Seorang gadis berambut panjang yang sangat cantik duduk di bawah pohon sambil membaca buku novel, dia bernama Yuuna. Yuuna adalah gadis dingin yang terkenal di sekolahnya. Tanpa disadari ada seorang lelaki yang mengintip di balik dinding, dia adalah Yoshino siswa baru pindahan. Saat pertama kali melihat Yuuna, Yoshino mungkin telah jatuh hati kepada Yuuna, tapi dia tidak menyadarinya. Jika dinding bisa berbicara, mungkin dinding akan bertanya sedang apa kamu di sini?
Setiap istirahat Yoshino selalu mengintip Yuuna yang ada di bawah pohon. Saat angin sedang berhembus menerpa rambut panjang Yuuna yang indah itu, terlihat kelopak mata yang sangat indah, membuat jantung Yoshino berdebar debar. Itu adalah pertama kalinya Yoshino merasakan perasaan yang seaneh itu. Keesokan harinya Yoshino pergi ke dekat pohon yang sering Yuuna duduki, di situ dia mencari gadis yang berambut panjang tersebut. Saat Yoshino duduk di situ dia menemukan sebuah gantungan kunci berbentuk bunga sakura, lalu ada seorang gadis yang menghampirinya ternyata dia adalah Yuuna. Yoshino pun langsung bangkit dan menatap gadis pujaannya itu.
“Itu punya ku, tolong kembalikan.” kata Yuuna dengan nada yang sangat dingin
Yoshino pun hanya berdiam diri saja tidak menjawab apapun dan hanya termenung melihat Yuuna
“Maaf. Tolong kembalikan, Barang itu punya ku”, kata Yuuna dengan nada dingin yang sama tetapi sedikit menekan.
Yoshino pun tersadar dan keadaannya menjadi canggung, “A..anoo…. gomenasai..” ia meminta maaf dengan sangat terbatah batah.
Yoshino langsung mengembalikan barang milik Yuuna. Yuuna hanya melihatnya dengan tatapan mata yang sangat dingin dan langsung pergi dari hadapan Yoshino, Yoshino sangat malu mengingat situasi yang barusan terjadi. Sejak saat itu, Yoshino ingin memberanikan dirinya untuk menunggu Yuuna di dekat pohon saat istirahat besok. Esoknya pun tiba. Yoshino berdiri di dekat pohon tepat di belakang sekolah tersebut.
“Kamu..laki laki yang kemarin. Sedang apa kamu di sini?” tanya seorang gadis yang tiba tiba menghampirinya.
“Ah a..aku…aku hanya mencari angin saja, ya..ya begitu jadi aku memutuskan untuk keliling mencari udara segar di sekitar sini.” kata Yoshino.
“Oh?” ucap Yuuna yang agak ragu dengan perkataan Yoshino.
“Bagaimana dengan mu? Kenapa kamu juga di sini?” tanya Yoshino.
“Kamu tidak perlu ikut campur urusan ku.” jawab Yuuna dengan nada dingin.
“Em..buku apa yang kamu pegang itu? Aku merasa tidak asing dengan buku itu. ” ucap Yoshino untuk mengalihkan pembicaraan yang sangat canggung tersebut.
“Ini adalah buku novel yang menceritakan tentang kisah cinta Ayazaka Megumi dan Yamazaki. Aku membaca buku ini. Kamu tahu tentang novel ini?” tanya Yuuna yang mulai banyak bertanya.
“Apakah ini masih Yuuna gadis yang terkenal sangat dingin itu? Tetapi kenapa yang ada di hadapan ku ini sangat berbeda sekali” batin Yoshino.
Setelah kejadian itu mereka berdua semakin hari semakin sangat akrab. Semakin lama Yuuna sering berbicara, Yoshino menyadari bahwa Yuuna bukan lah gadis yang dingin seperti yang didengarnya. Yuuna adalah orang yang sangat menyenangkan jika dia diajak berbicara tentang sesuatu hal hal yang dia sukai. Suatu hari Yuuna mulai menceritakan tentang dirinya kepada Yoshino.
“Yoshino apakah kamu tahu bahwa kamu adalah satu satunya orang yang berteman denganku?” tanya Yuuna.
“Ah? Apakah benar begitu?” jawab Yoshino.
“Ya.. begitulah. Mungkin aku sulit untuk berteman karena aku mempunyai sifat yang aneh juga hobi yang aneh. Apakah kamu juga akan menjauhi ku Yoshino? Bagaimana menurutmu mengenai sifat dan hobiku yang aneh ini? Kenapa kamu mau berteman dengan ku? Aku selalu merasa bahwa aku tidak pantas mempunyai teman apalagi seorang yang baik sepertimu.” ucap Yuuna dengan banyak sekali pertanyaan.
“Menurutmu begitu tapi kurasa tidak. Kamu adalah orang yang paling unik, jauh dari orang lain yang pernah ku temui.” jawab Yoshino dengan bersungguh-sungguh.
“Degh..degh..degh…Ada apa ini? Kenapa hatiku terasa sangat aneh? Perasaan apa ini sebenarnya?” Batin Yuuna.
Setelah kejadian itu Yuuna pun menyadari bahwa dia mempunyai perasaan terhadap Yoshino. Berapa tahun sudah terlewati. Saat di mana hari kelulusan tiba, semua orang bersenang senang, begitupun juga dengan Yoshino juga Yuuna.
“Bukankah ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk kita?” ucap Yuuna.
“Ya, tentu saja ditambah dengan melihat senyum Nona Yuuna yang sangat manis ini, membuat hariku lebih berwarna dan sangat membahagiakan.” sahut Yoshino dengan nada yang berusaha menggoda Yuuna.
“Mungkin memang benar begitu, Bukankah itu adalah takdir di antara kita?” jawab Yuuna dengan tersenyum tipis.
Wajah Yoshino langsung memerah saat mendengar Yuuna berbicara seperti itu. Yoshino dan Yuuna sudah tahu akan perasaan di antara mereka berdua, merekapun memutuskan untuk melanjutkan kisah kehidupan mereka di jalan yang sudah siap untuk mereka lalui bersama-sama.