"Alya lu pasti bisa ayo semangat " Alya Andriana
"By kamu cape ya sini peluk" Revano
"Udah biasa kok aku gpp" ucap Alya sebelum memeluk kekasih nya itu.
"Gpp gimana nangis smpe mata nya bengkak gt" Revano
"Hehehe iya maap kelepasan" Alya Andriana
"Kalo ada masalah cerita aja by sm aku,aku pasti bantu kamu" Revano
"Gak lah masalah kecil masih bisa lah di tanganin" Alya Andriana
"Yodh pulang yuk" Revano
"Anter aku ke kos aja by dirumah juga sama aja sepi kalo di kos aku kan ada Zara yang bisa nemenin aku" Alya Andriana
"Hm yodh by,kamu jangan sedih2 lagi ya
Kalo udh mau cerita bilang aja ke aku ya jangan terlalu mendem sendiri" Revano
"Pasti by" Alya Andriana
(Mereka memasuki mobil)
25 menit berlalu mereka telah sampai kosan Alya
"Silahkan ratuku" ucap Revano membukakan pintu mobil ala2pangeran dan putri
"Makasih by" Alya Andriana
"Yodah sana masuk ntar kedinginan kan udah malem" Revano
" Baru jam 8 malam juga" Alya Andriana
"Tetep aja toh dah malam" Revano
"Iya udh aku masuk dlu ya dadah by,jangan kangen yah" Alya Andriana
"Hhaha yg psti aku tetep kangen" Revano
"Iya iya sayang" Alya Andriana
(Alya pun memasuki kosan nya )
"Hais kayak nya si Zara gak di kos deh mungkin lagi keluar,capek juga nangis ye mending tidur dah" Alya Andriana
Sementara itu di hotel
"Gimana sayang si kampungan itu udah tidur?" Zara
"Kok gitu sayang ngomong nya gimana pun dia sahabat kamu kan" Revano
"Dih siapa yg mau sahabatan sm dia aku cm mau manfaatin aja" Zara
"Sayangku memang kejam hahaha" Revano
" Udh ngobrol nya ada yg lebih penting bukan sayang" ucap Zara manja
"Baiklah mari mulai baby" Revano
Dan akhirnya mereka melakukan sesuatu yg berbau dewasa hingga pagi tiba.
"Hm haruskah pulang ke rumah" ucap Alya bimbang.
Setelah termenung beberapa menit akhirnya dia membuat keputusan.
"Gpp kali ya semoga aja gak ada kegaduhan" Alya Andriana
1 jam berlalu kini Alya sudah siap pulang ke rumah
"Baiklah rumah setan aku datang" Alya Andriana
Alya memasuki sebuah rumah yg megah berwarna putih ke abu abuan
"Eh non udah pulang" ucap bi Siti
"Iya bik" ucap Alya tersenyum mnis
"Ayo non bibi buatkan sarapan" Bi Siti
"Mksih bi tapi Alya udah makan kok di kosan tadi"Alya Andriana
"Ya sudah non kalo gt bibi lanjut kedapur ya" Bi Siti
"Iya bik" Alya Andriana
Prang bunyi gucci yg pecah akibat kesenggol Alya
"Aduh bunyi apa seh gak tau orang lagi dandan malah hancur kan dandananku" Bu Asri
"Ada apa pagi2 sudah ribut"ucap Bu Asri sambil menuju sumber suara.
"Anu bu Alya gak sengaja mecahin gucci ibu maafin Alya ya bu" Alya Andriana
"Apa ini kan gucci kesayangan ibu apa apaan kamu baru pulang udah bertingkah" Bu Asri
"Tapi bu Alya gak sengaja " Alya Andriana
"Gak sengaja gak sengaja ini mahal Alya emang kamu punya uang buat ganti rugi hah?" Bu Asri
"Maaf bu aku kan anak kandung ibu haruskah ganti rugi bukan nya duit itu juga dari ayah ya" Alya Andriana
Plak bunyi tamparan menggema di rumah itu
"Dasar anak kurang ajar gak guna berani kamu sama ibu hah?" ucap Asri sambil mendorong Alya
"Bu apa ibu pernah anggap aku anak kandung ibu?Ibu selalu pilih kasih dan lebih sayang ke Rara bu ibu kasar ke aku apa ibu pernah berfikir perasaan aku? memang pilihan yg salah aku pulang ke rumah ini" Alya Andrian
Alya meninggalkan ruangan itu dan menuju kamar nya
"Dasar anak kurang ajar sifat anak gak jauh dari bapak" Bu Asri
"Bukannya bapak adalah laki-laki pilihan ibu?" Alya Andriana
"Dasar anak kurang ajar pergi kamu dari rumah ini jangan pernah kembali" Bu Asri
"Pilihan ini Alya rasa bukan ibu yang bisa memutuskan" Alya Andriana
"Kamu.." Bu Asri
Alya memasuki kamar nya
"Hiks apalagi cobaan yg harus aku alami aku capek keluarga ini terlihat damai diluar namun aslinya sangat hancur,Aku benci diriku sendiri kenapa aku begitu dibenci oleh keluargaku? Apa kesalahan yg telah aku perbuat kenapa cobaan ku terus datang?" Alya Andriana
Alya melihat silet di atas meja dan ingin menyakiti pergelangan tangan nya. Tangan nya yg putih perlahan teriris sedikit demi sedikit goresan.
Kring bunyi hp Alya berbunyi terlihat pesan dari seseorang yg membuat Alya menghentikan aksinya itu.
"Beb lu bener-bener pulang ke rumah?Lu gak diapa apain kan?Gak ada yg terjadi kan selama gua gak di kos?" Zara
Yap zara yg mengirimkan pesan itu.
"Gak lah tenang aja semua aman kok ,Btw lu kemaren kemana tega lu ah ninggalin gua sendiri di kos mana gak bilang-bilang kalo lagi diluar" Alya Andriana
"Sory ya beb gua ada masalah di rumah jd pulang dulu deh,Sory gak ngabarin dulu soal nya mendadak banget"Zara
"Yo wes gpp tapi traktir ya ntar hahaha" Alya Andriana
"Dih yo wes ntar kita makan seblak" Zara
"Yoi besok yak" Alya
"Yo dah beb ntar lagi ye gua di panggil emak" Zara
"Yodah dadah" Alya
"Hm gua mau ngapain ya kira-kira gimana kalo nulis diary ae" Alya
Alya menulis kejadian" yg telah terjadi di buku diary itu goresan demi goresan kata tertulis disana yg pasti membuat siapa pun yg membaca nya merasakan sedih yg mendalam.
"Eh udah sore aja gak kerasa"Alya Andriana
Kruk Kruk bunyi perut Alya
"Hais gua laper didapur ada makanan kagak ye " Alya Andriana
Alya pun menuju dapur
" Wah ada ayam goreng enak ni" Alya Andriana
"Eh kakak kapan kakak pulang?Tumben masih inget rumah kirain kagak bakal balik lagi" Rara
"Balik kagak nya bukan urusan lu juga kan" Alya Andriana
"Bagus kali kalo kakak gak pernah balik kesini lagi lagian gak ada yg peduli sama kakak toh" Rara
"Yap lu bener gua kan bukan anak kesayangan kayak lu" Alya Andriana
"Iri bilang bos" Rara
"Gak dulu iri sama lu" Alya Andriana
"Bilang aja kali kalo iri kenapa lu tadi habis di marah sama ibu ya kasian deh" Rara
Alya tidak merespon Rara dan langsung meninggalkan Rara didapur.
"Kagak mood lagi gua makan ketemu salah satu setan di rumah ini" Alya Andriana
Kring hp Alya berbunyi
"By kamu pulang kerumah ?kamu gpp kan?gak ada yg terjadi sama kamu kan? maaf ya hari ini aku sibuk banget" Revano
"Kok kamu tau by aku pulang ke rumah?" Alya Andriana
"Oh anu tadi Zara yg bilang dia khawatir sm kamu jadi bilang ke aku deh" Revano
"Oh iya kah?dasar Zara pake bilang ke kamu segala" Alya Andriana
"Mungkin dia khawatir by" Revano
"Iya by, Kamu tenang aja aku baik-baik aja" Alya Andriana
"Oh ya syukurlah by" Revano
"Iya by kamu lagi sibuk?" Alya Andriana
"Iya sibuk banget by nanti lagi ya" Revano
"Iya udah semangat ya kerja nya" Alya Andriana
"Kok Zara bilang si ke Vano dah,mereka tambah deket ye atau cuma perasaan aja" Alya Andriana
Tok tok pintu Alya di ketuk
"Alya ini ayah kamu udah pulang?" Pak Riski
"Hm ya" Alya Andriana
"Buka pintu nya ayah mau ngomong" Pak Riski
Tak ada tanggapan yg keluar dari mulut Alya Andriana
"Ya sudah kalo gt" Pak Riski
"Hm." Alya Andriana
Pak Riski pun pergi dari sana
masih pantaskah orang seperti dia gua panggil ayah gumam Alya
"Masih inget pulang?Habis dari rumah selingkuhan kamu ya?" Bu Asri
"Ngomong apa kamu"ucap Pak Riski marah
"Bener kan kamu habis dari rumah selingkuhan kamu?Udah ngabisin duit berapa kamu sama dia hah?"ucap Bu Asri marah
"Memang lebih baik saya tidak pulang kerumah ini" Pak Riski
Pertengkaran berakhir ketika Pak Riski pergi dari sana
"Hais gua capek setiap pulang selalu ada pertengkaran gak ada habis nya" Alya Andriana
Alya pergi dari rumah itu berlari tak menentu arah hingga membuat nya sampai di sebuah danau yg sepi.
"Aaaakh gua benci gini kah takdir yg ada untuk gua, gua cuma mau keluarga yg damai gak kaya gini hiks sebegitu di benci gua disana haruskah gua mati agar semua berakhir?Gua harus gimana hiks" ucap Alya terduduk lemas di tepi danau
Kring bunyi notif Hp Alya pesan dari teman sekampus nya
"Al gua liat pacar lu sama cewe lain chek in di hotel" Nandira
"Ah gk mungkin Nan gua percaya kok sama pacar gua" Alya Andriana
"Yo dah ni gua kirim foto nya" Nandira
Foto tersebut menunjukan Revano sedang merangkul Zara memesan tiket hotel
"Gak-gak mungkin ini pasti orang kan Nan pasti orang lain kan"ucap Alya memastikan.
"Yo dah lu ke jalan xxyy aja belok kiri disana ada hotel lu periksa sendiri" Nandira
"Oke Nan makasih ya" Alya Andriana
"Hais cobaan apalagi yg dateng gua pastiin kagak ye?
"Kagak salahkan memastikan" Alya Andriana
Alya pun pergi ke alamat yg di berikan Nandira menggunakan gojek
"Makasih ya pak" Alya Andriana
"Iy neng" Pak Gojek
Alya memasuki hotel tersebut
"Permisi mbak apa cowo di foto ini tadi kesini ?kalo iya boleh tau nomor kamar nya ?Saya istrinya ucap Alya agar meyakinkan
"Oh iya mbak barusan dia kesini nomor kamar nya 008" ucap resepsionis tersebut
"Terima kasih banyak mbak" ucap Alya memberikan selembaran uang
"Semoga aja itu gak bener" ucap Alya menahan tangis
Beberapa menit berlalu Alya sampai di sebuah kamar dengan nomor 008
"Ah sayang jangan menggoda ku terus" suara manja Zara terdengar sampai luar kamar tersebut.
Tok tok Alya mengetuk pintu hotel tersebut
"Siapa si mengganggu kesenangan kami saja" Revano
Krek pintu terbuka alangkah kaget nya Revano melihat Alya di depan nya
"Siapa sayang?" ucap Zara mesra
Zara berjalan mendekati Revano dengan badan terlilit selimut.
"ALYA" ucap Zara terkejud
"By ini gak seperti yg kamu kira kok" ucap Revano
"Gak seperti yg aku kira gimana kamu selingkuh sama sahabat ku sendiri ,
Aku selalu mengira kalian adalah satu satunya keluarga ku yg tersisa yg menjadi harapan ku hidup selama ini kalian menguatkan ku di saat ku jatuh tapi apaa aku salah kalian mengkhianatiku begitu saja Terima kasih atas semua nya selama ini"Alya Andriana
Alya berlari tanpa menoleh ke belakang dia berlari sekencang kencang nya dunia nya begitu hancur sebegitu dibenci kah dia selama ini kenapa takdir begitu tak adil belum cukup kah keluarga nya hancur sekarang sahabat dan pacar nya mengkhianati dirinya begitu saja
"Hiks siapa lagi yg gua punya?Hiks gak ada" Alya Andriana
Tiba lah dia di sebuah jembatan
"Apa gua mati aja ya biar kagak sakit lagi dada gua sesak" Alya Andriana
Disisi lain Zara Revano serta keluarga Alya mencari Alya kemana mana namun tak ada yg bisa menemukannya
Rara tanpa sengaja melihat diary Alya yg tersisip di sela kasur dan membaca nya air mata Rara keluar begitu saja dia tidak menyangka kisah Alya begitu menyedihkan ternyata disaat berusia 13 tahun Alya pernah di lecehkan oleh Ayah nya sendiri.
"Kak kenapa lu gak pernah cerita ke gua hiks maaf gua selalu nyakitin lu hiks gua udah tau sekarang apa alasan lu gak pernah mau deket sama Ayah gua pikir lu benci karna mereka lebih sayang gua dari pada lu hiks maaf maaf" Rara
Rara segera mengemudikan mobil mencari keadaan Kakak nya itu.
"AKH BRENGSHK GUA BENCI DIRI GUA SENDIRI HIDUP GUA HANCUR BENCI BENCI GUA JIJIK hiks hiks"ucap Alya Andriana sambil menjambak rambut nya sendiri
Alya menatap kosong kedepan jembatan itu
"Mungkin di saat gua jatuh dari sini semua sakit yg gua rasa bakal berakhir,Gua cuma berharap jika ada kehidupan lain semoga gua dapet keluarga yg baik dan mendapatkan pasangan dan sahabat yg setia" ucap Alya sebelum terjun dari jembatan
Byur bunyi air di tempat Alya terjatuh
"Akhirnya gua bisa bebas tanpa kekangan lagi" ucap Alya Andriana sebelum menghembuskan nafas terakhir nya
Tamat~