"Tidak!", aku berteriak sekuat tenaga, keringat mengucur deras membasahi tubuh dan wajahku. Malam begitu dingin tapi tubuhku basah oleh keringat.
"Aaaah!, mengapa mimpi ini selalu saja mengganggu tidur malam Ku!", teriakku lagi.
Gubrak.
"Janet!, ada apa sih!, berisik!", Maira kakak Janet memaksa masuk.
"Bisa ga masuk kamar Gue ketuk pintu dulu, Lu juga barusan teriak", jawab Janet dengan ketus.
Janet dan Maira memang tidak pernah akur, karena selisih umur mereka hanya beda setahun, Janet tidak pernah menganggap maira kakaknya, di mata Janet mereka seusia.
"Ya sudah", Maira kembali menutup pintu kamar.
"Cih, masuk kamar Gue cuma buat teriak doang, setidaknya tanya ada apa sama Gue", Janet beranjak dari tempat tidurnya segera ke kamar mandi.
Setelah mencuci muka, ia duduk di pinggir tempat tidurnya. Sudah ketiga kalinya ia mengalami mimpi yang sama. Mimpi yang memperlihatkan kegelapan membuatnya tidak bisa bernafas dan parahnya lagi ia tidak menemukan setitik pun cahaya.
"Ada apa ini, apakah ini sebuah petunjuk?", tanyanya kepada dirinya sendiri.
Di sore hari, keesokan harinya. Janet duduk di balkon depan kamarnya, mengamati keadaan sekitarnya. Matanya tertuju pada seseorang yang sedari tadi memandangi rumahnya.
Deg.. "Mau apa itu orang?", masuk ke dalam kamarnya mengambil hp dan mengambil gambar orang tersebut. Setelah itu ia mengirimkan gambar tersebut kepada tantenya.
Malam menjelang, rumah itu hanya diisi oleh tiga orang penghuni. Maira, Janet dan Bibi Inem. Orang tua Janet sedang berada di luar negeri.
Jam 1.00 malam, dua orang berpakaian hitam-hitam memasuki rumah itu tanpa suara, mereka menghabisi Bi Inem yang secara tidak sengaja memergoki mereka, lalu kemudian Maira, terakhir mereka memasuki kamar Janet.
Besoknya warga sekitar gempar, tantenya Janet datang ke rumah itu, tapi apa yang ia temukan, keponakannya telah tiada. Polisi datang, berbekal gambar yang telah dikirimkan oleh Janet, polisi mulai mengadakan pencarian.
Orang tua Janet kembali dari luar negeri ketika mendengar berita itu. Betapa hancurnya hati mereka melihat kedua anaknya telah tiada. Pembunuhnya akhirnya tertangkap. Usut punya usut ternyata pembunuh itu adalah teman orang tuanya Janet. Yang pernah disakiti hatinya.
TAMAT