Tangan Livia sudah terampil, mengoles berbagai macam produk kecantikan di wajahnya, terutama concelar, uh ... Livia berprinsip lebih baik gak pakai lipstik dari pada gak pake concelar.
Hari itu Livia bersiap karena sebentar lagi Bayu, pacarnya yang baru jadian 2 bulan lalu itu akan menjemputnya jalan-jalan ke Dufan.
Berbagai wahana permainan mereka naiki, semua seru dan menantang, happy ... tidak ada kata lain yang dapat mewakili perasaan sepasang kekasih itu.
"Aduh, ampun Bay ... nyerah, deh," kata Livia kelelahan.
"Yah, rugi tiket dong, masih ada yang belum kita coba sayang. Ayolah, kapan lagi kita ada waktu senang-senang gini."
Livia berlari menuju wastafel. "Hoek, hoek."
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Bayu khawatir.
"Pusing, Bay. Gak kuat aku main lagi." Sahut Livia sambil menepuk-nepukkan tangannya yang basah ke wajah.
Lalu Bayu, berbaik hati membantu menyapu keringat di wajah Livia.
Sret, sret.
"Lho, apa ini?" Tanya Bayu heran kemudian terkekeh.
"Yah ... akhirnya kamu tahu kalau aku punya tompel," desis Livia malu. Concelar yang diaplikasikan Livia di wajahnya kurang dapat bertahan lama, karena Livia yang terus berkeringat, dibasahi air lalu malah di lap begitu saja sama Bayu.
"Cakepan gini lagi, dah ga usah pake make-up lagi buat nutupin ini," pinta Bayu seraya melabuhkan kecupan di bagian tompel-nya Livia.