Saya memang wanita pemaaf, tetapi saya juga sama seperti wanita pada umumnya, yakni mudah
bersedih terlebih lemah dan rapuh. Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik, sekali pun tetap
salah dimata orang lain. Kelemahan terbesar saya
adalah mudah kasihan dan terlalu menjaga perasaan orang lain, hingga perasaanku sendiri tidak pernah terjaga. Saya berusaha menghargai setiap orang, malah saya sendiri tidak pernah dihargai. Sehingga perasaan sering terluka teramat
dalam, sungguhlah sakit seperti tersayat sembilah
pisau yang teramat tajam. Pada akhirnya hati ini sungguh teramat perih dikarenakan luka tetapi tidak berdarah.
Bagaimana tidak?
Diwaktu saya bekerja sebagai seketaris di sebuah perusahaan cukup besar bersama dengan tuan Abian yang terkenal kaya raya itu, tetapi dirinya acuh dan sedikit angkuh. Pada saat di pagi hari, saya mengetuk pintuk ruangan tuan Abian bertujuan untuk melaporkan pencapaian peningkatan citra perusahaan. Tuan Abian hanya diam tanpa menyahut, setelah itu diriku masuk dengan perlahan. Saya bisa berani masuk, dikarenakan saya memahami karakter tuan Abian, jika tidak menyahut itu artinya saya harus masuk dan menghampirinya untuk membicarakan hal penting atau sekedar minta tanda tangan untuk membina hubungan antar lembaga.
Saya berdiri dihadapan tuan Abian, dengan detak jantung sangat kencang seperti baru selesai lomba
lari maraton. Saya mulai membuka pembicaraan untuk menyapa beliau, dan sungguh tidak kusangka beliau berdiri sembari memukul meja dan membentakku, syukur saja pada saat itu saya tidak terkencing celana, yang pasti tubuh ini langsung lemas dan jatuh pingsan.
Beberapa menit saya tersadar dikarenakan saya merasa dingin dengan percikan air es. Saya pun
kaget melihat tubuhku posisi terlentang di sebuah sofa mewah milik tuan Abian di dalam ruanganya.
Sumpah saya sangat shock, kita tuan Abian ada berdiri dihadapanku dengan memegang botol aqua
dingin, sepertinya baru diambilnya dari kulkas.
"Hey, jika kamu tidak bangun! saya akan menyirammu kembali dengan air aqua ini!", serunya sembari menarik tanganku dengan kasar.
Diriku pun terbangun dan kembali meraih sebuah dokumen yang penting untuk menyerahkan ke beliau. Tetapi dirinya mengambil dokumen dengan mengulurkan tanganya tanpa sedikit pun memandang wajahku. Setelah selesai dibaca, beliau tersenyum tetapi menyuruhku keluar dengan
gerakan tanganya saja. Sungguh prestasi yang kuraih untuk ikut berpartisipasi mengembangkan perusahaan miliknya itu, sangat lah tidak dihargai.
Diriku sungguh sedih dan terluka, saya merasa berkecil hati, sehingga memutuskan untuk keluar dari perusahaanya itu. Tetapi, beliau tidak memberiku izin untuk keluar dari perusahaan miliknya, melainkan dirinya ingin menikahiku secara diam-diam, semua itu bukan tidak beralasan dikarenakan saya berhutang budi padanya. Dirinya salah satu orang menyelamatkanku dari serangan para bajingan yang ingin melecehkanku di pinggir jalan, disaat diriku pulang malam bekerja di sebuah restoran dengan berjalan kaki.
Tuan Abian dengan modus ingin mempekerjakanku
diperusahaanya, malah sering melukai hatiku dengan tidak menghargaiku sebagai seketarisnya, yang sudah berjuang dan sangat bertanggung jawab dalam pekerjaan. Tetapi tuan Abian, membayar uang kasbonku di sebuah restoran besar, dimana diriku dulunya bekerja. Saya terpaksa kasbon di tempat kerja lama dengan jumlah cukup banyak sekitar 15 jt, dikarenakan uang nya ku gunakan untuk membantu sahabatku operasi beberapa tulang tubuhnya disaat mengalami kecelakaan.
Tetapi setelah sahabatku itu sembuh, dirinya menghianatiku mengambil pacarku sendiri. Sungguh terluka hati ini, tetapi saya belajar memafkan mereka dan mendoakan kebahagiaan
mereka. Saya belajar untuk selalu berdamai dengan diri sendiri, dan belajar membuka pintu maaf bagi mereka yang melukaiku. Sungguh sangat mengecewakan, ketika saya mengetahui, beberapa pria yang mengejarku dan berusaha melecehkanku, tidak lain suruhan dari sahabatku yang pernah kutolong itu. Diriku teramat kecewa, marah dan lagi-lagi berusaha menerima segala takdir yang terjadi. Dengan sikapku yang berusaha berbuat baik selalu padanya, malah dirinya memandangku wanita bodoh dan mudah ditipu.
Saya mengetahui semua rencana buruknya, ketika tuan Abian yang mengatakanya padaku, bahkan diriku sudah dijual untuk tuan Abian. Ternyata tuan Abian dan mantan sahabatku itu bekerja sama demi menghancurkan masa depanku. Tuan Abian,
sangat tertarik dengan wanita desa karena dirinya memastikan, wanita desa pasti masih jamin belum buka segel, polos, dan lugu dan mudah di tipu.
Saya terpaksa mengiyakan permintaan tuan Abian, ingin menikahiku secara diam-diam dan bisa dikatakan merancang pernikahan kontrak selama tiga tahun. Sebelum menyetujuinya diriku terlebih dahulu membuat satu persyaratan, memberiku sebuah rumah lumayan bagus dengan mengatas namakan diriku. Dengan mudah tuan Abian mengiyakanya, dikarenakan itu bukanlah seberapa
dibanding dengan harta dan memiliki omset sangat tinggi.
Setelah itu, kamipun memasuki rumah itu dan dirinya menagih haknya sebagai suami kontrak. Dan saya lagi-lagi memberikan dirinya satu persyaratan, agar seluruh hidupku untuk dia selama tiga tahun. Saya ingin memiliki mobil sebagai kendaraan bersama denganya selama tiga tahun dengan mengatas namakan diriku. Setelah itu, saya melayaninya dan mengabdi padanya dalam hal menyediakan sarapanya, memasak menu kesukaanya dan mempersiapkan pakaianya ke kantor dan menyuci pakaianya. Setelah itu, dirinya memaksaku untuk memberinya hak terbesar bagi dirinya sebagai suami kontrak. Saya pun berkata akan bersedia menyerahkanya, dengan persyaratan terakhir, yakni membuka usaha untukku di bidang kuliner dengan mengatas namakan diriku, supaya saya memiliki kehidupan dan penghasilan tanpa harus meminta tanggung jawab padanya selama tiga tahun. Sungguh dengan rasa jengkel, tuan Abian memenuhinya untukku dikarenakan dirinya tidak sabar ingin menikmati hak utamanya sebagai suami.
"Saya ingin cantik dan wangi di hadapanmu tuan Abian, untuk itu mohon izinkan saya ke sebuah salon kecantikan, semua itu untukmu dan agar nanti di malam pertama tuan melihatku lebih anggun dan cantik. Apakah tuan setuju?" tanyaku sembari tersenyum manis memandang tuan Abian.
"Baiklah, tetapi ingat! jangan lama-lama. Sungguh saya tidak sabar, dan ini saya kekantor dulu ada pekerjaan yang harus saya kerjakan demi mempermudah menaikkan popularitas perusahaan dan setelah itu saya kembali, kamu sudah ada dirumah dengan berpenampilan menarik dan dengan dandanan yang sangat cantik", ujarnya menyahutku sembari pergi beranjak memasuki mobil dengan menutup mobinya teramat kencang karena kesal.
Beberapa jam kemudian, dirinya pun tiba. Terlihat dirinya sempat menganga melihat penampilanku yang sungguh menarik dan menawan. Dengan sigap dirinya melemparkan tas kantornya dan berlari menghampiriku. Dirinya mengelus wajahku dan berkata:
" Kamu sungguh cantik wanitaku, tanpa hitungan jam, kamu akan menjadi milikku seutuhnya. Tetapi, dikarenakan kita nikah kontrak, kapan saya bosan denganmu, disitu juga saya selesaikan kontraknya. Dan jika kamu berhasil membuatku betah hidup bersamamu, kontraknya akan saya perpanjang", paparnya sembari ingin menggendongku menuju ranjang di dalam sebuah kamar yang sudah dihiasi
dengan sangat indah dan cantik.
Tunggu tuan Abian, saya ingin mengatakan sesuatu terhadapmu, kamu harus mengetahuinya
bahwa semua pernikahan kontrak yang kita sepakati akan bisa batal, dikarenakan saya ini sudah pernah menjadi simpanan orang hebat, jauh lebih hebat darimu.
Dirinya pun kaget dan terlihat marah besar.
Dirinya mengangkat tanganya ingin mendaratkan tamparanya diwajahku, tetapi sosok lelaki menahan tanganya untuk menghentikan tamparanya.
Siapa kamu? berani sekali ikut campur dalam urusan rumah tangga saya.
Saya pengacara wanita ini, dan rumah tangga yang kamu sebut, itu bukanlah rumah tangga seutuhnya.
Kamu sudah menjatuhkan martabat klien saya, dengan iming-iming nikah kontrak dan kamu tawar menawar penaikan dan penurunan kontrak nikah dengan keinginanmu sendiri.
Bagus jika kamu pengacara, kamu tau dia juga melanggar hukum telah menipuku. Saya bisa sewa pengacara terbesar di Indonesia ini untuk melaporkan wanita penipu itu.
Silahkan, tetapi anda sendiri bekerja sama untuk menjebak klien saya, dan kalian sudah ingin memperjual belikan seorang wanita, apa itu tidak melanggar hukum?
Baiklah, saya tidak sudi wanita murahan sepertimu.
Untuk itu, keluarlah dari rumah ini! jangan bawa apa-apa selain pakaianmu. Dikarenakan semua ini adalah milikku.
Tuan Bian lupa? semua surat rumah, mobil dan perusahaan bisnis kuliner atas namaku, ada hak apa anda mengusirku? justru andalah keluar dari rumah ini, sebelum saya memanggil polisi untuk mengembangkan proses kasus kita ini.
Kamu penipu! kamu ternyata wanita jahat. Lihat saja pembalasanku nantinya seperti apa.
Lakukan saja tuan Bian, selama ini anda sangat mudah membodoh-bodohkan saya. Anda juga sering tidak menghargaiku di kantor, bahkan acuh dan sangat sombong bicara terhadapku. Sudah berulang-ulang saya memaafkan tuan, lagi-lagi tuan menyakitiku hingga ingin merusak masa
depanku.
Siapa kamu sebenarnya wanita bertopeng?
dirimu sungguh berani menghadapi tuan besar sepertiku, bahkan berani menipuku.
Selain memiliki masa lalu yang buruk, saya juga seorang penulis di sebuah novel. Menurutmu selama ini saya wanita bodoh, kamu salah. Tidak ada orang bodoh bisa menulis di sebuah novel.
Kamu ingin mempermainkanku, itu juga yang akan saya lakukan terhadapmu tuan Abian. Saya masih memberimu kesempatan, untuk merubah dirimu lebih baik lagi dan pergilah dari rumahku ini, tuan Abian.
Dengan wajah memerah menagan malu, tuan Abian pun berjalan melangkah keluar dengan mengepal kedua tanganya. Dirinya orang hebat dan sukses, yang selalu menilai rendah orang bawahanya, ternyata bisa dikalahkan oleh wanita desa dengan perang saling mengasah otak untuk
mengelabui. Setelah itu, terbongkar sudah aku punya identitas tersembunyi yang hebat. Dan pada akhirny saya fokos dan tekun didunia novel
Tamat.