Yukina.Y.Z seorang gadis kecil berumur 8 tahun, dengan sebuah rahasia besar di tubuhnya..
Yuki berasal dari Dunia Surgawi, bukan dari Dunia Fana....
Yuki berada di dunia Fana karena ayahnya yang menyembunyikan identitas dirinya sejak kecil di dunia Fana, dan tak satupun yang mengetahui identitas aslinya.
Yuki tinggal di dunia Fana bersama 10 Penjaga Setianya yang diutus Ayahnya untuk menjaga Yuki selama di dunia Fana.
Sedangkan Ibu Yuki masih di Dunia Surgawi bersama Ayahnya. Di dunia fana, Yuki menampakkan sisi polos, imut, dan sedikit pintar. Namun saat Sisi Yuki sebenarnya ditampakkan, maka Yuki terlihat sangat Cantik, Imut, sangat pintar dan cerdik.
Hari ini adalah hari Yuki memasuki sekte
"Hai, Luna.." sapa Yuki
"Hai juga Yuki.." Sapa Luna
Luna adalah sahabat Yuki saat ia menjadi murid luar, hanya Luna sahabat Yuki.
Datanglah Rena dan teman temannya, mereka sangat suka mengganggu Yuki dan Luna.
"Hey lihatlah.. Itu Yuki!.." Ucap Rena pada ketiga temannya.
"Aku ingin mengerjainya lagi.." Ucap Yuna, salah satu teman Rena
"Bisakah kalian berhenti menggangguku dan Luna?!" ucap Yuki dengan dingin
"Heh! Anak rendahan, tak punya orang tua sepertimu layakkah menyuruhku?" Hina Rena kepada Yuki
"Kalian! bisakah berhenti menggangu Yuki?!! Ia tak melakukan kesalahan apa pun pada kalian!" bela Luna
"Dia salah! kukatakan yang sebenarnya.. Sejak ia pindah kemari, perhatian Hugo selalu berada padanya! padahal aku adalah calon Istrinya dimasa depan!" ucap Rena
Rena adalah cucu dari Bangsawan yang cukup terkenal, Sementara Hugo adalah Cucu satu satunya dari Bangsawan paling Terkenal dan terbesar di dunia Fana..
Mereka sudah terikat pernikahan sejak kecil. Dan disetujui oleh kedua belah pihak..
Namun sejak Yuki pindah ke sekolah Bangsawan, membuat Hugo sedikit tertarik pada Yuki dan mengabaikan Rena yang seorang Calon istri dimasa depan.
"Harusnya itu salah Hugo! bukan salahku.. Jika Hugo menyukaimu maka ia tak akan berpaling darimu!" ucap Yuki dengan senyum misterius
Rena yang semakin geram pun pergi bersama teman temannya meninggalkan Yuki dan Luna.
Hari itu, Rena tak datang menggangu Yuki dan Luna sejak pagi itu..
Sepulang sekolahnya, Luna bertanya pada Yuki "Yuki, Hari ini aku boleh main ke rumahmu gak? ayah dan ibuku sedang pergi keluar beberapa hari, jadi aku sendirian dirumah.. Lagian aku kepengen tau bagaimana rumahmu.."
Yuki terdiam sejenak, karena belum ada satupun yang mendatangi rumahnya. Setelah beberapa saat, Yuki pun berkata "Baiklah, Nanti siang jam 2"
Luna pun terdiam, "kenapa tidak sekarang saja?"
"Um, kan kita harus berganti baju dahulu, masa kamu main kerumah ku pakai seragam.. Nanti gak nyaman loh.." ucap Yuki mencari alasan
Sebenarnya Yuki sedang panik, karena ia mengakui hanya orang sederhana.. tapi jika Luna mengetahui rumahnya yang sangat besar dan tersembunyi mungkin rahasia Yuki akan terbongkar dan ia terlihat seperti seorang pembohong. butuh waktu untuk mencari sebuah alasan rumah sederhana untuk sementara.
"Ohh, begitu, Setelah berganti baju aku akan pergi ke rumahmu.." ucap Luna
"Ohya, aku belum menanyakan alamat rumahmu" tanya Luna lagi
"Eh iya, Rumahku.. I-iya! berada di depan supermarket.. yang warna biru ya.. " ucap Yuki terbata bata
"Ohh depan supermarket, warna biru.. baiklah jam 2 ya.." ucap Luna tanpa curiga
"Iya sampai jumpa Lun.." ucap Yuki
Melihat sahabatnya sudah cukup jauh pergi, Yuki langsung bertelekomunikasi dengan ketua penjaga pribadinya bernama Kenzo, berumur 23 tahun..
Yuki berjalan pulang ke rumahnya sambil telekomunikasi menceritakan semua dan rencananya kepada Kenzo.
Kenzo yang paham cerita dan rencana Nonanya itu segera memerintahkan lima anak buahnya untuk melaksanakan perintah Nonanya sebelum ia pulang.
Mendengar perintah sang ketua, kelima penjaga pribadi langsung melesat menyelesaikan tugasnya masing masing. Tak lama Yuki pun pulang dengan 5 penjaga tersisa, termasuk kenzo sang ketua..
Rumah yang sangat besar dan tersembunyi di dalam sebuah array penyembunyi. Meski sebesar Pulau di dalam Array, Namun sekecil sebuah rumah biasa di dunia nyata.
"Apa semua sudah siap Kenzo?" tanya Yuki yang baru saja memasuki rumahnya dan disambut Kenzo
"Itu masih belum selesai, tapi akan segera selesai.." lapor Kenzo
"Baiklah, secepatnya ya Kenzo.. aku pergi ke kamarku dulu.." ucap Yuki sambil berjalan pergi
"Baik Nona.. Secepatnya dilaksanakan" jawab Kenzo
Beberapa saat kemudian Yuki pun sampai di kamarnya, terlihat kamar yang sangat besar, mungkin seukuran tiga kali ruangan seorang CEO terkenal.
Kamar Yuki sangatlah Rapi, bersih bahkan sebutir debu pun tak ada.. Dinding yang bergambar dihias berlian dan batu batu indah lainnya, serta Furnitur kamar yang mempunyai harga diluar nalar.
Kasur sangat empuk lembut, ditambah bantal guling dan selimut yang sangat nyaman. Dalam sebuah kamar mempunyai ruang tidur, ruang belajar, ruang bermain, ruang tamu kecil, dan.. sebuah ruang rahasia yang dibuat khusus oleh Yuki sendiri untuk menyimpan semua Harta yang sangat berharga.
Harta berharga bukan berarti seperti uang, berlian, emas, dll.. Tetapi ribuan teknik dan jurus.. Tidak, miliaran.. miliaran jurus dan teknik dengan tingkat yang sangat tinggi.
Saat ini, Waktu hampir menunjukkan pukul dua siang, yang berarti sebentar lagi teman Yuki bernama Luna akan pergi kerumah Yuki yang baru.. yaitu berada di depan supermarket. Dan itu baru saja diselesaikan oleh penjaga penjaga pribadi Yuki yang bisa segala Hal..
Saat ini, Yuki sedang menunggu kabar dari para penjaganya yang sedang mengemban tugas darinya dengan duduk nyaman menyesapi teh ditangannya..
"Lapor, Semua sudah beres Nona.." lapor Kenzo yang muncul di hadapan Yuki
"Kerja bagus.. kalian menyelesaikan ini lebih cepat, yang berarti kalian mempunyai kemajuan.." ucap Yuki setelah menyesap tehnya
"Terima kasih Nona.." jawab kesembilan penjaga pribadi Yuki+anak buah Kenzo
"Baiklah, aku akan pergi ke rumah itu untuk bertemu dengan temanku.. tolong jaga rumah kecil ini ya.." ucap Yuki
"I-iya Nona.." jawab Kenzo padahal di dalam hati Kenzo [Kok kecil sih Non?.. Rumah segede Gaban gini.. apa pantes dibilang kecil. Meski gak sebesar Kerajaan di Surgawi sih..] Batin Kenzo melihat Nonanya beranjak pergi
Disisi lain, Yuki melakukan teleportasi untuk pergi ke gerbang masuk array penyembunyi.. karena jarak rumah dan pintu gerbang array agak jauh
Yuki langsung memasuki gerbang array dan muncul di sebuah rumah kecil yang menjadi tempat persembunyian array penyembunyi.
Yuki langsung keluar dari rumah itu dan berjalan pergi mencari rumah sesuai yang ia janjikan pada Luna, yaitu rumah berwarna biru di depan supermarket..
Tak butuh waktu lama, Yuki pun sampai di depan rumah barunya yang terbilang berukuran sedang dengan dua tingkat..
Yuki memasuki rumah itu, di dalam sudah ada perabotan dan furnitur lainnya.. Yuki mengelilingi rumah itu untuk memastikan apakah ada yang tak beres..
Memastikan semuanya beres bahkan sangat beres, Yuki naik ke lantai dua dan memeriksanya, ternyata juga beres.. sama seperti lantai satu
Baru saja Yuki menuruni tangga, terdengar bunyi seorang mengetuk pintu rumahnya.. "Sepertinya Luna sudah sampai.." gumam Yuki sembari menuruni tangga
Yuki membukakan pintu dan terlihat Luna sedang berdiri di balik pintu
"Benar! ternyata disini.." ucap Luna
"Iya, ayo masuk.." ucap Yuki mempersilahkan
"Rumahmu sangat rapi Yuk.." ucap Luna sambil memperhatikan setiap sudut rumah
"Hehe, iya.. Ohya mau main di kamarku?" tanya Yuki
"Mau! mau!.." girang Luna
"Yaudah, ayo naik ke lantai dua.." ajak Yuki
Luna dan Yuki pun pergi ke lantai dua, tepatnya di kamar Yuki untuk bermain. Kamar Yuki cukup luas, 1 tempat tidur sedang, meja kursi belajar, 1 rak buku sedang, lemari baju, serta sebuah kursi panjang [sofa].
Luna bermain di rumah Yuki cukup lama, dan sore harinya Ia pulang. Setelah Luna Pulang, Yuki memasang sebuah sihir teleportasi di lemari baju kamarnya. Dengan begitu, Ia bisa langsung ke rumah itu tanpa harus berjalan kaki..
Selesai memasang sihir teleportasi, Yuki mengunci seluruh rumahnya dan kembali ke rumah besar dalam arraynya dengan sihir teleportasi yang baru saja ia buat.
Di rumah besarnya, Yuki segera merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya di atas kasur yang sangat empuk dan nyaman..
Cukup lama Yuki memejamkan matanya, Ia berpikir kalau sedikit identitasnya mungkin akan diketahui semua orang.. Salah satunya yaitu mempunyai semua jenis elemen di dunia Fana dan Surgawi
"Hhh.. apakah ini harus kusembunyikan?" gumam Yuki sembari membuka mata dan menatap langit langit atap rumah
Yuki beranjak dari kasurnya dan pergi membersihkan tubuhnya.. Setelah merasa segar dan bersih, Yuki keluar dari kamarnya untuk pergi ke ruang makan, Dimana sekarang perutnya berdemo dengan keras..
Malam begitu cepat berlalu, dan sekarang Yuki sedang sibuk bersiap berangkat ke sektenya..
Selesai bersiap, Seperti biasa Yuki menggunakan ilmu teleportasinya menuju rumah kecil di seberang supermarket.
Yuki melanjutkan jalannya menuju sektenya yang tak terlalu jauh dari sana. Hanya butuh beberapa menit, Yuki sudah sampai di gerbang sektenya dan langsung memasukinya..
Baru saja memasuki gerbang, sebuah slip batu kecil yang berada di balik pakaiannya bergetar dan menyampaikan bahwa semua murid diharapkan berkumpul di depan aula tetua.
Yuki pun mengganti jalur yang menuju kamarnya menjadi ke jalur aula tetua.. Sampai disana, Yuki adalah yang pertama sampai disana, lalu disusul beberapa murid lainnya dan tak lupa sahabatnya Luna..
Semua murid sekte sudah berkumpul, seorang master sekte memberitahukan bahwa akan dilaksanakan pengecekan elemen para murid..
Setengah jam berlalu hanya untuk beberapa informasi dan penjelasan. Semua murid berbaris rapi untuk dapat mengetahui elemen milik mereka.
Hingga tiba di barisan Yuki dan beberapa temannya, Luna mendapat elemen Api, Rena mendapat elemen Es, Yuna mendapat elemen Air, Hugo mendapat elemen paling tinggi yaitu Petir..
Sekarang giliran Yuki yang sekarang mendekati sebuah batu besar berwarna hitam pekat. Sebenarnya Yuki sedang menyusun sebuah rencana untuk menampakkan kekuatan aslinya kepada semua orang disana.
Yuki pun memberanikan diri menyentuh batu hitam itu dengan talapak tangannya, batu itu hanya diam dan tak menunjukkan reaksi apa pun.. Yuki pun bingung dengan reaksi batu tersebut "Apakah ini rusak?!" batin Yuki sambil menatapi batu hitam tersebut
Rena dan teman temannya menahan tawa mereka karena melihat Yuki tak memliki elemen yang ia kuasai..
Namun belum lama mereka menahan gelak tawa mereka, batu hitam tersebut merubah warnanya menjadi putih bercahaya..
Lalu menampilkan semua elemen dunia, Air, Es, Tanah,Udara, logam, dengan yang paling tinggi elemen Api. Elemen dunia Surgawi, Petir, Awan, Matahari, Bulan, Bintang, dengan elemen paling tinggi elemen pelangi.
"A-apa apa-an itu?!!"
"I-itukah yang disebut semua elemen?!"
"Apakah ia masih bisa disebut manusia?!!!"
"Tapi itu sangat keren!"
"Bagaimana cara ia menguasai semua elemen??!"
"Siapa nama gadis itu? aku ingin mendekatinya.."
Semua murid disana menatap Yuki dengan mulut terbuka lebar namun tak satupun kata yang keluar dari mulut mereka. Lupakan murid, para tetua sekte saja dibuat melongo oleh nya.
Setelah menampakkan kekuatan aslinya, Yuki membuka matanya sembari menarik kembali tangannya dari batu yang sekarang masih berwarna putih bercahaya.
Baru saja Yuki menarik tangannya, segerombol awan membentuk lingkaran dan menampakkan seseorang yang turun menaiki sebuah awan.
"Siapa dia?!"
"M-melayang!! dia melayang!!"
"Dewa datang!!"
Ribut ribut para murid
Seorang yang menaiki awan baru saja mendarat tepat di atas arena bertarung.. Melihat itu, salah satu tetua dengan tingkat pertama sekaligus tetua yang paling tua dalam sekte terdiam lalu tubuhnya bergetar hebat
"Salam hormat saya kepada Ke--.." terpotong
"Siapa yang mengeluarkan energi mengerikan barusan?" ucap kepala sekte yang Agung
"Saya.." ucap Yuki dengan tenang..
"Kamu? Siapa namamu?" Ucap kepala sekte
"Nama saya Yuki.." jawab Yuki
"Bukan,. Tapi nama panjangmu.."ucap Kepala sekte
"Mm,, Namaku Yukina.Yufanze.Zheruyi.." jawab Yuki
Tubuh Kepala Sekte bergetar hebat, keringat mengucur dengan deras, tubuhnya panas dingin..
"Ohhh.. apa kamu mengenaliku.." ucap Yuki lagi dengan senyum miring misteriusnya
"Salam saya kepada yang mulia putri!.." ucap kepala sekte membungkukkan tubuhnya ke hadapan Yuki, serta wajahnya yang masih berkeringat
Semua orang baik itu murid atau tetua sekte semuanya membuka mulut mereka dengan lebar namun tak satupun kata keluar dari mulut lebar mereka..
Banyak pertanyaan muncul di benak mereka masing masing.. Setelah hening beberapa saat, Yuki tertawa lepas memecah keheningan.
"Hahahhahahaha, ternyata ada yang mengenaliku!!.." Yuki tertawa lepas sampai ujung matanya mengeluarkan sebutir tetesan air.
"Haihhh.." Ucap Yuki sambil menghapus air di ujung matanya
"Ohya, bagi yang bingung mengapa kepala sekte kalian seperti ini, sebelumnya kenalin nih.. Namaku Yukina.Yufanze.Zerui.. Apakah ada yang mengenali nama ini selain orang tua ini?" ucap Yuki sambil menunjuk ke arah Kepala sekte
Semua orang terdiam lalu menggelangkan kepala mereka, kecuali tetua yang paling tua di sekte, ia berkata "A-apakah anda putri yang diramalkan?.." ucapnya perlahan..
"Oke, dua orang yang mengenaliku.." Ucap Yuki yang masih tersenyum
Sementara Rena dan teman temannya sedang terjatuh dengan lutut lemas bergetar. Rasa putus asa, Takut, Malu, tak percaya, amarah menghantui pikiran mereka.
Namun tidak untuk Luna, ia merasa amat senang karena mempunyai sahabat sehebat dengan derajat setinggi dewa.
" Aku adalah putri dari Dewa Perang, Dewa terkuat sepanjang sejarah.." ucapnya dengan senyum misterius