Persahabatan adalah hal yang sangat penting,karena persahabatan setara dengan keluarga. Susah,senang,sedih,marah,dan lainnya. Semua emosi terkumpul dan akan diselesaikan dalam persahabata.
Pagi yang cerah,ayam berkokok dan mentari yang menyinari seorang gadis yang masih tertidur diatas ranjangnya.
"Rin..kamu gak mau telat lagi kan?". Ujar seseorang dari arah pintu luar kamar gadis yang kini bangun dan sedang mengumpulkan nyawanya.
"Iya bun..Rina udah bangun". Ujar rina. Dengan segenap kekuatan yang dikumpuklan tadi. Rina berjalan menuju kamar mandi dan melakukan ritual paginya.
Setelah selesai dan bersiap siap,rina keluar untuk mencari keberadana orang tuannya.
"Ayah..bunda?". Teriak rina.
"Sini". Balas seseorang dengan suara khas beratnya.
Ayah rina yang kini dengan santainya menyesap kopi dibarengi koran dikedua tangannya.
"Pagi yah....bunda mana?". Ujar rina.
"Pagi sayang, tuh bunda kamu lagi didapur". Ujar ayah rina.
"Rin..ini bekal kamu dan ini jangan lupa bawa obat kamu". Ujar sang bunda sambil memberikan bekal dan obat.
"Males ah bun..pakek bawak obat segala". Elak rina.
"Udah bawa aja,buat jaga jaga". Ujar sanga ayah yang telah selesai membaca dan berniat mengantar rina sekolah.
"Udah yok,,ayah anterin". Ujar sang ayah.
"Rina berangjat y bun..dah". Ujar rina sambil mencium tangan bundanya lalu pergi menyusul ayahnya yang sedang memanasi motor miliknya.
Akhirnya rina pergi sekolah diantar sanga ayah...lima belas menit perjalanan rina sampai digerbang sekolah.
"Hati hati y sekolahnya,jangan lupa makan sama minum obat". Ingatkan sanga ayah.
Rina mengangguk lalu pergi kedalam sekolahnya mencari kelas.
"Rina...". Teriak seseorang yang rina sudah hafal betul ini milik siapa.
Rubi,teman perempuannya.
Rina berbalik dan langsung dipeluk oleh rubi.
"Aduk rub..gue bisa mati lama lama kalo lo terus peluk". Ujar rina.
Rubi melepas pelukannya dan tercengir garing.
Mareka berpegangan tangan lalu pergi menuju kelas mareka.
Didalam perjalanan tak sekali ataupun dua kali mareka akan bercand aria maupun disapa oleh anak kelas lain.
Sampai nya mareka didalam kelas,mareka berdua sudah disambut oleh 4 teman laki laki mareka.
"Rina,rubi elu berdua lama banget deh". Ujar bagas.
"Elu nya aja yang kecepetan dateng". Balas rubi.
"Alah itu mah akal akalan nya dibagas biar bisa ketemu rina". Ejek bonbon. Itu nama ejekannya.
"Diem lu". Bentak bagas.
Dan lagi dua orang mareka sedang asik bermain game. Satunya bernama riko dan satunya bernama wisma.
Inilah persahaban diantara kami,senang tawa dan tangis selalu bersama.
Ya walaupun aku harus pergi begitu awal,namun aku tak menyesal.
Aku rina,siswi berusia 15 tahun seorang pengidap penyakit kanker stadium akhir.
Aku hanya tersenyum pada tema temanku yang selalu menemani diriku bahkan hingga akhir aku bernafas.
Diatas ranjang putih bersama selang selang yang membantu ku bernafas,aku melihat sahabatku yang bahkan tak pernah menangis kini menagis melihat keadaanku.
Senang rasanya memiliki sahabat seperti mareka.
Saat aku susah dan bingung mareka selalu ada.
Dan saat aku butuhkan mareka juga ada. Terima kasih sahabat ku. Kalian adalah malaikan dalam hidupku,semoga kita akan bersama lagi dikemuan hari. Aku akan selalu melihat kalian dari atas sana. Mohon jangan lupakan aku,sahabat kalian yang pergi tanpa berpamitan.