Aku bangga pada ayah, dia si pekerja yang tak pernah mengal kata lelah, ayah pernah bilang jika keluarga lebih berharga di bandingkan dirinya ayah sangat menyangi aku dan bunda, dulu kita seperti keluarga yang bahagia namun bahagia untuk sekarang hanya sekedar kata, karena tawa sudah diganti menjadi duka, jujur aku kecewa pada takdir yang memisahkan kita.
Awalnya aku kira ayah adalah pahlwan bagi kita, dia selalu ada, dia relakan semua untuk kita, tapi nyatanya ayah jahat, dia meninggalkan kita begitu saja tanpa kata.
Aku hanya bisa memeluk bunda disetiap bunda merindukan ayah, entah sampai kapan bunda menangis, karena kepergian ayah yang lebih memilih bersama wanita lain.
Suatu ketika saat aku pulang sekolah, aku tidak sengaja melihat bunda di kamar sambil memeluk foto ayah, terdengar suara isakan disana, aku yang penasaran langsung menghampiri bunda
“bunda…” panggil aku
“ada apa ra” ucap bunda tersenyum kearah ku
Aku melihat air mata bunda dalam matanya, tapi bunda berusaha terseyum, sungguh aku membenci ayah, dia sudah membuat bunda yang aku sayangi menangis.
“bunda sedih kenapa? Dia lagi ya bun?” tanya ku pada bunda
“bunda gak sedih, ini Cuma kelilipan tadi abis beberes”jawab bunda berbohong
“bunda” panggil ku lembut
Aku memeluk tubuh bunda, hangat itu yang kurasakan setiap kali kita berpelukan tapi rasanya pundak ku basa, aku rasa bunda menangis
“sera sayang bunda, sera minta bunda lupakan dia” bisik aku tepat di telinga bunda
Bunda melepaskan pelukan ku, lalu menatap wajah ku, air mata bunda terus mengalir di wajah nya, lalu tangan ku mulai bergerak menghapus setiap tetesan air mata yang jatuh di wajah bunda
“kamu gak ngerti ra” ucap bunda
“apa yang harus sera ngerti bunda? Sera gak mau liat bunda sedih, dia jahat bunda sera benci dia”titah aku
“ayah kamu gak jahat sera, justru bunda yang jahat” ucap bunda yang tak bisa menahan tangisan nya
“bunda jangan sedih, dia gak pantes bunda tangisi” ujar aku sambil menghapus air mata bunda kembali
“bunda… cu…ma … kangen …sa…ma …ayah”
“bun udah, sera benci dia…jangan panggil dia lagi, bagi sera dia udah gak ada” ucap ku yang mulai habis kesabaran
Tiba tiba tangan bunda mendarat tepat di wajah ku, sakit rasanya sakit sekali… aku tak bisa menahan nya, hingga air mataku terjatuh
“maafin bunda sera..” kata bunda
“sera kecewa sama bunda” ucap ku lalu pergi meninggalkan bunda
Hari hari ku di penuhi rasa kecewa setelah ayah pergi bunda berubah menjadi kasar dia sering membentak bahkan menampar pipi ku, sakit… itu yang ku rasakan aku merindukan kehidupan yang dulu saat tak ada tawa di sela duka.
Ayah pergi meninggalkan kami saat aku berumur 6 tahun dan sekarang umurku sudah 16 tahun, Sepuluh tahun sudah aku kehilangan ayah, bahkan kehilangan kasih sayang bunda.
Namun detik ini aku berjanji akan melupakan ayah, karena dia sudah menghancurkan kebahagian, dan di hidup ku saat ini, hanya bunda satu satu nya orang aku sayang tentu nya akan selalu ku jaga.
Cahaya matahari sudah memancarkan sinar nya, aku sudah siap dengan seragam sekolah seperti hari sebelum nya, aku menyiapkan semua sendiri dari mulai pakaian bahkan sarapan, setelah urusan di rumah selesai aku berangkat sekolah.
Sampai di kelas teman teman menyapaku, aku tersenyum lalu duduk di bangku sambil meletakan tas diatas meja,
“PAGI SERANY”
Aku mendongak kesamping melihat tika terseyum menampilkan cegiran khas nya, aku memutar bola mata ku malas.
“cemberut, masih pagi kali” ucap tika lalu duduk disampingku
“berisik”kata ku
Tika menatap wajah ku, dengan wajah penuh tanya “kamu habis menangis ya?”tanya tika
Aku diam, aku tidak bisa menjawab pertanyaan tika, karena aku fikir cukup aku yang terluka cukup bunda yang berduka.
“habis nonton drakor”jawab ku asal
“bohong, cerita ra”
“ka, sudah mengerjakan tugas bahasa atau belum?”tanya ku mengalihkan topic pembicaraan
“belum, hehehe”ucap tika menyegir seperti biasa ketika dia lupa
“kebiasaan, ambil di tas aku, tinggal nyalin”kata ku
Dengan semangat tika mengambil buku bahasa di tas ku, lalu menyalin tugas nya, untung saja aku bisa mengalihkan pembicaraan, jika tidak, entah lah apa yang akan terjadi.
Setelah beberapa menit bel masuk kelas berbunyi bu laila masuk ke dalam kelas karena memang saat ini jam pelajaran nya, tapi ada yang aneh dia masuk kelas tidak sendiri, melainkan di temani olah serang pria yang memakai seragam sama seperti kita, aku curiga jika pria itu adalah anak baru di kalas ku
“selamat pagi”ucap bu laila
“pagi bu”
“pasti kalian bingung ya, saya hari di temani dia?” tanya bu laila
Kami hanya mengangguk, mungkin yang lain sangat antusias melihat pria itu , aku mengakui jika pria itu memang tampan, tapi sudalah untuk apa aku perduli jika kita saja tak saling mengenal, siapa tau jika dia jahat, Nampak nya memang semua pria jahat seperti ayah.
“dia anak baru yang akan menepati kelas kalian, ayo nak coba perkenalkan dirimu”ucap bu laila
“saya alpha digantara, saya pindahan dari sma pelita Jakarta”
“baik alpha, silakan kamu duduk di belakang sera”ujar bu laila
Saat alpha berjalan ke tempat yang ditunjuk bu laila, aku melihat kebahagiaan di wajah tika, anak itu memang selalu bahagia jika melihat wajah pria tampan, tapi sayang nya aku tidak tertarik untuk sekedar melihat wajah alpha.
Pelajaran terus berlanjut sampai bel istirahat berbunyi, seharusnya saat ini kelas sepi tapi kedatangan alpha di sambut banyak wanita di kelas ku, mereka mengajak alpha berkenalan, begitu juga dengan tika, sungguh menyebalkan tanpa berkata apapun aku pergi keluar dari kelas melangkahkan kaki menuju perpustakaan
Di sini aku menghabiskan waktu saat di sekolah, dulu aku tidak suka membaca setiap ada buku pasti aku mengabaikan nya, namun ayah selalu bilang “buku itu gudang ilmu, membaca itu supaya kamu tau agar kamu bisa menemukan jawaban dimana letak bahagia” bagaimana caranya aku melupakan dia jika di setiap hari aku selalu ingat perkataan nya.
Tidak aku harus bisa melupakan ayah, tugas ku adalah belajar dan bekerja keras agar bunda bahagia bukan mengingat dia yang pergi meninggalkan duka.
Setelah memilih dan membaca buku bel masuk kelas pun berbunyi, saat aku melangkah keluar tiba tiba tangan ku di tarik oleh seseorang
“yang tadi duduk di depan kan? Boleh minta tolong tidak?”
“kenapa?”tanya ku
“boleh minta tolong…hm.. antar gua ke …kamar mandi cowok?
Aku membulat kan mata bagaimana bisa anak baru itu mengajak ku untuk mengantar nya kekamar mandi cowok, memang benar semua laki laki sama saja, tanpa menjawab aku melangkahkan kaki menjauh tapi dia menarik tangan ku kembali
“apa?”tanya ku
“sudah kebelet, kalau tidak ingin mengantar, tolong tunjukkan dimana letak nya”jawab nya dengan wajah memelas
“di sudut ruangan arah timur”ucap ku lalu pergi meninggalkan nya
Aku kembali kekelas meletekan buku yang ku bawa ke dalam tas, lalu tika datang menghampiri ku, wajahnya terlihat gembira
“ra, kamu tau tidak?”tanya tika
“tidak”jawab ku
“astaga ra, jawab kenapa gitu, aku lagi seneng tau”ujar nya sambil mengguncang tubuh ku
“kenapa tika”jawab ku terpaksa
“ternyata alpha itu..”
“ekhmm..”
Itu bukan suara ku melaikan suara orang di depan ku, tika terlihat aneh saat mendengar nya, aku yang penasaran lalu mendongak kearah belakang, tatapan mata aku bertemu dengan matanya, tidak hanya wajah nya yang tampan tapi matanya juga indah senyum nya menggoda, sejak kapan aku gila pria
“eh, alpha..”ucap tika
Ucapan tika membuyarkan lamunan ku, lalu aku kembali menatap wajah tika, tapi dia masih belum duduk di tempatnya.
“tika, teman di sebelah lo siapa namanya?”tanya alpha
“dia sera teman ku, tapi hati hati dia rada jutek”jawab tika
Aku yang mendengar jawaban tika, langsung menatap tika dengan tatapan tak suka bagaimana tidak mereka membicarakan aku di depan diriku sendiri
“sera thaks yang tadi”ucap alpha tersenyum kearah ku, lalu dia duduk di kursi nya
Setelah sudah hampir bejam jam kita belajar akhir nya bel pulang berbunyi, seperti biasa aku pulang jalan kaki, karena uang bekal yang bunda kasih akan aku tabung untuk keperluan aku nanti agar tidak merepotkan bunda lagi
Perjalanan pulang yang melelahkan, saat aku melanjutkan langkah ku tiba tiba saja sebuah motor berhenti tepat di samping ku, saat pemilik nya membuka helem, ternyata pemilik nya adalah alpha.
“kok jalan?gak di jemput”tanya alpha
“tidak” jawab ku
“mau bareng? Gua antar sampe rumah lo” ucap alpha
Aku terdiam ada ketakutan di benak ku, sebaik apapun dia, tetapi dia tetap orang asing meskipun tadi kita sudah berkenalan, tapi tetap saja kita tidak saling mengenal.
“gua bukan orang jahat”ucap nya tersenyum tulus kepadaku
Aku mengagguk, akhir nya aku menaiki motor nya, tidak ada perbincangan selama perjalanan hanya aku yang menunjjukan di mana letak rumah ku.
Sampai di depan rumah alpha menurunkan ku, aku tersenyum kepadanya ternyata alpha pria yang baik.
“lo cantik, tapi senyum nya jangan di tebar buat gua aja” ucap alpha kembali tersenyum
“terimakasih, hati hati ya”ucap ku lalu masuk kedalam rumah
Perasaan apa ini, gelisah, bahagia, senang, takut bercampur menjadi satu, dia satu satu nya pria yang berhasil membuat ku merasa bahagia, aku kira semua pria sama tapi rasanya dia berbeda.
Saat aku melangkah aku melewati kamar bunda, aku melihat bunda di dalam tertidur sambil memeluk sebuah foto, pasti bunda lelah seharian bekerja aku menutup pintu kamar bunda lalu kembali melangkah memasuki kamar ku
Esok pagi saat aku ingin berangkat sekolah dam membuka pintu rumah, aku terkejut saat melihat alpha didepan rumah ku sedang duduk di motornya
“alpha”panggil ku
“hai, ayo berangkat”ajak nya
Aku terdiam menatap wajah alpha tak henti, keningku mengkerut seakan meminta jawaban kenapa alpha bisa ada sepagi ini di rumah ku
“gua mau berangkat sekolah bareng, ayo naik”kata alpha
Aku mengikuti perintah alpha, setelah menaiki motor nya, kami pergi ke sekolah tak banyak perbicangan, hingga kami tiba di dalam kelas.
Beberapa menit setelah kami masuk jam pelajaran pun di mulai, bu nilna guru fisika membuat soal di papan tulis
“baiklah, siapa yang ingin maju kedepan utuk menyelesaikan soal di papan tulis?”tanya bu nilna
Tidak ada yang menjawab, begitupun dengan ku, rasanya tangan ku sudah gatal ingin menjawab semua pertanyaan di papan tulis itu, tapi aku harus memberikan kesempatan untuk mereka, tidak adil bukan jika hanya kau yang menjawab
“anak baru silakan maju selesaikan tugas disana”ucap bu nilna menjuk alpha
“tapi” bantah alpha
“maju”perintah bu nilna
Aku melihat wajah alpha ada rasa kecewa di wajah seperti nya alpha tidak bisa menyelesaikan soalnya, dan benar saja sudah hampir 30 menit alpha belum menyelesaikan soal itu sama sekali
“kamu bisa atau tidak?”tanya bu nilna
“tidak”jawab alpha jujur
“ibu tidak akan member mu duduk, jika kamu atau teman sekelasmu tidak bisa mengerjakan soal itu”ucap bu nilna yang sedang duduk di bangku nya
“biar saya yang mengerjakan bu”ucap ku lalu bangkit dari tempat duduk
Aku maju dan menyelesaikan satu persatu soal dari bu nilna, soalnya tidak terlalu sulit hanya beberapa rumus yang berbeda, setelah selesai aku kembali duduk ketempat ku
“biar ibu periksa, baru kamu boleh duduk” ucap bu nilna menujuk kearah alpha
Setelah selesai memeriksa bu nilna mengizinkan alpha utuk duduk karena memang jawaban ku benar semua, alpha menepuk punggung ku hingga aku berbalik menatap nya
“thaks ya”ucap alpha lalu aku menangguk dan tersenyum
Usai pelajaran bel istirahat pun berbunyi seperti biasa aku mengambil buku yang ku pinjam dari perpus lalu pergi melangkah keperpustakaan sekolah.
Saat aku ingin mengambil buku diatas, sayang nya tangan ku tidak sampai keatas namun sebuah tangan mengambil buku itu terlebih dahulu, aku mendongak kearah si pemilik tangan, ternyata benar dugaan ku, tangan itu tangan nya alpha
“makanya jangan pendek”ucap alpha
Aku mendengus sebal menatap alpha lalu pergi meninggalkan alpha setelah mengambil buku itu dari tangan nya, aku duduk di bangku perpustakaan dan alpha terus mengikutiku, sekarang dia duduk di depan ku membuat konsentrasi ku putus
“lo suka baca ya, sama kaya papah gua, tapi sayang nya gua gak suka”ujar alpha
Aku hanya diam, sambil membalikan setiap lebaran yang ku baca, tapi sepertinya alpha tetap saja bicara, sambil menatap wajah ku.
“kata papah buku itu gudang ilmu, membaca itu supaya kamu tau agar kamu bisa menemukan dimana letak bahagia, papah itu pahlwan andai mama masih ada pasti kita bahagia”
Aku meletakan buku ku, lalu menatap wajah alpha bukan karena cerita terakhirnya tapi karena perkataan papah nya mirip dengan perkataan ayah, kenapa semua selalu berhubungan dengan dia
“kenapa kasian ya sama gua”tanya alpha
“tidak, karena terkadang dalam hidup kita harus rela melepaskan seseorang yang kita sayang agar tau rasanya kehilangan”jawab ku
“rasanya menyakitkan, benci bukan?sudahlah dia juga gak akan kembali”kata alpha yang mulai tersenyum
“melow, gak cocok”ucap ku berusaha mencairkan suasana
Saat bel pulang berbunyi alpha kembali mengatar ku pulang, hingga seminggu sudah kita berteman bunda juga mengenal alpha dengan baik, sampai suatu ketika di hali libur alpha mengajak aku pergi kerumah nya
“alpha kita mau kemana?”tanya ku
“kerumah ku, aku ingin kamu berkenalan dengan papah, papahku orang nya baik”jawab alpha
Aku tersenyum mendengar jawaban alpha, jujur aku penasar dengan wujud papah nya, kenapa setiap alpha bercerita tentang sikap papah nya, entah kenapa semua sikap papah nya alpha mirip dengan sikap ayah.
Sampai didepan rumah nya alpha, dia sibuk memencet bel rumah nya, rumah alpha terlalu mewah, lalu saat pintu itu terbuka mucul seorang wanita paru baya, tersenyum kepada kami.
Saat langkah kami masuk kedalam rumah alpha, padangan ku terhenti melihat photo keluarga yang terlihat sangat bahagia, tapi membuat hati ku teriris luka pedih dan perih itu yang ku rasa,ternyata bukan hanya kata kata atau pun sikap nya yang sama tetapi wajah nya pun sama.
“kamu sudah pulang nak”
Suara itu, suara yang tak pernah ku dengar lagi setalah sepuluh tahun sudah dia pergi, dan dia datang kembali pertanda apa ini, saat pemilik suara itu datang mengahampiri kita, aku langsung melepas gengaman tangan alpha dan berlari menjauh dari mereka.
Sungguh aku kecewa kenapa ini semua terjadi pada ku, aku benci dia, aku berlari pergi dari rumah alpha, menuju rumah ku, di perjalanan aku hanya bisa menangis aku kecewa, aku tak bisa berkata apa apa lagi.
Sampai dirumah, aku membanting pintu membuat bunda yang sedang melakukan aktifitas terganggu, aku menghampiri bunda dan memeluknya
“bunda dia kembali”ucap ku yang tak bisa menahan air mata
“dia siapa ra?”tanya bunda lembut
“dia yang pernah meninggalkan kita selama sepuluh tahun, dia yang membuat keluarga kita hancur” ucap ku semakin memeluk bunda erat
“dimana ayah ra?”tanya bunda lalu melepaskan pelukan ku
Terdengar suara ketukan pintu dari luar sana, aku masih lemah tak berani melakukan apa apa, akhirnya bunda membuka pintu, namun telinga ku masih bisa mendengar secara jelas suara disana, dan suara dia kembali terdengar di telinga ku.
Aku pergi menghamipri mereka, aku tidak ingin melihat bunda menangis, aku tidak ingin melihat bunda terluka, namun yang ku lihat bunda sedang berpelukan dengan dia.
Mata ku tidak salah lihat, aku mendekat kearah mereka, bukan untuk menghampiri tapi untuk pergi,saat langkah ku mulai bergerak perlahan, dia menari ku, dan memeluk tubuh ku.
Aku rindu pelukan ini, hangat dan aku kehabisan kata, aku rindu ayah, tapi ayah jahat, tidak aku tidak boleh memangilnya ayah, karena dia bukan ayah ku. Lalu aku melepas pelukan dan mendorong nya.
Aku berlari tapi mereka terus mengejar tidak hanya ayah, ada bunda dan juga alpha, sungguh aku benci situasi ini, aku berlari hingga aku tidak sadar bahwa mobil di hadapan ku sebentar lagi mendekat, aku pasrah jika memang ini ajal ku, aku rela kan semua nya, karena aku hidup memang tak berguna
Namun saat aku memejam kan mata, aku merasa terdorong hingga aku terjatuh di tanah, aku mulai membuka mata yang ku lihat, ada banyak darah di sana dengan tubuh pria paruh baya yang tergeletak.
“AYAH…”teriak ku
Aku menghampiri ayah memeluk tubuh ayah yang penuh darah, aku rindu ayah yang aku inginkan bukan ini, lebih baik aku kehilangan ayah karena ayah memilih wanita itu dibandingkan aku kehilangan ayah untuk selamanya.
“ayah bertahan, aku sayang ayah, aku tidak ingin ayah pergi lagi, tetap bersama ku, jangan tingalkan aku lagi ayah”ucap ku yang tak bisa menahan air mata
Ayah menghapus tangis ku, ayah tersenyum, dia terus saja menggunakan topeng agar aku tidak melihat luka nya.
“ayah sayang sera, tapi tugas ayah di dunia sudah habis, ayah harap kamu bisa menjaga bunda, maafkan ayah sera” ucap ayah lalu memejamkan matanya
“AYAH,.. BANGUN AYAH…”kata ku yang terus menguncang tubuh ayah
Saat bunda pingsan aku hanya bisa menangis, melihat orang yang ku sayang menjadi seperti ini karena ku.
Kecelakaan itu sungguh menyakitkan, dokter bilang ayah tak bisa di selamatkan, bunda sudah bercerita semua nya, ternyata aku yang salah, seandainya dulu aku tidak sakit parah, hingga mengharuskan aku operasi dengan biaya yang mahal pasti kami masih berkumpul.
Ternyata mama alpha yang membayar semua biaya ku, tapi dengan persyaratan ayah harus menikah dengan nya, awalnya bunda dan ayah tidak setuju.
Namun karena kondisi ku yang memang sangat mengkhwatirkan akhirnya mereka setuju, tapi ayah bilang sama bunda, agar aku mengetahui bahwa ayah yang jahat karena ayah tidak ingin melihat aku menyalahkan diriku sendiri.
Hingga pada akhirnya ayah pergi, aku menyesal seandainya itu semua tidak terjadi, pasti suara ayah masih terdengar saat ini.
Untuk : ayah
Aku merindukan pelukan ayah, canda dan tawa yang mengihiasi hari penuh warna aku sayang ayah, sampai kapan pun ayah tetap pahlwan yang selalu ada di hati, ayah aku ingin mendengar suara ayah, aku ingin mendengar semua kata kata dari bibir ayah, aku ingin mentap wajah ayah bukan menatap sebuah foto, aku ingin memeluk ayah bukan memeluk makam ayah, aku ingin mendengar cerita tapi bukan cerita yang menyatakan ayah tiada, ayah semoga kau bahagia disana maafkan sera ayah
Dari : sera
END