Pada 2021 di Kanada.
"Selamat pagi dokter, terjadi kecelakaan di persimpangan jalan dekat Toronto University dan pasien mengalami luka lebam di tubuhnya. Tolong kirimkan ambulans segera," panggilan dari seorang saksi yang berada di lokasi kejadian.
"Baik, kami akan segera ke sana," jawab Naura di seberang sana.
Beberapa menit kemudian, tibalah Naura Anindya seorang dokter magang di Hospital of Toronto. Naura memeriksa kondisi pasien dan memberikan pertolongan pertama kepada pasien.
"Sepertinya pasien harus menjalani beberapa tes untuk melihat adakah luka dalam atau patah tulang. Bawa pasien ke rumah sakit segera," ucap Naura kepada rekan yang ikut membantunya di lokasi kejadian.
Dan tibalah ambulans di IGD rumah sakit Toronto. Naura beserta rekannya melakukan rangkaian tes kepada pasien untuk melihat secara pasti cidera yang di alami oleh pasien.
"Pasien atas nama Mark Lee. Syukurlah kondisi tuan tidak terlalu buruk, hanya saja tuan harus melakukan rawat jalan karena kondisi kaki tuan agak sedikit tidak memungkinkan untuk berjalan jauh," diagnosis Naura kepada pasien.
"Apakah saya bisa beraktivitas kembali dokter?" Tanya Mark ragu.
"Jika dilihat dari profesi anda, sepertinya anda harus beristirahat hingga kondisi anda benar-benar pulih tuan," terang Naura.
"Baik dokter, saya permisi," Mark pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
Ya. Dia Mark Lee, seorang public figure yang bernaung di agensi SM Entertaiment. Ia sedang berlibur ke kampung halamannya dan kejadian naas pun menimpanya.
Naura Anindya, seorang dokter magang lulusan salah satu universitas ternama di Kanada dan kini menjadi dokter magang di Hospital of Toronto. Bukan, Naura bukan orang Kanada. Dari namanya saja sudah terlihat bahwa Naura orang asli Indonesia. Naura adalah seorang anak piatu yang tidak pernah mendapat kasih sayang seorang Ibu. Ibunya meninggal saat melahirkan Naura. Kadang kala, Naura merasa kematian Ibunya disebabkan olehnya.
Tiga bulan setelah kecelakaan itu, Mark kembali datang ke rumah sakit.
"Permisi, bisa saya bertemu dokter Naura?" tanya Mark kepada petugas yang berada di balik meja informasi.
"Maaf tuan, dokter magang Naura sedang membantu operasi,"
"Kalau boleh saya tau, kapan operasinya selesai?" tanya Mark sopan.
"Mungkin sekitar dua jam lagi tuan," jawab petugas wanita itu sambil melihat jam tangan yang melingkar manis di tangannya.
"Baiklah, apakah saya boleh meminta nomor handphone dokter Naura?"
Petugas di balik meja informasi itu pun memberikan sebuah kertas yang bertuliskan nomor handphone dokter Naura.
"Baiklah, terima kasih," Mark Lee pun pamit dan menunggu operasi selesai di kantin rumah sakit.
Dua jam kemudian...
"Dokter magang Naura, tolong cek tanda vital pasien di ruang rawat intensif setiap lima belas menit," ucap dokter utama.
"Baik dokter."
Sesudah memeriksa tanda vital pasien, Naura menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kosong sejak tadi. Setibanya di kantin Naura terkejut akan kehadiran seorang pria yang memanggil namanya.
"Dokter Naura," panggil Mark ketika melihat Naura memasuki kawasan kantin. Naura pun mendekat dan duduk berhadapan dengan Mark.
"Tuan Mark Lee, ada apa anda kemari? Apakah anda sakit?" tanya Naura khawatir. Mark hanya tertawa melihat Naura yang menyerbunya dengan banyak pertanyaan.
Jiwa seorang dokter sudah melekat pada diri seorang Naura, ia sangat berharap tidak pernah berjumpa dengan pasiennya di rumah sakit lagi. Ia sangat berharap kesehatan seorang pasien dan berjumpa dalam keadaan baik-baik saja di luar rumah sakit.
"Tidak dokter, saya datang kemari hanya ingin mentraktir dokter sebagai tanda terima kasih saya," ucap Mark Lee dengan senyum tipisnya yang menawan.
"Maaf tuan, kami tidak bisa menerima apapun dari pasien," tolak Naura ramah.
"Bagaimana dengan akhir pekan ini? Apakah dokter senggang?"
"Maaf, saya tidak menerima apapun dari pasien tuan, itu sudah menjadi sumpah kita sebelum menjadi dokter,"
"Tolonglah dokter, saya tidak ingin ucapan terima kasih saya di tolak," bujuk Mark
"Baiklah saya akan luangkan waktu saya," jawab Naura pasrah.
"Baik, kalau begitu saya permisi dokter," Mark pun pamit undur diri.
Hari yang dimaksud pun tiba, Mark mencoba menghubungi Naura.
Mark Lee
Pagi dokter.
Apakah dokter senggang hari ini?
Bagaimana jika kita bertemu di kafe dekat Apartemen Toronto?
Naura terkejut mendapat pesan singkat dari Mark.
'Dari mana dia mendapatkan nomorku' - batin Naura.
Naura Anindya
Baiklah tuan
Malam ini sepertinya saya senggang
Mark pun tersenyum senang melihat jawaban yang ia dapatkan.
Malam pun tiba, Mark sedang menunggu Naura di kafe yang sudah di janjikan. Naura yang tiba di kafe pun mengedarkan pandangannya dan mendapati Mark Lee dan segera menuju meja dimana Mark berada.
"Dokter ingin memesan?" tanya Mark sesampainya Naura di hadapannya.
"Boleh, samakan saja," jawab Naura.
Tak berselang salam pesanan mereka pun tiba. Dan ternyata ayah Mark Lee, Tuan Lee pun melihat kehadiran sang anak dengan wajah bersinar di kafe miliknya. Tuan Lee pun menghampiri anaknya.
"Siapa wanita ini?" bisik Tuan Lee kepada Mark.
"Dia dokter yang membantu pemulihanku, Ayah," jawab Mark memperkenalkan dokternya kepada sang Ayah.
"Apakah dia...," bisik Tuan Lee ragu
"Perkenalkan saya Naura Anindya, dokter magang yang membantu pemulihan Mark Lee," potong Naura memperkenalkan dirinya.
"Senang bertemu dengan anda dokter. Saya Tuan Lee ayah dari Mark. Silahkan menikmati waktu kalian," Tuan Lee tersenyum ramah dan pamit undur diri.
Acara makan pun berlangsung sunyi. Tidak ada percakapan di antara keduanya melainkan suara sendok yang sesekali beradu dengan piring mereka.
"Terima kasih dokter sudah merawat saya sampai sembuh," ucap Mark saat acara makan malam mereka selesai.
"Sudah menjadi kewajiban saya tuan," Naura tersenyum ramah.
"Terima kasih juga sudah meluangkan waktu dokter untuk acara makan malam ini,"
"Iya tuan, saya hanya akan menerima tawaran tuan sekali saja. Karena sudah menjadi janji seorang dokter untuk tidak menerima apapun dari pasiennya tuan," jelas Naura.
"Baik dokter. Kalau begitu jika di izinkan bolehkah saya mengantar dokter?" tanya Mark
"Tidak perlu tuan, saya kebetulan tinggal di daerah ini, kebetulan hari sudah semakin larut. Saya permisi tuan," pamit Naura.
Mark pun mengantar Naura hingga ke depan kafe.
"Dokter, bolehkah saya sesekali mengirim pesan kepada dokter?"
"Silahkan tuan, tuan bisa berkonsultasi dengan saya mengenai kesehatan tuan. Kalau begitu saya permisi," Naura meninggalkan Mark dan segera menuju apartemen tempat ia tinggal.
Hari pun berlalu, Mark Lee benar-benar merealisasikan perkataannya yaitu mengirimi Naura pesan singkat dan mulai mendekati Naura. Benar adanya fakta bahwa Mark menyukai gadis asal Indonesia itu. Bahkan Mark Lee sempat menyatakan perasaannya, namun Naura hanya diam.
Pada 2025 di Indonesia.
Kini Naura sudah menjadi dokter bedah saraf di salah satu rumah sakit terkenal di Indonesia. Dan di saat itu pula, Mark sedang mengadakan konser di Indonesia bersama adik-adiknya di Dream.
Mark Lee
Apakah kamu sibuk dokter?
Naura Anindya
Tidak, ada apa?
Mark Lee
Send pict
Naura Anindya
Apakah kamu mengadakan konser di Indonesia?
Mark Lee
Iya. Aku harap kamu bisa hadir di konser nanti.
Naura Anindya
Baik, aku akan usahakan.
Hari itu Naura menghadiri konser dan setelah konser selesai Naura di minta Mark untuk menuju backstage dan bertemu Mark bersama member Dream lainnya.
"Hai Naura," sama adik-adik Mark saat melihat Naura
"Hai," sapa Naura gugup.
Meski Naura sudah lama mengenal Mark, tetapi ini kali pertama Naura bertemu secara langsung dengan member NCT DREAM. Naura berbincang nyaman dengan seluruh member.
Saat sedang berbincang tiba-tiba Mark menarik Naura menjauh dari sana.
"Naura, bagaimana dengan pertanyaan aku waktu itu?" tanya Mark.
"Maafkan aku, kita memiliki Tuhan yang berbeda," tolak Naura
"Tidak bisakah kamu mengikutiku?"
"Maaf, aku tidak akan meninggalkan Tuhanku," jawab Naura dengan mata berkaca-kaca.
Sejujurnya Naura sedih memberikan jawaban itu karena Naura tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia juga mencintai Mark. Naura pun meninggalkan Mark yang diam di tempat.
Bukan hanya Naura yang sedih akan penolakannya, Mark juga terguncang mendengar penolakan Naura.
"Hei, Naura kenapa?" tanya Haechan
"Dia kenapa bang?" tanya Jisung si bungsu.
Mark diam tak menjawab pertanyaan adik-adiknya itu.
Sudah empat tahun kedekatan Mark Lee dan Naura berlangsung. Dan semenjak saat itu, Mark semakin mendekati Naura. Mark pun mulai mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam secara diam-diam.
Dua tahun Mark mempelajari agama Islam dan ia meminta izin orang tuanya untuk pindah keyakinan. Orang tua Mark pun mengizinkannya.
Pada hari ulang tahun Naura...
"Happy birthday Naura Happy birthday Naura happy birthday happy birthday happy birthday Naura," Mark memberi kejutan kepada Naura.
"Terima kasih," jawab Naura terharu.
Dihari ulang tahun Naura, Mark sengaja datang ke Indonesia untuk merayakannya dan memberikan kejutan. Kali ini Mark datang berbeda. Kali ini Mark sudah menjadi seorang muslim dan hadir bersama keluarganya beserta adik-adiknya di Dream.
Benar, Mark sudah menjadi muslim dan benar-benar menunjukkan keseriusannya untuk menjadikan Naura teman hidupnya. Disaat itu pun sontak Dreamis bertanya.
"Haruskah kamu memanggilmu, Nuna?" tanya Dreamis kompak.
"Benar. Karena sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Dreamis," jelas Haechan
Naura menangis bahagia mendapat kejutan dari Mark dan Dreamis. Naura menganggukan kepala memberikan jawaban dari pertanyaan Dreamis.