parah darimu bahkan dia bertekad untuk mati dan bunuh diri"
"Heee akupun tadi berpikir untuk mati terjun dari sini"
"Ha... Hais kau ribet bet sih bingung aku jadinya mau bicara apa lagi"
"Pfft.. Hahaha aku hanya bercanda, lagi pula islam kan melarang kita untuk bunuh diri.yah meski aku banyak cobaan"
"Dih sok soleha lu"
"Sok keren lu" aku mengkerut kan bibirku tanda aku gk seneng sama dirinya
Dia terdiam lalu menghapus air mata yang tersisa di wajahku
"Meski kau gemuk tapi kau cukup imut"
Ucapannya membuat ku terdiam baru pertama kali nya ada orang yang bilang aku begitu. Dia membuat ku bingung dan terus menatap nya. Kmi saling menatap. Setelah ku lihat lihat dia cowo yang ganteng,hangat juga memiliki bulu mata yang lentik dan keren tapi familiar bagiku, siapa dia?
Tiba tiba lonceng kelas berbunyi aku langsung mendorong cowo itu lalu langsung pergi lari menuju ke kelas.aku terheran heran siapa cowo tersebut
Disiang bolong yang cerah. Aku makan dikantin bareng nikita temen kelas samping. Kami memang seumuran yang akrab. Setelah memilih milih makanan kamipun mencari tempat untuk duduk makan. "Disitu lan, yok" dia menari lengan ku dan kamipun duduk, niki duduk disamping ku jujur dia cukup menempel samaku tapi aku malah suka klo dia deket samaku
"Eh lan"
"Mmm? Nyam"
"Tadi aku liat ada fahri lagi main sama kucing ooh imut nya"
"Fahri? Fahri yang mana? Nyam nyam"
"Iih itu lho fahri anak orang kaya yang terkenal. Ayahnya memiliki 10 perusahaan dan dia diangkat juga sebagai Pangeran karena dia tampan dan kaya"
"Haa?" otakku masih tak mau nyambung
"Hais makhluk apa lah kau ribet banget dikasih tau. Itu lho ciri ciri nya rambut nya warna biru keunguan, ganteng, keren kulit putih dan punya bulu mata yang sedikit lentik"
"Ooh... Eh?!"
"Ha ada apa lan? "
"{Bulu mata yang lentik, rambut berwarna biru keunguan rasanya mirip seperti.... Apaa mungkin! }"
"Niki"
"Hmm nyam nyam? "
"Namanya siapa tadi? "
"Fahri, idaman semua cewe termasuk aku wadau"
"{Fahri wajar saja familiar, aku pernah melihat nya waktu di taman dia dikelilingi sama banyak cewe}"
Lagi lagi bel berbunyi kali ini bel berbunyi waktu nya pulang sekolah. Aku berjalan kaki dengan pelan sambil menyapa orang yang kujumpai. Aku melihat seorang nenek membawa belanjaan keberatan, aku tak tega melihat nenek itu susah payah, aku langsung berlari mendekati nenek tersebut
"Hai nek"
"Oh Hai nak.hehh"
"Nenek seperti nya nenek bawa belanja kebanyakan wulan bantu ya nek? " aku tersenyum ramah sambil mengambil kantong plastik ditangan nenek
"Sebenarnya kau gk usah repot repot tapi makasih banyak yah"
"Ya nek. Rumah nenek dimana? "
"Di simpang kantor camat sana"
Untuk saja tidak terlalu jauh. Tapi aku heran knp nenek ini bertekad jauh jauh pergi.
Setelah sampai ke tujuan aku langsung pergi ingin pulang. Saat di perjalanan aku melihat anak anak disekolah ku sedang main dengan kucing.
"Hey hey kucing yang malang enaknya diapain yah"
"Ih jauhkan kucing itu bau"
"Ish buang aja lah"
"Oke"
Aku sebenarnya ingin menyelamatkan kucing tersebut namun aku gk berani. Saat ku melihat lagi ternyataa anak anak tersebut melemparkan kucing ke dalam sungai dan kucing tersebut berteriak dan menggerakkan kakinya namun tidak bisa. Ia hampir tenggelam
Aku melemparkan tasku lalu melompat ke dalam sungai. Aku berusaha menggapai kucing tersebut. Dapat..
Tapi aku lupa aku g bisa berenang. Aku teriak minta tolong banyak yang memerhatikan tapi tak ada seseorang pun yang mau menolong ku. Karena tidak ada yang menolong aku lempar kucing ini ke permukaan diatas tanah. Kucing tersebut lemah tak berdaya sama seperti ku yang lagi tenggelam. Aku hanyut ke dalam sungai dan aku berfikir mungkin ini sudah takdir ku. Sebelum aku pingsan aku melihat seseorang berenang dan mencoba meraih ku namun aku sudah pingsan kehabisan nafas
tak berapa lama aku terbangun dan memuntahkan air dimulut ku. saat ku berpaling ternyata ada sosok cowo yang ternyata dtg menolong ku
"dasar kau ini klo gk bisa berenang gk ush lompat ke sungai bodoh"
"aku.. aku hanya ingin menolong kucing itu saja. eh... "
aku terkejut kucing itu berada dipelukan sosok tersebut
"alhamdulillah kucing nya selamat"
"selamat selamat, pikirkan dirimu dulu jgn asal lompat aja"
"{kenapa aku diomelin habis habisan}"
"mm maaf ya aku merepotkan mu pasti berat mengangkat ku, seharusnya kau tidak perlu melakukan itu"
"jadi cewe kok tolol banget. klo aku gk lakukan itu pasti akan ada orang gali kuburan"
"klo gk salah namamu fahri kan? "
"ya, knp? "
"mm gpp klo gitu aku pergi dulu"aku langsung beranjak berdiri dan melangkah jauh dari fahri
"knp kau pergi? "
"kan kau ganteng dan populer gk pantes harus bersama dengan ku"
"apa kau gk mau temenan sama aku? "
"bukan begitu hanya saja... "aku berbalik menghadapnya
"jgn berpikir klo kau tidak pantas. malah orang yang sempurna itulah orang yang kubenci karena merasa dirinya hebat"dia berkata sambil bangun dan manatapku. tak berapa lama ia pergi
ntah knp aku merasa sedikit senang setelah apa yang dia katakan
keesokannya. aku berjalan menuju ke kelasku langkah demi langkah aku melihat cowo yg bernama fahri sedang berbicara sama temannya. tiba-tiba dia melirik ke arahku dan tersenyum. aku langsung mengambil langkah dan berjalan dengan cepat seperti nya aku tersipu olehnya
saat jam istirahat aku berdoa sebelum makan namun seperti biasa aku dikelilingi oleh anak anak berandalan.
" oi lan kayanya enak tuh"
"ish ish kau seharusnya diet bagi makanan mu jadi kau gk akan tambah gemuk"
seseorang mencoba meraih makanan ku namun aku hadang tangannya
"hey tidakkah menurut kalian bahwa kalian itu pengemis"
"apa kau bilang"!
" betulkan kalian mencoba mendapatkan makanan gratis. klo begitu ambil aku merasa kasian dengan kalian "
"kau berani bicara seperti itu bang*at! "
aku tau aku akan di pukul dan tangan mereka siap melakukan hal itu aku sudah menutup mataku tanda siap untuk dipukul tapi aku membuka mataku dan ternyata aku g dipukul dan dilindungi oleh fahri
"apa yang dikatakan gadis ini benar. klo kalian gk mau jadi pengemis berhenti la mengganggu nya"
ucapan fahri membela ku membuat detak jantung ku berdebar. semua orang tau bahwa fahri adalah cowo kaya dan kuat siapa pun takut akan kekuasaannya. para berandalan itu pun pergi ketakutan
"wulan kau gkpp"
"i.. iyah aku gkpp"
"lanjut kan la makanmu kali ini aku akan makan bersamamu"
knp fahri jadi begini tapi aku gk masalah selama dia gk keberatan makan bersama ku. tapi tiba tiba aku ngerasa panas ternyata satu kantin menatapku tak senang melihat aku makan bersama pangeran yang terkenal
"kau tadi sangat keren"
"ha? "
"kau menghadapi mereka tanpa rasa takut"
"ini semua berkat mu fahri, kau selalu mendukung ku jadi aku punya keberanian untuk melawan rasa takut ku"
"sudah ku duga kau menarik wulan"
"??! "
aku tak paham apa yang fikirkan oleh cowo itu tapi insya Allah itu tak membahayakan untuk ku