*Ada rasa aneh yang ku rasakan saat ini, Jantungku seakan berdetak melebihi jam pacunya dan hati ini terasa jadi taman bunga dadakan begitu berbunga bunga. Aku begitu bahagia meskipun aku sendiri tak tahu apa penyebabnya.*
Sambil melajukan sepeda motornya kiara terus berpikir ada apa dengan dirinya, mengapa dia sangat bahagia tanpa alasan. Padahal jika mengingat semalam seharusnya hari ini keadaan dia sebaliknya.
flasback on
Selepas shalat isya bapa menghampiri kiara, beliau memberitahukan pohon akasia milik kiara ada yang menawarnya dengan harga tinggi, siapa tahu kiara ingin menjualnya.
"Kan udah kia bilang pa,, kia gak bakal jual pohon itu.." ucap kiara
"iya bapa juga tahu nak. Bapa juga udah jelasin sama yang mau beli. Tapi dia malah minta no kamu katanya dia mau ngomong langsung sama kamu nak..." jelas bapa
Tak selang berapa lama setelah kedatangan bapa ke kamarnya Hp kiara berdering,
"Hallo,, assalamualaikum"
"waalaikumsalam,, bisa bicara dengan nona kiara anastasya??" tanya seorang lelaki di sebrang sana
" iya saya sendiri ada perlu apa ya pa?"
"saya dengan orang yang ingin membeli pohon akasia di atas bukit itu,, apakah nona mau melepasnya?? saya akan kasih dengan harga tinggi.."
" maaf saya tidak akan menjualnya" jawab kiara ketus
"tolong nona pertimbangkan kembali,,ini untungnya besar lho..."
" sudah ku bilang saya tidak akan menjualnya,, masih banyak pohon akasia cari saja yang lain.. " tutur kiara dengan penuh emosi dan langsung menutup panggilannya. "dasar menyebalkan!!!" pikirnya
flashback of
Kiara terus melajukan sepeda motornya menuju arah bukit, dia begitu kangen dengan tempat itu padahal baru kemarin dia dari sana. Sesampai disana kiara langsung menuju tempat favoritnya, tapi di dekat pohon itu tampak seseorang sedang berdiri menghadap pohon. (siapa dia??? kenapa ada orang berjas nyasar kesini) pikir kiara sambil mendekat ke tempat itu. (Wah jangan jangan dia orang yang semalam,,,,, awas kau ya!!!) pikir kiara lagi membuatnya emosi.
"Tuan bukankah aku sudah bilang, aku gak akan jual pohon ini...." teriak kiara dengan emosi
"Tapi aku sangat menginginkannya bahkan dengan tanahnya sekalian aku akan beli" jawab orang itu dengan posisi badan masih menghadap pohon dan membelakangi kiara
" kau bisa beli pohon bapa yang lain saja silahkan asal jangan pohon ini,,, please !!!!" kiara memohon
"Aku tak menerima penolakan,, jika aku ingin ya harus terkabul"
kiara yang emosinya sudah memuncak mencoba menarik tangan pria itu untuk menghadap dirinya,
"kau ,,, memangnya kau siapa???berani sekali ka.....!!!!" belum selesai dia berucap, kiara syok dengan apa yang di lihatnya
"Kejutan,,,, !!!!!!" ucap pria itu sambil menghadap kiara dan tersenyum lebar
"apa kau tak mau memelukku???" tuturnya lagi sambil membentangkan kedua tangannya.
Kiara yang begitu merindukan orang dihadapannya langsung memeluknya dan cairan bening itupun meleleh lagi. Ya.... dia adalah aksan sahabat yang sangat di rindukannya.
Tak berapa lama kiara di pelukan aksan, kiara langsung melepaskan pelukannya dan mendorong aksan sampai terjatuh. Kiara langsung duduk dan membenamkan wajahnya di balik lutut sambil menangis, air matanya tak dapat berhenti. Senang, sedih, kesel,,rindu,,benci semua rasa campur jadi satu.
Setelah membangunkan badannya aksan duduk di samping kiara dan merangkul kiara
"Kenapa kau malah mendorongku ,,, sakit tahu..." ucap aksan memulai pembicaraan, tapi tak ada jawaban.
" kenapa kau menangis??? apa kau tak senang aku kembali??" tuturnya lagi
"apa kau tahu?? kau itu sungguh kejam" kiara mencoba tuk menjawab
"maaf,,," ucap aksan sambil menyenderkan kepalanya d bahu kiara
"maaf aku membuatmu menunggu lebih lama dari waktu yang ku janjikan,, tapi ini di luar kuasa ku.. percaya lah.... kau pasti sangat lelah menungguku maafin aku ya please !!!!"
"kemana saja kau 5 tahun terakhir ini?? kenapa kau tak pernah menghubungiku?? apa kau sudah melupakanku??" selidik kiara tanpa menjawab maaf aksan
"maafkan aku kia aku tak bermaksud seperti itu. Sebenarnya waktu itu aku mengalami kecelakaan dan aku mengalami amnesia........." jelas aksan menjelaskan sedetail mungkin.
"benarkah?? apa sekarang masih ada yang sakit?? liat mana yang sakitnya" ucap kiara khawatir
"gak ada aku dah sembuh,, .. makanya aku ada disini. setelah aku ingat semuanya aku langsung berangkat kesini.."
"syukurlah.... maaf aku udah salah paham. aku sangat merindukanmu..." tutur kiara sambil memeluk aksan
Kiara dan Aksan saling melepas rindu setelah 6 tahun tak bertemu, mereka saling berbagi kisah pengalaman masing masing.
"katanya kalau pulang mo ngenalin pacar, kok gak di ajak sich??" tanya kiara kemudian
"belum jadi pacar masih proses.."
"owh...."
"kamu sendiri mana pacarmu??"
"gak ada"
Lama hening tak ada yang membuka suara,, saling terdiam dengan pikiran masing masing.
Dan akhirnya aksan mencoba memberanikan diri tuk mangutarakan perasaannya.
"kia,,, , aku ingin terus bersamamu tapi aku tak ingin sekedar menjadi sahabatmu. sebenarnya orang yang ingin ku kenalkan sebagai pacar padamu itu adalah dirimu sendiri kia.. mau kah kau menjadi pacarku?? aku sangat mencintaimu bahkan sebelum aku pergi ke london..." ucap aksan sambil memegang tangan kiara dan menatapnya penuh harap.
Kiara yang mendengar ucapan cinta langsung merah merona. Tak disangka aksanpun memiliki perasaan yang sama padanya.
"aku juga mencintai mu" jawab kiara malu malu
" yes,,,yes,,,, berarti kita pacaran ya.???" aksan kegirangan
"pacaran???" tanya balik kiara
"apa kamu gak mau pacaran denganku? bukannya kamu bilang cinta sama aku,"
"bukan gitu,,,, tapi apa masih pantes kita pacaran?? di saat orang seumuran kita udah pada gendong anak dua kita baru mau pacaran. lucu gak sich??"
" kalau gitu kita langsung nikah aja, malah itu lebih baik.." tutur aksan
"tapi bagaimana dengan orang tua kita apa mereka merestuinya??"
"itu soal gampang,, mereka pasti setuju. sekarang tinggal kamu nya dulu mau gak menikah denganku???"
"enggak.." mendengar kata enggak aksan langsung lunglai
"enggak nolak maksudnya..." sambung kiara dengan penuh senyuman
Aksan yang mendengar jawaban kiara saking senangnya langsung memeluknya. Akhirnya cinta yang di pendamnya selama ini terbalaskan juga.
Aksan melepaskan pelukannya dan berniat tuk mencium bibir kiara, namun kiara yang sudah waspada langsung mengangkat tasnya sebagai penghalang. Akhasil aksan hanya mencium tas kiara
"kok tas sich yang aku cium???" protes aksan sambil menyingkirkan tas kiara
"maaf.... aku gak mau kecolongan lagi.."
"tapi kan kita juga mo nikah,, boleh donk cium bibir doank ???!"
" baru mau nikah belum nikah ,,,, tunggu sah dulu ya.." ucap kiara
"kalau gitu nikah sekarang aja ,, ayo ke KUA???"
"gak gitu juga kali nikah juga butuh proses.."
"ya sudah kita laksanakan akad seminggu lagi, tak ada lagi penolakan titik !!!" ucap aksan serius
"terserah.. ngomong aja dulu sama bapa dan ibu"
"ok.. sayangku..."
Waktu berlalu begitu cepat seminggu tlah berlalu semenjak pertemuan pertama kiara dan aksan. Mereka di sibukan dengan berbagai macam kesibukan menjelang hari pernikahan.
Dan hari ini setelah ijab kobul terucap sangat lantang dan jelas serta kata SAH yang menggema akhirnya aksan dan kiara melepas masa lajangnya.
masih dengan pohon kenangan itu sebagai saksinya. Saksi perjalanan kisah mereka dari sahabat menjadi pasangan suami istri dan saksi kesetiaan kiara tuk tetap menunggu aksan yang berbuah sangat manis. Ya..kiara mengambil konsep outdur untuk acara pernikahannya dan memilih bukit tersebut sebagai tempat menggelar acara penikahannya serta pohon akasia sebagai tempat pelaminannya yang di dekor sedemikian rupa, membuat setiap tamu yang hadir di pernikahan mereka berdecak kagum.. sungguh tempat yang romantis..
Penantian panjang kiara sungguh tak sia sia, akhirnya sahabatnya kembali. Dan bahkan sekarang bukan hanya sahabat tetapi juga suami, suami yang akan menjadi imam dunia dan akhiratnya yang akan membimbingnya menjadi istri yang lebih baik.