matahari mulai tenggelam setelah sehari ini memancarkan sinar terang menyinari bumi,senja kala itu begitu indah, cahaya kuning keemasan perlahan menghilang bak di telan bumi...suasana desa di lereng gunung itu pun menjadi sunyi..
sesekali terdengar suara jangkrik..kadang pula terdengar katak yang saling bersahut sahutan.
desa itu begitu damai...
bakda isya langit terlihat begitu mendung,tak ada satu pun cahaya bintang bersinar, suara katak bersorak gembira menyambut hujan yang akan turun..
seolah ahir dari penantian yang sangat panjang..
benar saja tak lama terdengar rintik hujan membasahi atap rumah penduduk, cahaya lampu yang berbahan minyak tanah menambah keinginan untuk segera tidur melepas penat....suasana desa yang tentram
fardian tidur nak sudah malam,tutur seorang ayah
iya ayah sebentar lagi fardian masih menghafal beberapa jurus inti...ucap sang anak
yasudah nanti jangan malam" matikan lampu kalau mau tidur :pesan sang ayah
iya yah balas fardian singkat
malam pun semakin larut,hujan diluar menambah dinginya malam,fardian melirik kearah jam,waktu menunjukan pukul 23:45 buru"dia membereskan buku paduan silat dari padepokan sang ayah...
sebelum tidur dia tak lupa mematikan lampu,baru beranjak pergi kekamar..dan baru saja iya akan
memejamkan mata,
tiba tiba .....!!!!!!
terdengar suara kegaduhan di dalam ruangan lain,tak lama terdengar suara jeritan diiringi erangan yang sangat kerass
fardian terbangun kaget mendengar suara tadi.. gelapnya ruangan tanpa cahaya membuatnya tak bisa melihat sekitar....dengan rasa takut dia berjalan meraba" keluar kamar,mencari lampu
agar bisa menolong penglihatnya...
saat lampu menyala ..alangkah terkejutnya dia
melihat ruang tamu berantakan lantas matanya tertuju pada pintu kamar orang tuanya yang terbuka lebar..
anehnya kedua orang tuanya tak terlihat..
dengan rasa penasaran dia memberanikan diri melihat apa yang terjadi..,baru saja dia sampai dibibir pintu..matanya terbelak kaget,kepalanya pusing,pandangan nya mendadak gelap..
dia melihat pemandangan yang mengerikan..kedua orang tua fardian terjatuh dilantai dengan bermandikan darah segarr.....
samar" dia Mendengar suara lirih memanggil namanya....
fardian ,nak kemari..
dia menuju arah suara yang ternyata berasal dari sang ayah....
ayah ,,kenapa ayah,,?
siapakah yang melukaimu,,,?
mengapa begitu kejamnya ,,?
ucap fardian sambil menahan isak tangis nya...
sudah jangan terlalu difikirkan kondisi kami...
yang penting kamu selamat nak....ucap sang ayah...
tapi ayah,,siapakah yang berbuat begini..,??
apa salah keluarga kita ,,?
,sampai dia begitu kejamnya.,,?
ayah nya tak menjawab
hanya terlihat senyum tipis di bibirnya yang dilumuri darah nya sendiri...
nak,tolong ingat pesan ayah,tolong jaga padepokan ini jangan sampai jatuh ketangan yang salah,jangan pernah menyimpan dendam pada siapapun,,dan tolong jaga baik" jurus terlarang inii..
ucap sang ayah sambil menyerahkan sebuah gulungan ber'isikan jurus terlarang padepokan..
belum sempat fardian menjawab perkataan sang ayah
TIBA TIBA,,,,...!!!
tangan sang ayah yang berada dalam gengamanya perlahan melemah,terlepas dan ahirnya terjatuhh.....
AYAHHHHHHHHH..........!!!!!!!!!!!!!!!!!
fardian menjerit sejadi"nya,air mata menetes membasahi kedua pipi...
nafasnya tersengal seolah berlari ber ratus-ratus kilo meter tanpa henti,
dadanya terasa sakit bak di hantam ribuan benda keras,,kepalanya pusing
pandangannya pun berkunang" lambat lambat gelap semua kembali gelap...
fardian tersungkur tepat di dada sang ayahh...
hujan masih berlanjut,,
fardian tersadar ketika
badannya digoncang",dan mendengar para murid padepokan ayahnya memanggil namanya
mas" mas fardian bangun...teriak para murid
fardian membuka matanya perlahan ,dia terperanga ketika melihat banyak murid2 ayahanya
mengrumuni ruangan tersebut....
matanya mulai melihat dengan seksama ...
menelusuri setiap jengkal ruangan....
DAN SAMPAI ,,, SEKETIKA ??!!!!!
Matanya tertuju pada kedua tubuh yang terbujur kaku di lantai,,matanya pun terbelalak,secepat kilat dia berhambur menuju jazad kedua orang tuanya..
kepalanya kembali pusing,dadanya sesak melihat kenyataan ini,,se olah-olah semua hanya ilustrasi..tak benar -nyata....
fardian menangis sejadi-jadinya dihadapan jazad kedua orang tuanya, iya memandang wajah ayah untuk terakhir kali.. ,lalu yang lebih menyayat hati ketika dia melihat jazad ibunya...
yah ,bagaimana tidak,,?
tubuh wanita itu mati dengan tragis ,
matanya dicongkel sebelah ,lehernya digorok hampir putus,tangannya dimutilasi,perutnya robek
memaksa isi perut keluar.
"darah bercecer dimana"
mengeluarkan bau anyir yang menusuk..
hatinya hancur berkeping"melihat kenyataan ini...
KELUARGANYA DI BANTAI HABIS_ HABISAN
BIADAB...TUTUR FARDIAN DENGAN PERASAAN YANG CAMPUR ADUK..
FARDIAN MINGIR KAMU,,!!
dari hadapan jasad kaka ku..
hardir seseorang yang tiba tiba datang bersama para pengawal....
FARDIAN merasa heran...kenapa sang paman membentaknya disaat situasi masih dalam berduka....
maaf paman kenapa?? ,,ini orang tua ku...tanya fardian keheranan
jangan sok baik kau!!!!..bentak nya
kenapa paman ,?ada apa ,,fardian kembali bertanya dengan mengerutkan kening..
kau kan yang telah membunuh mas GILANG....??
maksud paman apa,??jawab fardian tak mengerti
kau yang telah menghabisi kedua kakak ku....
paman jangan asal menuduh,,balas fardian mulai dengan nada tinggi...
saya tidak asal menuduh...ucap paman dengan culas..
apakah alasannya ,sampai paman begitu tega menuduh ku sekeji ituu!!!
tak mungkin sampai hati aku membunuh orang yang sudah melahirkan dan membesarkan ku paman,,fardian mulai merasa kesal...
kamu jangan menghindar,,! bukti sudah nyata tertuju padamu..paman berbicara setengah teriak...
apa buktinya paman,,tantang fardian
mau tau kau..??
alasan pertama kau sendiri yang masih bernafas sedang orang tuamu mati,,padahal semalam kau pun berada dalam rumah
alasan kedua,kau pingsan di atas tubuh ayahmu dengan memegang samurai..
dan alasan terakhir orang tuamu mati dengan mengunakan jurus dari padepokan ini....
fardian terdiam seribu bahasa, semua bukti yang ada semakin menyudutkan dirinya...meski pun ini sedikitpun tak ada sangkut paut dengan nya..
tidak paman ,,percayalah saya tak mungkin mel....
belum sempat fardian meneruskan ucapannya..sang paman kembali berkata...
sudah usir saja anak ini...kita tidak tau apa yang bakal terjadi jika anak ini masih berada dipadepokan..kata paman..membuat panas suasana...
benar siapa tahu besok ,atau lusa salah satu dari kita menjadi korban berikutnya sahut salah satu pengawal menyulut emosi dan was was para murid daN warga
usir ,,ya usir saja diaa sahut warga berteriak rama_ramai...
fardan sadar ini adalah sebuah konspirasi tapi dia tak bisa lagi membela diri..warga terlanjur termakan omongan paman dan pengawalnya.....
hanya ada satu orang yang tak percaya fardian berbuat demikian..
iya adalah sesosok orang tua ,berpakaian compang camping..tapi dia tak bisa membela ny karna bukti jelas mengarah pada nya..
perlahan dia mendekati fardian dan berkata lirih..
ayo nak kita pergi...ajak nya
fardian masih terdiam
kakek itu pun menarik tangan fardian dengan sedikit keras...ayo nak..! ajak nya lagi...
fardian sedikit berontak...ditatapnya kembali jazad kedua orang tuanya ..
sakit,sakit, sakit,sakitt sekali....!!
disaat saat seperti ini orang yang dekat dengannya
yang diharapkan mampu menolong mengobati kepedihan karna ditinggal orang tua...
justruu..malah menuduhnya yang tidak"
dengan berat hati diiringi deraian air mata di melangkah perlahan,hancur hatinya dihari kematian orang tuanya dia tak bisa memberi penghormatan terakhir..
ya melangkah gontai mengikuti langkah sang kakek..
hari demi hari mulai berganti,bulan juga telah berlalu,,
DAN KINI,,,
sudah 5 tahun semenjak kejadian itu....
fardian sudah menjadi pemuda yang tampan..
tubuhnya terlihat gagah, dan dibawah bimbingan
sang kakek,fardian berhasil menyelesaikan jurus2 terlarang serta memperoleh ilmu kanuragan dari sang kakek...
nak...panggil sang kakek
iya kek,jawab fardian
kau sudah selesai belajar denganku nak sekarang sudah waktunya,kata nya
maksud kakek apa..?
sudah saatnya kau turun gunung,berbaur dengan masyarat,,jawabnya
tidak kek ,,aku mau tetap disini bersama kakek,balas fardian
terima kasih nak,bukannya kakek tidak mau kau tetap tinggal,tetapi usiamu kini sudah dewasa ,sudah waktunya kau mengenal dunia luar..
mencari pengalaman ,memperbNyak ilmu mu,untuk bekal hidup yang tak terduga duga .tutur sang kakek..
jika aku pergi kakek bagaimana..,?fardian kembali bertanya tanya
usah kau fikirkan orang yang sudah tua renta ini..kakek sudah terbiasa sendiri...yang terpenting kamu nak..hidupmu masih panjang banyak hal yang mesti di coba,,
baiklah kek,terima kasih sudah menjaga dan membimbing fardian selama ini...kata nya sambil bersandar di pangkuan sang kakek...
sudahlah..kakek juga senang sudah menolongmu cuma ingat pesan kakek nak
jangan pernah balas dendam jadi lah,orang yang pemaaf,jangan suka membodohi serta jangan pernah mengadu domba...
gunakan ilmu yang kau miliki untuk sesuatu yang
benar benar mendesak,atau ketika untuk membantu orang lain...jangan pernah sombong dengan apa yang kau miliki karna itu semua tak ada yang abadi...pesan sang kakek..
iya kek fardian akan terus mengingat pesan kakek..baiklah fardian pamit kek mohon doa restu fardian berkata sambil terbata" matanya terlihat berkaca kaca..
yang dunia memang aneh kadang keluarga sendiri berusaha menjatukan kita...tapi orang yang tak kita kenal sama sakali justru menyelamatkan hidup kita..
fardian berdiri,sedikit demi sedikit dia mengeser tubuhnya dari hadapan sang kakek,baru mau melangkahkan kaki terdengar suara sang kakek memanggil
NAK TUNGGU,,!!!!!
fardian menoleh sembari berucap,iya kek
ini bawalah kenang"an dari kakek katanya sambil menyerahkan sebuah golok yang seluruh bagaian kepalanya nya bermotif naga...
tapi kek,?jawab fardian terlihat ragu"menerima barang tersebut..
sudah bawalah,untuk berjaga" karna kita tak pernah tau rintangan apa yang bakal terjadi...
terima kasih kek kata fardian lirih seraya menerima pemberian sang kakek..
iya,kalau rindu kembali kemari tutur sang kakek sembari tersenyum mengiringi kepergian fardian ...
setelah beberapa hari berjalan melewati rimbunya semak belukar..akhirnya sampailah fardian disuatu desa....
desa itu sangat aneh dimana setiap orang yang berlalu lalang menunjukan exspresi yang datar,serta terlihat beberapa dari mereka mengalami lebam disekujur tubuhnyaa....
semakin lama dia memasuki desa semakin kengeri'an yang terlihat oleh matanya..
dimana terlihat bangkai manusia berserakan dijalanan, dengan keadaan tubuh yang mengenaskan ,bagai sampah DI PEMBUANGAN,
ada orang yang mati tergantung dengan lidah menjulur,anak kecil yang mati terpenggal sampai ada yang tersisa cuma kepala dan sebagian perut
dimana terlihat jelas usus yang menjulur keluar ,dengan wajah yang sudah tak karuan..rusak seperti disayat sayat benda tajam...
fardian bergidik ngeri melihat fenomena itu...
dia kembali teringat kisah kelam beberapa tahun silam yang menimpa keluarganya...
KEJII...!!GUMAMYA...
SEPINTAS terlintas dalam fikirannya,mungkinkah pembunuh orang "ini ada kaitannya dengan pembunuh kedua orang tuanya...??
LALU....,
karna kecapek an dan perut pun mulai terasa lapar,akhirnya dia memutuskan pergi ke salah satu kedai,maksudnya selain memulihkan energi juga mencari informasi mengenai apa yang dia lihat...
ketika sedang asyik makan dia mendengar obrolan dari salah satu kursi pengunjung..
jon,bagaimana ini,: suasana desa sudah tidak aman lagi,,kata salah satu orang pada rekan nya...
iya dim,jika kita hanya diam saja,mereka semakin meraja lela,kita juga akan jadi korban,balas jon pada dimas..
benar jon,kita harus bersatu melawan pemerintahan nya..kehadiranya selama ini benar"membuat resah,dimas menanggapi dengan serius...
lantas bagaimana caranya dim,warga sudah terlanjur trauma melihat satu persatu keluarga mereka dibantai,sahut jonidi.
kita harus meyakin kan warga jon,agar kita bisa saling bersatu,
bagaimana caranya dim,,?
untuk itu kita harus menemui sang petapa jon,kita minta nasehatnya....jawab dimas
maksud mu,sang petapa itu kakek dian pramana,,??
benar jon, balas dimas singkat..
baiklah mari kita kesana sekarang dim,ajak jonidi
ayok lebih cepat lebih baik....
fardian yang sedari tadi menguping pembicaraan kedua orang tersebut pun ,diam diam mengikuti kemana arah yang akan mereka tuju..
barangkali dia bisa mendapat kan lebih banyak petunjuk lagi tentang kelompok yang membantai desa tersebut.....
hari mulai gelap ketika kedua orang itu sampai ketempat tujuan,rupanya mereka menuju kesuatu pondok didalam sebuah hutan terlarang...
samar"dia melihat orang tua berpakaian ala jawara menyambut kedatangan mereka berdua dengan diiringi beberapa orang, yang menurutnya itu adalah pengawal...
ketika orang" tersebut masuk kedalam perlahan ferdian mendekat'i pondok tersebut..
guna agar lebih jelas obrolan mereka...
tapi belum sampai dekat dengan pondok,dia melihat dengan jelas beberapa orang sedang berjaga" menghitari pondok tersebut...
yah,,ini membuat fardian semakin penasaran..
lama fardian menunggu tapi belum ada tanda"kesempatan dia menguping pembicaraan mereka..bahkan penjagaan semakin diperketat...
ah sial,,gumam fardian...
tak sengaja fardian menginjak tangkai yang sudah kering,yang membuat suara sedikit berisik..
mendengar suara yang mencurigakan beberapa orang pengawal memeriksa tempat tersebut dan dilihatnya fardian tengah mengendap"
HEI BERHENTI,,,!!!!!!!! teriak seorang penjaga yang membuat penjaga lain berdatangan mengepungnya...
fardian yang terpojok terlihat begitu terkejut melihat para penjaga sudah mengepungnya...
jangan"dia penyusup ,mata"sang dewa pembantai,,
lontar salah satu penjaga
belum sempat fardian menjelaskan jati dirinya panjaga itu pun menyerang nya yang mau tidak mau di harus melawan,
fardian kembali terkejut karna semua gerakan lawan sama persis seperti gerakan nya..
begitu pun para penjaga,bahkan ada yang mampu menangkis salah satu jurus terlarang miliknya...
mendegar suara kegaduhan diluar sang petapa pun keluar pondok,,Dia begitu terkejut melihat para penjaganya sudah terkapar ditanah
hanya ada satu penjaga yang masih bertarung dengan fardian,dan yang membuatnya mengerutkan kening karna,??
jurus dan gerakan keduanya sama persis,,padahal waktu itu sang penjaga mengunakan jurus terlarang dan murid paling senior, tak ada yang bisa mengunakan jurus tersebut apa lagi ini orang baru...
dengan berfikir sedikit positif sang petapa pun berteriak..
HENTIKANN,,!!
mereka berdua pun menoleh kearah sumber suara ,sang penjaga langsung memberi salam pada sang guru,sedang kan fardian menatap sang pertapa...
nak dari mana kamu,tanya sang petapa,??
aku dari lereng gunung linawu kek jawab fardian singkat,,
siapakah gurumu,?
guru sayang eyang djigjo tirta sengkolo,
sang pertapa kembali terheran,karna dia tak pernah mendegar nama itu sebelumnya..
lantas apakah jurus"yang kau gunakan tadi berasal darinya,? tanya pertapa kembali
bukan kek,
lantas darimana kau mempelajarinya,,?
aku mempelajari dari gulungan yang ditinggalkan ayahku ,
lantas siapakah nama ayahmu dan dimana dia tinggal ,?sahut sang petapa
dia bernama lengkap gilang permana, kami dulu tinggal di lereng bukit di gunung tirtayasa...
mendengar jawaban itu sang kakek berkata,jadi kau bernama fardian adi erlangga...?
kini giliran fardian yang terkejut,bagaimana mungkin sang pertapa mengetaui namanya sedang kan mereka baru pertama kali bertemu,,?
fardian pun memberanikan diri menjawab
betul , itu nama lengkap saya,
dari mana kakek tau ,,?
sang pertapa tidak menjawab pertanyaan fardian,sebaliknya justru malah mendekati fardian,lalu memeluknya seraya berucap...
puji syukur,ternyata masih hidup kau nak,,
kini sudah tumbuh menjadi pemuda gagah,,
fardian hanya terbengong..
lantas sang pertapa pun mengajaknya masuk kedalam pondok,bermaksud agar lebih nyaman melakukan pembicaraan,
para penjaga yang ternyata merupakan murid petapa pun heran dalam hati mereka bertanya" siapakah sebenarnya pemuda ini,,
pun dengan kedua orang yang lebih dahulu menemui sang petapa...
ketika mereka masuk pondok ferdian pun kembali bertanya,,?
maaf kakek kalok boleh saya tau,,dari mana kakek tau nama saya..
begini nak,sebenarnya saya adalah kaka kandung ayah mu,saya adalah pimpinan cabang padepokan harimau hitam ini,,maaf karna saya sempat tak mengenali mu nak..
dalam hati fardian dia merasa bersyukur dipertemukan sang paman,ada harapan memperdalam kembali ilmu warisan leluhur,,
tak apa paman,jawan fardian
lalu bagaimana keadaan kedua orang tuamu di padepokan,,?
dengan perasaan sedih fardian menceritakan kisah kisah kelam berapa tahun lalu yang telah menimpa keluarganya,
mereka sudah tiada paman,mati terbunuh oleh kelompok tak dikenal,jawab fardian menahan tangis
ASTAGA,!!
kau tau siapa pembunuh nya,?
tidak paman,kala itu malam gelap gulita,
mendengar obrolan petapa dan sang pemuda,taulah kedua orang yang sedari tadi juga mendengarkan...
lalu si dimas berkata,,oh jadi kisanak ini anak dari pimpinan dari padepokan harimau hitam utara...,?
benar paman,,balas fardian
lantas kenapa kau tak tinggal dipadepokan saja,,?meneruskan perguruan ayahmu..,?kini giliran jonidi yang bertanya..,?
sebenarya saya ingi tetap disana,,tapi saya diusir semua penduduk warga,alasnya karna mereka menuduh yang sudah merenggut nyawa kedua orang tua saya sendiri,, jawab fardian dengan terbata bata,,
dimas yang mendengar menganggukan kepala,,
saya sempat dengar cerita itu petapa ,katanya pada petapa...
benarkah sahut sang petapa,?
iya,dari saudara yang tinggal disana,katanya selepas kejadiaan itu padepokan beralih ke tangan adik kandung sang istri,seluruh lahan perkebunan juga menjadi miliknya,bahkan dia dinobatkan menjadi tuan tanah sana...
mendengar itu sang pertapa berfikiran ini ada sangkut pautnya dengan kematian kedua adik nya,
TAPI PETAPA,,,!!lanjut dimas
dia tak lama memimpin padopakan itu,selain kurang berpengalamn ,sukanya hanya main perempuan dan mabuk"an
penjelasan ini membuat pertapa semakin yakin akan kecurigaannya...
tak salah lagi ini pasti perbuatannya jawab pertapa dengan nada yang cukup tinggi....
awalnya saya juga berfikir begitu petapa,tapi melihat kondisinya saya rasa tak mungkin dia mampu melawan "GILANG PERMANA" soalnya ilmunya lebih tinggi dengan sang adik,,
terlebih selang 3 tahun setelah kejadian itu,keluarganya pun habis dibantai,dengan menggunakan jurus" terlarang
pertapa mengerutkan kening,dalam hati dia berkata,mungkinkah orang ini dalang dibalik kamatian adiknya gilang permana,,?
apa kau tak mengetahui sedikit saja orang" itu, ketika orang tuamu mati nak,?tanya sang petapa pada fardian
tidak paman ,saya tak melihat mereka ,hanya saja sayang menemukan sebuah topeng berbentuk kepala burung sudah terpecah menjadi 2
sang petapa terlihat begitu terkejut sembari berkata...
APAAA,,,??????
ferdian yang keheranan malah balik bertanya , ada apa paman,,?apakah paman mengenali mereka,,??
ini tak salah lagi ,dia adalah adipati wilaksmono yang sukanya membunuh dan melihat jerit tangis dengan tatapan memelas,, tanggap sang pèrtapa menanggapi pertanyaan ferdian..
berarti ini ada hubungan nya dengan kejadian di desa ini petapa ,,?,tiba "dimas yang sedari tadi diam ikut menyahut..
"benar",,,!!!!
mendengar itu fardian yang awalnya hanya ingin membantu warga memberantas kejahatan didesa tersebut menjadi semakin tertarik, kala dia mengetahui ternyat sang pembunuh juga merupakan orang yang sudah membantai keluarganya,,,
maaf kisanak kalau saya lancang,sebetulnya apa yang kisanak bicarakan pada paman,tanya fardian pada dimas...
begini kami datang menemui sang pertapa guna meminta pendapat supaya dapatmerekrut anggota untuk melawan kekejian kelompok yang sudah sangat meresahkan...balas fardian
ternyata padepokan sang pertapa merupakan markas para pejuang melawan kelompok elang hitam,
benar nak,maukah kau bergabung bersama kami,ajak sang petapa..
awalnya fardian ragu"disisi lain iya teringat pesan ayah dan gurunya,jangan sekalipun kau balas dendam,tapi disisi lain dia tek kuasa melawan kejolak batin ya melihat pembantaian yang terjadi,,
dengan melakukan beberapa pertimbangan akhirnya fardian pun menyetujui bergabung.....
hari"fardian diagunakan memperdalam ilmu di padepokan paman nya 1 bulan bulan kemudian terlihat ada rombongan yang mendekati padepokan itu,kala itu hari sudah mulai gelap..
dengan penuh was was para murid" yang sedang berlatih termasuk fardian sendiri memandang samar" rombongan itu..
setelah dekat semakin nyata siapakah meraka ternyata tak lain tak bukan itu adalah rombongan yang dipimpin oleh dimas dan jonidi...
melihat rombongan itu sang pertapa langsung turun menyambut kedatangan mereka....
saat malam tiba dimas menceritakan apa yang menimpa desanya kembali berapa hari lalu,,
petapa, kita harus segera bertindak,,!
kelompok elang hitam semakin menjadi" celetus dimas...
pertapa memahami betul kondisi itu,,mau tak mau dia juga harus segera mengambil tindakan agar tiada korban yang mati dibantai karna kepuasan sang adipati..
malam itu juga mereka berunding guna mengatur strategi penyerangan....
akhirnya mereka sepakat melakukan penyerangan malam itu juga,penyerangan dilakukan melalui empat penjuru...
disisi timur dipimpin langsung oleh sang pertapa
sisi barat di pimpin oleh murid senior sang pertapa
sisi selatan dipimpin oleh dimas
sedangkan sisi utara dipimpin oleh fardian
setelah melakukan beberapa persiapan,
mereka pun berangkat melewati semak semak belukar...
selang 3 jam mereka berhasil mencapai tujuan,,
fardian yang memimpin sisi utara mengendap" dia melihat rumah sang adipati begitu ketat oleh para penjaga...
dia berkata,hati" tunggu aba aba paman sebelum melakukan penyerangan
para angota pun terlihat mengaggukan kepala...
tiba" terlihat sebuah panah api menuju kelangit,tanda penyerangan siap dilakukan....
mereka pun berlari menyerang musuh,satu persatu musuh tumbang begitu pula di pihak sang pertapa...
tapi itu tak membuat surut tekad para pejuang....
sudah sekitar 4 jam mereka bertarung, banyak korban jiwa di kedua belah pihak,tapi pertarungan itu masih saja berlanjut
dari ufuk timur,tampak sang mentari terbit,memancarkan cahaya kuning yang sangat terang seolah" tersenyum memberikan semangat pada para pejuang,,
tapi sedari awal pasukan sang pertapa memang sudah kalah jumlah,terlebih lagi ternyata ada penghianat diantara mereka yang membocorkan informasi penyerangan..
fardian pun mulai merasa letih,tenaganya habis terkurang, pada saat itu,iya pun dikepung oleh 10 pengawal adipati,, karna kekuatan yang tak seimbang...dia pun jatuh tersungkur, dan sekarat
beruntung musuh tak langsung membunuhnya,
selang berapa menit kemudian sang pertapa pun jatuh tersungkur dengan bersimbah darah miliknya..
adipati pimpinan kelompok elang hitam pun mendekati sang pertapa yang sudah sekarat , ia menendang dada,muka dan mengijak perut sang pertapa,
belum sampai disitu,dengan tertawa puas adipati
mencongkel kedua mata pertapa, memotong" tangan nya,mengiris mukanya hingga pertapa menjerit kesakitan..
AKHHHGGG......... teriak pertapa berulang kali
KHAHAHA....
kembali adipati tertawa puas melihat sang pertapa kesakitan terlebih melihat raut wajah pertapa yang terlihat mulai putus asaa....
kembali adipati mengambil belati,lalu menusukan nya ke paha sang pertapa ..menyayat nya,layaknya daging sapi,,lalu menghujam dada sang pertapa
akhhh,,teriak kan keras sang pertapa itu,ternyata teriakan terakhirnya dia menghembuskan nafas terakhir....
masih kurang puas,adi pati membelah dada pertapa,mengambil jantung nya lalu memakannya
sambil mengunyah Jantung pertapa dia berkata ...
lezatt sekali jantung ini,meski sedikit...
semua pemandangan itu terjadi tepat di depan mata kepala ferdian,rupanya adipati sengaja memerintah anak buahnya untuk tak membunuh ferdian
ternyata dia mengetahui asal usul ferdian,dan ingin menyiksa batinnya...
adipati mendekatinya
heh kau,inilah akibatnya karna berani melawan 'elang hitam',bagaimana,?sudah merasakan nya..
ucapnya sambil kakinya diletakan di atas muka..
ferdian hanya terdiam,jangankan melawan,,
bicara saja seolah dia tak mampu...
hai nak kau sungguh bodoh,kemampuan bela dirimu yang lumayan hebat malah kau gunakan cuma untuk memolong orang" lemah...
andai kata kau mau bergabung menjadi anggota elang hitam,aku jamin hidup mu akan lebih terjamin,,
harta kan ku cukupi,wanita berapa pun kau mau kan ku beri,bahkan kau bisa saja ku anggkat sebagai tangan kanan ku..
muak rasanya fardian mendegar celoteh adipati...
sang kau begitu bodoh,sebagai manusia kau begitu naif,,jadi beginilah nasib mu sekarang,,kau bagai sampah tak berguna,,
haha pahlawan kesiangan menolong diri sendiri saja belum mampu,,belagak menolong orang lain...
coba lihat sang pertapa yang itu,tunjuk sang adipati..
dia saja yang terkenal sakti,bagiku hanyalah seekor semut,,apa lagi kau..
tapi aku masih berbelas kasih padamu ,melihat bakat mu bagaimana kalau kau ikut saja dengan ku ,menjadi bagian dari elang hitamm..rayu sang adipati...
jika kau mau segala yang kau mau pasti mudah didapat,,dan kau akan cukup dihormati...
bagaimana,,? bagaimana,,.? tanya sang adipati..
fardian yang saat itu sudah sangat sekarat ,hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan adipati,,meskipun dirinya begitu muak
CUITHH.....
dia hanya meludah tepat diwajah adipati,,sebagai bentuk penolakannya..
Mendapat tanggapan yang demikian adipati pun kembali naik pitam...di tendang nya wajah ferdian hingga darah muncrat dari mulutnya...
KEPARAT,, teriaknya...
tapi tiba" dia kembali tertawa....
khahaha,,,,
melihat mu begini aku sedikit bernostalqia,
dulu ada juga lelaki yang mempunyai bakat dan jurus" sepertimu karna dia menolak bergabung
dia ku bunuh bersama istrinya di padepokannya sendiri....
khaha...alangkah kurang beruntungnya nasib orang itu,sayang kau juga demikian pasti orang tuamu begitu menyesal memiliki anak yang begitu bodoh sepertimu...begitu naiff....
mendengar orang tuanya dibawa"dia pun marah..terlebih tadi adipati berkata bahwa ia pernah membunuh seseorang dipadepokan nya,
tak salah lagi dialah pembunuh orang tuanya itu...
fardian pun memejamkan mata,,tiba"ia terkenang wajah orang tuanya ketika masih hidup bersama,,
terbayang wajah sang kakek,sekaligus guru yang pernah menolong hidupnya ketika diusir dari desa
terbayang wajah paman yang berjuang melawan pengacau,dan melindungi warga
dan membayangkan nasib warga desa ter'utama nasib anak"yang tak berdosa,,akankah mereka harus menjadi korban kebiadab"an adipati....
fardian membuka matanya perlahan, tapi alangkah terkejutnya ia, ketika menyadari para pengawal yang sedari tadi memegang tangannya sudah terpental, terbujur kaku dengan bersimbah darah...
dalam hati dia berkata siapakah yang menolongnya...,,?
mungkin kah para murid sang pertapa,,?
tetapi dugaanya ternyata salah,ketika dia melihat dengan jelas,belati miliknya yang tadi tertancap di leher pengawal adipati,,kembali terbang melayang...
menyerang para pengawal itu, membuat sebagian pengawal lari kocar -kacir,sebagian terluka cukup parah,bahkan ada yang langsung tewas...
fardian memandang penuh keheran"an,belum hilang rasa penasarannya,,dia pun merasa tubuhnya berangsur"membaik,energinya pun kembali pulih,bahkan dia merasakan kekuatan aneh merasuk ke dalam tubuh'nya...membuat perlahan luka" sembuh total
setelah menyerang beberapa kali,belati itu pun terbang melayang,,menghampiri fardian yang sudah berdiri tegak,,dan dengan cepat nya,,belati itu pun berada dalam genggaman
adipati menoleh kemana arah belati itu pergi,mendadak tawanya reda,terganti oleh perasaan kesal sekaligus heran,,
"ya dia melihat ferdian yang berdiri tegak di hadapanya, lebih anehnya lagi tak terlihat sedikit pun luka di sekujur tubuhnya...
"oh rupanya kau masih bisa berdiri bocah"
fardian hanya diam saja,,,
tak mendapat respon,adipati lantas menyerang fardian dengan cepat,kali ini dia begitu brutal
karna amarahnya begitu besar....
fardian yang sudah siap dengan serangan itu pun,
menangkis serangan demi serangan yang dilancarkan adipati
merasa dipermainkan adipati dengan sombongnya berkata,,,
bangsat,,,baiklah kalau begitu jangan salahkan aku
jika aku gunakan jurus pamungkas...
setelah berkata demikian ,terlihat sang adipati memejamkan matanya,tangan nya di silangkan di perut,mulut nya terlihat komat kamit membaca mantra
tak lama kemudian ,dia membuka matanya ,mengambil keris yang terselip di pinggang,,
dan tanpa diduga"
sang adipati melesat secepat kilat,,menyerang kembali ferdian yang sedari tadi tak memasang kuda"
mendapat serangan yang begitu mendadak fardian tak dapat mengelak..iya terkena tusukan keris tepat di dada kirinya.....
belum selesai dengan itu,sang adipati kembali menusuk kan keris nya di tubuh ferdian yang terlihat sudah mulai lemas,,,
melihat fardian yang sudah terkapar dengan bersimbah darah,,dia mengambil samurai yang ada di dekatnya...
memotong kedua tangan fardian,,,
"iya pun menjerit kesakitan"
melihat jeritan fardian dan tatapannya yang putus asa membuat adipati semakin menggila,,,,
iya mencongkel kedua mata fardian,,membelah dadanya,,menggambil jantung nya,,
membuat fardian tewas seketika...
belum merasa puas dengan semua itu..dengan iringan tawa nya yang begitu membangkitkan kebenciaan para murid sang pertapa
dia kembali memotong" bagian tubuh lain fardian yang sudah tewas,setiap dia memotong _motong
bagian tubuh fardian,di saat itulah tawa nya semakin keras...
setelah cukup puas ,dia pun berdir kembali tawanya mengelegar,,,
hhahaa" dengan sombong nya dia berkata ,siapa lagi yang mau melawan sini hadapi aku jika kalian sudah bosan hidup"
kata nya sambil mengacungkan samurai dan keris ke para murid pertapa,,
huwahaha.."tawa sang adipati begitu sombong
namun,,! salah satu murid pertapa mengacungkan tangan nya ,menunjuk ke arah belakang adipati,
dan berteriak...FERDIANN...
sontak para murid lain pun mengarahkan padangannya ke arah yang ditunjuk
"fardian bangkit lagi "
mendadak tawa adipati pun "TERHENTI"
dengan penuh penasaran,untuk yang kedua kalinya
dia memalingkan wajahnya..
dan betapa terkejut,sekaligus heran sang adipati melihat fardian yang lagi"kembali berdiri ,dihadapannya sedang dia yakin,
seyakin yakinnya bahwa telah mencincang nya layaknya hewan,,
BAGAIMANA MUNGKIN, heran nya dengan rasa yang tak percaya disertai mental yang mulai menciut,,
orang yang sudah mati hidup kembali,,bahkan dia melihat fardian terlihat lebih segar,tanpa ada sayatan atau pun bagian tubuh yang hilang...padahal samurai yang di pakai memotong fardian masih berlumuran darah.....
dengan penuh penasaran ia kembali menyerang fardian,,dengan lebih ganas,,bagai harimau kelaparan
fardian yang sudah siap.dengan itu pun,,telah memasang kuda" dengan mengunakan 2 ajian sekaligus..
pertarungan pun semakin sengit,hingga tak terasa saat itu pun sudah mulai senja...
setiap samurai mengenai tubuh fardian mendadak luka itu pun sembuh seketika,saat keris akan menghujam tubuh fardian,sekitar satu jengkal, seolah keris itu menghantam benda keras yang membuat nya melayang menghujam tempat kosong,,,
fardian yang sedari tadi hanya menghindar dan menangkis kini mulai menyerang,,apalagi melihat adipati mulai kehabisan tenaga ini merupakan kesempatannya untuk mengalahkan adipati,,
tapi kini giliran fardian yang dibuat heran,,belati miliknya,yang begitu tajam tak mampu menembus
kulit sang adipati,bahkan itu terjadi berulang kali,,,
ketika kedua lawan itu sama"mulai melemah.
satu kesempatan mereka bertarung menggunakan tangan kosong,:tapi ini pun belum bisa menentukan pemenang...
fardian kini mulai terpojok,dia sangat kelelah an
hingga akhirnya pada satu kesempatan ,fardian tak sengaja menggenggam sebuah pedang tumpul,,
langsung saja dia menghujam pedang
itu ke arah adipati,
akhhhhh....adipati berteriak keras....
tak disangka nya,justru pedang itu bereaksi pada tubuh adipati...
dengan segera fardian menghujani tubuh adipati dengan pedang tumpul itu,,hingga sang adipati tak bisa bergerak,,,lumpuh seketika...
melihat keada"an adipati sontak fardin merasa iba
" taukah kau siapa aku ",,?
"aku adalah anak dari seorang guru padepokan,yang kau ceritakN tadi,, yang kau bantai
dengan kejinya kau membunuh ibuku"
mendengar itu taulah adipati,bahwa fardian adalah putra tunggal gilang permana,seorang guru padepokan di lereng gunung linawu....
"aku kasihan padamu,bertobatlah ,akui kesalahn mu,minta maaflah pada penduduk desa,,atas apa yang telah kau perbuat...
cuihh...adipati meludah....
tiba"mendung menutupi langit yang mulai petang,
guntur bergemuruh sambar menyambar
disertai angin bersemilir..
ini mengingat kan pada fardian tetang masa kelam itu..malam dimana orang tuanya direnggut dan meninggalkan nya untuk selamanya....
disaat seperti itu dari kejauhan dia fardian melihat segerombolan orang,ia beranggapan itu merupakan komplotan sang adipati tapi dugaanya salah....
ternyata itu merupakan para penduduk desa setempat,,mereka berbondong" datang dengan membawa benda- benda tajam,dengan di pimpin
oleh salah satu murid pertapa...
rupanya ia murid yang berlari ketika melihat fardian sekarat..ternyata dia pergi bukan lari dari perang,melainkan mencari bantuan,dengan meyakinkan kembali para warga....
melihat sang adipati terkapar tak berdaya
para penduduk lantas segera menyerangnya
tapi fardian dengan berani mencegah nya,,dia masih berharap adipati mau merubah sifatnya,,dan membantu penduduk,
"namun rupanya kebencian warga sudah tak terbendung lagi,,mereka sudah muak dengan ulah yang diperbuat adipati..
"mereka ingin sekali membunuh nya,mengingat
pembantaian yang dia lakukan terhadap sanak keluarga nya,,juga masih was was kalau suatu saat
jika dibiarkan hidup ,adipati kembali ber'ulah
"maaf fardian, kami sudah tak bisa memaklum i kebiadab an adipati,inilah kesempatan kami untuk membalas kematian keluarga kami,,yang sudah dia bantai,,,
"kami berterima kasih padamu sudah membuat nya sekarat seperti itu,,dengan begini kami mudah menghabisinya..kata seorang penduduk
"mohon tenang,saudara" saya juga pernah mengalami hal serupa dengan kalian,
orang tua ku juga tak luput dari ambisinya,,tapi apakah dengan balas dendam akan membuat mereka hidup kembali,,
"NYAWA HARUS DIBAYAR DENGAN NYAWA"
rupanya nasehat fardian tak mampu membendung sedikitpun amarah para pendudukk..
"sebaiknya kau menyingkir fardian,jika kau tak ingin mati sia_ sia"
faridian masih berusaha mencegah,ketika para penduduk serentak menganggat senjata,,namun dia tak mampu menahan mereka yang begitu banyak...
yah dia juga tau,,APAPUN YANG DIPERBUAT
PASTI KELAK AKAN MENUAI KEMBALI"
begitu juga dengan sang adipati malam itu,dia dibantai warga tanpa ampun,,puluhan,bahkan ratusan benda tajam menghujani tubuhnya...
"ia pun mati malam itu juga,bersamaan dengan teriakan keras nya yang melepas nyawa,,hujan pun turun ,kilat begitu terang menyinari bumi,dan guntur pun saling bersahut sahutan
sorak warga terdengar ditempat itu,,mereka begitu puas,selain sudah membalas dendam,mereka pun merasa aman karna kematian sang adipati..
keesokan harinya,,warga pun membakar mayat adipati, dan pada siang hari, sebagai bentuk terima kasih penduduk,, diadakan lah pengangkatan fardian sebagai adipati baru, menggantikan adipati kejam wilaksmono....
dibawah pimpinan fardian desa itu,dan desa"lainya pun hidup damai dan tentram kembali...
dia juga kembali membangun padepokan,,meneruskan cita"ayahnya menjaga dan melestarikan seni beladiri peninggalan leluhur...
berbondong"warga masyarakat menjadi murid padepokan nya,,yahh karna mereka percaya..
nasib memang sudah ada yang mengatur,,tapi dengan memiliki keterampilan seni bela diri..setidaknya kita mampu melawan musuh ,guna melindungi diri sendiri dan keluarga agar tak selalu ditindas,,juga memper erat tali persaudaraan...
akhirnya lambat laun murid"padepokan nya pun semakin banyak,padepokan nya pun semakin terkenal, yah usaha memang tak menghianati hasil,,
kini perguruan yang didirikan ayahnya
"KEMBALI BERSINAR SETELAH SEMPAT HILANG DITELAN DALAM KEGELAPAN,,akibat pembantaian...
TAMAT..
#hati yang tulus,dengan niat baik pasti akan dipermudahkan jalan...