Dia orang yang sangat aku cintai tapi kenapa dia tidak pernah mengerti apa isi hatiku yang sebenarnya, aku tau memang cintaku hanya bertepuk sebelah tangan karena kamu masih mencintai mantan kekasihmu yang dulu.
Aku hanya sebagai pelarian untukmu, meskipun begitu aku tetap menerimanya karena memang dari awal aku sudah mencintaimu dengan setulus hatiku, aku yang menyatakan cintaku terlebih dahulu, memang terlihat konyol tapi itulah kenyataannya, kamu menerima aku hanya karena merasa kasihan sama aku.
Dialah Rohman lelaki yang begitu aku cintai waktu pertama bertemu, dia bersikap manis kepada semua cewek hingga aku pun juga ikut terpana dengan ketampanan dan kelembutannya.
Aku Dewi murid sekolah SMA yang masih kelas 1, sedangkan kak Rohman adalah seniorku yang sudah kelas 2, aku sekarang sudah resmi berpacaran dengannya meskipun itu hanya sebuah status karena sebenarnya kak Rohman tidak pernah menyukaiku, dia masih berharap kalau mantan pacarnya itu akan kembali lagi padanya, kak Rohman selalu baik terhadapku dan memperlakukan aku seperti pacar sungguhan tapi hatinya cuma buat mantan pacarnya.
Aku yang selalu melihat perilaku kak Rohman yang selalu bermain main dengan cewek cewek satu kelasnya merasa sedikit sakit hati, tapi aku tidak pernah mengungkapkan isi hatiku karena aku sadar diri siapa aku sebenarnya di dalam hatinya.
Aku cuma pelariannya saja dan tidak pantas mengeluh apapun kepadanya, aku hanya bisa menangis ketika melihat semua yang telah terjadi, tapi meskipun aku sakit hati tapi aku tetap ingin berada di samping kak Rohman, aku hanya ingin dia tau seberapa besar cintaku padanya.
Pada suatu hari aku mengintip ke kelas kak Rohman untuk melihat keadaannya dan ternyata dia lagi bersenda gurau dengan teman ceweknya, itu sangat dekat hingga membuatku kembali menangisi semua itu, teman sekelasku merasa sangat kasihan denganku dan dia berusaha menghiburku, dia juga selalu mendukungku apapun yang aku lakukan.
Waktu istirahat aku di ajak kak Rohman untuk makan di kantin, ini pertama kalinya aku di ajak makan berdua dengannya, aku sangat senang dan langsung pergi bersama dengannya, sekarang sikap dia sudah mulai berubah dan lebih perhatian denganku.
Hari hari berlalu aku selalu istirahat bareng dengan kak Rohman dan dia selalu membuat aku tersenyum, meskipun dia tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya yaitu masih terlalu dekat dengan teman ceweknya yang membuatku masih merasa cemburu.
Aku bingung sekarang sikap kak Rohman sudah berubah apa dia sudah mulai menerima aku jadi pacarnya, dan ketika melihat aku dan kak Rohman makan di kantin berdua, teman sekelas kak Rohman merasa sangat marah, ternyata dia juga menyukai kak Rohman.
Orang tersebut bernama Fina, dia yang selalu berada di dekat Kak Rohman selama di kelas maupun di mana saja selalu berdua, karena dia mau mendekati kak Rohman dulu kalau sudah dekat baru dia menyatakan cintanya.
Fina merasa sangat kesal ketika melihatku bersama dengan kak Rohman setiap istirahat, dia merasa sangat emosi dan ingin sekali membuat aku sengsara.
Fina berusaha tetap berada di samping kak Rohman, ketika istirahat berlangsung Fina mengajak kak Rohman untuk makan berdua di kantin, kak Rohman sebenarnya ingin menolak karena dia ingin makan siang bersamaku, tapi Fina mempunyai banyak cara untuk merayu kak Rohman dan akhirnya dia mengikuti kemauan Fina dan meninggalkanku sendiri.
Temanku yang selalu ada buat aku mengajakku untuk pergi ke kantin, tapi aku menolaknya karena aku tidak mau bertemu dengan kak Rohman dan Fina, aku tidak kuat bila harus melihat mereka saling bermesraan di kantin.
Lalu aku di ajak temanku makan di luar sekolah karena dia tau kalau aku nggak mau melihat mereka berdua dia selalu mengerti tentang isi hatiku, dialah Ardi temanku yang selalu perhatian padaku sejak aku awal mulai masuk sekolah.
Kita makan bakso di pinggir jalan yang berada di depan sekolah, tempatnya tidak terlalu jauh jadi kita tidak perlu terlalu capek untuk berjalan kaki.
Setelah kita selesai makan kita pergi ke kelas dan seseorang menghinaku di dalam kelas, dia adalah Rofah adik sepupu dari kak Rohman dia memang tidak suka kalau aku pacaran dengan kak Rohman karena status aku yang hanya anak miskin sedangkan kak Rohman dia anak orang kaya jadi dia mengira bahwa aku berpacaran dengan kak Rohman karena ingin hartanya saja.
Dia menghina aku habis habisan dan mengejek aku karena kak Rohman lebih memilih Fina daripada aku, aku hanya diam dan tidak menanggapinya karena aku tau kalau aku nanti menanggapinya nanti masalahnya akan semkin rumit dan malah membuat kak Rohman marah sama aku, karena dia sangat menyayangi adik sepupunya itu.
Ardi masih membelaku tapi aku mengajak dia untuk pergi ke bangku ku dan tidak usah menghiraukan tentang dirinya.
Ketika kak Rohman kembali dari kantin dia lewat di depan kelasku dan hanya menatapku tanpa kata, dia tidak menghampiriku dan malah bersikap mesra dengan Fina, itu yang membuat Rofah semakin menghina aku.
Rofah menyuruhku agar aku meninggalkan kak Rohman tapi aku menolaknya karena aku tidak mau memutuskan hubungan dengan kak Rohman, aku ingin jika kak Rohman sendiri yang mengakhirinya.
Suatu hari Rofah bekerjasama dengan Fina untuk menjebakku, mereka bekerjasama untuk menuduhku, pada saat di kantin semua orang lagi mengantri makanan dan Rofah berada di depanku sedangkan Fina berada di belakangku, Fina mendorongku hingga aku ikutan mendorong Rofah hingga dia terjatuh dan kepalanya terbentur oleh meja.
Rofah langsung pingsan dn semua orang menyalahkan aku karena aku telah mendorongnya, aku berusaha membela diri tapi tidak ada yang percaya dengan kata kataku, dan kak Rohman menghampiri Rofah, dia sangat panik ketika melihat adik kesayangannya lagi tidak sadarkan diri disana, dia sangat marah padaku dan langsung menamparku.
Semua orang menghinaku dan sekarang kak Rohman pun tidak percaya padaku, hatiku sangat hancur dan aku pun langsung lari ke kamar mandi untuk meluapkan rasa sakit hatiku.
Kak Rohman memanggilku untuk pergi ke kamar mandi dia ingin membicarakan sesuatu padaku, setelah sampai di kamar mandi kak Rohman menanyaiku kenapa aku begitu benci kepada Rofah, meskipun Rofah tidak pernah menyetujui hubungan mereka tapi dia hanya mengeluarkan dengan kata kata tidak pernah bermain kasar kepadaku, kak Rohman memarahiku habis habisan dan dia langsung menamparku lagi dan mengatakan putus padaku.
Disana hatiku sangat hancur aku sudah tidak punya harapan lagi untuk tetap bertahan dengan kak Rohman karena dia sudah tidak percaya lagi denganku.
Hari hari berlalu aku masih menjalani kehidupan yang penuh hinaan dari semua orang, hanya Ardi yang ada disampingku dan tetap mempercayaiku, semua orang sudah tidak percaya padaku, hingga suatu saat Ardi berkata kepada kak Rohman bahwa dia akan menyesal jika menyianyiakan aku dan lebih memihak pada orang yang salah tapi tetap saja kak Rohman tidak percaya dengan perkataan Ardi.
Ardi mempunyai rencana bahwa dia juga ingin menjebak Rofah karena dia awalnya juga menjebakku dalam rencana kotornya.
Ardi mengajak Rofah untuk pergi ke sebuah taman dan memaksanya untuk mengikutinya, di sana Ardi menanyakan kejadian yang sebenarnya antara Rofah dan aku.
Rofah mengakuinya kalau dia dan Fina lah yang menjebakku dalam rencananya, dia ingin agar kak Rohman bisa putus denganku, dia mengakuinya dengan sangat bangga karena rencananya sangat sukses dan membuat aku jadi bulyan di sekolah.
Ternyata Ardi dia sudah merekam semua percakapan mereka dan segera membawanya ke ruang pengumuman, Ardi menyiarkan percakapan mereka berdua dan semua orang mendengarnya.
Fina yang mendengar percakapan itu langsung pergi menemui Rofah dan bertanya padanya kenapa dia bisa membocorkan itu semua, dan mereka sangat panik dan takut akan kemarahan kak Rohman.
kak Rohman yang mendengar langsung pergi menemuiku dan menanyakan yang sebenarnya kenapa aku tidak mengatakan yang sebenarnya malah diam waktu aku ditanya, aku berkata bahwa percuma kalaupun aku berkata jujur pasti kak Rohman tidak bakal percaya padaku karena orang yang dia percaya hanya adik kesayangannya, dia lalu meminta maaf padaku karena sudah tidak percaya padaku.
Kak Rohman langsung memarahi Rofah dan Fina, mereka tidak boleh melakukan hal yang memalukan lagi seperti sekarang dan kak Rohman juga tidak mau bertemu dengan mereka berdua, kak Rohman akhirnya mengajak aku untuk balikan lagi, karena aku juga masih mencintanya jadi aku menerimanya.
Aku berterima kasih pada Ardi yang selalu setia menolongku di saat aku lagi terpuruk, kak Rohman juga berjanji padaku kalau dia bakal melupakan mantannya dan mulai mencintaiku.