Hujan deras menguyur bumi, angin dingin terasa menusuk kulit. menambah semakin sepi dan hening.
Adit baru saja pulang dari latihan sulap. untuk mengisi waktu dari membuang rasa sepi.
" dit tadi lira kesini " kata mb safa sang kakak
yang nongol di pintu kamar
" ya ....sudah tahu " jawab adit datar.
" kamu mutusin dia kenapa" tanya mb safa.
" mb safa kepo, dah sana ngak usah diurusin
nanti juga bosan sendiri nyari aq." jawab adit cuek.
" astaga, mb lihat dia gadis baik kok" kata mb safa
lagi.pengenbtahu alasan adit mutusin sang pacar.
" dah keluar sana mb, adit pengen istirahat nih " katanya mengusir sang kakak hendak menutup
pintu.
" eh bentar...putus kanapa sih" kepo mb safa.
" tahu ah kepo nih urasan adit sana ...sana kata
adit mendorong mb safa dan
brak.... pintu tertutup dan dikunci adit.
lalu adit pun berbaring di atas ranjang sambil mengingat. kejadian 2 hari yang lalu.
flas back.
" dit wah ngapain disini ikut nongkrong yuk di klub
" ajak iwan.
" ngak ah aq mau pulang " kata adit yang sudah naik motornya.
" sebentar aja gue mau nunjukan sesuatu pada lho
" kata iwan.
" apa ...." kata adit mode cuek.
" itu tentang trik menipu, tapi kita ketemu teman dulu diclub dia lagi nongkrong disana yuk antarin gue ,ban motor gue gembos" kata iwan memohon
menatap adit.
" cuma sebentar ya" kata adit.memberi penawaran
" ok....janji ngak lama." jawab iwan yang langsung naik dibelakang adit.
Aditpun melajukan motornya menuju sebuah club
sore itu. untuk mengantar iwan. sesampai disana iwan memperkenalkan adit dengan doni teman iwan yang sama sama sedang latihan sulap.
" lho ngak mau gabung, lumayan kalo berbakat bisa buat nambah penghasilan" kata doni.
" iya dit buat pengalaman paling tidak, lho kan
lincah tuh buat trik kecepatan tangan " kata iwan.
" nanti gue pikir ulang, ya sudah gue balik ya wan don" kata adit bangkit. dari sofa.
" buru buru amat minum dulu lah sama kita kita" tawar doni.
" makasih bro gue ngak biasa minum" jawab adit
datar.
" yah......dikit doang " kata iwan.
" skali lagi makasih " ok sampai ketemu bro " kata adit berlalu meninggal ruangan vvip itu .
Ketika hendak menuju pintu club langkah nya terhenti melihat seseorang yang sangat ia kenal.
" lira....ngapain dia disini." guman adit
Adit pun memperhatikan lira dari dekat ditengah keramaian pengunjung.lira mengunakan baju seksi
yang berbeda dari penampilannya dikampus.
Terlihat lira sedang tertawa lepas sambil ngobrol dengan seorang pria yang adit tidak kenal.lalu adit pun mengambil gambar lira dengan pria itu lalu beranjak pergi.meninggalkan club
Hatinya sangat kecewa atas apa yang barusan ia lihat .bisa bisanya lira berbohong padanya bahwa
hari ini dia bilang ada kerjaan, ya mungkin kerjaan
nemani om om .
Aaaaa........ teriak adit kesal......
Sambil memacu kecepatan motor menuju rumah.
membawa rasa sesak didada yang membuatnya
ingin marah .
flasback off
.....................................
" dit tadi aq telp kamu, ngak diangkat sih mana chatku ngak dibalas" kata lira yang mengikuti adit ketika makul selesai.siang itu. setelah 2 hari berlalu.
" buat apa " kata adit cuek terus melangkah. yang membuat lira tetap mengikutinya.
" dit kamu kenapa sih, kan aq sudah bilang kalo kemaren ngak bisa pergi sama kamu " kata lira
menarik tangan adit sehingga langkah aditpun
terhenti.
" ya karna kerjaan kan , apa kerjaan kamu nemani om om diclub itu" kata adit ketus dengan aura dingin.
Deg..........
" dit....itu......
' apa .....benarkan apa kamu seorang hosstes atau.....
" plak......satu tamparan melayang ke wajah adit.
Mata llira berkaca kaca setelah menampar adit.
" maaf tapi itu tidak seperti yang kau pikirkan " kata lira dan berlalu pergi.meninggal kan adit yang diam
sambil memegang pipinya yang terasa sakit di tampar lira.
Adit pun pergi dari tempat itu dan pulang membawa kegalauan hatinya. lira belum sempat menjelaskan apa apa padanya. tapi kebohongan
lira membuatnya terlanjur kecewa.
........................
Seminggu ini adit sibuk ikut iwan untuk latihan trik
sulap melatih kecepatan tangan dan kelihaian dalam menipu penonton. untuk mengasah bakatnya sekalian untuk melupakan masalahnya
dengan lira yang tak jelas sampai dimana.
Adit rajin mengumpulkan tentang trik sulap para pesulap terkenal dunia, mulai dari Val valentino,
David blaine, David copperfield, Lance burton, Shin lim, Harry haudini dan juga persulap indonesia
seperti Demian, joe sandy, Rizuki, Deddy conbuzier.
Riana dll.
Entah apa yang membuatnya tertarik tapi paling tidak pengalihkan perhatiannya ketika sedang tak ada kegiatan untuk mengisi kekosongan waktu.
Adit rajin berlatih bersama iwan bahkan sampai
harus berlatih disebuah gedung kosong yang sepi.
dimana disana sangat sepi dan tak jelas bahkan penontonnya tak ada tapi adit tetap fokus pada latihan nya dan terus giat. berlatih.
Suatu malam adit berdiri disebuah punggung seorang diri iwan dan doni menunggunya dari samping punggung. tapi adit mencoba untuk berkonsentrasi pada trik kecepatan tangannya.
Tampa ia sadari ia membangun kimistri dirinya sendiri sedang menjadi pesulap diatas punggung
yang tak diketahui siapa penontonnya.
Dan terus menerus membuat trik yang adit gunakan menjadi sempurna.
prok......prok......tepuk tangan terdengar jelas
riuh ketika adit sedikit membungkukkan badannya.
lalu turun dari pangung.
" bagus.....sangat bagus luar biasa" kata iwan
memujinya.
" bagus dit lho sudah bisa konsentrasi dengan tenang bahkan seperti berhalusinasi " kata doni.
Adit pun terkejut dan menoleh kearah kedua temannya.
Deg.......
Jadi tadi hanya halusinasinya seakan melihat para penonton. astaga.....aditpun membuang nafas kasar.dan melihat sekelilingnya.benar ini hanya latihan yang seperti biasa ia lakukan.
Memang benar gedung sepi dan lagian ini malam
membuat bulu kuduk adit merinding.lalu
" yuk pulang besok lagi" kata adit melangkah berjalan.
" besok kita latihan lagi kan" kata doni.
" iya, mau disini lagi atau dimana?" tanya iwan.
" terserah kalian " kata adit.
" ok kita atur besok aja." kata doni.
" ok....
Ketiganya pun sampai diparkiran yang luas dan sepi lalu ketiganya menaiki motor masing masing untuk menuju pulang.
Adit yang terakhir keluar dari tempat itu merasakan aura tak nyaman namun adit tetap bersikap tenang
tampa menoleh sedikitpun kebelakang.
Bug...........
Adit menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur kesayangannya sambil mengingat kejadian waktu tadi ia mencoba fokus pada trik kecepatan tangannya yang membuatnya sempat melihat sosok bayangan hitam terlihat duduk didepanya.
menoton aksinya saat memperagakan sulap.
" ah sudah lah mungkin perasaanku aja " bathin
adit lalu memejamkan matanya.
.........................
Kring......kring......kring.......
Alarm pagi berbunyi nyaring dan membuat adit bangun lalu masuk kamar mandi untuk membersikan diri lalu sholat subuh.
Setelah sholat adit menyiapkan buku buku kulaihnya hari ini. dan bergegas kedapur. untuk
sarapan pagi.
" dit mamah sama papah besok keluar kota kamu, ngak pa pa kan dirumah sendiri mba mu lagi nginap tempat om zaki" kata sang mamah.
" ngak apa mah, sudah biasa kan" kata adit datar
sambil duduk dan mengambil sarapannya
" ya sudah bagus lah uang saku nya mamah taruh di laci mu karen, kalo ngak masak sendiri beli
matangan saja " kata mamah
" ya mah " kata adit sambil mengunyah .
makanannya.
....................................
" Dit.......dit tunggu " teriak amel memanggilnya.
" ada apa " kata adit yang berbalik ketika amel mendekatinya.
" kamu ngak besuk lira, tega banget sih sama pacar
sendiri" kata amel sajabat lira.
" kita sudah putus mel " kata adit datar.
" astaga dit, tega banget sih lho dit patasan lira selama ini jadi pendiam " kata amel menatap adit.
" memang kenapa , bukan urusan lho kan" kata adit
ketus.
" ya ampun dit kamu tega banget sih deh, bukannya bantuin lira malah kamu mojokin dia
" kamu cowok macam apa.
" gue kasih tahu ya suatu saat lh akan nyesal kehilangan lira " kata amel marah lalu pergi dari hadapan adit.
Adit hanya diam.dan menyugar kasar rambutnya.
diakuinya sampai hari ini hatinya masihen inzai lira dan adik tak menampik tentang itu.tapi disisi lain
adit kecewa bahwa lira membohonginya. lepas dari semuanya keduanya tak pernah bertemu lagi setelah kejadian itu.
Sempat dua kali lira mencarinya kerumah namun adit menghindar karna lira ingin meluruskan masalah.
Hari ini adit tampil perdana setelah 4 bulan berlatih dan bisa tampil didepan umum.adit berdiri didepan pangung dan melakukan trik trik kecepatan tangannya dengan lincah sampai trik yang terakhir selesai.
Tepuk riuh penonton terdengar heboh adit tersenyum hendak turun. namun matanya seketika tertuju pada sosok bayangan hitam diantara penonton berjubah hitam yang tak jelas wajahnya.
Tangan adit terasa gemetar ketika pandangan matanya melihat sosok itu.
" dit ayo zurun " tegur iwan. menepuk bahunya.
" i....i....ya wan " gagap adit seraya melangkah dengan tangan dingin dan tubuh gemetar hebat.
" nih minum kayanya tadi kamu tegang " kata doni
memberikan sebotol air meneral.
" makasih " kata adit menerimanya lalu membuka tutup botol dan meneguknya.
" ya sudah ku tinggal ya, sama iwan disini " kata doni yang lalu keluar dari ruangan dan bersamaan iwan masuk menemani adit.
" gimana rasanya tampil dipanggung ngak grogikan" tanya iwan.
" sedikit wan" kata adit.
" oh ya adit ikut berduka ya, katanya lira koma dirumah sakit " kata iwan
" hah.....kok bisa." kata adit terkejut.
" kamu ngak tahu emang?" kata iwan balik terkejut menatap adit.
" ngak."....geleng adit.
" astaga sudah 3 bulan ini.....!!" kata iwan menatap adit nanar.
" mhem......gue ngak tahu wan" jawab adit lirih.
" ya ampun dit, lira koma setelah sempat dijodphksn orang tuanya zapi dia menolak. papi maminya bercerai. dia dipaksa untuk menikah dengan relasi bisnis papinya dan gue sempat ketemu sama lira di club dibawa calon suaminya.
" kata iwan menjelaskan.
" kamu tahu dari mana." kata adit.
" amel yang cerita sama gue, dan kebetulan juga gue kenal calon suaminya lira.lira menolak tapi
papinya ngak terima. dan tetap memaksa sampai akhirnya lira kecelakaan ketika hendak dinikahkan.
" cerita iwan.
Nyesss........
Adit bersusah payah menelan salivanya ketika
mendengar cerita iwan.ada gelanyar aneh menyusup di dalam hatinya.
Adit terpaku mengingat bayangan hitam yang slalu
mengikutinya seperti bayangan lira.bahkan saat
tadi ia berdiri diatas panggung. ia seperti melihat
seperti pesulap yang tak diketahui siapa penontonnya. dan itu terlihat jelas disela sela penonton banyak bayangan hitam yang menatapnya tajam dan melihat trik trik sulap yang ia mainkan.
" dit....dit..... lho kenapa" kata iwan melambaikan tangannya didepan wajah adit.
" ngak pa pa wan gue cuma melamun sedikit" jawab adit linglung.
" ya sudah habis ini kita pulang. oh ya ini titipin meneger. lumayan buat jajan" kata iwan menyodorkan sebuah amplok.
" ok makasih "kata adit menerimanya.
...............................
Adit mengenggam tangan lira ketika ia berhasil masuk ruang icu untuk membesuk lira.air mata
menetes dipipi adit merasa bersalah atas apa yang terjadi diantara dirinya dan lira.namun nasi sudah jadi bubur tak ada yang bisa ia lakukan kini.
Lira terbujur kaku tampa gerakan . hanya alat alat
yang menopang ditubuhnya melekat nyata dihadapan adit. melihat lira yang koma selama 4 bulan belum ada kemajuan apapun. sang mami
hanya bisa menangis ketika adit bertemu dengan
wanita paru baya yang menemani sang putri tunggal.berharap lira bisa bangun lagi.
" ra, maafin aq ,aq janji akan bahagia kamu bila
nanti sudah sehat. bangunlah, kita akan menikah
aq akan bekerja dengan semampuku ra, jangan tinggalin aq, aq menyesal tidak mendengarkanmu
saai itu" tangis adit sambil mencium tangan lira.
menyesali apa yang sudah dikatakanya pada lira
saat itu.
Adit tampil dipanggung hari ini dengan wajah yang terlihat sedih, namun ia bersikap tenang untuk profesional karna sudah menjadi pekerjaanya dan tekadnya untuk lira ketika ia berjanji pada lira
kallau lira bangun adit akan menikahinya walau apapun yang terjadi.
Trik trik tipuan sebagai pesulap adit gunakan dengan seluruh kemampuannya dan penuh
perhitungan hingga bisa menyelesaikan dengan cepat dan lihai membuat orang takjub
tepuk tangan penonton terdengar riuh didepan matanya. kini adit berdiri dengan tenang tak ada
lagi penonton misteri yang ia lihat.kini adit bisa kosentrasi dengan tenang dan maksimal.
dan membuat adit bisa pulang dengan hati lega.
...............................
Adit.........
" iya mah ," sahut adit dari kamar. berteriak
" ada yang nyari ....nih" kata mamah
" iya bentar adit baru selesai mandi." kata adit teriak.
' cepatan nanti orangnya pulang lho" kata mb safa i
" iya bentar " kata adit keluar dengan celana pendek dengan kaos dipundak yang belum terpakai
.Deg .......
" lira .....
" dit.....lira langsung memeluk adit didepan mamah dan mb safa juga maminya lira.
Aditpun ikut memeluk gadis yang slama ini ia rindukan setiap hari. ketika masih koma, namun hari ini lira ada didepan matanya.
Keduanya berpelukan cukup lama sampai
" mhem....mhem.....wah bakal ngak lama makan enak nih " kata mb safa sambil melirik dua pasang
orang yang masih berpelukan itu menoleh dan sadar disitu ada mamah dan mami nya.
" eh ada mami juga " kata adit yang malu sambil menyalami calon mertuanya.
" lupa ya keasyikan " sindir sang mamah
" maaf mah " kata adit lalu mengajak lira duduk.
Malam pertemuan itu jadi sangat berkesan takkala adit menyampaikan niatnya melamar lira. sesuai janjinya waktu lira koma.
" tapi kan kalian masih kuliah' kata mami lira
" masalah itu bisa di pikirkan nanti jeng yang penting halal dulu dari pada kebablasan kan repot, " kata mamah adit.
Akhirnya kedua belah pihak sepakat menikahkan adit dan lira secara sederhana untuk menjaga fitnah dari dosa. dan resepsi bisa diatur kedepannya. yang penting halal.dan adit sudah bisa mencari penghasilan sendiri walau tidak besar.yaitu jadi pesulap amatiran.nyambi kuliah.
Tamat.