Kenalkan namaku adalah Zahra, dua tahun sebelumnya aku memiliki kekasih yang amat aku cintai yaitu Zidan. Kami berpacaran sudah cukup lama ya kisaran 7 tahunan.
"Zidan, kamu sungguh keterlaluan. Baju ini aku malu." kata Zahra
"Zahra sayang, baju ini pas untukmu cantik dan cocok untuk kulit tubuhmu." sanjung Zidan
"Benarkah? kamu tidak bohong Zidan?" Zahra memastikan perkataan Zidan kembali
"Iya Zahra, kapan aku pernah bohong padamu?"
"Lalu untuk apa kamu menyuruhku memakai baju sebagus ini? Aku tidak biasa memakai dress, kamu tahu sendiri aku biasanya pakai celana jeans."
"Iya aku tahu Zahra, aku menyukaimu apa adanya. Tapi hari ini berbeda. Aku ingin membawamu ketempat kedua orang tuaku."
"Tidak bisa Zidan, kedua orang tuamu di Jakarta dan kamu akan membawaku ke sana? Dan kamu tahu sendiri orang tuaku berada di Solo. Kita sama-sama selesai kuliah begitu juga kita sudah bekerja kurang lebih 2 tahun ini."
Zidan hanya tersenyum, ia tahu pasti Zahra takut kalau mereka akan memiliki hubungan LDR. Ya memang selama ini Zidan dan Zahra kuliah bareng di kampus yang sama, bedanya adalah jurusannya saja.
"Zahra, papahku pindah tugas di Solo. Jadi mamahku juga pasti ikut. Aku senang mereka bisa ke Solo sedangkan kamu tahu, aku memiliki rumah sendiri dari hasil jerih payahku."
"Jadi kamu mau mempertemukanku langsung dengan kedua orang tuamu sekarang?"
Zidan hanya menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum, selama ini Zidan yang sering mengantar jemput Zahra ke rumah. Dari awal mereka kenal dan sampai sekarang ini. Pastinya Zidan sudah bertemu dengan kedua orang tua Zahra, mereka sangat menyukai Zidan. Zidan anak yang baik!
Tanpa babibu benar saja Zidan mengenalkan Zahra langsung ke dua orang tuanya di rumah Zidan. Selama ini Zahra hanya melalui via telepon untuk menyapa kedua orang tua Zidan. Sebenarnya Zidan dan Zahra sudah di restui oleh kedua orang tua mereka.
Tapi suatu hari Zidan bolak-balik ke rumah sakit, jelas Zahra tidak tahu cuma Zahra merasakan berbeda dengan sikap Zidan. Zidan jarang sekali membalas chat dari Zahra. Zahra sangat curiga, hampir 7 tahun pacaran mereka tidak merasakan bosan, meskipun bosan itulah wajar. Namanya bosan adalah manusiawi, hanya kitanya gimana menyikapi dengan rasa bosannya itu? Mencari lagi atau kita tetap bertahan, belum tentu kita cari yang baru itu sama yang sebelumnya, ujung-ujungnya kita akan menyesal.
_______
Sudah 1 bulan ini meskipun mereka sering bertemu tetapi Zahra tetap janggal dengan sikap Zidan yang berubah. "Zidan, aku merasakan kamu berubah, ada apa?"
"Tidak ada, aku sama seperti biasanya." Zidan menutupinya
Pertemuan kali ini Zidan tidak banyak bicara biasanya Zidan yang humoris tetapi kali ini rasanya Zidan seperti menyembunyikan sesuatu tapi apa. Zahra jelas curiga, Zidan tidak membicarakan tentang enivessary 7 tahun hubungan mereka. Biasanya H-1 Zidan membahasnya, Zahra mau apa pasti di kabulkan tapi hari ini tidak.
________
Esok harinya, Zahra sengaja memantau rumah Zidan. Ternyata Zidan bersama dengan wanita lain masuk ke dalam mobil dan melajukannya, tapi Zahra mencoba untuk berfikiran positif. Tapi kenapa Zidan tidak cerita kalau Zidan memiliki adik perempuan atau keponakan! Zahra tidak memperdulikan pikirannya yang menyabang itu.
Sampailah di sebuah butik di sana adalah bukti baju pernikahan. Jelas Zahra syok melihatnya. Hatinya seperti tersayat, melihat Zidan memakai baju pengantin pria, sedangkan wanita itu memakai gaun penganti wanita.
Zahra sudah menangis bombay, ia turun dari mobil dan menghampiri Zidan dengan wanita itu. Zahra marah-marah sambil menangis.
"Zidan, kalau kamu bosen denganku. Bukan begini caranya, diam-diam menikah dengan wanita lain lalu meninggalkanku." teriak Zahra, Zidan sangat syok dengan kehadiran Zahra dengan tiba-tiba.
Zidan mencoba untuk menjelaskan tapi Zahra sudah di kabuti dengan amarahnya.
"Baik kalau itu maumu Zidan, kita putus!" Zahra dengan berat hati pergi meninggalkan Zidan begitu saja. Pergi dengan isak tangisnya di jalan dan tancap gas mobilnya begitu kencang dan tidak memperdulikan Zidan memanggil namanya.
Hatinya benar-benar sakit, semenjak kejadian itu Zidan tidak menghubungi Zahra. Zahra sangat membenci Zidan detik itu juga!
Tapi beberapa hari kemudian, wanita itu yang bernama Anjani datang ke rumah Zahra.
"Untuk apa kamu datang kemari? Bukannya kamu akan menikah dengannya. Oh aku tahu kamu akan memberi undangan pernikahan kalian, maaf aku sibuk tidak bisa datang."
"Zahra dengerin penjelasanku dulu, sebelum kamu menyesal kehilangan Zidan."
"Sekarang kamu pergi! aku tidak ingin dengar nama Zidan lagi." Tiba-tiba Zahra menutup pintu depannya dengan keras, sakit hatinya tidak sebanding dengan kemarahannya.
"ZIDAN SAKIT ZAHRA, KALAU TIDAK INGIN BERTEMU LAGI TIDAK APA. TAPI UNTUK KALI INI SAJA UNTUK TERAKHIR KALINYA TEMUI ZIDAN. AKU MOHON!"
Zahra kembali membuka pintu depan rumahnya dan menanyakan apa maksudnya Zidan sakit. Akhirnya Anjani menyeritakan semuanya dari awal sampai akhir, Anjani adalah sahabat Zidan.
Waktu di butik Zidan ingin membeli baju pernikahan Zidan dengan Zahra, Anjani sebagai perantara memakai gaun pengantin wanita karena postur tubuhnya sama. Zidan ingin memberikan kejutan kepada Zahra di waktu enivesarry hubungannya yang sudah menginjak 7 tahun, dan ingin menikahinya saat itu juga. Tapi semua kacau saat itu juga ketika Zahra datang, bersamaan sakit Zidan mulai kambuh. Setelah kepergian Zahra, Zidan tidak bisa menghubungi Zahra beberapa hari ke depan karena Zidan di rawat di rumah sakit.
Zahra terkejut mendengarnya, air matanya pun mengalir dengan derasnya. Anjani akhirnya membawa Zahra ke rumah sakit, dengan terburu-buru Zahra memakai baju pengantinnya yang di pilih oleh Zidan waktu itu, Zahra masuk di kamar VIP Zidan.
Sangat miris dengan keadaan tubuh Zidan yang terpasang alat-alat medis untuk bertahan hidup. Zidan sekarat dan terbaring lemah di ranjang pasien, Zidan mengindap kanker otak, tidak ada obatnya sampai detik ini.
_____
Dua tahun sudah berlalu, Zahra datang di pemakaman Zidan. Ia menaburkan kelopak-kelopak bunga mawar merah di atas tanah Zidan. Zahra merindukan sosok kekasih seperti Zidan, Zidan bagaikan malaikat, menemani Zahra senang maupun susah. Zidan humoris, loyal, sabar, penyayang, dan banyak lagi di diri Zidan.
*****
Selamat jalan kekasihku, Zidan! ~
Sudah 2 tahun kamu pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.
Aku memang masih sulit membuka hati kepada pria lain, hatiku seperti mati. Biarlah seperti ini sampai Tuhan menginzikanku untuk jatuh cinta kembali kepadamu, meski melalui raga orang lain.
Tenang di surga sayang, aku mencintaimu!
-End-
(KEMONETARNYA DONG???? DUKUNG AUTHOR KOMENTAR DAN LIKENYA.)