Liana sedang menyapu teras ketika bi munah memanggilnya.
" non ada telp " kata bi munah tergopoh gopoh menghampiri liana.
" dari siapa bi " kata liana seraya meletakkan sapu
di pinggir tembok.
" kurang tahu non ibu yang ditelp" kata bi munah.
tampa menjawab liana bergegas masuk rumah untuk menemui ibunya yang duduk termenung disofa .
" bu ada apa " lian pun mendekati sang ibu yang terdiam.
lalu menoleh ke putri bungsunya itu dan memeluknya.
" yang sabar ya nak, mungkin ini adalah garis takdir
mu" kata ibu pada liana dengan mata berkaca kaca..
" ada apa bu ,katakan sama liana" kata liana yang tak mengerti maksud ibunya.
" pagi tadi jenajah teddy dibawa pulang kerumahnya. dia.....
" ngak mungkin bu.......isak liana yang dengan tubuh gemetar mendengar berita itu.
" itu ngak benar bu, ngak mungkin " kata liana yang merosot terduduk dilantai bersama isak tangisnya
ibu pun memeluk tubuh putri kecilnya itu membiar kan tangis pecah dalam pelukan.
..................................
Mata liana yang sudah sembab sedari tadi menatap nanar jasad yang terbujur kaku didepannya dan membuka kain penutup wajah itu perlahan.
liana mengusap pipi teddy dan mencium kening
teddy untuk terakhir kalinya lalu berlari menangis
menjauhi tubuh tak bernyawa itu.
Hisk.....hisk......hisk......
Tangisan liana pun pecah lagi ,tak ada yang bisa dilakukannya kini. semuanya terlihat samar sampai
tubuhnya ambruk dan sebuah tangan menompang tubuh mungil itu.
" liana pingsan bun" kata suara bariton itu.
" kasihan pasti dia sangat terpukul " kata bunda mira yang tak lain tante dari teddy calon suami liana yang sudah melamar liana sebulan yang lalu.
liana yang akan menikah 3 bulan lagi kini hanya tinggal cerita yang akan hilang ditelan waktu.
Tanah kuburan yang di penuhi taburan bunga itu masih basah ketika liana terduduk disampingnya.
dengan menaburkan bunga yang dibawanya pagi ini.karna kemaren liana pingsan ketika melihat
jasad terakhir wajah sang kekasih.
Banyak kenangan yang tak bisa liana lupakan namun kini harus dihapusnya. karna orang yang ia cintai bahkan sudah tak ada lagi.
Teddy lelaki yang baik, teman sekampusnya pria tampan itu bahkan sangat ramah. karna sifatnya yang supel dan mudah bergaul. saat itu liana
sangat senang ketika saat wisuda teddy mengatakan cinta padanya bahkan sebulan setelah itu teddy resmi melamarnya. tapi tidak pernah diduga takdir berkata lain.
Teddy yang bertugas kerja keluar kota mengalami kecelakaan. mobil yang ditumpangi teddy bersama 3 rekan kerjanya ditabrak sebuah mobil tronton besar yang membuat keempat orang yang berada didalam mobil tak ada yang selamat.
Kini liana harus melepaskan kepergian teddy dengan iklas karna harus pulang menemui sang penciptannya.
" Ted kamu sudah bahagia kan disana, doakan aq juga ya " guman liana terisak.
" kita pasti akan bertemu suatu saat nanti" kata liana lagi seraya menghapus air mata yang mengalir dipipinya.
" aq pulang yang ted, tidur dengan nyenyak" isak liana lalu mendoakan teddy dengan bacaan yasin dan al mulk. setelah itu liana menyiram kan air
meneral yang dibawanya dari rumah.
Liana menatap tanah kuburan itu sejenak lalu ia pun berbalik meninggalkan pemakaman yang sepi
di pagi itu.
Liana menyimpan semua barang pemberian teddy ke dalam dus kosong dan membawanya kegudang. tak ada lagi yang tersisa dikamar liana. liana ingin melupakan semuanya dan mulai dari awal lagi. untuk membuka lembaran baru dan menutup kenangan pahit yang tak ingin ia ingat.
lagi.
Sebulan sudah berlalu liana sudah bisa tersenyum
lagi sambil bekerja karna dua minggu yang lalu liana dapat panggilan kerja sebuah rumah sakit swasta yang sempat ia lamar.
" li.....tuh ada yang nyari....." kata naza tekan kerjanya sesama dokter.
" siapa na, kayanya aq belum ada janji sama pasien deh" kata liana bingung.
" entahlah lihat dulu sana dia lagi nunggu dituangan lho" kata naza.
" siapa ya " kata liana mengerutkan dahinya berpikir
" ah ngak mungkin bang reza menemuinya dijam kerja gini" pikir liana.
Woi......
" cepatan sana kasihan yang nunggu mana keren lagi masa cogan dianggurin sih li" kata naza
mengedipkan matanya.
" ih gue aja ngak tahu siapa tuh orang na, ...
bikin penasaran aja siapa yang nemuin siang siang pas jam kerja lagi" dumel liana sambil melangkah
meninggalkan naza.
" kalo ngak mau kasih gue aja li" teriak naza
membuat beberapa mata mengarah pada liana.
Namun liana cuek dan berlalu menuju ruangannya
yang lumayan tak jauh dari bangsal pasien vvip.
" siapa ya ..." bathin liana ketika berhenti di depan pintu ruangannya.
clek........
" siang bu dokter maaf menganggu " kata suara bariton seorang pria ketika liana masuk.
Deg.......
Mata liana terpana melihat pria tampan yang berdir didepannya tubuhnya serasa kaku dengan debaran hebat didada yang membuatnya gugup seketika mengenali siapa pria yang duduk manis
didepan mejanya.
" kak Brian..........
" a....a.....ada urusan apa datang kesini" kata liana
tergagap.
pria itu pun tersenyum manis.....membuah hati wanita manapun pasti meleleh melihatnya.
" mau konsultasi dokter " katanya tetap dengan tersenyum.
Liana pun melangkah menuju kursinya yang berhadapan dengan pria yang bernama Brian.
Lalu duduk dengan dada yang berdetak dag dig dug membuat liana salah tingkah .siapa sangka pria idola kampusnya itu dulu mampir keruang kerjanya.
" mhem.....mau konsultasi tentang apa ya kak " kata liana yang mencoba tenang agar tak terlihat
gugup.
" oh ya hati saya sering berdebar debar dok melihat
seorang wanita cantik" kata kak brian tersenyum.
" hah.... apa itu tiap hari ?" tanya liana sedikit berpikir.
" tidak juga hanya pas merindukan wanita cantik" jawab kak brian terlihat santai.
Liana menelan salivanya dengan susah payah menatap pria yang membuatnya gugup setengah mati.yang kini duduk tenang.
" apa kak brian punya penyakit jantung" kata liana
yang sudah mulai tenang.
" tidak..." jawab brian singkat.
' kalo begitu kak brian harus konsultasi ke spesialis
sakit jantung khusus " kata liana lagi.
" tapi kak brian sudah direkomendasi dokter spesialis jantung untuk datang kesini" kata
brian santai.
" maaf kak saya dokter umun bukan spesialis jantung, dokternya salah .....
" maksudnya saya salah dokter " potong brian ketika liana bicara.
" ngak mungkinlah beliau sudah mengecek keseluruhan penyakitku" kata kak brian.
" hah....." liana pun membeo bingung yang membuat brian tertawa melihatnya.
" ha ...ha ....ha...... wajah mu sangat lucu lia" kalo pas bengong " kata brian tergelak.
Pipi liana pun langsung merona merah karna jadi objek mantan senior kampusnya itu..siapa yang tak kenal brian dikampusnya bahkan teman teman liana berlomba lomba mendekati pria yang kini ada
didepannya. hanya dua tahun itu terjadi sampai pria itu hilang tampa kabar ,yang lia tahu bahwa
kak brian melanjutkan gelar masternya di negri sakura.
" maaf kaka bercanda, kak brian mau mengajak mu untuk makan siang" kata brian yang terlihat serius.
" hah ....bagaimana kak brian tahu lia.....
" kakak bekerja di depan sisi kanan rumah sakit ini jadi tahu jam makan siang mu" kata brian memotong ucapan liana.
mata liana langsung terbelalak kaget. karna selama sebulan bekerja disini liana bahkan tidak tahu tentang sekelilingnya selain pekerjaannya dirumah sakit.
" bagaimana.....mau kan" tanya brian menatap liana
dengan mimik serius.
lianapun berpikit sejenak lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan brian.
.....................................
Sejak hari itu liana pun akrab dengan seniornya
nya itu. walau mereka hanya makan siang tapi jadi pusat perhatian teman dan rekannya sesama dokter.
" cie....dokter lia, punya gebetan ya" ledek dokter mila sang rekan
" iya mana ganteng ilagi" kata dokter naza.
" iya kan dia arsitek yang kerja digedung dekat rumah sakit ini" komentar dokter beni.
" masa sih, wah.....yang lagi anget anget......
Banyak lagi suara rekannya yang slalu meledek dan mengoda liana. namun liana cuek saja membalas
semuanya dengan senyuman
liana hanya bisa tersenyum untuk hari ini kini
sudah tak ada yang tersisa lagi tentang teddy dihatinya. liana sudah bisa move on untuk melupakan kenangan itu. ya kenangan hanya kenangan ......semuanya benar benar sudah bisa ia lewati dengan kesibukan yang mampu mengobati hatinya yang sempat shock setengah mati.
kini liana bisa tersenyum ceria seperti sebelum
mengenal teddy.
..............................
Disisi lain brian duduk santai menikmati coklat hangat buatan sang bunda.
" gimana sudah bisa dekati liana " kata wanita parubaya yang tak lain sang bunda.
" sudah bun , tapi brian takut liana tahu kalo teddy
sepupu brain bun
" huh.......itu tak bisa kita hindari bri, tapi kita sudah
melaksana kan amanat dan wasiat teddy sepupumu itu. dan bagaimanapun kita wajib
melaksanakannya" kata bunda.
" huh.......brian membuang nafas kasar ya....wasiat teddy terakhir sebelum meninggal adalah meminta
brian untuk menikahi liana tunangan teddy. dan
saat itu juga brian menyanggupinya.
" bun ... brian takut ini akan membuka luka lama liana. bun" kata brian.
" tapi kamu sudah berjanji bri dan juga seluruh aset keluargga teddy akan hilang begitu saja bila kita mundur bagaimana dengan budemu. dia sudah kehilangan teddy apa peninggalan suami nya juga
akan hilang diambil orang lain. harapan budemu
cuma kamu bri dia yang membantu keluargga kita selama ini. dan kini kita membalas jasanya disaat budemu butuh kita. kau satu satunya keponakan laki lakinya " kata bunda lirih.
brian terdiam. tak bisa berkata apapun. kini brian hanya bisa fokus bagaimana bisa merebut hati liana. wanita yang dicintai adik sepupunya itu.
menjadi titipan yang membuatnya mati langkah.
Brian bukan tak punya kekasih tapi dia memutuskan meta agar meta melupakannya setelah teddy meninggal.tak ada yang tersisa di hati brian untuk meta selain melupakan nya walau brian tahu meta kecewa dengannya.hingga meta menikah dengan pilihan orangtuannya. dan kini brian pun tak ingin menyesalinya.
Awal hidupnya baru mulai dan kini langkahnya
menuju liana ya ..hanya fokus pada dokter sederhana itu tapi menarik. adik tingkatnya dimasa kuliah dulu. umur keduanya pun terpaut lima tahun
namun tekad brian sudah bulat tak ada lagi
pilihan yang membuatnya mundur untuk mempertahankan kehormatan keluargganya.
...................................
Malam ini liana resmi dilamar keluargga brian
setelah liana menberikan jawaban pernyataan
cinta brian.2 hari yang lalu.dan bian memutuskan
untuk segera melamar liana.
Acara lamaran dadakan itu membuat keluargga liana cukup terkejut namun tak menampik bahwa
liana dan keluargganya cukup bahagia dengan kedatangan keluargga brian dan lamaran itu pun diterima dengan lapang dada dan hati senang
liana sudah melupakan semua tentang teddy.
dan mencoba merajut cinta barunya.seminggu setelah lamaran akad nikahpun di gelar .
di rumah kediaman liana.dengan acara sederhana
namun resepsi akan itetap di adakan 3 bulan lagi
Kini ikatan keduanya sudah terhubung erat dan ada lagi beban yang membuat brian harus menangung
nya .hanya tinggal menjalaninya sealami mungkin.
apa yang kini menjadi keputusan brian.sudah tak ada lagi yang tersisa dihati brian tentang meta.
.