Seorang gadis muda berpakaian sederhana berjalan menyusuri koridor kampus menuju kelasnya. Terlihat tidak istimewa tapi siapa sangka bahwa dia adalah Zhao Ling-Ling. Tuan putri keluarga Zhao yang terpandang dan keberadaannya tidak bisa di singgung., Bahkan tidak sedikit perusahaan yang ingin menjalankan bisnis kerjasama dengan mereka.
Walaupun dari keluarga kaya raya tapi Zhao Ling-Ling tetap berpenampilan sederhana. Bahkan ketika masuk ke perguruan, ia sengaja menyembunyikan identitas aslinya. Mengaku dirinya sebenarnya gadis miskin dari desa. Hal itu di karenakan agar Zhao Ling-Ling bisa melihat karakter asli seseorang. Dia tidak ingin memiliki teman yang karena hanya dirinya anak orang kaya.
Zhao Ling-Ling berjalan menuju kelasnya dan tiba-tiba dihadang oleh sekelompok gadis. Hanya empat orang dan sepertinya mereka adalah kakak-kakak senior. Mereka berempat memandang Zhao Ling-Ling dengan sangat jijik. Berpikir bahwa bagaimana bisa kampusnya yang terkenal elit dan kebanyakan berisi mahasiswa kaya bisa menerima Zhao Ling-Ling yang mereka anggap sebagai sampah.
"Oh! Jadi ini seorang sampah dari desa?" Salah satu dari mereka mulai menghina Zhao Ling-Ling. Tentu saja Zhao Ling-Ling tidak menghiraukannya. Dia mencoba menerobos melewati mereka tetapi tetap saja di hadang oleh mereka.
"Kalian mau apa?" Tanya Zhao Ling-Ling dengan ekspresi tenang. Tidak ada ketakutan sedikitpun di wajahnya.
"Aku memiliki tawaran pekerjaan untukmu, sebagai pelayan kami. Bagaimana? apa kau bersedia?" mahasiswa yang sedikit lebih tinggi dari mereka tiba-tiba berbicara menawarkan pekerjaan pada Zhao Ling-Ling.
"Kamu tenang saja, aku akan membayarmu dua ribu Yuan setiap hari. Aku tahu kamu yang berasal dari desa pasti sangat membutuhkan uang untuk biaya kuliah" Sambungnya lagi. Namanya Qing Xu seorang mahasiswi senior yang terkenal paling cantik. Tak hanya itu saja, dia memiliki tubuh tinggi langsing bak model internasional.
Qing Xu mulai berkhayal untuk menindas Zhao Ling-Ling, berharap dirinya dan teman-temannya bisa merundung Zhao Ling-Ling untuk kesenangan mereka. Tapi siapa sangka jawaban Zhao Ling-Ling membuat khayalan itu seketika sirna.
"Maaf aku tidak tertarik" Tanpa berdebat lagi Zhao Ling-Ling langsung berjalan cepat memasuki ruang kelasnya. Ke empat gadis itu tercengang melihatnya.
"Hei, kamu yang sampah dari desa, sombong sekali kamu. Kak Qing berbaik hati menawarkan pekerjaan untukmu tapi kamu malah tidak mau!" Yang lain pun memarahi dan memaki Zhao Ling-Ling.
"Kak Qing, kita harus memberikan pelajaran padanya, bagaimana bisa dia mengabaikan dan menolak tawaran kak Qing?"
"Tidak apa-apa, biarkan saja dulu. Nanti ketika sampah itu sudah tidak memiliki uang dia akan datang sendiri pada kita. Anggap saja kita memberikan dia waktu untuk berpikir" Qing Xu berkata dengan senyum penuh arti di wajahnya.
"Kak Qing benar, anggap saja kita memberikan dia waktu. Setelah nanti dia mencari kak Qing, kita bisa bersenang-senang dengannya" Mata dan mereka memancarkan aura yang tidak biasa.
Zhao Ling-Ling sama sekali tidak menghiraukannya dia hanya tersenyum sinis di hatinya. Ingin merundung dirinya, apa mereka pikir mereka siapa? Berani sekali menyinggung anggota keluarga Zhao. Apa mereka tidak tahu kalau keluarga Zhao bis membuat mereka terusir dari kota. Keberadaan keluarga Zhao sangat terkenal dengan julukan dewa bisnis. Satu panggilan saja bisa mereka akan langsung kehilangan tempat tinggal mereka.
Akhirnya kelas pun selesai, Zhao Ling-Ling keluar dari ruang kelasnya. Berpikir hari ini sangat melelahkan dia memutuskan untuk pulang ke mansionnya. Dia berjalan hingga sampai sedikit jauh dari gedung universitas. Sebuah mobil Maserati menghampiri dirinya. Seorang sopir memakai setelan profesional keluar dari mobil membukakan pintu mobil untuknya.
Tiba di mansion Zhao Ling-Ling langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran queen size. Di dalam kamarnya yang di dominasi warna putih dan krim. Karena sangat lelah Zhao Ling-Ling tidur hingga sore hari.
Di karenakan orang tuanya tidak ada di rumah dan sedang sibuk. Zhao Ling-Ling memutuskan untuk berjalan-jalan keluar rumah. Dia tidak pergi dengan sopir melainkan menyetir mobil sendiri. Zhao Ling-Ling mengendarai Maseratinya hingga sampai di depan sebuah butik. Tentu saja Zhao Ling-Ling tidak memarkir mobilnya di depan butik tersebut, melainkan menyembunyikannya di sebuah tempat parkir yang sedikit lebih jauh.
Dengan penampilan sederhana, Zhao Ling-Ling berjalan hingga sampai di depan pintu masuk. Seorang satpam menghadangnya hendak mengusirnya. Berpikir bahwa Zhao Ling-Ling hanya gadis miskin yang ingin melihat-lihat saja tanpa membelinya. Mereka yang seperti itu dianggap sebagai lalat yang mengganggu pemandangan dan sudah sepantasnya di usir keluar.
"Maaf nona sepertinya kamu salah masuk toko, sebaiknya kamu pergi ke toko pakaian yang di sebelah sana saja" Satpam itu menunjuk ke sebuah toko pakaian bekas yang tak jauh dari butik yang menjual pakaian bermerk dari desainer terkenal.
Tapi siapa sangka dirinya malah bertemu dengan Qing Xu dan teman-temannya di sini. Melihat Zhao Ling-Ling berdiri di depan pintu masuk butik dan di usir oleh satpam membuat mereka seperti mendapatkan tontonan yang menarik.
"Pak satpam, ada apa ini?" Tanya Qing Xu begitu mereka melihat mereka berdua. Satpam itu melihat Qing Xu dan teman-temannya memakai pakaian bermerk. Satpam tersenyum padan mereka dan berkata. "Nona ini ingin masuk butik ini tapi aku bilang padanya bahwa dia tidak akan sanggup membeli pakaian di sini. Jadi saya menunjukkan toko yang ada di sana tapi nona ini tidak mau dan bersikeras untuk masuk kedalam"
Apa? gadis miskin sepertinya ingin masuk ke dalam butik? Apa mereka tidak salah dengar? Dalam hati mereka tertawa mencibir. Qing Xu dengan tenang dan bersikap anggun berkata pada satpam
"Tidak apa-apa pak satpam dia adalah teman kuliah kami, kebetulan kami sangat mengenalnya. Biarkan saja dia masuk aku yang akan membelikannya pakaian" Qing Xu sengaja memamerkan statusnya untuk menghina Zhao Ling-Ling yang di anggapnya sampah.
"Baiklah jika seperti itu tentu tidak apa-apa, silahkan kalian semua masuk" Satpam membuka pintu dan mereka berlima memasuki butik.
Sebenarnya mereka sengaja mengajak Zhao Ling-Ling masuk ke butik supaya mereka bisa mempermalukannya. Melihat dia di hina di dalam butik pasti akan menjadi tontonan yang menarik bagi mereka.
Qing Xu dan teman-temannya berjalan lebih dulu di depan. Sedangkan Zhao Ling-Ling mengikuti di belakang mereka. Kemudian mereka semua tercengang karena melihat Zhao Ling-Ling pergi menuju gerai khusus pelanggan VIP.
Anak ini, apa dia sudah gila? tidak sadarkah dengan pakaian yang dia kenakan dan masih ingin memasuki gerai VIP itu?. Mereka melihat Zhao Ling-Ling dengan ekspresi tidak percaya. Bahkan lebih mengejutkan lagi Zhao Ling-Ling mengambil beberapa pakaian dengan asal tanpa melihat harganya terlebih dahulu.
Qing Xu sudah tidak tahan lagi dengan tingkah Zhao Ling-Ling segera menghampiri dan memarahinya. "Hei gadis sampah apa yang kamu lakukan? Kamu ingin mencuri pakaian-pakaian ini ya? Apa kau tahu berapa harga pakaian-pakaian ini? Uang makan kamu setahun saja belum tentu cukup untuk membeli satu set pun. Kamu malah mengambil banyak sekali" Qing Xu merasa muak dengan Zhao Ling-Ling begitu juga dengan teman-temannya.
"Aku akan membayar semuanya" kata Zhao Ling-Ling dengan enteng. Membuat mereka berempat semakin jijik dengannya. Bagaimana mereka bisa mempercayainya?
"Hah? Kamu ingin membayar semua? kamu akan membayarnya dengan apa? dengan daun? atau mungkin kamu menjual tubuhmu dan tidur dengan banyak laki-laki tua di luar sana" Qing Xu mengatakan sambil tertawa mengejek. Secara alami teman-temannya juga ikut tertawa mengejek bersamanya.
"Dengar ya? sebaiknya kamu kembalikan pakaian-pakaian ini ketempat asalnya. Kalau kamu sangat ingin membeli pakaian di butik ini, sebaiknya kamu membeli yang ada di sana yang jauh lebih murah" Sambil menunjuk ke sebelah gerai yang menjual pakaian-pakaian polos. Tentu saja harganya emang lebih murah sedikit. Qing Xu dan teman-temannya sudah tidak tahan untuk tertawa hingga keluar air mata.
Zhao Ling-Ling masih tenang melihat mereka menghina dirinya. Tidak ada ekspresi apapun di wajahnya. Sedangkan mereka berempat masih saja menertawai dirinya. Tidak lama kemudian seorang pelayan dan seorang manajer toko menghampiri mereka.
"Nona Qing, ada masalah apa ini?" Qing Xu adalah pelanggan tetap di butik mereka. Tentu saja manajer itu sangat mengenalnya dan hampir setiap Qing Xu berbelanja dia sendirilah yang melayaninya.
Qing Xu menoleh dan melihat manajer serta seorang pelayan tiba-tiba berdiri di sampingnya. Dia berkata kepada manajer tersebut bahwa Zhao Ling-Ling ingin membeli pakaian-pakaian dari gerai VIP tersebut. Juga mengatakan padanya jika Zhao Ling-Ling adalah gadis miskin dari desa. Mereka berpikir Zhao Ling-Ling tidak akan sanggup membelinya walaupun hanya satu set pun.
"Nona yang dikatakan nona Qing benar sebaiknya kamu mengembalikan pakaian-pakaian ini ketempat asalnya dan membeli yang di sebelah sana saja. Kalau harganya masih terlalu mahal kami bisa memberikan diskon untukmu. Jangan mengambil sembarangan pakaian-pakaian dari sini" Manajer bersikap sopan dan ramah berbicara pada Zhao Ling-Ling. Sebenarnya dia hanya memberi muka pada Qing Xu.
"Terima kasih pak manajer, tapi aku akan membeli yang ini semua" Wajah Zhao Ling-Ling masih tetap sama tanpa ekspresi.
"Heh, kamu gadis desa, apa kamu tidak melihat pak manajer berbaik hati memberimu diskon untuk pakaian-pakaian murah di sebelah sana tapi kamu dengan tidak tahu malu masih menginginkan pakaian-pakaian ini?" Qing Xu sangat emosi karena Zhao Ling-Ling terus saja membual dari tadi. Lihat saja kamu akan menangis saat mengetahui harga-harga dari pakaian-pakaian ini. Dia juga meremehkan Zhao Ling-Ling di dalam hatinya.
Kemudian Zhao Ling-Ling mengeluarkan sebuah kartu bank dari dalam tas selempang yang di bawanya. "Aku akan membayarnya dengan ini" Zhao Ling-Ling mengatakan sambil menunjukkannya pada manajer toko.
Manajer langsung tercengang melihatnya, Kartu VIP? tentu saja manajer bukan orang bodoh sehingga tidak bisa membedakan mana kartu asli dan palsu. Tidak perlu di katakan lagi kartu bank milik Zhao Ling-Ling adalah asli dan itu adalah VIP.
Wajah manajer seketika berubah menjadi lebih sungkan pada Zhao Ling-Ling. Dia dengan perasaan gemetar mengambil kartu bank dari tangan Zhao Ling-Ling. Tak hanya itu Qing Xu dan teman-temannya juga tercengang melihat sikap manajer pada Zhao Ling-Ling.
"Pak manajer, ada apa denganmu? Mungkin saja itu kartu bank palsu dan kamu malah mempercayainya? jika itu asli kemungkinan tidak ada isinya" Qing Xu sama sekali tidak mempercayai dengan apa yang dia lihat.
"Diam kamu!" Manajer itu langsung membentak Qing Xu tanpa berpikir. Bagaimana dia bisa menyinggung seseorang yang sangat penting? Apa gadis ini bodoh? Hanya karena memakai pakaian sederhana dia langsung menganggapnya orang miskin tanpa tahu mengenalnya lebih dalam lagi.
Mendapati manajer itu memarahi dirinya, membuat Qing Xu semakin bingung dan tidak percaya. Tapi dia tidak akan membantahnya, hanya bisa menantikan Zhao Ling-Ling di permalukan dan di usir dari toko.
Dengan sangat sopan manajer meminta pelayanan yang dari tadi bersamanya untuk mengambil pakaian-pakaian yang akan di bayar Zhao Ling-Ling ke tempat kasir. Manajer dan seorang pelayan segera menuju ketempat kasir sambil membawa beberapa pakaian dan sebuah kartu bank VIP di tangannya. Tentu saja Qing Xu dan teman-temannya dengan terburu-buru langsung mengikuti mereka dari belakang. Sedangkan Zhao Ling-Ling mengikuti dan berjalan santai dengan ekspresi tenang diwajahnya.
Setelah beberapa saat manajer itu mengembalikan kartu bank VIP milik Zhao Ling-Ling dan berkata padanya dengan sangat sopan. "Maaf nona Zhao, ini kartu anda. Silahkan di ambil dan ini juga barang belanjaan anda, Sekali lagi kami minta maaf atas kelancangan kami tadi" Sekarang manajer sudah tahu identitas Zhao Ling-Ling yang sebenarnya dan dia menjadi takut menghadapi dirinya
Qing Xu yang awalnya masih menantikan pertunjukan menarik dan berharap bisa mentertawakan Zhao Ling-Ling, Sekarang hanya bisa tercengang melihatnya.
"Apa ada yang lain yang ingin nona Zhao beli? Anda tinggal menunjuk saja dan kami akan mengantarkan langsung, Anda tidak perlu repot-repot berkeliling sendiri, anda tinggal duduk saja" hati manajer masih sangat takut saat ini. Apa dia tidak tahu seperti apa keluarga Zhao? satu panggilan saja bisa membuat dirinya bangkrut.
"Tidak perlu, ini sudah cukup aku akan pulang saja" ujar Zhao Ling-Ling dengan ekspresi seperti biasa.
Manajer hanya bisa mengiyakan, sama sekali tidak bisa membantah. "Baiklah kalau begitu, mari saya antar keluar" Dengan hati gemetar manajer mengantar Zhao Ling-Ling keluar dari butik. Dia juga membukakan pintu untuknya.
Sebelum Zhao Ling-Ling pergi menjauh manajer meminta maaf sekali lagi padanya dan memohon padanya agar dirinya tidak di usir dari kota ini. "Tenang saja pak manajer, anda tidak akan kehilangan rumah dan pekerjaan anda. Tapi untuk mereka saya sudah tidak tahu lagi harus bagaimana" setelah mengatakan itu Zhao Ling-Ling langsung pergi meninggalkan manajer yang masih berdiri dengan ekspresi bodoh di wajahnya.
Di dalam mobil Zhao Ling-Ling menelpon seseorang. "Dalam lima menit, hancurkan keluarga Qing. Buat mereka tidak memiliki apa-apa dan usir mereka dari kota ini!" Tanpa basa-basi orang yang di seberang telepon segera melaksanakan perintahnya.
Rumah keluarga Qing....
Dalam kurang dari lima menit ayah Qing Xu yaitu Qing Tian mendapatkan berbagai telepon dari berbagai perusahaan yang akhir-akhir ini bekerjasama dengannya. Dalam waktu bersamaan mereka seketika kompak membatalkan kontrak kerjasama. Tidak hanya itu saja semua saham milik keluarga Qing seketika menjadi turun harga di pasaran. Qing Tian tidak mengerti apa yang terjadi, mengapa hal ini bisa terjadi padanya?
Qing Tian tidak mengerti apa yang terjadi jadi dia bermaksud menghubungi anak buahnya untuk menyelidikinya. dalam waktu beberapa menit dia mendapat panggilan telepon. "Tuan Qing, sore tadi nona Qing Xu telah menyinggung seseorang dari keluarga Zhao di sebuah butik" Pemuda itu langsung mengatakan apa yang terjadi setelah ia menyelidikinya.
"Apa?!" Qing Tian sangat terkejut mendengarnya. Jadi masalah yang dihadapi keluarga Qing saat ini adalah ulah bodoh dari putrinya sendiri?. Dia tidak tahu bagaimana cara menghukum anaknya yang hanya bisa bersenang-senang menghabiskan uangnya.
Saat ini Qing Xu telah kembali kerumahnya dengan mengendarai mobil Audi. Mendengar suara deru mobil Qing Xu, Qing Tian segera keluar dari ruang kerjanya dan berlari menuju pintu utama. Dalam sekejap Qing Tian langsung menampar putrinya yang telah berdiri di depan pintu rumah.
Mendapati tamparan keras dari ayahnya membuat Qing Xu sangat bingung. Mengapa ayahnya menamparnya? Apa kesalahannya? Walaupun dia berbuat salah, ayahnya tidak akan pernah menamparnya. Tapi kali ini Qing Xu sangat bingung. Dia juga melihat Qing Tian begitu marah padanya saat ini.
"Kamu anak yang tidak berguna, hanya bisa menghabiskan uang orang tuamu saja! Kamu bahkan tidak ingin tahu bagaimana kerja keras kami mengumpulkan uang" Qing Tian memarahi Qing Xu dadanya menjadi fluktuatif sekarang.
"Ayah, apa kesalahanku!" Tak mau kalah Qing Xu juga memarahi ayahnya tapi tetap dengan ekspresi bingung.
"Kamu masih saja bertanya apa kesalahanmu? Gara-gara kamu keluarga kita sudah bangkrut sekarang!"
"Ap apa?!" Bagai tersambar petir Qing Xu mendengar kabar mengejutkan ini dari ayahnya langsung.
"Kenapa kamu harus menyinggung orang dari keluarga Zhao tadi sore?! Tidak bisakah kamu menyingkirkan kesombonganmu sebentar saja?!"
Menyinggung keluarga Zhao? Bukankah tadi sore dia hanya menyinggung Zhao Ling-Ling yang gadis miskin dari desa? Tunggu dulu, Keluarga Zhao? Zhao Ling-Ling? Marga Ling-Ling adalah Zhao. itu artinya Zhao Ling-Ling adalah putri keluarga Zhao. Astaga kenapa dia tidak menyadari ini sebelumnya?
Qing Xu sangat frustasi sehingga dia terduduk lemas di lantai. Ingin menangis tapi tidak bisa, ingin marah tapi dia sendiri yang salah. Qing Xu hanya menatap kosong ke depan. Semuanya hancur tidak ada satupun yang tersisa sekarang. Mau tidak mau dia dan keluarganya harus pindah dari kota ini. Jika tidak keluarganya mungkin akan di hukum mati.
Mansion keluarga Zhao
Saat ini Zhao Ling-Ling mendapat telepon dari ayahnya, mengatakan padanya bahwa dia dan ibunya akan pergi ke Singapura untuk keperluan bisnis. Tidak hanya itu saja semua aset, bisnis dan perusahaan di serahkan pada Zhao Ling-Ling, untuk sementara selagi mereka pergi. Karena tidak tahu kapan mereka pulang mungkin saja mereka pergi selama beberapa bulan....
TAMAT......