Hai guys gue balek, ini kedatangan cerita dari otak gue. Maaf agak gak jelas, anggap beneran gue yang rasain ok.
Ekhem tes.. tes...
Hai aku hanya ingin membagikan sedikit cerita ku, dan tolong petik hikmah dari cerita ini. Cerita ini bermula saat aku tengah membuat novel online seperti biasanya, dengan ditemani oleh bunda yang melihat grup chat sekolah ku.
Awalnya tidak ada yang terjadi tapi bunda ku merasa ada yang menggeliat di bawah, bunda mengecek dan ada ulat pohon pisang di pahanya. Bunda segera memukul ulat itu bermaksud ingin membuat ulat itu mati, namun aneh nya ulat itu tidak mati.
"Kak ulatnya gak mau mati??" tanya bundaku
"Yaudah bunda bakar aja." jawab ku santai tidak terusik dengan satu ulat itu.
Bunda membakar ulat itu sesuai yang aku katakan, setelah itu bunda berteriak. "Kak ulatnya gak mau mati!!" adikku yang berada dilantai bawah naik keatas dan bilang. "Bunda coba periksa, adek rasa itu ulat kiriman orang." ucap adikku menduga-duga. Ya kenapa dia bisa dengan mudah berbicara seperti itu, sebab keluarga kami memanglah paranormal atau mungkin hampir mirip dengan sebutan itu.
"Aaa.. Kak.. Ada ulat deket sini" saudari sepupuku yang berusia 8 tahun berteriak, adikku, bunda, dan aku segera memanggil kakek ku untuk membantu kami. "Kek.. Tolong lihat ini kiriman siapa?" ucap abang ku. "Tolong sebutkan beberapa nama pria yang saat ini mendekati kamu Linda?" tanya kakek kepada bunda ku.
"Abdurrahman dan Jamal." ucap bunda ku, "Abdurrahman kek nama besti nya rasul gtu, jamal dikata Jae-hyun lokal." gumam adik ku. "Tebakan bapak sih itu Abdurrahman." ucap kakek ku dan segera mengambil sajadah untuk shalat, karena baru saja tadi selesai adzan isya.
"Bunda mau ke atas dulu yah nak, mau shalat." ucap bunda sambil naik ke lantai dua disusul dengan abang ku, aku juga segera ke atas untuk melanjutkan novel online ku. Ya itu karena aku sedang halangan, dan aku mengobrol ringan dengan adikku.
Sampai...
"Ikh.... Ulat..." aku dan adikku ke tempat dimana bunda dan abang melakukan shalat berjamaah, "Kenapa bun.. ?" tanya abang ku yang sudah tampan dengan balutan baju koko dan sarung nya. "Bunda beresin tempat Shalat tapi ulat itu muncul bang." ucap bunda dengan raut wajah lemas, "coba bunda periksa kepala bunda mungkin ulat nya muncul dari situ?" tebak abang ku entah hanya candaan atau kenyataan nada bicara abang ku terlalu datar.
"Abang !!!, gak mau bunda takut." bunda teriak histeris sambil menutup wajah dengan kedua tangan yang terbalut mukena, tapi abang ku langsung menghentikan hal itu dan menepuk mukena bunda sambil berkata dengan nada datarnya. "Bunda jan shalat disini, banyak ulat dan belatung di sini." ucap abang sambil melihat ke sekeliling yang benar saja banyak belatung dan juga ulat.
"Abang mau nelpon tante fizah, buat urus ini semua." setelah mengucapkan itu abangku mengambil handphone nya di nakas, "Assalamualaikum tante, tolong periksa rumah dong. Kek nya ada yang jail ke kita, abang takut ada yang incar perempuan dirumah ini. Abang rasa itu salah satu cowok yang suka bunda, atau apalah itu intinya selesaikan secepatnya abang gak bisa shalat." ucap abang ku panjang lebar dan segera menutup telpon nya.
Sambil menunggu banyak ulat dan belatung berjatuhan dari atap, padahal gak ada atap yang berlubang. Ya walaupun kami agak jijik kami mau tidak mau membersihkan itu, dan adikku si cewek bar bar adalah orang yang paling banyak berkontribusi.
Kring... Kring...
"Assalamualaikum" ucap tante Fizah
"Waalaikumsalam, Iya tante siapa orang nya??" jawab ku to the poin.
"Ada orang yang namanya Jamal deket sama kak linda?" Tanya tante Fizah kepada ku
"Ya tante memang ada apa?"
"Tanya kak Linda, dia punya pacar atau apa gitu??"
"Sebentar..."
"Bunda, om jamal..."
Seakan sudah paham dan mengerti dengan apa yang aku katakan, bunda mengangguk, mengambil handphone di tanganku dan menjawab "Dia udah punya pacar atau tunangan kalau gak salah, kakak sempat dilabrak pacarnya itu. Alasan Jamal suka sama kakak, karena dia merasa udah putus sama ceweknya. Lagi pula dia ditinggal nikah ceweknya karena ceweknya hamil duluan, padahal saat itu jamal udah siap melamar dia." ucap bunda ku panjang lebar.
"Kakak ada fotonya? Sambil nunggu kalian baca doa yang udah dikirim yah.."
"Iya fizah makasih, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam kak."
Kami mengecek grup keluarga, "Ini kan doa nabi yunus a.s." ucap ku lirih namun bisa di dengar.
"Memang." ucap abang ku dengan nada datar khas nya.
Arab:لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
Latin: lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
Artinya: Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
"Dek kalian kebawah semua, di bawah aman tenang aja." Ucap tante ku yang bernama Ayana, "Gak mau mah, aku takut nanti kalau ulatnya banyak gimana??" jawab sepupuku. Aku dan adikku bergidik ngeri mendengar, apalagi sampai membayangkan nya. Namun tekad yang lumayan kuat, kami segera kelantai bawah.
Aku dan yang lain mendengar bahwa bunda, tante, dan abang sedang mengaji. 30 menit mereka diatas, abangku kebawah untuk mengambil air dan garam. Seperti yang kita tahu garam punya sifat menetralisir semuanya, dan setelah itu abangku kembali keatas. Bila ditotal sudah satu jam kami dibawah, dan akhirnya kami boleh naik. Dugaan ku benar banyak ulat dan belatung dimana mana, tolong jangan dibayangkan karena itu benar-benar menjijikan.
"Kalian tidur biar bunda dan tante yang jaga kalian."
"Iya bunda, tapi kita takut."
"Percaya sama tante, gak akan terjadi sesuatu sama kita tenang aja."
"Percaya sama selain Allah itu musyrik, apa lagi sama manusia bener kan kak?" adikku menimpali.
"Ya bener, tapi bukan gitu konsep kata kata yang tante maksud." ucap ku seraya menepuk kening.
"Selamat malam." ucapku lalu tertidur semoga ini hanya mimpi buruk semata dan aku berharap tidak lagi bertemu dengan hal ini.