Aku yakin kisah apapun yang kalian lewatkan pasti ada kenangannya. Baik atau buruk, sedih ataupun senang, bahkan suka ataupun duka pasti akan selalu menjadi pengalaman terbaik dalam kisah apapun itu. Walaupun iya, tidak semua kenangan bisa jadi hal paling membahagiakan dalam setiap waktunya, mungkin begitupun dengan “kita”.
Tiga tahun lalu di sebuah sekolah menengah pertama, seorang remaja perempuan, ia adalah Hilmira Zanuary bersama sosok yang menjadi rekannya dalam kenangan lelaki, Haykal Fabian.
Aku dan kamu dulunya sering merangkai cerita. Tentunya cerita bagaimana“kita” ke depan, cerita bagaimana nanti kalau kamu sudah tamat dan ingin melanjutkan pendidikan. Tapi aku lupa beberapa part kenyataan bahwa dulu sebenarnya aku dan kamu belum sempat menjadi “kita”. Mungkin memang belum waktunya saja.
Tiga tahun lalu, usai menyelesaikan kegiatan sekolah aku sempat bertanya pada dia perihal bagaimana “kita” ke depannya, “Kal, kira-kira nanti jika kamu sudah tamat dan bersekolah di sana apakah semuanya masih akan tetapsama seperti saat ini? tanyaku.
“Atau akan ada sosok lain yang menjadi pemeran paling beruntung di hidupmu?” ujarku melanjutkan pembicaraan.Kala itu aku sedang duduk di sampingmu menikmati jajanan kesukaanku.Dia kemudian merebut jajananku dan terkekeh lalu berkata, “Ra, sejauh apapun nanti aku bersekolah dan sesibuk apapun kegiatannya, aku akan tetap mengingatmu. Menjadikanmu sebagai adik kelas yang paling kusayangi sebab aku sudah mengenalmu sebelum mengenal mereka nanti.”
Aku tersenyum dan kembali bertanya, “Kal, menurutmu jatuh cinta itu seperti apa ya? dan apakah nanti akan jadi masalah jika suatu saat aku mungkin jatuh cinta padamu?”
Dia pun kembali tersenyum lalu berkata, “Hmm… apa ya Ra? menurutku jatuh cinta itu tidak bisa diungkapkan begitu saja dan cara mengekspresikannya juga ada berbagai macam Ra.
Kalau misalnya di antara kita ada yang jatuh cinta? ya bebas saja itu tidak masalah, tapi aku harap jangan sampai perasaan itu salah tempat, lagi pula tidak usah khawatir karena tanpa merasakan jatuh cinta pun aku sudah menyayangimu sebagai seorang adik.”
Aku pun mengangguk dan berkata, “Oh seperti itu ya kal? Tapi temanku bilang kita ini hubungannya kayak KAKTUS (Kakak Adik Tanpa Status) Kal.”
Dia pun tertawa lalu menarik tanganku, “bagaimana kalau kita pulang saja? hari ini kamu ada les dan pasti mama sudah menunggu di rumah!” Aku mengangguk lalu mengikutinya menuju parkiran.
Malam harinya kembali berbincang dalam obrolan singkat di whatsapp perihal ia yang akan menjemputku seusai les dan mengantarkanku ke sekolah untuk persiapan lanjutan kegiatan besok. “Ra, aku jemput ya? kebetulan searah aku tadi habis futsal terus inget kamu.” Mungkin begitulah isi pesan dari seorang kakak yang khawatir terhadap adiknya. Aku menunggu di depan tempat les dan tak lama kemudian dia pun datang lalu tersenyum kepadaku, “ayo naik Ra, maaf ya kalau bau soalnya abis main futsal.”
Aku hanya mengangguk dan tersenyum lalu naik di motornya. Kembali mengobrol singkat walaupun aku tak begitu jelas mendengar apa yang ia katakan, “bagaimana lesnya hari ini? ada hal baru apa yang kamu dapat? semoga hari ini menyenangkan dan lebih baik ya Ra?” Diam-diam aku tersenyum, “iya Kal hari ini cukup menyenangkan dan sangat baik karena kita barengan terus, terimakasih ” diam-diam aku tersenyum.
Keesokan harinya kembali bertemu di sekolah, tapi tidak banyak obrolan yang terjadi karena hari itu kita sama-sama disibukkan oleh kegiatan sekolah. Namun, usai kegiatan berakhir kita pun kembali bertemu di ruang osis tempat yang mungkin selalu menjadi saksi kebersamaan aku dan dia.
Lalu ia datang menyapaku dan memberikan sebuah kado, “halo Ra, gimana hari ini? semoga semuanya menyenangkan dan selalu baik ya, aku ada sesuatu buat kamu, jangan heran ini kado ulang tahun buat kamu, bukanya nanti aja kalau kamu sudah sampai rumah.”
Aku pun tersenyum lalu berkata, “wah,terimakasih Kal walaupun telat kayaknya ini bakal jadi kado terindah deh.” Ia mengangguk dan tersenyum. “ada-ada aja sih Ra, maaf ya kalau nanti kadonya ga sesuai sama harapan kamu.”
Aku pun sama-sama tertawa lalu berpamitan satu sama lain untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun tidak ada yang menyangka jika kemarin hari yang menyenangkan itu merupakan hari indah terakhir, obrolan dan senyum terakhir bahkan mungkin kado terakhir yang Haykal berikan. Sebab usai hari itu kami menjadi sosok yang asing, entah hanya sekedar firasat ataupun sebuah kenyataan ternyata “kita” sudah berbeda dan tak sama lagi lebih tepatnya kamu yang selalu menghindar dan aku yang tak tahu apa alasan dibalik itu.
Hari-hari terus berlanjut aku dan kamu rupanya adalah sosok asing yang sudah usang. Aku tidak mengerti apa maksud dari akhir kisah ini dan aku pun tidak menyangka kalau hal ini bisa terjadi.
Saat ini usiaku sudah genap dua puluh tahun dan sudah melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah kejuruan, seketika terdengar suara yang tengah membuatku sadar dari lamunanku usai pembelajaran daring.“Ra,kamu lagi mikiran apa nak sampai ngelamun gitu?” Ujar sang mama. Lamunankupun terhenti dan segera menoleh lalu tersenyum.“eh engga kok mah, Rara cuman inget aja masa-masa waktu SMP, kayak ga nyangka gitu sekarang udah SMK, dia gimana yah kabarnya mah?”.
Mamahpun tersenyum lalu mengelus rambutku, “loh memangnya kalian sudah tidak saling komunikasi dan bertukar kabar? Tanya sang mamah. "Hmpt entahlah mah" jawabku singkat. "doakan saja semoga dia selalu baik dan sehat selalu Ra. Mamah yakin suatu saat di waktu yang tepat kamu juga akan menemukan orang tepat bahkan jauh lebih baik dibanding dia. Sabar ya, mamah tahu kadang kamu maunya bisa selalu ikhlas tapi hati kamu nolak dan selalu berharap dia kembali".
Akupun tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca lalu berkata, “terimakasih mah, sudah selalu menjadi pendengar dan penasehat terbaik, terimakasih karena sudah selalu mendukung dan menemani dalam setiap langkah dan rencana yang semesta kirim untuk Mira.”
Ternyata memang benar adanya, kenangan adalah serangkaian kisah hidup yang bisa menjadi pengalaman berharga dan pelajaran terbaik semasa hidup bagaimanapun kisahnya pasti kenangan suka jadi hal yang sulit untuk dilupakan. Sebab ya memang dasarnya manusia adalah makhluk yang paling senang dalam mengingat suatu hal tanpa memandang bagaimana kenangan itu memberi efek dan dampak yang tidak sesuai dengan sebuah harapan.
Terima kasih untuk aku dan kamu, walaupun tak sempat menjadi “kita” tapi percayalah kenangan yang sudah hadir itu selalu menjadi hal yang paling berharga, dan sampai sekarang tak ada lagi yang tersisa kecuali kenangan kita.
~selesai~
***
Jangan lupa klik tanda ♥️ yah sebagai tanda dukungan dari kalian. Thanks for reading 🤗