disebuah kampus swasta tekenal, telah terbentuk panitia OSPEK ( orientasi siswa pengenalan kampus) yang akan membetikan materi maupun kiat-kiat tentang kampus serta kejuruan yang ada serta pengenalan tata letak kampus agar mahasiswa baru tidak tersesat nantinya saat mencari ruangan tertentu.
diruang panitia terdapat 4 orang cowok yaitu Bima sebagai ketua panitia sekaligus ketua jurusan ekonomi, Agus sebagai wakil panitia, Reno sei sarana prasarana dan Riyan sie humas.
saat semua sudah pulang, 4 mahasiswa senior itu menyalesaikan tugas dalam persiapan mengisi kegiatan OSPEK karena mereka anak kos sehingga dekat untuk pulang beristirahat
" Ren, lo udah move on dari ulfa?" tanya agus
"sulit gus, sulit nyari cewek yang model kayak dia. sifatnya yang dewasa, keibuan, kalem, cantik pula" jawab reno
"nanti umpama ada mahasiswa baru yang masuk kriteria lo gimana? apa nggak pengen ngenal lo?" sahut bima
"ckk kalau pun ada, palingan udah punya cowok. males, patah hati lagi"reno berdecak merasa frustasi
"beneran? kalau lo kagak tertarik berarti gue bisa maju kan? gue kan jomblo" jawab riyan
"serah lo dah" ucap reno sebel
hari telah berganti, senin ini merupakan hari pertama OSPEK dimulai
saat mahasiswa baru datang dan masuk aula, terlihat sosok yang menonjol dari yang lain.
gadis berjilbab dengan pakaian berwarna hijau yang senada, tinggi semampai dilihat dari posturnya nampak seperti model. terlihat lugu, nampak sekali jika berasal dari kampung. cantik walau tanpa polesan make up.
saat semua sudah masuk aula, acara dimulai dengan sesi perkenalan panitia serta kejuruannya.
'sempurna' batin riyan
'waw cantik alami' batin agus
'cewek idaman' batin reno
'sedap dipandang' batin bima
karena bima sudah mempunyai kekasih tetapi beda kejuruan dan dia merupakan tipe cowok setia
selesai acara semua pulang, kecuali panitia masi rapat koordinasi untuk persiapan besok. kesepakatannya jam masuk dimajukan 30 menit karena banyaknya agenda.
seperti biasa 4 orang selalu pulang paling belakang.
"ada yang bening coy" celetik riyan
"menurutmu yang mana" tanya agus
"berhijab hijau, duduk paling belakang" jawab riyan
"eh, lo merhatiin tuh cewek juga?" tanya reno
"emang kenapa" tanya riyan
"nggak bisalah, tuh cewek incaran geu" jawab reno ketus
" terserah geu dong" riyan tak kalah sewot
"pokoknya nggak bisa, geu udah kirim salam kenal ma dia. namanya vina, satu kos sama mia. awas lo ya sampek nikung geu!" ancam reno
"udah udah perkara cewek aja jadi ribut" ujar bima
"Bim. menurut elo, cewek yang paling menarik tu yang mana?" tanya agus
" ya.. yang duduk paling belakang itu" jawabnya
"jilbab hijau?" tanya agus memastikan
"betul. tapi gue gak akan tertarik karena udah ada chika" segera berkata saat reno melotot padanya
diantara mereka berempat, hanya reno yang pandai beladiri karena dia senior dalam ekstra itu.
"gini aja deh, kalau dalam waktu OSPEK reno tidak bisa mendekati vina maka siapapun berhak dekat dengannya" usul bima
"o-k. tapi selama kegiatan OSPEK belum selesai, tidak ada yang boleh mendekatinya termasuk diluar kampus" ucap reno mantap
"baiklah" riyan
"setuju" agus
hari kedua, jadwal masuk 30 menit labih cepat dari yang terjadwalkan sehingga banyak yang telat dan dapat hukuman
"kok si vina nggak telat?" tanya agus
"lo lupa kalau dia satu kos sama mia. lagian kemarin mia nggak dikasih tahu untuk rahasiain jam masuknya" cakap bima
"yah...gagal deh mau ngehukum vina" ucap reno
"gila lo, mau ngehukum apa ngedeketin dia sih" sahut riyan sambil memukul lengan sahabatnya itu
"ngehukum untuk lebih dekat gitu" reno
"modus" riyan
hari ketiga dan selanjutnya seperti biasa, sampai di akhir pekan penutupan OSPEK yang biasa disebut malam inagurasi yaitu menampilkan bakat dari mahasiswa seperti menyanyi, pantun, melawak, dan masih banyak yang lainnya.
"gimana ren? ini udah hari terakhir" ujar riyan
"masih ada waktu" reno
"lo yakin? sebaiknya lo nyerah aja deh" agus
"gue yakin, bahkan sangat yakin" ucap reno sambil minum air mineral
reno sangat yakin karena selama ini dia selalu mengikuti saat vina pulang dan mengantarnya sampai didepan tempat kosnya.
ia sudah sering mengobrol meskipun belum menyatakan rasa suka tapi telah ditunjukkan melalui sikap dan perhatiannya.
hingga waktunya tiba reno dipanggil oleh MC untuk menyanyikan sebuah lagu
lagu pernyataan cintanya pada sang gadis pujaan. tapi sayangnya saat dia menyanyi belum sampai reff, tiba-tiba anton duduk disebalah gadis itu dan mengajaknya berbicara
sungguh sangat menjengkelkan, itulah yang dirasakan reno saat menyanyi hingga wajahnya memerah menahan marah pada anton
saat lagu dilantunkan
~mungkin hanya
~lewat lagu ini
~akan kunyatakan
saat mendengar lagu itu, vina menatap reno beberapa saat begitu juga dengan reno yang membalas tatapannya kamudian kembali melihat gitar yang dipetiknya.
acara telah usai jam dinding menunjukkan angka 10. saat semua mahasiswa baru pulang, vina masih menunggu mia untuk pulang bersama karena takut jalan sendiri karena sudah larut malam.
reno langsung mengambil kesempatan, sebelumnya dia bilang ke mia kalau pulangnya masih lama karena setelah berkemas dan membersihkan ruangan masih ada rapat evaluasi
"vin, sorry kalau masih harus nunggu lama lagi. habis ini masih diadakan laporan dan evaluasi kegiatan panitia" ucap mia
"biar aku antar aja ya, kasihan nanti nunggu sendirian diluar" ucap reno
"ntar ngerepotin kakak lagi" ucap vina kalem
"nggak kok, nggak ngrepotin. tugas aku udah kelar, tinggal nunggu yang lain tuk ngumpul aja" reno
"nggak apa-apa diantar sama reno, lagian dia jago beladiri." mia
"baiklah" vina menurut
"ren, diantar sampai kos jangan sampai tergores sedikitpun" mia berpesan
"beres, percaya deh ma gue" reno
"iya.... " jawab mia kemudian melihat vina dan berkata "hati-hati vin"
"iya, kamu juga hati-hati" jawab vina
saat berjalan berdua terasa canggung dan hanya diam dengan pemikiran masing-masing.
"ehmm" deheman eko memecah kesunyian malam karena jalan raya sepi, hanya ada satu atau dua kendaraan saja yang lewat.
"ada apa?" tanya vina
"sebenarnya‐-- emm sebenarnya aku suka sama kamu" reno berucap sambil mengendalikan debaran didadanya yang berdegup kencang
"hah" vina berhenti melangkahkan kakinya
"apa kamu mau jadi kekasihku?" tanya reno lagi sambil mengikuti vina berjalan
vina masih diam dalam langkahnya
"tak perlu dijawab sekarang, aku tunggu jawabanmu" lanjut reno
"iya" jawab vina
"maksudnya 'iya' mau jadi pacar aku atau....?" tanyanya lagi memastikan
tak terasa mereka sudah sampai didepan kos vina. mereka berhenti.
vina memandang reno lalu mengangguk sambil tersenyum.
"terima kasih. masuklah, angin malam tak baik untuk kesehatan." reno
"emm. hati-hati' terimakasih sudah mengantarku" ucap vina
"sama-sama. mimpi yang indah ya..." reno
vina berjalan masuk kekosnya, saat itulah reno melompat lompat sambil mengepalkan tangannya.
akhirnya....... aku berhasil, yes!!!