Pakaian putih abu-abu masih melekat sebagai seragam siswa-siswi yang sedang duduk di bangku kelas satu sekolah menengah atas. Banyak yang mengatakan bahwa masa paling indah adalah masa di sekolah. Seperti khalayaknya lagu yang pernah di ciptakan oleh para penyair. Tapi, perlu di garis bawahi jika makna dan kata indah itu tidak bisa di jadikan salah arti bagi yang sedang menjalani masa SMA.
“Nirina dan Dion sedang duduk di sebuah kantin dengan dua cangkir the manis dingin dan dua mangkok bakso yang masih mengepul asapnya.
Setelah menjalani masa orientasi siswa bulan lalu, kegiatan belajar mengajar sudah aktif namun tampaknya tidak berlaku untuk mereka berdua.
Menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak berguna. Setelah berencana bolos saat pelajaran ketiga berlangsung, keduanya pun melakukan tamsya di sebuah taman permainan yang berada di dekat kota. Mereka berhasil memanjat dinding tembok sekolah, mereka menuju tempat permainan sambil bergandengan tangan Meskipun isi dompet yang hanya memilik beberapa lembar uang jajan saja, Dion dan Nirina membeli sebungkus makanan yang merek nikmati berdua untuk menunggu antrian naik komedi kuda putar.
“Lihatlah anak jaman sekarang, baju yang mereka kenakan tidak pantas gunakan untuk berkeliaran di luar jam pelajaran dengan sikap tidak terdidik seperti itu" bisik salah satu pengunjung melengos melihat mereka.
"Sungguh pasangan yang bodoh" bisik yang lainnya.
Dion dan Nirina yang mendengar perkataan mereka tampak tidak menghiraukan. Dengan bergandengan tangan mereka tersenyum lalu pergi mencari permainan wahana lainnya.
-END-